Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 50 : Semangat!!! I'm Stay with you.....


__ADS_3

Ke esokan harinya di kampus besar yang tepatnya di mana Nana kuliah tengah ramai, hari ini semua jam pelajaran kosong karena semua dosen rapat untuk acara besar yang akan mereka langsungkan nanti.


Seperti biasa Nana dan Ais pergi bersama mereka berjalan seperti sepasang sahabat, meski pun mereka tau bahwa Ais adalah kaka iparnya namun mereka tetap menganggap bahwa mereka adalah sepasang sahabat yang harmonis.


"Na, kita ke taman aja. lagian jam pelajaran juga kosong kan?" Ais berusaha mengajak Nana untuk pergi ketaman, Nana tersenyum lalu mengangguk.


"Ayoo!!!" Dia menarik tangan Ais menuju Taman kampus.


Sampai di taman mereka duduk di salah satu bangku yang terbuat dari kayu yang bersandar pada pohon besar yang mana di belakang pohon besar itu juga ada bangku yang sama.


"Ais, kapan kau akan memberi ku seorang keponakan." Tanya Nana, dia benar benar ingin sekali di panggil Aunty.


"Ach!! kamu ini apa apaan sih! dengar yah Urusan keturunan itu Allah yang ngatur jadi tunggu aja yah."


"Tapi aku udah ngga sabar banget Sis!."


"Ahhch udah dehh jangan bahas itu gue males!."


Seseorang duduk tepat di belakang mereka, Ais dan Nana masih sibuk berbincang bincang.


"Reval, Nanti malam kita nonton yahh.. aku benar benar ingin jalan berdua dengan mu."


"Nat, aku udah bilang malam aku akan berkunjung ke rumah Sahabat ku."


"Kok kamu gitu sih sayang!! aku hanya ingin berdua dengan mu tapi kamu malah lebih memilih untuk mengunjungi rumah sahabat mu itu."


"Aku sudah berjanji kepadanya, jika menolak aku sungguh merasa tidak enakk."


"Sekarang kamu lebih memilih dia dari pada aku!!! KAMU JAHAT!!!."


"NATA!!! HEII!!!."


Nata pergi meninggalkan Reval dengan perasaan yang kecewa, Reval mengusap wajahnya kasar dia benar benar di buat bingung di sisi lain sia tak ingin membuat sang kekasih sedih sedangkan di sisi lain dia tak ingin membuat sahabatnya kecewa.


Tanpa dia sadari dua gadis yang duduk tepat di belakang mereka mendengar semua perdebatan mereka.


"Na, lo ngga buat janji kan sama Reval nanti malam?" Tanya Ais ragu ragu, dia sangat takut jika sahabat yang di maksud Reval itu adalah Nana.


"Ahh ituu--- ngga kok Sis, Eh Aku ke toilet dulu yah kamu duluan aja."


"Naa! mau gue an--- ahhh pasti ada yang Nana sembunyikan." Pekik Ais memperhatikan punggung Nana yang mulai menjauh.


Air matanya sudah tak bisa di bendung lagi, dia berlari kecil menuju Halaman belakang Kampus nya yang mana jarang sekali orang datangi.


Dia memegang dadanya yang sesak, Air matanya terus mengalir merasakan sakitnya kenyataan ini.


"Kenapa??? kenapa aku harus terjerat perasaan ini?? Sudah lama sekali aku mengharapkan kehadirannya sebagai seseorang yang dulu aku kenal, tapi sekarang?? di saat kita sudah bertemu, di saat kita sudah sangat dekat tanpa ada jarak lagi, kenapa tuhan justru memberikan kenyataan yang benar benar sulit ku terima kenapa?"


"Sebenarnya ada hubungan apa kamu dengannya? kenapa hanya sebatas teman tapi sepertinya sepasang kekasih hiksss dan dulu aku selalu ingin pulang ke Indonesia agar selalu bersama mu kini, aku hanya ingin jauh dari mu dan menghapus semua kenangan kita hiks." Dia menunduk meluapkan kesedihannya membiarkan air matanya jatuh, wajahnya tertutup oleh rambut panjang nya yang ikut turun.


Tap!


Satu pesawat kertas yang terbuat dari kerta origami berwarna merah muda itu mendarat tepat di depan kaki Nana, Gadis itu menghapus air matanya dan melirik kesana kemari seperti mencari seseorang.


Lalu dia menatap kembali pesawat kertas itu lalu dia meraihnya. sepercik surat terselip di bagian perut pesawat itu.


"Apa ini? siapa yang melakukannya?" Tanya nya dalam hati.

__ADS_1


Nana Membuka surat itu secara perlahan, nampak tulisan yang indahh dan berwarna menghiasi setiap kalimat yang tertulis.


***From : RA.


Hai!


Jangan bersedih ku mohon:)...


Tak sedikit kita selalu ingat dengan kenangan yang pernah kita lalui bersamanya. Mulai dari hal sedih hingga bahagia kita selalu bersamanya.


Memang rasanya berbeda sekali, namun apalah daya kita hanya manusia yang hanya melakukan apa yang sudah di perintahkan oleh Tuhan. Terima dengan ikhlas, syukuri apa yang ada maka semua akan di ganti dengan yang lebih baik lagi.


