
Reina with Rama.
"Na!." Panggil Rama yang yang berada di samping Nana.
Nana menoleh dan sedikit mendongak "Hmm apa?" Tanya nya sambil terus berjalan.
"Kalau Seandainya suatu saat lo ketemu sama sahabat kecil lo itu, apa lo bakalan ninggalin dan lupain gue?" Ucap Rama Membuat langkah Nana berhenti.
Nana menonggak menatap wajah Rama "HAHAH!!."
"Lah lo kok ketawa sih?"
"Iya lo lucu banget, dengerin yah nihh meski pun gue udah ketemu sama Reval dan seandainya gue akan barengan lagi sama Reval gue ga akan lupain lo Ram, karena apa? lo itu sahabat gue banget, sahabat yang udah ada di saat keterpurukan gue dan mengembalikan gue ke jati diri gue yang sebenarnya." Jelas Nana menatap lekat wajah Rama.
Rama di buat gugup oleh tatapan yang di berikan Nana ia menunduk 'Gue ingin lebih dari sahabat Na.' Batinnya, lalu dia menatap Nana.
"Terimakasih Na!." Ucap Rama lalu mengacak lembut Rambut Nana.
"Husss ga usah ngacak ngacak rambut Nana dong Ram ah berantakan jadinya." Dengus Nana, lalu berjalan meninggalkan Rama.
Jika jujur Rama memang menyimpan perasaan lebih kepada Nana, dia menyukai Nana sejak dia menyadari bahwa dia menyayangi Nana lebih dari sahabat. Namun dia tidak berani untuk mengungkapkan nya karena Rama tau hati Nana hanya untuk sahabat nya itu.
Dia selalu mengurungkan niatnya untuk mengungkapkan semuanya.
"Ramm!!! oiiii liat gue dapet kan." Teriak Nana, Rama berlari kecil menuju Taman yang di hiasi Bunga Matahari Cantik.
Nana mengibarkan bendera kecil berwarna merah itu di depan Rama, senyum nya tak pernah luntur "Kita udah dapet 3 nih semoga aja kita yang menang yah Heheh." Ujar Nana sambil terkekeh memandang 3 bendera warna warni di tangannya.
Rama melirik toko bunga yang ada di taman ini, Dia berjalan meninggalkan Nana yang masih sibuk dengan Bendera benderanya.
Nana tersadar bahwa Rama ngga ada di sisinya dia berbalik arah dan..
Degg...
Rama membawa buket bunga kecil yang di sodorkan ke depan Nana Membuat dirinya kaget. lagi lagi senyuman manis terbit di bibirnya mungil nya.
"Ini buat lo."
Nana mengambil bunga matahari itu dan mencium nya "Emmm harumm dan ini indah banget bunganya makasih yahh Ram."
"Iya sama sama."
"oke."
"Sama sama indah kaya yang pegang." lanjut Rama membuat Nana memukul kecil lengan.
Mereka terkekeh bersama, Rama mengeluarkan Kamera yang dia bawa "Sini Gue foto." Ucap Rama, Nana mengangguk dan membenarkan posisi nya.
Ckrekk...
"Wahhh bagus banget, lo cocok Ram jadi fotografer kaya bang Al." Ujar Nana.
Rama tersenyum simbul memperhatikan foto Nana yang baru saja dia potret.
"Udah yuk cari lagi." Ajak Nana, Rama mengangguk dan mengikuti Nana dari belakang.
Rama POV.
Ketika kamu meragukan perasaan apa yang sedang kamu alami. Ketika hati kecilmu mengakui bahwa kamu menyimpan perasaan khusus terhadap seseorang, yang seharusnya nggak kamu sukai. Kata orang, cinta tak pernah salah. Tapi, apakah semurni itu yang namanya cinta, sehingga membuat siapa pun dengan bebas menyatakan perasaan kepada siapa saja, bahkan mengabaikan risiko yang mungkin terjadi? Lalu, kenapa ada istilah cinta terlarang kalau cinta nggak pernah salah?
