Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 55 : Tidak seperti yang kamu bayangkan, aku tahu semua tentangmu


__ADS_3

Berubah merupakan kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang berbeda dengan perilaku atau keadaan sebelumnya. Dalam diri manusia, perubahan adalah sesuatu yang alamiah, alias bisa secara spontan atau dengan pertimbangan yang matang.


Tidak ada yang bisa menjamin seseorang tidak akan berubah suatu saat nanti. Akan ada kondisi dimana seseorang memutuskan untuk berubah menjadi lebih baik, atau bisa juga menjadi lebih buruk. Kemarin menyanjung, besok menindas. Atau, kemarin menyakiti, hari ini membuat bahagia. Semuanya itu bisa saja terjadi.


Sama Hal nya gadis cantik yang berada di belakang sekolah itu dengan perasaan yang sedih. Dia menangis merasakan betapa sakit nya kenyataan yang harus dia terima dan dia hadapi. Di tempat yang sepi dan hening ini dia meluapkan segala kesedihan nya. Sosok gadis yang ceria itu sudah hilang kini gadis itu hanya di kenal dengan sosok yang Pendiam dan penuh rahasia.


"Andai waktu bisa di ulang hiks, ak- aku hanya ingin kembali ke masa dimana semuanya baik baik saja hiks, tidak ada yg berubah, tidak ada yang jatuh cinta hiks. Ak- aku ingin kembali mengenalmu sebagai seseorang yang hanya aku miliki hiks- aku hanya ingin itu hiks." Ucapnya sambil terisak. Tanpa dia sadar satu pesawat terbang yang terbuat tadi kertas origami itu meluncur tepat di kakinya.


Gadis yang tengah terisak itu kini berhenti. Menatap sebuah pesawat kertas itu dengan mata yang sembab, tangannya bergerak meraih pesawat itu dan membukanya secara perlahan.


From : RA


Memang kita tak bisa mengubah dunia, tapi jangan sampai dunia mengubah kita. Terkadang hidup ini susah, tapi dengan kita menjalaninya dengan hati yang lapang dan terus berusaha, semua itu akan terasa ringan.


To : Nana


Nana, iya gadis itu dia kembali menangis memeluk kertas origami itu, dia ingin tahu siapa sebenarnya yang selalu mengirimkan pesan pesan dan motivasi untuknya selama ini.


"Sudah cukup aku melihat mu bersedih dan menangis." Ucap seseorang yang sekarang tengah berdiri di hadapan Nana.


Nana yang tengah menunduk itu pun menonggak menatap wajah yang nampak asing baginya. Dia dengan cepat menghapus air matanya.


"Siapa kau?" Tanyanya, ketika melihat Seorang Pria berkulit putih, bermata coklat, rambut nya yang tertata rapi, badannya yang tengah dan tinggi tidak ada alasan lagi untuk menyatakan bahwa dia sangat tampan.


Pria itu duduk di samping Nana membuat dirinya sedikit menggeser, tangannya menghapus lembut sisa air matanya.


"Siapa kau!!" Gertak Nana menjauhkan wajahnya dari tangan pria itu.


"Perkenalkan Namaku Radelio." Ucapnya sambil mengulurkan tangan, Nana dengan ragu menerima uluran tangan itu.


"Ah, Aku Reina Claretta put-"

__ADS_1


"Aku sudah tau, dan yah satu lagi jangan terlalu formal itu membuat ku sedikit geli." Ujarnya Enteng, Nana mengerutkan keningnya "Bagaimana bisa kamu tau namaku?"


"Ahh, itu sangat mudah. Tidak seperti yang kamu bayangkan, aku tahu semua tentangmu." Ucapnya sambil kini menatap Nana, gadis itu mendengus bagaimana bisa orang asing yang sama sekali dia tidak kenal sangat mengenal lebih dirinya.


"Apa jangan-jangan kamu yang mengirimkan surat surat ini?" Nana menyodorkan pesawat origami dan sepercik surat kecil kehadapan Radelio.


