Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 5 : Nana takut Abang marah


__ADS_3

Brukkk....


Nana tak sengaja menabrak seseorang sehingga buku Novel yang ia genggam jatuh berserakan semua ke lantai.


_______________________


Nana mengambil buku bukunya yang berserakan di lantai setelah itu ia menonggakkan kepalanya melihat seorang perempuan berambut blonde panjang yang tengah sibuk dengan bajunya yang kotor oleh coffe.


"shitttt" umpatnya


"sorry sis I accidentally ( maaf kak aku tidak sengaja )." Ucap Nana sambil sedikit membungkukkan kepalanya.


"Do you have eyes?!!! ( kamu punya mata ga sih?!!! )." Pekiknya geram.


'Ya ampunnnn apa yang harus gue lakukannn pasti ini cewe marah bener ke gue ahhh!.' Batin Nana menutup matanya takut.


"sorry sis I really accidentally ( maaf kak aku sunguh tak sengaja )." Lirih Nana sambil menunduk dan memeluk bukunya itu.


"Sorry ohh no!!! and look at the coffee that I was holding fell and ohh my dirty expensive clothes are dirty because you hit me ( maaf ohhh tidak!! dan lihat kopi yang aku pegang jatuh dan ohh menjijikan baju aku yang mahal ini kotor gara gara kamu nabrak aku )." Teriak cewe itu yang berhasil mengundang para pengunjung untuk menyaksikkan perdebatan mereka.


Sedangkan Aldio yang dari tadi sudah menunggu Nana di dalam mobil menjadi bingung sendiri kenapa adiknya belum datang juga...


"kemana tuh bocah??gue susul deh!." Gunggam Aldio yang langsung turun dari mobil mengenakan kaca mata hitam dan pakaian cansual nya badan yang tegap,gagah dan yang pasti bakalan memikat para cewe yang melihatnya.


Aldio perlahan berjalan memasuki toko buku tersebut ia celengak celenguk mencari keberadaan adiknya..


Mata pencarian sekarang tertuju pada sekrumunan orang orang dengan penasaran Aldio menghampiri kerumunan itu dan betapa terkejutnya ia melihat adiknya yang di dorong hingga tersungkur kelantai.


"Nana!!!!" Aldio berlari membantu sang adik berdiri.


"Whyy??kenapaa bisa begini?." Tanya Aldio panik semua orang yang menilai Aldio adalah Pria super dingin kini berbeda Aldio bersikap lembut dan khawatir.


Aldio berbalik melihat Gadis yang tengah berdiri anggkuh. satu langkah ia lebih dekat dengan gadis itu. Tatapan dingin menusuk mata gadis berambut blonde itu.


"Kak..." Panggil Nana. Ia tahu bahwa kakanya akan marah.


"Why? Nana apa yang dia lakukan pada mu?." Tanya Aldio tanpa basa basi. Nana menundukkan kepalanya.


"This brother I accidentally bumped into him and his clothes ... ( Ini kak aku tidak sengaja menabrak dia dan bajunya... )." Belum sempat Nana melanjutkan ucapannya Aldio lebih dulu meroboh Saku celananya dan mengeluarkan Kartu nama lalu memberikkan pasa gadis itu.


"take this wash your clothes or can buy a new one..Ambil ini Anda bisa menggunakan ini untuk apa pun ( ambil ini cuci baju mu atau bisa beli yang baru ). Sahut Aldio dingin dan datar.


Lalu ia menarik tangan Nana ke kasir dan keluar dari toko itu. Sampai di mobil suasana menjadi hening seketika rasa takut menghantui Nana dan rasa marah menghatui Aldio.


Aldio melirik adiknya yang tengah menunduk dan memainkan kedua jarinya ia tahu betul adiknya tengah takut sekarang.


"Udah ga usah takut yang penting kamu ga apa apa!." Ucap Aldio yang mulai menjalankan Mobilnya.


"Nana takut Abang marah hiks.." Ucap Nana yang tangisnya mulai keluar.