_o0o_
Aldio with Ais.
Sedari tadi gadis berhijab hitam itu terus saja mengoceh melontarkan berbagai pertanyaan yang tak pernah pria dingin itu jawab.
suatu kesialan bagi Al bisa berduaan dengan Ais, dia sangat lelah mendegar kan semua yang Ais lontarkan, berbeda dengan Ais yang selalu berusaha untuk mendapatkan respon terbaik dari Al. dia tak pernah menyerah untuk mengejar Al sesekali ia berlari kecil untuk menyamakan langkah kakinya dengan Al.
"KAK AL!! LIAT AIS DAPET LAGI NIHH." Teriak nya yang kini berada di tengah tengah bunga lavender yang berwarna ungu itu.
Al menoleh lalu mengangguk, sesekali Al terkekeh melihat tingah Ais yang seperti anak kecil menurut nya, demi sebuah bendera kecil ia rela untuk manjat ke atas pohon namun hasil nya nilih dan tetap saja Al yang mengambil nya dia tidak akan mau jika tidak di paksa oleh Ais.
"Kak Al!! tunggu liat deh itu.." Teriak Ais menghentikan langkah kaki Al, dia menoleh mengikuti arah telunjuk Ais.
Matanya menyipit melihat sepasang burung merpati di atas pohon "Serasi." Satu kata yang Al ucapkan, Ais menoleh ke arah sumber suara itu laku tersenyum lebar.
"Memang, sepasang burung merpati putih aja bisa serasi kenapa kita ngga?" Ucap Ais melirik Al, Aldio mendegus lalu meninggalkan Ais.
"Kak tunggu dong Ais cape nihh." Ucap Ais yang duduk di bawah pohon besar, Al tetap saja berjalan meninggalkan Ais.
Ais mendegus lalu meluruskan kakinya yang terasa pegal, ia memegang 5 bendera warna warni lalu memandang nya dan tersenyum.
"Bendera kamu tau ngga, hari ini aku ssangattttt senang, karena dengan permainan ini aku bisa berduaan bersama kak Al, meski pun aku tak tahu kak Al menganggap ku atau tidak tapi ini suatu kebahagiaan bagi ku. Andai aku jadi kamu pasti sudah di genggam oleh tangannya Kak Al, tapi.... itu hanya halusinasi saja iya kan? seberapa besar kak Al cuekin aku dan beberapa kali kak Al menyakitiku dengan kata katanya aku akan tegap sama, sama berjuang buat kak Al karena aku yakin dia jodoh aku, doain aku yah bendera semoga aku bisa menaklukkan hatinya heheh." Ucap Ais kepada bendera yang dia genggam.
Siapa pun yang melihat nya pasti dia sudah di sangka orang gila tapi Ais tak memiliki rasa malu jadi untuk dirinya ini sangat menyenangkan mengungkapkan dan menyurahkan semuanya kepada siapa pun itu dan pada siapa pun itu.
Bendera aja di ajak ngomong apa lagi tembok, otak otak. -Jahat bener author nya:(
"Ahkm minum." Ujar seseorang yang berdiri di depan Ais sembari menyodorkan satu botol Aqua.
Ais menonggak melihat Al berdiri dengan wajah yang tetap saja datar, Ais tersenyum lalu menatap bendera yang dia genggam "Wahhh doa kita di kabul yahh." Ucap Ais girang.
Al yang melihat itu memutar bola matanya jengah, ia tak menyangka jika hidupnya harus di pertemukan dengan orang aneh seperti Ais.
"Lo gila?" Tanya Al. Ais berdiri dan mengambil botol Aqua yang Al sodorkan, Lalu ia duduk kembali yang di ikuti oleh Al di samping nya.
