Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 39 : Kak Al benci gue Na


__ADS_3

"KALIAN AKAN MENYESAL MELAKUKAN INI SEMUA!!!." Teriak Ais lagi.


______________


"Sial kok ga bisa di lacak yah." Al memukul stir mobil nya keras, kini jam menunjukkan pukul 22.30 malam tapi mereka masih belum menemukan keberadaan kedua perempuan itu.


"Ya Allah Nana, Ais kalian dimana sih." Gunggam Al kecil, Air matanya kembali menetes dengan cepat dia menghapusnya.


"Ngga!! gue ga boleh lemah gue yakin gue bisa nemuin keberadaan mereka!!." Ujar Al.


Kini Al melajukan mobilnya menuju rumahnya, nampak masih ramai di situ, Reno dan Demian juga ikut untuk terus memberikan semangat kepada sahabatnya itu.


"Sabar Bro, gue yakin kita bisa menemukan Mereka." Ujar Demian.


Mata Mereka tertuju kepada beberapa orang yang tengah menangis dan frustasi akan kehilangan Ais dan Nana.


"Assalamualaikum Mom.." Al berlari dan memeluk tubuh Mommy yang lemas.


Gina menangis sejadi jadinya, dia tak kuasa menahan kesedihannya. Nana anak perempuan satu satunya dia tak kuasa jika harus kehilangan nya.


Al mengeraikan pelukkannya dan menghapus air mata Gina "Mom harus yakin kita bakalan menemukan mereka yah." Ucap Al.


"Dan Mom, Maafkan Al yang ngga bisa menjaga Nana dengan benar." Al menunduk, dia mengingat permintaan kedua perempuan itu tadi siang.


Al menggerutu diri sendiri, seharusnya dia menerima ajakan kedua perempuan itu mungkin keadaan ngga akan seperti ini.


Gina Menggeleng dan sekarang dia yang menghapus air mata anak sulung nya itu "Ngga sayang ini sudah takdir."


Al menunduk kini menatap perempuan paruh baya yang duduk di samping Mommy nya itu dengan tatapan kosong kedepan.


Dia berlutut "Tante Maafin Al, karena Al ngga bisa menjaga Ais dengan baik." Lirih Al, Aleen melirik Al dan membantu Al untuk duduk di sampingnya.


"Ngga Sayang, justru tante yang harusnya berterima kasih karena sudah membantu mencarikan Ais." Aleen tersenyum walau hatinya sangat sakit, Al mengangguk.


"Aku sudah menemukan plat nomor mobil yang menculik Ais dan Nana." Ucap Seseorang yang tengah duduk di depan laptop nya, Fay cewe itu sedari tadi fokus untuk melacak keberadaan kedua sahabatnya.


Dia mengecek CCTV di daerah yang Pak Toni bilang tadi, dia merekam nya untuk sebagai bukti kejahatannya itu. Fay memang anak cerdas dalam soal komputer apa pun itu dia sangat bisa.


"Owh iya coba kamu cek di mana dia sekarang." Ucap Aidan menghampiri Fay dan Zel.


Sihab sudah menyebarkan berita ini keseluruhan teman temannya, kepolisian juga sudah mulai mencari keberadaan Nana dan Ais.


"Yes dapat, mereka masuk kesebuah hutan yang berada di ujung kota." Ujar Zel menatap Fay. Fay mengangguk lalu menatap kembali Laptopnya.


"Iya udah kita kesana sekarang." Ucap Al yang siap berdiri.


"Ngga bisa!." Ucap Reno yang tengah memperhatikan Handphonenya itu.


"Why?" Tanya Sihab.


"Kita kehilangan jejak di sini, cuaca buruk di situ sehingga Rekaman hanya sampai di saat mobil itu memasuki hutan." jelas Reno yang di angguki oleh Fay.


"Benar kata Kak Reno, kemungkinan besar kita bisa mencari Nana dan Ais esok hari because cuaca yang kurang bagus juga Takutnya terjadi apa apa." Tambah Fay.


Semua di sana mengangguk, akhirnya mereka memutuskan untuk menginap di rumah kediaman keluarga Pratama itu.


Reno dan Demian tidur bersama Al di kamar nya, sedangkan Fay dan Zel memilih untuk tidur di kamar Nana.


Al menatap kosong ke arah jendela, kini sudah sangat larut semua orang hampir semua sudah terlelap. Dia membuka ponselnya entah kenapa dia sangat khawatir kepada Ais dia membuka chat terakhir yang Ais kirim untuknya.


