Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 8 : Dunia memang sempit


__ADS_3

Malam itu keluarga Pratama tengah berkumpul di ruang keluarga nya, Si bungsu Nana sedang asik dengan buku di tangannya sambi rebahan dan paha sangat Mommy sebagai bantalan sedangkan Si Sulung Aldio tengah asik bertempur dengan game online nya itu.


Keluarga ini memang di nyatakan sebagai keluarga harmonis, terlihat kasih sayang mereka, memang di luar keluarga ini terlihat dingin terutama Aidan yang sekarang sikap dinginnya turun kepada Aldio anaknya.


Aidan yang tengah duduk di samping sang istri sambil merangkulnya pundaknya dan mengelus hangat rambut panjang sang anak yang berada di paha sang istri tercinta nya.


"Sayang, Aisha yang tadi itu teman kamu kan? Dari mana dia asalnya?." Tanya nya sambil terus mengelus.


"Indonesia, cuman tante Aleen dia berasal dari Arab lalu pindah ke Indonesia dan menikah dengan paman Sihhab dan pindah ke sini deh!." Jawab Nana sambil terus fokus pada novel yang ia genggam.


"Nama panjang nya siapa?." Tanya lagi Aidan.


"Siapa?." Singkat Nana yang benar benar serius.


"Neneknya." Aidan yang kesal melihat anaknya itu malah asik sendiri.


"Mana Nana tau." Lagi lagi Nana berucap tanpa berfikir.


Aidan yang kesal menarik buku yang Nana baca dan menaruhnya di atas meja. Nana tadinya tiduran kini langsung beranjak kaget. "Daddy apa apaan sih. Nana kan lagi baca eoh!." Protes Nana dengan manja sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Kamu sih Daddy kan lagi ngomong malah di cuekin kan Daddy juga kesal." Ucap Aidan yang mengikuti suara manja Nana dan mengikuti setiap gerakkan ya.


"Ahhh Daddy nyebelin!!."


"Ahhh Nana nyebelin!!."


"Daddyyyyyyyyy!!!."


"Nanananaaaaa!!!."


Gina pusing melihat keduanya berbeda dengan Aldio yang masih sibuk di karpet dan memainkan game online nya. Emang cowo sama aja kalau udah main game prioritas di lupain. Dihhh menyebalkan


"Stop!!!!! Nana kamu ga boleh gitu sama Daddy dan, kamu Mas jangan mengikuti terus Nana okey!." Tegur Gina.


"Habisnya Daddy nyebelin!." Rajuk Nana sambil memeluk salah satu tangan Gina.


"Daddy hanya bertanya Mom apa salahnya coba?." Aidan merajuk juga sambil memeluk salah satu tangan Gina juga.


"Ya Ampunnnn Mommy pusing!! ! Sekarang biar Mommy aja yang tanya kalian berdua okey!."


"Oke!!." Nana dan Aidan serentak.


"Buat Gina, Siapa Nama panjang Ais?." Tanya Gina pada Nana yang kini fokus menghadap ke arah Gina.


"Aisha Mughny Anggara." Jawab Nana.


"Dan buat kamu Mas, mau apa kamu nanya kaya begitu?."


"Mas cuman mau tanya aja, Aisha Mughny Anggara bukan kah dia Anak dari Sihhab Caesar Anggara dan Aleen Aina Mughny bukan kah itu?."


Nana melongo tak percaya bagaimana bisa Daddy nya tau tentang keluarga Aisha sahabatnya. Begitu pun dengan Gina yang sama sama bingung.


"Bagaimana daddy tau?." Tanya Nana menginterogasi.


"HAHAHA!! Tau lahh, Sihab kan pernah menjadi client Daddy dan dia juga bercerita banyak tentang keluarga nya." Jelas Aidan yang di angguki oleh Nana berbeda dengan Gina yang masih melongo.


"Coba Daddy sebutkan lagi siapa nama istri dari tuan Sihab itu!." Sahut Gina membuat semua perhatian tertuju padanya.


"Aleen Ainna Mughny why? Mom?." Jawab Aidan

__ADS_1


"Aleen, Aleen, ahhhhh dia Aleen sahabat Mommy waktu Sekolah dulu, wahhhh ternyata dia sudah menikah dan memiliki anak secantik Aish." Gina merasa Senang mendengar nama sahabatnya yang ia rindukan selama ini.


"Dunia memang sempit!." Ucap seseorang yang dari tadi hanya fokus pada game online nya kini membuka suara. Pasalnya meski pun dia main game dia juga punya telinga untuk mendengar.


"HAHAHA! Bener banget!!. Nana tertawa memang benar dunia memang sempit begini.


" Bay the way Dia masih singgel kan?." Tanya Aidan yang sengaja menggoda Aldio.


"Masihhh dong Dad.. Sama kaya yang di bawah nihhhh!." Nana ikut menggoda Aldio.


Aldio yang tadi fokus kini mendadak berhenti dan memandang Nana dengan tatapan tajam nya.


"Berisik lo!!!." Ketusnya.


"Biasa aja kaliiiii ga usah ngegas kek mobil aja." Nana lagi lagi meledek Abangnya itu.


"Tapi beneran cocok loh bang, kalau Abang sama Aish." Gina membuka suara dan ikut menggoda Aldio.


Aldio yang mulai Risih berdiri dan meninggal kan mereka bertiga yang tengah tertawa itu.


"Abang kaya anak kecil aja huuuuu!." Teriak Nana.


------------------


"Naaaa kita ke perpus yuu cari materi nihh!." Ajak Ais yang melihat Nana tertidur seperti biasa.


"Males ahhh gue!." Gue melirik Ais sekilas lalu kembali menundukkan kepala gue sendiri.