"Ais sehat kok Kak, cumann Ais senang aja Kak Al peduli heheh." Jawab Ais polos, lalu membuka tutup botol dan meneguk Airnya.
"Astaga ini anak polos banget." Batin Al sambil menggelengkan kepalanya.
"KAK!!."
Ckrek!!...
"Wahhh ganteng banget kak kaya oppa oppa korea Idola Ais loh." Ucap Ais melihat foto Al yang sengaja Ais potret tadi.
"Pencuri!."
"Apan yang pencuri?"
"Lo udah nyuri foto gue! jadi lo pencuri!."
__ADS_1
"Bukan hanya foto tapi hati kak Al juga bakalan Ais curi nanti."
"Serah lo!."
"Udah ah ayo kak kita cari lagi." Ajak Ais, Al mengangguk kali ini ia berada di belakang Ais memperhatikan gadis berhijab itu jalan dengan semangat mencari keberadaan beberapa bendera.
"WAHHH BAGUS BANGET KAK!! FOTOIN AIS DONG DI SITU." Teriak Ais sambil menunjuk Tamanan hijau di depannya.
Al yang melihat itu tak sadar bahwa bibirnya terangkat, dia tersenyum melihat Ais. seketika Ais berlari ke arahnya dengan cepat ia merubah kembali mimik wajahnya.
"Ayo kak fotoin Ais yah, Ais pengen Naik ke atas batang pohon itu,terus harus bagus ga boleh jelek fotonya." Ujar Ais berlari kecil ke arah batang pohon besar itu dan membenarkan posisi nya yang tepat.
Al melangkah dan mencari cahaya yang masuk untuk menghasilkan efek yang sempurna.
"Tahan." Ucap Al.
1
2
3
Ckrek..
'Cantik.' Cicit Al kecil melihat foto Ais.
Ais berlari ke arah Al namun di saat tengah berlari ia tak melihat bahwa ada kerikil di bawah Membuat nya kehilangan keseimbangan, Al yang melihat itu dengan cepat berlari dan menangkap tubuh Ais.
Hap!!
Tubuh Ais jatuh di pelukan Al, tanpa dia sadari Al memeluk Ais dengan erat seolah dia takut jika Ais akan terjatuh.
Ais meringis kakinya sakit, tapi hatinya senang bisa di peluk Al.
"Lo ngga apa apa?" Tanya Al to the poin saat mengeraikan pelukkannya, Ais menggangguk dan mencoba berdiri.
"Awww." Ringis nya saat mencoba berjalan, Al yang melihat itu berjongkok membelakangi Ais.
"Ngapain Kak? kalau mau ke air jangan di sini, ini bukan toilet." Celetuk Ais.
Al mendegus "Naik."
"Kemana?"
"Punggung gue lah, buruan pegel nih."
Ais yang bingung hanya menurut lalu dia naik ke atas punggung Al dan memeluk leher Al dengan erat, Al menggendong Ais di sepanjang perjalanan.
'mimpi apa gue semalam bisa digendong kaya gini,,, huwaaa tolong Aiss dong takut kena serangan jantung nihhh.' Batin Ais memeluk Erat Al.
_o0o_
Fay with Reno.
"Cepet dong cari, masa gue terus." Ketus Fay melihat Reno malah santai jalan di belakang nya.
Reno tersenyum "Iya iya bawel banget sih."
"Lo mah belum juga nikah udah KDRT sama gue." Celetuk Reno
Fay tertegun mendengar ucapan Reno "Siapa juga yang mau nikah sama lo." Ucap Fay berjalan lebih cepat mencoba menyembunyikan rasa malunya.
"OIII!! EMANG SIAPA YANV BILANG KALAU GUE MAU NIKAH SAMA LO!!!." Teriak Reno dan berlari ke arah Fay.
Fay berhenti sejenak "Bener juga yah, dia kan ngga bilang kalau mau nikah sama gue... ahhh kenapa sih gue malah mikirin kaya gitu." Fay menolog. lalu berlari meninggalkan Reno.