__ADS_1


Aldio menarik nafas panjang. Sebenarnya Nana sudah lama menderita penyakit Anemia dan sistem pernafasan yang tak teratur dia sudah bulak balik ke rumah sakit akibat kelelahan,dan jika saja ia belari jauh sudah pasti dia akan jatuh pingsan.


Aldio menghentikkan mobilnya di pinggir jalan dan melirik adiknya yang tengah terisak itu. Tangan kanan nya mengelus rambut panjang sang adik lalu dengan lembut ia mengecupnya.


"Sudah! berhentilah menangis! Abang ngga marah kok so sans aja oke...yang penting adik Abang yang satu ini baik baik aja." Ucap nya lembut.


Nana menatap wajah sang kaka dengan sendu dan langsung memeluk hangat tubuh tegap nya Aldio.


"Sudah kita kembali ke rumah! Pasti mommy sudah menunggu dari tadi." Aldio melepas pelukkannya dan kembali menjalankan mobilnya menuju kediaman nya itu.


Sampai di rumah Nana dan Aldio turun secara bersamaan, rumah yang megah di kawasan Elit di London, Nana berlari kecil sambil menenteng peaber bag kecil nya itu.


"Mommy!!!." Teriak Nana yang langsung berhampur memeluk wanita paruh baya yang tengah duduk di ruang tamu dengan satu cangkir tehnya.


"Salamnya mana??." Tanya Gina sambil mengelus kepala putri nya itu.


"Hehe iya Assalamualaikum Mommy cantikkk..!"


"Waalaiakumsalam anak mama yang cantik! Owh iya kok tumben senang banget?? why?." Tanya Gina heran melihat putrinya yang baru pulang sekolah ini dengan wajah yang berseri.


"TARA !!!!! Nana di beliin buku Novel oleh Abangg!!." Nama memperlihatkan peaper bag kecilnya itu. Gina hanya tersenyum hangat lalu melirik sang putra yang dari tadi hanya diam saja.


"Abang!" Panggilnya.


"Eh iya mom." Aldio melirik Mommy nya.


"Abang kenapa?."


"Iya sudah Abang istirahat sana di atas biar makan nanti bibi aja yang siapin." Perintah Gina yang langsung di turuti oleh Aldio.


Ia melangkah kan kakinya menaiki anak tangga, sampai di kamar ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang ukuran king size itu matanya perlahan menutup.


Ntah lah hari ini rasa lelah menghantuinya.


Sedangkan Nana tau bahwa Abangnya masih tengah Khawatir akan keadaanya ia hanya menundukkan kepalanya. Lagi lagi membuat Gina heran.


Tadi Nana datang dengan wajah yang ceria kenapa tiba tiba murung pikirnya dalam hati.


Gina duduk di samping sang anak lalu mengelus lembut pucuk kepala Nana dan menatap hangat wajah sang Putri.


"Sayang kenapa?? Apa yang terjadi?." Tanya Gina lembut.


"Mom...Abang pasti khawatir banget sama Nana." Lirih Nana.


"Why?."


"Jadi gini mom...." Nana menceritakan semuanya, Awalnya ia ikut khawatir namun rasa itu tersingkirkan oleh kasih sayang sang kaka kepada adiknya begitu besar.


Ia sangat bangga kepada Aldio meski pun memiliki watak dingin namun ia selalu menunjukkan perhatian dan rasa sayang pada keluarganya.

__ADS_1


"Ini bukan salah Nana. Tapi Abang sayang sama Nana, jadi Nana ga usah khawatir Abang masih marah dia akan baik baik aja sayang!! dan bagaimana keadaan mu ada yang luka? pusing? ." Gina berceloteh tanpa jeda membuat Nana menjadi pusing sendiri.


"Mom...Ayo lahh jangan Cerewet seperti ini! Nana ga apa apa kok."


"Hahah i'm sorry dear...Iya sudah istirahat lah ke atas Jangan baca mulu!! Tidur." Perinta Gina yang di angguki oleh Nana.


Di tempat lain Seorang laki laki tampan memasuki kediamannya dengan wajah yang seperti biasa tak ada semangat sama sekali.