"Yahhh,, jahat bener lo Na." Ais membuat wajah yang benar benar sedih membuat siapa pun yang melihat nya tak tega.


Nana menarik nafas dan tersenyum paksa "oke gue ikut ayo!!."


"Eh btw si Rama kemana ya?." Tanya Nana yang kini tengah berjalan berdua dengan Ais menuju perpustakaan.


"Ngga tau tuh anak tadi pagi ada kok tapi ngga tau deh!." Ais mengangkat kedua bahunya.


"Gue di sini! Kenapa lo rindu seharian ga ngomong sama gue?. " Seseorang tiba tiba datang dari arah belakang mereka.


"Cih, sombong." Nana berdecak kesal.


"Muka lo jelek kalau gitu! Lebih baik kaya gini!." Rama mengukir senyuman di bibir Nana menggunakan telunjuk tangannya.


Hufff, siapa pun yang melihat ini pasti baper abisss!!


"Oiiii gue bukan nyamuk!." Ucap Ais kesal.


"Iya lo kan Kecowa bukan nyamuk!." Pekik Nana.


"Astaghfirullah parahhh gue di samain sama kecowa." Dengus Ais lagi lagi di buat kesal.


"Kalian mau kemana?." Tanya Rama.


"Gue mau ke perpustakaan. Lo mau ikut?." Jawab Nana sambil tersenyum.


"Gue ke kantin dulu, kalian duluan aja."


"Okey."


Nana dan Ais pergi menuju perpustakaan, memilih beberapa buku materi yang akan mereka pelajari, karena Nana termasuk orang yang pengertian mana ia juga memilih beberapa buku untuk di baca Rama,

__ADS_1


Cukup lama mereka memilih dan membawa beberapa buku di tangannya mereka memutuskan untuk kembali ke kelas namun saat di perjalanan tiba tiba seseorang menabrak mereka berdua hingga tersungkur ke lantai.


"Upsss maaf gue ga sengaja!." Ucapnya sambil tersenyum tak berdosa.


Ais berdiri dan memandang wajah wanita itu " Bisa ga sih lo jalan pake mata!" Pekik Ais.


"Gue pake mata tapi kalian aja yang menghalangi jalan gue!." Ucapnya sombong.


"Grice sepertinya mereka terlalu sombong." Sahut Fay sombong.


Yah, Grice and the gank sudah menyusun rencana buruk nya itu untuk melukai Nana, tapi karena Ais ada di situ yah sekalian aja pikirnya.


"Tunggu! Bukan kah Anda Nona yang waktu pakaian nya kotor akibat coffe yang jatuh." Nana yang baru berdiri karena kepalanya terasa pening.


"Iya!! Lebih tepatnya gara gara kamu!." Bentaknya.


"Please deh ga usah ngebentak temen gue bisa ga??." Ais teriak, meski pun Ais sedikit Geser tuh otak tapi keberanian nya melebihi macan tutul betina.


"Ehhh! Lo siapa main bentak bentak aja??. " Zelica mendorong bahu Ais dengan cepat Ais menepis nya.


"Lo ga tau?? Gue bisa aja ngusir lo dari sekolah ini!!." Pekik Ais


"Heee!!Anak So Suci!! Lo ga pantes ada di sini dasar!! Cewe murahan!." Fay mengoceh tentu saja mendapat senyuman manis dari Ais.


"Lo Nenek Lampir diem deh banyak bicara bau mulut lo!." Celetuk Ais ngasal.


"Wahhh kurang aja lo.." Grice yang sudah marah padam kini mengangkat tangannya hendak memukul Ais namun seseorang lebih dulu memeluk tubuh Ais dengan erat.


Plak!! !


Awww!!


Ringis orang itu yang terkena pukulan Grice, Mata Ais membulat melihat siapa yang melindungi nya, seseorang yang beberapa detik ada di samping nya orang yang jatuh bersama nya tadi.


"NANA!!!."Ais memegang Tubuh Nana yang mulai lemas.


Rasa khawatir menghantui nya, ia tahu keadaan sahabatnya, tahu kondisi sahabatnya, penyakit yang di derita Nana selama ini, Namun dengan berbagai cara Nana selalu bersikap seperti Orang pada umumnya, yang terlihat baik baik saja namun nyatanya tidak.


" Ais lo baik baik aja kan?." Lirih Nana sangat lemah.


"Gue... Gue... Baik baik aja Na! Lo harus kuat okeyy lo harus bertahan.hikssss." Ais tak kuasa melihat sahabatnya yang kini berusaha berdiri meski di bantu olehnya.


Sedangkan Grice and the gank bingung, kenapa sekhawatir ini Ais pada Nana? Tapi rasa tak berdosa menghantui nya. Ia justru tersenyum senang melihatnya.


Brugh!


Tubuh mungil terjatuh ke lantai, Nana hilang kesadaran membuat Ais semakin khawatir akan keadaannya. Tak lama seseorang datang, sesorang yang selalu ada di saat suka mau pun suka Nana, orang yang selalu melindungi nya, orang yang selalu menjadi tempat berbagai nya, orang yang selalu berhasil membuat nya tersenyum kembali.


Rama, pria itu..perlahan berjalan menuju ke-lima cewe tersebut namun tatapan lembut dan khawatir tertuju pada gadis kecil yang tengah terbaring lembah di lantai sedangkan tatapan tajam membunuh menusuk pada ketiga gadis yang tengah berdiri sambil tersenyum senang.


Plak!!


Plak!!


Plak!!


**Apa yang terjadi selanjutnya??


so ikutin terus alur ceritanya 🤗

__ADS_1


Dan terimakasih yang sudah membaca dan memberikan vote, like, rate and coment nya dengan senang hati aku menerima itu semua😍**


__ADS_2