Bocah tengil.


[19:31mp] Hai kak!


[19:31mp] udah pulang ?


[19:31mp] kata Nana kalian lagi di luar yah?


[19:31mp] kemana kok ngga ngajak Ais sih?


[19: 50mp] Kaka!!.


AldioSyham.


[20:01] Berisik lo!.


BocahTengil.


[20:01] Kaka tau ga, Kaka itu bikin aku serasa jadi penulis novel terkenal.


AldioSyham.


[20:05] ????


BocahTengil.


[20:05] Soalnya ada keindahan yang jarang ditemuin di dunia nyata, kenal sama Kaka misalnya


AldioSyham.

__ADS_1


[20:05] Receh lo!


Dia tersenyum, membaca Chatannya terakhirnya.


_o0o_


Malam sudah berganti pagi tapi kesedihan di rumah mewah itu tak berganti, Gina tak bisa tidur dengan tenang karena kini keberadaan Nana masih belum di temukan begitu pun dengan Aleen yang masih menangis mengingat anak pertamanya.


"Mami kamu harus makan dulu kasian Baby Ab di cuekin terus." Ujar Sihab yang menggendong Baby Ab.


Aleen Menggeleng "Aku ngga bisa makan kalau Ais aja di sana tidak makan." Lirih Aleen dengan tatapan kosong lurus ke depan.


Sihab menaruh Baby Ab di pangkuan Aleen "Setidaknya kamu makan, Baby Ab butuh Asi yang sehat dan itu hanya kamu yang bisa memberikan nya, jadi aku mohon makan lah sedikit dan lagi pula Ais akan sedih jika melihat Mami tersayang nya seperti ini."


Aleen menunduk memandang wajah lucu Baby Al, dia membawa kedalam dekapannya dan menangis "Maafkan mami yah sayang." ucapnya Sihab tersenyum.


"Kita lacak sekarang juga cepat Al." Ucap Rama.


Al mengangguk dan meroboh Handphone mencari keberadaan Nana, dia lupa bahwa nana mengenakan jam tangan pemeriannya yang mana di situ terdapat GPS mini di dalamnya.


Dia baru ingat saat Rama memberi tahunya.


"DAPAT!!" Teriak Al.


"Mom aku dapat melacak keberadaan mereka." Ujar Al memeluk Mommy nya.


Gina tersenyum "Ayo bang susul mereka mommy ga mau Sampai terjadi sesuatu sama mereka." Al mengangguk dan beranjak pergi.


Mereka semua pergi bersama Aidan dan Sihab juga ikut, Zel dan Fay lebih memilih menetap karena mereka akan menjaga Gina dan Aleen takutnya terjadi sesuatu.


Sedangkan di gedung itu dua perempuan cantik dengan wajah yang sudah pucat, seragam yang mereka kenakan juga berantakan dan kotor mata yang sembab menunjukkan betapa Sakitnya penderitaan ini.


Siapa yang jahat melakukan ini pikir mereka.


"Na! wajah lo pucat banget, lo baik baik aja kan?" Ais melirik Nana dengan wajah yang sudah pucat.


"Gue ga apa apa kok, lo ngga apa apa kan?" Lirih Nana melirik Ais.


"Gue laper Na." Ujar Ais, Nana terkekeh.


"Lo di saat kaya gini masih aja."


"Gue serius Na."


"Haiii!!! semua, kita bawa makanan nih buat kalian!! kalian lapar kan?" Ujar Seseorang yang berjalan mendekat ke arah mereka.


Nana dan Ais menoleh lalu tersenyum miring "Cih , gue ga sudi makan makanan haram dari lo!." Pekik Nana berdecih.


Bodoh pikir Nana.


"Emang lo mau makan dari tangan kotor kaya mereka?" Ketus Nana, Ais Menggeleng.


Siapa lagi kalau bukan Gagan dan Toto Cowo paling kejam menurut mereka berdua.


"HEE!! KALIAN UDAH GUE BAIK BAIKIN MAU KALIAN APA??!!!" Teriak Gagan murka


"GUE? HAHAH!! GUE PENGEN TAU SIAPA YANG MENYURUH KALIAN!!." Ujar Ais remeh


"GUE!!!" Ucap Seseorang berambut pirang tergerai jalan dengan angkuh mendekat ke arah mereka.


Seketika Mata Nana dan Ais membulat melihat siapa sebenarnya yang melakukan ini semua.


"Faras.." Ucap Nana dan Ais bebarengan.


