
"Na! Mom dan Dad lo kapan pulang?" Tanya Fay yang menggoyangkan Kakinya dia atas air kolam berenang.
Nana menoleh " Gue ngga tau Fay, Mungkin bentar lagi." Jawab Nana yang di angguki oleh Fay.
Yak, mereka masih berada di rumah Nana, lebih tepatnya di Taman belakang rumah Nana. mereka masih ingin menghabiskan waktunya bersama sebelum mereka disibukkan oleh soal soal yang akan menguras otak mereka.
Ais dan Zelica yang sibuk dengan toples yang berisikan makanan. Ais memang banyak ngemil tapi tuh anak ngga pernah gendut. Aneh.
"Zelll sini gue minta." Ais merebut toples yang Zel peluk.
"Ehhhh main nyosor aja tuh tangan." Zelica mendegus kesal lalu merebut lagi toplesnya dari Ais.
"Ehhhh tuh tangan main nyosor aja." Celetuk Ais mengikuti ucapan Zel lalu kembali mengambil toples yang ada di tangan Zel.
"Blek,, Kalau bisa tangkap gue." Ucap Ais mengeluarkan lidahnya dan berlari kecil mengelilingi Kolam berenang. Zel tidak menyerah ia mengejar Zel.
Nana dan Fay di buat tertawa oleh kelakuan keduanya. menurutnya ini akan menjadi momen indah nantinya.
Ais terus belari ia memperhatikan Zel yang tengah berlari mengejar nya. Tiba tiba lantai yang licin membuat nya terhuyung.
Brughh..
"AISSSSS!!!" Teriak Para cewe yang melihat Ais hampir terjatuh tapi seketika senyuman terukir saat melihat seseorang menahannya agar tidak jatuh.
Dengan cepat seseorang memeluk tubuh mungil nya. Ais yang kini ketakutan refleks memeluk tubuh kekar milik orang itu sambil memejamkan kedua matanya.
"Ahkmmm sampai kapan mau pelukan di depan para jomblo." Celetuk Reno yang melihat kejadian ini.
"Jomblo di sini oiii." Teriak Demian sambil terkekeh.
Aldio yang baru datang ke arah taman dengan kedua temannya dan juga Rama yang tadi ikut bermain game bareng . tak sengaja melihat Ais hampir terjatuh membuat nya dengan cepat menangkap tubuh mungil milik nya itu. tapi ini justru membuat Ais malah memeluk tubuh kekar milik Al.
Ais yang mendengar itu mendengar itu tersadar lalu melepaskan pelukannya perlahan dan menonggakkan kepalanya ke atas melihat siapa yang menolongnya.
Deg...
Tiba tiba jantung nya berhenti sejenak. Mata nya menatap Aldio tak berkedip. Seakan dunia berhenti sejenak. Senyumannya perlahan terukir di bibir cantik nya.
'**OHHHJ MAYGADDDD MOMMMMM! AKU DI PELUK SAMA PANGERAN ES .. PADAHAL SI SINI LAGI NGGA ASA SALJU LOO MOMM AHHHHHH.' teriak Ais dalam hati
'Manis banget ini bocah kalau di liat dari dekat' Batin Al yang ingin tersenyum namun ia tahan.
Senyum aja kali Al ga usah di tahan tahan. HEHE:v
"Ais lo ga apa apa kann?" Tanya Fay yang baru datang.
"Iya lo ga apa apa kan? Makanan gue mana ga apa apa kan? ga jatoh kan?." Cerocos Zel sambil melirik toples makanan yang Ais pegang. Membuat semua orang terkekeh
"Sialan." Umpat Ais
__ADS_1
"Dia Ga apa apa kok. Orang tadi pelukkan sama pangeran nya." Celetuk Nana sambil memeluk Abangnya itu.
Ais kembali tersenyum dan melirik Al "Makasih kak." Ucapnya yang hanya di angguki oleh Aldio.
"Mana sini!! ini makanan gue lo main ambil aja." Timbal Zel yang kembali merebut toples Miliknya.
lagi lagi semua tertawa melihat tingkah mereka berdua. berbeda dengan Rama dann Aldio hanya tersenyum simpul.
tapi bagi Ais Senyuman simpul itu ibarat ia tertawa... Aneh bukan? huff Ais Ais sabar yah sayang.
...........
Indonesia.
Hari ini Reval di sibukkan dengan latihan untuk perlombaan basket antar Negara atau sering kita sebut dengan Fédération Internationale de Basketball (FIBA) atau Federasi Basket Internasional .
Selain sepak bola, basket tentu saja menjadi salah satu olahraga paling populer di dunia. Sarana dan prasarana basket seperti bola warna oranye yang khas, ring yang menggantung di atas tiang hingga jersey panjang kedodoran menjadi ciri khas olahraga ini. Kejuaraan bola basket internasional dan nasional secara rutin digelar di seluruh dunia dan terus menghasilkan atlet atlet terbaik.
Sebagai ketua tim Reval harus memberikan pensi terbaik dan berkesan untuk para anggotanya. Ia berlatih siang hingga sore. tentu saja Iqbal dan Andri ikut dalam pertandingan ini. Nata? tentu dia selalu ada bahkan rela untuk menunggu Reval berlatih hingga sore hari.
"Lo pulang aja Nat." Ucap Reval sambil mengelus rambut panjang Nata.
Pasalnya Nata ini sudah tiga hari pulang telat karena menunggu Reval latihan.
