
Aku masih sibuk dengan lamunan dan ingatan ku saat ini betapa sakitanya mengingat semuanya andai waktu bisa di ulang aku akan lebih memilih untuk tinggal bersama Omah di Indonesia tapi ahhhh takdir berkata lain...
Bukit hijau penuh dengan rumput merasakan setiap kebahagiaan dan kesedihan seseorang yang berada di atasnya,Danau biru tempat dimana meluapkan kesedihan dan kekecewaanya dengan melemparkan batu batu kecil, Rumah pohon tempat dimana mereka saling menjaga satu sama lain..tempat yang menjadi saksi kebersamaan mereka.
Hanya akan menjadi kenangan semua itu..kenangan indah bersamanya.Gadis kecil itu duduk di Rumah pohonya dengan kaki yang menggantung di dampingi seseorang yang selalu ada selama ini orang yang sangat istimewa menurutnya.
Sesekali buliran bening kembali lolos di pipi mulusnya lagi lagi ucapan sang Daddy kembali teringat di ingatannya dia benar benar tak siap akan semua ini.
"Apa kah ini mimpi?." Tanya gadis kecil itu yang hanya fokus memperhatikkan Danau biru itu.
"Ini bukan mimpi Na tapi kenyataan!Kenyataan yang harus kita terima!." lagi lagi Ucapan bijak keluar dari mulut Pria kecil di sampingnya.
"Tapi mengapa sesakit ini?."
"Kita tak bisa mengubah takdir kita hanya bisa menunggu kapan kita di takdirkan untuk bersama dan bahagia!."
"Apakah kita akan bertemu lagi?."
"Tentu saja kita akan bertemu lagi..Simpan aku di hati kecil mu itu simpan semua kenangan kita di hati mu karena aku pun akan melakukan hal yang sama." Ucapan pria kecil itu benar benar membuatnya semakin sulit meninggalkannya.
"Tap---."
"Stttt!!!Jangan menangis lagi itu hanya akan membuang buang waktu saja!lebih baik kita bermain menghabiskan setiap detik dan waktu yang tersisa ini!." Tangan mungil itu lagi lagi menyentuh dan menghapus air mata yang keluar dari gadis kecil kesayangannya.
"Terimakasih Reval kecilku karena mu aku merasakan artinya Kebersamaan dan kebahagiaan."
"Dan terima kasih juga Nana kecilku karena mu aku juga mengerti bahwa di setiap pertemuan akan ada yang namanya perpisahan."
Air mata ini masih tetap sama mengalir mewakili betapa sakit mengingat semuanya.
Aku masih terus memperhatikkan Album foto yang ada di galeri ku bersama dia betapa bahagianya dulu tapi kenapa??kenapa bahagia ini hanya sesaat??.
_o0o_
"Nana cepet sayang Daddy udah nunggu kamu dari tadi!." Teriak seseorang di balik pintu kamar Nana.
"Bentar dong mom sabar!!."
Cklek....
__ADS_1
Pintu terbuka nampak gadis kecil yang tengah bersiap akan keberangkatannya itu ke London.
"Sayang ayo!." Ajak sang Mommy sambil tersenyum
"Iya mom." singkatnya membalas senyuman sang mama dengan paksa.
Keduanya turun menuruni anak tangga seperti yang di lihat semua orang tengah sibuk menyiapkan semuanya,sedih rasanya meninggalkan tempat dimana ia di lahirkan sesekali gadis ini menyentuh barang barang kesayangannya.
Dari jauh seseorang memperhatikkan adiknya yang sedang memperhatikkan piano yang sering mereka mainkan bersama,nampak wajah kekecewaan dan kesedihan yang mendalam namun senyuman palsu selalu ia buat sebaik mungkin untuk membohongi semua orang namun tidak dengan sang kakak yang akan selalu tau kondisi adik kesayanganny.
Aldio tau adiknya ini memang tegar dan selalu ceria tapi di balik itu dia sangat rapuh dia hanya menutupi semua rasa sakitnya ini dengan senyuman yang selalu dia keluarkan untuk orang orang terdekatnya.
Kadang memang berpura pura tegar di hadapan semua orang itu sakit rasanya namun kebanyakkan mereka hanya ingin tau bukan peduli.
"Dee!."
"Iya bang."
Aldio berjongkok menyamakan tinggi badanya dengan sang adik lalu memegang kedua tangannya dan menatap lekat wajah sendu Nana.
"De..Abang tau kok kamu sedih,kamu kecewa,tapi kita bisa apa selain mengikuti perintah Daddy Menangislah jika itu membuat mu tenang,jangan berpura pura tegar De Abang emang dingin dan cuek tapi jujur Abang sakit melihat mu seperti ini de!."