"Kenapa?? kaget? HAHAH!!." Tawa perempuan itu mengisi setiap ruangan.


"Kenapa? kenapa lo bawa gue ha?" Gertak Ais.


Faras mendekati Ais memegang keras pipi chubby milik Ais dengan keras "Karena gue ga suka liat milik gue di dekati cewe lain.." Ucap Faras tepat di depan wajah Ais.


Ais menoleh ke arah lain "Maksud lo apa? siapa? dan bay the way itu wajah lo jauhin dari gue mulut lo bau!!." Pekik Ais.


Plakkk!!.


"AIS!!!" Teriak Nana yang melihat Ais di tampar oleh Faras, Air matanya sudah mengalir deras.


Satu tamparan berhasil lolos dari tangan Faras untuk pipi Chubby milik Ais, gadia berhijab itu meringis lalu mengukir senyuman sinis di bibirnya.


"LO BERANI NGATAIN GUE!! BAKALAN LEBIH PARAH DARI INI!!."


Ais menoleh menatap wajah Faras "KENAPA? LO MAU NGAPAIN GUE? OWHH GUE TAU LO SUKA KAN SAMA KAK AL? DAN KAK AL GA SUKA SAMA LO!! IYA JELAS LAH DIA GA SUKA SAMA CEWE GA PUNYAK AKHLAK KAYA LO!!! MENDINGAN JUGA GUE UDAH CANTIK IMUT LAGI NGGA KAYA LO DASAR MAK AYAM GA TAU DIRI!!."


Plakk!!!


Faras Kembali menampar Ais kini pipi putih chubby itu berubah menjadi lebam merah, nampak jelas bekas merah tangan Faras, Bibirnya kini mengeluarkan darah segar. Ais meringis dia menahan sakit karena dia tak ingin membuat Nana tambah Khawatir.


"STOP!! IT GUE MOHONN!!." Teriak Nana yang melihat Faras menampar Ais Kembali.


Faras menoleh menatap gadis cantik itu, matanya sembab rambut nya berantakan menandakan bahwa gadis itu menderita, ukiran senyum kembali terukir di wajah Faras.

__ADS_1


Perlahan dia mendekati Nana, tangannya menjambak keras rambut Nana, Ais yang melihat itu tak kuasa menahan air matanya, hatinya sakit ketika melihat Nana di perlakukan seperti itu.


"Aww gue mohon lepasin hiksss.. gue mohon hiksss sakit!!." Ujar Nana mencoba menahan sakit rambutnya.


"HAHAH!!! WAHHH PRINCESS AL KESAKITAN YAH KASIAN BANGET!!." Faras melepas keras cengkraman nya, Dia tertawa melihat Nana yang kesakitan.


"GUE MOHON!! JANGAN SAKITI DIA!! LO MAU BUNUH GUE BUNUH AJA HIKSS TAPI MOHON JANGAN DIA HIKS.." Ais berteriak, Nana Menggeleng ketika Ais mengatakan itu.


"OWH OKE GUE GA AKAN NYAKITIN DIA LO TENANG AJA, KARENA SEBENARNYA YANG GUE INCAR ITU ELO!!!! BUKAN DIA!!!." Teriak Faras membuat Ais semakin sakit dia tidak tahu jika mencintai Al akan seperti ini, akan sesulit ini.


"NGGA!! JANGAN!! AIS LO APA APAAN SIH HIKSS GUE MOHON JANGAN NGOMONG GITU." Ucap Nana.


"HEII!!! Siram mereka berdua gue muak mendengar ucapannya." Perintah Faras kepada Toto dan Gagan, mereka mengangguk dan mengambil dua ember yang sudah terisi penuh oleh air.


"STOP!! JANGAN SIRAM DIA JUGA!! SIRAM GUE AJA GUE MOHON HIKS!!." Teriak Ais kepada Toto yang saat hendak mendekat ke arah Nana.


Nana menoleh dan Menggeleng, dia juga tak ingin melihat Ais kesakitan, Ais tersenyum dan mengangguk dia meyakinkan Nana bahwa sia baik baik saja.


"Wahhh kalian sahabat sejati yah? oke kalau begitu bonus buat lo dua ember." Ucap Faras melirik Ais dengan sinis.


BYURRR!!!


BYURRR!!!


dua guyuran berhasil membasahi tubuh Ais, Faras tersenyum senang Nana menangis keras melihat itu.


BYURRR!!!


Nana tersentak saat guyuran air membasahi dirinya, Ais dengan tubuh mengigil dan tangan yang masih terikat menatap tajam Faras.