"Ehhh fotoin gue dong." Ujar Fay yang sekarang tengah duduk di kursi menahan menopang wajahnya dengan tangannya itu.
Fay melirik Reno dan...
Ckrek..
"Bagus ga? kalau ngga ulangin, jangan sampai foto gue jelek." Celetuk Fay yang masih duduk di kursinya.
Reno berjalan dan memperlihatkan kamera nya "Tuhh liat Perfect, beautiful kan? cantik banget sih lo." Ujar Reno tanpa sadar.
Fay menunduk lalu memukul perut Reno "Gue emang cantik ga usah puji puji."
"Siapa juga yang muji lo, orang gue memuji indahnya bunga ini. Lo nya aja kepedean." Ujar Reno membuat Fay kesal dan berlari meninggalkan Reno.
"Sebenarnya lo sih yang cantik di tambah bunga bunga di sini cantik menambah kecantikan lo Fay." Ujar Reno memperhatikan Fay yang tengah berlari kecil itu.
Reno menggeleng dan mendegus dengan cepat berlari mencoba mengejar Fay hingga hampir dekat Reno menarik tangan Fay Membuat Fay berbalik Seketika dan memeluk tubuh kekar milik Reno.
Bugh..
'Awww gilaa ini dada milik Kak Reno keras banget.' Ujar Fay dalam hati ketika merasakan sakit di dahinya.
Mereka masih dalam posisi pelukkan, entah kenapa mereka ingin lebih lama dalam posisi ini. hingga Fay tersadar dengan cepat mendorong tubuh Reno.
"Gila lo, main peluk peluk aja." Ucap Fay sambil membuang muka menyembunyikan pipinya yang terasa panas.
"Habis lo lari kenceng banget, udah kaya lari maraton aja lo." ujar Reno, Reno melirik Fay yang membuang muka dia melihat pipi Fay yang blushing
"Bentar, kok pipi lo merah udah kaya tomat yang panen aja." Goda Reno, Fay dengan cepat berlari meninggalkan Reno.
"Gila tuh bocah main lari lari aja, gue yakin suatu saat lo ngga bakalan lari dari gue." Ujar Reno lalu mengejar kembali Fay.
_o0o_
Zel with Demian..
"Huff gue cape nih kak, istirahat dulu yah." Ucap Zel menyeka Keringatnya.
Demian mengangguk dan duduk di bawah pohon besar, lalu melirik zel dan tangannya terangkat menyeka keringat yang membasahi wajah Zel.
Zel tersenyum "Makasih kak." Ucapnya.
Demian mengangguk "Yes."
Zel menyender kan tubuhnya di Batang pohon besar itu, Seketika matanya tertuju pada penjual es cream yang tengah berdiri di dekat bunga bunga matahari.
__ADS_1
Zel ingin sekali memakan makanan dingin, namun dia sangat lelah jika harus ke sana. Demian mengikuti arah mata Zel yang tertuju pada penjual es cream itu.
"Lo mau?" Tawar demian,
"Emmm yes, tapi nanti deh gue cape banget kak." jawab Zel.
"Gue ke sana yah, lo tunggu di sini." Ujar Demian, yang lalu pergi menuju penjual es cream itu.
Zel memperhatikan Demian dari jauh "Baik banget kak Demian, udah tampan suka menolong lagi... kaya pria idaman gue aja." Ujar Zel menolog.
Dia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju Demian yang tengah mengantri membeli es cream itu.
"Loh kok ke sini? katanya lo cape." Ucap Demian.
Zel menggeleng "Ngga deh gue pengen liat bunga matahari ini, lucu banget."
"Aduhhh non ini pacar nya perhatian banget yah sampai sampai rela mengantri demi Membelikan es cream buat pacarnya." Ujar si penjual es cream itu yang memperlihatkan Demian dan Zel.