Nata menggeleng "Gue ga mau Val! gue masih pengen di sini.. Nemenin lo sama yang lain." ujar Nata kekeh.
Reval mendengus "Ya udah lo kalau cape pulang aja yah.. jangan sampai lo sakit gara gara gue." Ucap Reval memberi pengertian. Nata tersenyum lalu mengangguk.
"Lo apaan sih.. gue cuman ngomong sama Nata aja kalau dia ga perlu nungguin kita kita lagi." Jelas Reval yang membuat Andri tersenyum lalu mengangguk.
"Kita? kita? perasaan gue Nata cuman nunggu lo aja!." Celetuk Iqbal yang baru datang dan berdiri di samping kiri Reval.
Ucapan Iqbal tadi membuat Nata blusing. Reval yang menyadari itu hanya tersenyum simpul.
"Mendingan kalian latihan sana biar cepet pulang." Sahut Nata mencari Alasan.
Jujur gue gugup banget val deket lo. jantung gue ga bisa berfungsi dengan benar val. Batin Nata.
Reval, Andri dan Iqbal mulai berlatih. mereka terlihat fokus. Reval yang menggunakan baju olahraga basket nya. Lengan pendek juga celana pendek membuat otot-otot nya terlihat.
"Tampan Banget sih kamu Val." Gunggam Nata sambil memperhatikan Reval.
waktu terus berputar hingga lamanya mereka berlatih dan tak waktu menunjukkan 16.40 sore hari. Lama bukan? tentu mereka akan mengikuti perlombaan Antar Negara. Bagaimana bisa? sekolah Reval lah yang selalu memenangkan pertandingan ini.. hingga kali ini sekolah Reval mendapat undangan pertandingan di Luar Negeri .
Pertandingan basket dalam Olimpiade telah digelar sejak tahun 1936 untuk tim pria. Kemunculan basket kali pertama adalah tahun 1904 sebagai cabang olahraga demonstrasi. Sejauh ini, Amerika Serikat menjadi negara paling sukses pada cabang olahraga basket, dengan memenangkan 15 medali emas dari 18 kali keikutsertaannya dalam Olimpiade. Sejak tahun 2008, Amerika Serikat berhasil mempertahankan medali emas 3 kali berturut turut hingga Olimpiade Rio di Brazil tahun 2016.
Mereka keluar dari Gor basker dan duduk di pinggir lapangan.
__ADS_1
"Nihhh Minum dulu." Nata menyodorkan minum kepada tiga pria tampan di hadapannya.
"Thanks oke."
Nata menopang dagunya, kaca mata yang di taruh di atas kepalanya jaket yang sedikit kebawah membuat nya fokus memperhatikan Reval yang tengah minum air mineral nya. begitu menggoda kering yang bercucuran otot otot yang terlihat, rambut yang acak membuat nya semakin terlihat tampan.
"Biasa aja kali ngeliatin nya Nat!." Celetuk Andri.
Nata terkekeh pelan " Hehe habis kalian kaya yang cape banget."
"Kita memang cape Nat butuh hiburan." Timbal Iqbal.
"Ayo pulang!." Ajak Reval mengandeng tangan Nata. Namun Nata dengan cepat mengehentikan nya. Reval memutar badannya dan menatap Nata.
Nata membuka ransel yang ia bawa, lalu mengeluarkan sapu tangan bersih dengan sedikit berjinjit Nata mengelap keringat yang keluar dari setiap pori pori wajah Reval.
"Gue bantu yah, biar ngga terlalu banyak." Nata berucap sambil terus mengelap lembut wajah Reval.
Reval tersenyum lalu meraih tangan Nata yang berada di depan wajah nya itu. Nata di buat gugup olehnya .
"Terimakasih." Ucap Reval sambil menurunkan tangan Nata lalu menggenggam nya.
"Ahkmm...kita kita kagak di bantuin juga nih?" sahut Andri yang melihat adegan tadi.
"Bener.. kita juga banyak keringat nihh...liatt.." Iqbal membolak balik kan wajahnya ke kanan dan kiri.
Nata Terkekeh " Hehe sini deh sini." Nata hendak mengusap keringat Iqbal namun dengan cepat Reval menahannya.
"Udah ga usah! Mereka bisa sendiri, kita pulang aja udah sore banget." Ucap nya yang membuat Nata tersenyum dan mengangguk.
"EHH KURAP !!! LO MAU KEMANA HA." Teriak Andri yang melihat Reval keluar dengan menggandeng tangan Nata.
"BERISIK KUTU!!." Teriak balik Reval.
"Sialan......" Umpan Andri.
"Mending balik bro! Pasti Tuan Rumah sudah menunggu kita pulang." Ajak Iqbal.
"Bener lo! gue laper ayo ah!." Andri berjalan lebih dulu membuat Iqbal menggeleng kan kepalanya.
"Perasaan gue yang ngajak, kok dia yang jalan duluan yah? Gila emang tuh bocah."
"LO NGAPAIN MASIH DI SITU NYET?" Teriak Andri yang membalikkan badannya lagi.
"NYET, NYET PALA MU AH!!." Iqbal berlari mengejar Andri yang sedang terkekeh di tempat.
"Kan muka lo mirip monyet Bal." Ucapnya yang mendapat toyoran dari Andri.
__ADS_1
"Mending lo balik dari pada gue Bacok!." Umpat Iqbal yang membuat Andri berlari kencang.