"DASAR PENIPU!! GA ADA OTAK!!! MAK MAK AYAM GILA BAU MULUT LO!!!" Teriak Ais yang melihat Faras dengan sendirinya menguyur Nana.


"HAHAHAH!!!."


Nana, tubuh gadis itu sudah benar benar mengigil dan sangat lemas, Ais yang melihat itu menangis keras.


Jujur kini dirinya juga merasakan dingin yang mendalam jika di bandingkan dengan Nana gadis itu hanya dapat satu guyuran dan dirinya mendapat dua itu sudah pasti membuat tubuhnya mengigil kuat.


BRAKKK!!!


Pintu terbuka dengan sangat keras oleh seseorang, mereka adalah Al, Rama, Reno dan Demian, Sihab dan Aidan mereka tengah menunggu di luar menghubungi polisi.


semua yang berada di situ tersentak kaget, Faras yang sudah membeku melihat kehadiran mereka semua.


Nana dan Ais tersenyum tipis, mereka sudah yakin bahwa Mereka akan menyelamatkan dirinya.


"FARAS!!!!" Teriak Al kencang dengan tatapan tajam di melangkah besar ke arah Faras.


Plakkk...


satu tamparan berhasil menampar keras Pipi Faras, dia menoleh dan tersenyum miring ke arah Al lalu dia melirik ke arah dua suruhannya itu.


"Kenapa lo berani beraninya nyulik ade gue ha??" Tanya Al.


Faras terkekeh pelan sambil memegang pipinya yang perih akibat tamparan Al.


"Hahaha! gue ga ada maksud buat bawa ade lo, itu kebetulan aja ade lo ada bersama cewe sok suci itu!!!!." Teriak Faras menunjuk Ais yang tengah menunduk terlihat jelas wajah nya yang pucat.


"Maksud lo apa?"


"Maksud gue, gue ga pernah suka ada cewe lain yang deketin lo, termasuk dia!!! dia ga pantes buat lo!! jadi gue berniat buat nyulik dia bahkan bunuh dia."


Al mencekram kuat tangan nya sendiri dia snagat muak dengan kata kata Faras.


"KALIAN TUNGGU APA?? HABISI MEREKA!!." Ucap Faras, Toto dan Gagan mengangguk


"AL!! LO SAMA RAMA LEPASIN AIS DAN NANA KITA YANG AKAN BERESIN MEREKA!!!. Teriak Reno saat melihat dua orang pria itu mulai menghajar


Rama dan Al berlari ke arah Nana dan Ais.


"Abang..." Lirih Nana berhambur keperluannya.


Ais tersenyum simpul dia berharap Al akan menyelamatkan nya terlebih dahulu tapi dia salah, memang Nana lah yang paling penting.


Al berjalan ke arah Ais, Ais tersenyum dia yakin bahwa Al akan perhatian terdahapnya, namunn hal itu salah ketika dia tersentak kaget saat Al menyentak nya.


"INI SEMUA GARA GARA LO!!! SEHARUSNYA LO GA SUKA SAMA GUE!! SEHARUSNYA LO GA CINTA SAMA GUE!! LO LIAT?? SEKARANG NANA IKUT TERLIBAT AKIBAT LO!! BAGAIMANA JIKA KEADAANYA SEMAKIN MEMBURUK LO MAU APA!!! GUE HERAN KENAPA SIH TUHAN HADIRKAN LO DI KEHIDUPAN GUE!! GUE HARAP LO BERHENTI DI SINI!!! GUE BENCI LO!!."


Ais tertegun mendengar ucapan Al, air matanya mengalir deras dia tidak menyangka bawah seseorang yang selama ini dia cintai dia sayangi akan berpelaku kasar seperti ini, Al memang tidak melakukan hal fisik tapi ucapan iti sudah cukup membuat Ais merasakan sakit yang mendalam.


Semua orang memperhatikan mereka, Nana yang kaget dengan ucapan Abang dia tidak menyangka bahwa dia akan berkata kasar seperti itu, Reno dan Demian yang telah usai membereskan dua pria itu mendadak berhenti dia sangat kasian kepada gadis berjilbab putih yang sudah terkena noda darah itu.


Ais melirik Nana yang tengah menangis itu "Kak Al benci gue Na!."


"Terimakasih kak, kaka udah jujur sama Ais.. KAKA AWAS!!!."


Jlebbb...


"AHHH."

__ADS_1


"AIS!!!!!!!!."


__ADS_2