"Tapi kami ngg--."
"Non harus bersyukur dapet pacar baik seperti pacar Nona ini." Ujarnya.
kali ini zel benar benar di buat fly terbang, dia tak menyangka bakalan di lakukan seperti ini oleh pria tampan yang selalu dia halukan.
"Bapa bisa aja." Ucap Demian yang mengerti Zel.
"Kalau makan tuh pelan pelan dong." Ujar Demian melihat Zel yang seperti kehausan itu.
Zel menyengir lalu mengambil tysue dan mengelap nya sendiri, Dia melirik Demian yang sama sama lahap memakan es cream nya.
"HAHAH!!!." Tawa Zel pecah.
"Kenapa?" Tanya Demian heran.
"HAHA, Kaka bisa aja bilang ke gue kalau makan pelan pelan, lah kaka? makan lahap gitu tambah belepotan kemana mana HAHAH."
Demian yang mendengar itu langsung melotot lalu meraih tysue dan mengelap nya. bukannya bersih tapi malah berpindah tempat. Zel yang melihat itu tertawa lagi..
"HAHAHH, Sini deh gue bantu." Ujar Zel lalu memajukan badannya mengelap ujung bibir Demian dengan tysue di tangannya.
Deg deg deg...
jantung ke duanya berdetak lebih kencang saat tatapan mereka bertemu, entah apa yang mereka rasakan hingga nyaman dalam posisi seperti ini.
"i'm sorry, kak fotoin gue dong." Ucap Zel mengalihkan pembicaraan nya, dia benar benar udah gugup banget.
"Oke, di situ yuk dan lo pegang bunga ini taruh di dekat telinga lo oke." jelas Demian mencoba menyembunyikan rasa canggung dan gugupnya
Zel mengangguk dan mengambil posisi..
Ckrek...
_o0o_
"Yeayy!!!! Kita menang kita menang." Teriak girang gadis berhijab yang tengah duduk sambil menepuk kedua tangannya.
"Udah yang sakit mah sakit aja." Ketus Nana menyungingkan bibir nya.
"Bilang aja lo iri, iya ga Kak." Ujar Ais menatap Al di samping nya.
"Hmm." Satu deheman keluar dari mulut Al.
"Kaya kalian kompak banget sampai sampai memenangkan quiz ini." Goda Reno melirik Al.
"Bener banget, Apa jangan jangan Es beku udah mencair?" Timbal Zel.
"Bener bener banget tuh." Ucap yang lain serentak.
Ais yang mendengar itu tersenyum senang berbeda dengan Al yang berdecak kesal.
Drtzz.... Drtzzz
Ponsel Al berdering, membuat dia meroboh nya dan tetera nama "Super hero." Siapa lagi kalau bukan Aidan sang super bagi keluarga nya.
"Iya dad?"
"..."
"Iya ini Al dan Nana mau pulang."
"..."
"ok waalaikumsalam."
Al menutup kembali handphone nya lalu berdiri menatap Nana "Ayo pulang ada acara penting kata Dad." Ujar Al, Nana mengangguk dan berpamitan kepada teman temannya.
"Gue balik duluan, owh iya Fay tolong tuh anterin bocah ingusan yang lagi keseleo itu." Ujar Al kepada Reno dan berlalu meninggalkan teman itu.
"Wahhhh... kak Al peduli jugaa hehehhe." Ucap Ais sambil tersenyum girang.
"Halu aja lo, go balik udah sore." Ajak Fay membantu Ais berdiri
**°•°•°•°°•°•°•
Giaman Readers episode kali ini?
Makasih yah yang udah kasih vote, rate juga like setiap episode karya ku ini...
dan buat yang belum ayo dukung aku dengan cara terus memberi vote, rate dan like terus setiap episode nya..
Bonus Nih
Rama**!!!
Reno nih!!
Demian!!!
__ADS_1