Semenjak kepergian sahabat kecilnya, gadis kecilnya ia menjadi pria pendiam dan tak banyak bicara pada siapa pun itu bahkan Bunda dan Ayahnya sekali pun.


Siang itu Reval pulang ke rumahnya seperti biasa ia menjatuhkan diri pada sofa empuknya itu memejamkan matanya menghilangkan rasa letih di hari ini.


Wanita paruh baya menghampiri sang putra sambil membawa satu gelas susu di tangannya, melihat keadaan Revaldi anaknya, Anita tersenyum tipis.


"Sayang!!." Ucapnya yang sudah duduk di samping Reval.


"Eh iya Bun ada apa?". Tanya nya sambil mengangkat kepalanya melirik sang bunda di sampingnya.


"Kamu lelah nak?." Gina mengusap bahu sang anak.


Reval tersenyum " Udah biasa kok mah."


"Sayang!! Sampai kapan?."


"Sampai kapan apa Bun?." Reval menyatukkan kedua alisnya.


"Sampai kapan kamu akan seperti ini? Jadilah diri kamu sendiri Nak!! Bunda ga kuat liat Reval yang sekarang berbeda dengan Reval yang dulu, Bunda sadar Reval sangat kehilanggan Nana! Tapi Nana akan sedih jika Reval terua seperti ini dia akan menyalahkan dirinya sendiri sayang!!." Jelas sang Bunda yang sudah benar benar tak kuasa melihat sang anak yang terus bersikap seperti ini.


"Reval harus tau! jika kamu bahagia Nana juga akan bahagia? bukan begitu dia mengucapkan sebelum pergi bukan? lalu? kenapa kamu menghukum diri mu sendiri? Takdir ! Takdir ga akan ada yang tau sayang mungkin aja Nana bisa pulang besok!! Atau lusa atau kapan! Semangat!!! Semangat dalam menjalani hidup sesusah apa pun itu, se rumit apa pun itu, kita harus hadapi karena ini ujian dan Takdir untuk kita, Tolong liat Nata dia yang menemani mu setelah Nana Pergi tapi apa? kamu selalu bersikap dingin dan sekarang dia masih sama selalu menemani kamu bukan?." Tambah Anita yang air matanya kini lolos begitu saja.


sakit!! itu yang Reval rasakan saat ini melihat sang Bunda yang begitu kuat kini menitikkan air matanya di hadapannya langsung.


Reval POV


Bener kata Bunda Gue harus bangkit masih banyak yang sayang sama gue.. gue ga bisa terus kaya gini gue harus kembali seperti dulu demi Nana,demi Bunda dan Demi Ayah.


Nata,yah gadis ini yang sudah 5 Tahun menemani nya dalam kesedihan gue,dan sekarang waktunya gue membalasanya gue harus bisa seperti dulu.


Gue melirik sang bunda yang tengah terisak itu lalu memelukknya dengan Erat


"Bun maafin Reval, Reval janji bakalan berubah, demi bunda dan Nana, Reval akan tunjukkan ke dia bahwa Reval bahagia di sini bun..Bunda jangan nangis lagi Reval ga kuat kalau liat Bunda nangis kaya gini.." Reval berbicara sambil memeluk sang Bunda.


Anita Merenggangkan pelukkannya dan menatap sang putra "Kamu harus bisa sayang! Semangat dan terimakasih!." Sahut Anita sambil tersenyum.


"Bunda ga usah berterimakasih. Reval lah yang seharusnya karena Bunda udah ngerawat Reval dengan sangat baikkk."


"Sama sama sayang!." Sahut Anita lembut.


"Iya udah Sekarang Kaka ke atas yahh nanti biar Bunda yang siapin makan."

__ADS_1


"Okeyyy bu bosss...Kaka ke atas dulu yah!." Ucap Reval yang menghormat seperti pada pembina upacara.


Reval menaiki anak tangga dan masuk ke kamarnya dengan senyuman yang mengembang. Setidaknya dia bisa memiliki tujuan sekarang merubah dirinya adalah tujuan pertama dia.


__ADS_2