"Menurut mu?" Ucapnya, yang kini berlalu meninggalkan Nana yang tengah dilanda kebingungan.


"Hei!!! Sampai kapan kau akan terus melamun dan hanya dia di situ?, 5 menit lagi kelas mu mulai." Ucapnya kembali sambil melirik kebelakang menatap Nana yang tengah terduduk sambil memandang nya.


"Apa!!!!!"


...* * *...


"Na! Lo dari mana aja? Lo ngga mati kan?" Tanya Andri yang ketika melihat Nana baru saja memasuki kelas. Wajahnya kini sedikit terlihat fresh dia yakin bahwa itu hanya Make up tipis yang dia tambahkan.


Nana menggeleng dan tersenyum. " Gue baik baik aja, dan kalau gue mati masa iya gue ada di sini." Ucap Nana berusaha sebaik mungkin membuat senyuman palsu di bibirnya.


Tak!!


"Lo gila!! Ya kali Lo bilang kaya gitu sama Sahabat sendiri." Pekik Iqbal yang memukul kepala Andri dengan pulpen di tangannya.


"Iya, gue kan menghibur dia Bal, lu sensi banget sih! PMS lu?"


"Haha, sudah lah sebentar lagi Dosen kita masuk jadi berhentilah membuat keributan." Sahut Nana di iringi tawaan nya.


Tanpa dia sadari Reval menatap Nana dengan tatapan penuh penyesalan. Berbeda dengan seorang gadis yang menatap dengan kebencian ketika menyadari kekasihnya menatap gadis lain.


...* * * ...


"Gue balik duluan yah, byeee!!!" Nana melambaikan tangannya kepada Andri dan Iqbal. Reval ingin menyusul Nana namun dia di tahan oleh kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Kasih waktu untuk dia untuk merasa tenang." Ucap Iqbal menatap sahabatnya itu, dia tahu bahwa sahabat nya kini menyesal.


"Iya Rev, Lo harus kasih dia waktu untuk menerima kenyataan ini. Kalau emang dia sudah tenang besok Lo ajak dia bicara." Ujar Andri menepuk pundak Reval.


"Baiklah." Reval menatap punggung Nana yang mulai menjauh.


Brummm Brummm


Motor Sport hitam berhenti tepat di depan Nana, gadis itu tersentak kaget lalu mengelus dadanya "He!! Lo siapa sih!!" Ketusnya.


Pengemudi itu membuka helm face nya, menatap gadis yang tengah kesal itu "Lo lupa sama gue? Ha! Parah banget sih!!" Celetuknya


"Radelio!! Lo?!"


"Lo ngga usah teriak teriak malu sama tetangga!" Ujarnya datar.


'Kenapa cara berbicara nya mirip sekali dengan Rama? ah mungkin aku hanya merindukan nya.' batin Nana sambil menatap Radelio.


"Bengong? Naik!!!" Perintah nya, Nana menyatukan alisnya "maksud Lo?" Tanya Nana heran.


"Gue anterin Lo balik neng." Nana tersenyum tipis "Ba--"


"Nana! Lo bareng sama gue." Ucap seseorang yang menghentikan mobilnya di depan motor Radelio.


"Itu Kan Reval." Gumam Nana, menatap Reval yang tengah memiringkan kepalanya menatap Nana dari dalam mobil.


'Ahh ada Nata, lebih baik aku pulang bersama Radelio saja.' Nana menatap Nata yang berdiri tak jauh dari mereka.


"Ahh ngga usah aku bareng sama dia aja." Ucap Nana yang langsung duduk di jok belakang motor Radelio. Cowo itu tersenyum miring menatap Reval lalu melajukan motornya meninggalkan Reval yang tengah melamun itu.


'Apa kamu masih marah? Maafkan aku Nana, sungguh aku tidak bermaksud menyakiti perasaan mu.' Reval menatap nanar Nana yang mulai menjauh

__ADS_1


__ADS_2