Semangat!!! I'm Stay with you.....


From : Nana***.


Air matanya kembali turun ketika membaca kalimat kalimat yang tertulis di surat itu, satu hal yang dia ingat ketika membaca ini seseorang yang selalu ada di saat dia dalam keadaan seperti ini.


_o0o_


"Nana ini tas lo, eh kemana aja lo tadi." Tanya Reval bingung pasalnya dia tidak menemukan Nana saat jam istirahat.


"Eh itu gue tadi.. tadi.. ke kantin bareng Ais iya kann......" Nana memberi kode agar Ais mengangguk,


"Iya bener banget." Ucap Ais kikuk.


"Heiii brooo!!." Teriak Pria bertubuh tinggi


"Bubar yu bubar."


"kemana si curut satu lagi??" Tanya Ais,


"Curut??" Ucap Reval bingung.


"Iya curut si Andri kemana tuh bocah??"


"Owhhh biasa lagi godainnn Bibi Kantin Teh Sari."


"Gila tuh bocah." Ucap Reval.


"Bukan gila lagi dia mah udah masuk Akademik kegilaan internasional." Ralat Iqbal gamblang.


"Hahah!! benar lo."


Mereka tertawa terkecuali Nana yang tersenyum tipis, Reval yang merasa bingung akan sikap Nana mencoba untuk bertanya.


"Hei, kamu ngga kenapa - napa kan?" Tanya Reval lembut sambil mengelus rambut Nana.


Gadis itu menggeleng dan tersenyum "Ngga kok, kenapa emang?"


"Ngga, hanya saja kamu dari tadi hanya diam."


"emm ngga kok, ohhh iya nanti malam kalau kamu ga bisa ga apa apa kok, lagian aku akan mempelajari materi baru nanti." Ucap Nana mencoba ikhlas meski dirinya sangat sulit menerima semuanya.


"Kok kamu bilang gitu? aku bisa kok." Ujar Reval.


"Iya siapa tau kau sibuk, dengan seseorang." Ujar Nana sambil meraih tasnya dari tangan Reval.

__ADS_1


"Haha! kau ini bicara apa ha? aku bisa kok kalian tunggu aja."


"Baik lah, kita tunggu." Ucap Ais merangkul pundak Nana, gadis itu tersenyum tipis.


"Kok gue ga di ajak sih??" Pekik Iqball merajuk


"Mau ikut aja lo!!"


"Biarin, gue mau cobain masakan Kaka ipar lo Na..."


"Dih gue males banget masakin buat lo ga penting!!."


"Jahat bener lo sama gue."


"Udah nanti malem lo datang aja sama Andri ke rumah gue, kita kumpul bareng." Ucap Nana lembut.


Reval memutar bola matanya jengah " Hei! ngga usah lembut lembut sama dia, ntar dia kepedaan lagi."


"Biarin aja toh dia jomblo ini ga akan ada yan marah." Nana mengucapkan dengan enteng dan berlalu begitu saja.


"Rasain lo!!" Ketus Iqbal berlalu.


"Sialan!!!."


"Leeekkk!! kasian deh!!." Ais mengulurkan lidahnya lalu menyusul Nana.


_o0o_


Sampai di rumah Nana langsung masuk ke kamarnya begitu pun dengan Ais. Dia menaiki anak tangga menuju kamarnya yang bersebalahan dengan Nana.


"Mphuffff.... Rasanya melelahkan." Ucapnya menjatuhkan diri ke atas ranjang.


Perlahan matanya terpejam, namun tiba-tiba seseorang membuka pintu dia tahu siapa orang itu hanya saja dia pura pura menutup tidur dengan menutup kedua matanya.


"***--- Ya ampunnn pasti kamu juga baru pulang yah." Al tersenyum ketika membuka pintu menemukan Ais yang Tidur dengan terlentang dan hijab yang masih belum di buka.


Al menaruh tas kerja nya juga jasnya di atas ranjang dia mendekat ke arah Ais dan mencium kening nya lembut.


"Kamu pasti kelelahan yah.." Pikirnya sambil mengusap lembut pipi Ais, Ais tersenyum mendengar itu.


Al yang menyadari itu tersenyum 'Ternyata dia hanya pura pura.' Batinnya


"Ohhh ternyata kau hanya pura pura ha??? Baik lah aku akan menghukum mu!! Rasakan ini...."


Al menggelitik Ais dengan kedua tangannya, Membuat gadis itu membuka matanya dan tertawa juga meronta akibat geli yang dia rasa.


"HAHAH!! PLEASE KAK LEPASIN GELI HAHAH!!!."


"Kamu nakal yah!!!."


"HAHAH AMPUN KAK AMPUNNN."


Ais terus meronta hingga Al hilang keseimbangan Membuatnya tersungkur jatuh ke pelukan Ais, mata mereka kini bertemu, Tatapan mesra dan penuh kasih sayang itu menyatu.


Ais tersenyum begitu juga dengan Al "Aku mencintai mu." Ucap Al.


"Aku juga mencintaimu Kak."

__ADS_1


__ADS_2