"Abang hiks...." Gadis mungil itu memeluk erat Abang yang selama ini selalu mengganggunya ia menangis sejadi sejadinya melepaskan semua pikiran yang selama ini mengganggunya.
mereka pergi dengan menggunakan mobil pribadinya suasana di mobil hening berbeda tak seperti biasanya Nana yang biasanya berceloteh kini hanya memandang ke arah jalan diam seribu bahasa hingga sampai di Bandara mereka turun secara bersamaan.
"Nana!!!." Panggil seseorang yang berhasil membuat langkah gadis kecil itu berhenti dan menoleh ke arah sumber suara seketika senyumnya berkembang melihat orang yang sangat ingin di temuinya.
"Reval!!." Lirihnya sambil meneteskan air mata.
Reval memang sengaja mengajak kedua orang tuanya untuk menggantarnya ke Bandara menemui gadis kecilnya untuk terakhir kalinya dengan penuh semangat ia berlari ke arah dimana gadis itu berdiri.
"Nana kamu baik baik di sana yah!jangan lupain aku loh kalau tidak aku tak ingim berbagai es cream lagi bersama mu..."ucapnya di sertai senyuman manis.
"Huu...aku tak akan melupakan itu kau tenang saja!! dan es cream rasanya aku mampu membeli 1 box es cream tanpa harus menunggu kau memberikkannya!."
"Yayaya kau memang anak orang kaya...Dan...ini untuk mu!!Gelang ini sebagai tanda persahabatan kita saat kecil!." Ucap Reval sambil menyodorkan gelang Engraved Real Lock berwarna.
"Wahhh bagus sekali lalu kemana ini kunci nya kok ngga di kasih ke aku?." Tanya Nana sambil memegang gelang yang sudah ada di pergelangan tangannya
"Karena kuncinya ada di sini!." Reval memperlihatkan tangannya yang di mana sudah memakai gelang yang sama dengan warna hitam dan liontin kunci kecil "Aku harap kita dapat bertemu dan masih memakai gelang ini sebagai rasa kasih sayang kita." Lanjutnya
__ADS_1
"Revalll!!! Aku akan merindukan mu!." Ucap Nana yang berhampur memeluk tubuh mungil Reval.
"Aku lebih akan merindukan mu dan akan selalu menunggu mu!."
"kau janji?."
"Tentu!."
"Kalian masih kecil tapi otak orang dewasa!." Cibir Aldio yang dari tadi memperhatikkan drama dua bocah mungil di hadapannya.
"Biarin!!!Sirik aja!! Dari pada Abang Udah besar otaknya anak Ayam!." Pekik Nana.
"HAHAHHA!."
"Iya sudah Nak Reval terimakasih karena selama ini telah menjadi sahabat terbaik Nana,kita harus pergi sampai ketemu di lain waktu sayang!." Ucap Regina mengelus lembut pucuk kepala Reval.
"Tentu tante!."
"Abraham,Anita terimakasih kita pamit dulu Assalamualaikum!." Pamit Aidan sambil merangkul Abraham.
"iya walaikumsalam semoga selamat sampai tujuan."
'Selamat tinggal sahabatku. Kutahu aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi. Tapi, kenangan kebersamaan kita akan menghilangkan air mata ini.'
-Reina Putri Claretta Jasmeen.
'Aku tau di dalam pertemuan ada perpisahan, di dalam kesenangan ada sebuah kesedihan. Tapi semua itu akan berlalu yang tersisa adalah sebuah kenangan'
-Revaldi Reynand
'Bisa kah waktu di ulang?Aku ingin dimana aku benar benar bisa tertawa lepas dimana aku bisa menghabiskan waktu bersama orang orang terdekat ku'
Aku menangis mengingat semuanya sakit, kecewa aku rasakan namun itu semua. Hanya aku yang merasakan ini semua, orang hanya tau aku bahagia dan selalu tertawa tapi??...ahhh sudah lah takdir berkata lain..
Tanpa di sadar seseorang sedari tadi memperhatikkan Gadis lucu itu tengah menangis ia tahu apa yang membuat gadis lucu ini menangis.
Perlahan dia melangkahkan kakinya dengan pelan kemudian duduk di samping gadis yang sedang menunduk menangis mengeluarkan semua rasa yang ia pendam selama ini.
Gadis ini masih tetap sama tak menyadari kehadirannya.
"Ahkmmm...Sampai kapan kau akan seperti ini?." Tanya nya membuat gadis ini tersadar lalu melirik ke arah di mana seseorang ini tengah duduk di sampingnya.
__ADS_1
Dia tersenyum kecut "Rama..."