Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 22 : Rindu Ingin Bertemu


__ADS_3

"Ayo pulang keburu malam." Ajak Al kepada ke-empat cewe itu. mereka mengangguk.


"Ram gue pulang duluan yah, semangat dong jangan sedih! jadiin pelajaran buat lo." Ujar Nana sambil memegang bahu Rama.


Rama tersenyum "Oke Na thanks yah dan Hati hati buat kalian."


"Siap Ram." Ucap Ais,Fay dan Zel serentak.


Rama tersenyum ke arah Al lalu memeluknya "Thanks bang udah datang." Ucapnya yang hanya di angguki oleh Al.


Mereka berjalan menuju pintu keluar, mereka menaiki mobil sport Mewah milik Al, Nana yang memilih duduk di belakang bersama Ais dan Fay juga Zelica duduk di bangku belakang kursi Nana.


"Lagi lagi jadi supir." Degus Al sambil masuk kedalam mobil.


Reina.


"Lagi lagi jadi supir." Degus Bang Al sambil masuk kedalam mobil.


"Ikhlas Bang." Ujarku yang hanya mendapatkan lirikan sekilas. Aku mendengus


Bang Al menyalakan mesin dan menjalankan mobilnya meninggal kan tempat ini.


"Na!." Panggil Zel sambil memajukkan kepalanya ke depan.


"Hmm."


"Tadi kok lo lama banget sih?" Tanya Zel sambil mengingat ngingat tadi.


"Iya, lo kemana na?" Tanya Ais dan Fay berbarengan.


"Owhhh tadi gue ketemu anak yang lucuuuuu bangett." Jelasku sambil menyebut kata lucu panjang.


"What? dimana Na?" Tanya Zel antusias


"Jadi gini...." Aku menceritakan semuanya membuat mereka mengangguk ngangguk.


"Dan kalian tau? Dia memangil ku dengan sebutan Kaka Cantik lohh." Lanjut ku sambil membayangkan betapa lucunya Reva saat memanggil ku dengan sebutan itu.


"Pede banget lo Na." Cibir Zel.


"Bener banget." Sahut Fay dan Ais berbarengan.


"Terus tuh anak ketemu ga sama orang tua nya?" Tanya lagi Zel.


"Ketemu, tapi bukan sama orang tua nya. melainkan dengan teman dari Kakanya deh soalnya cewe itu bilang kalau Reva si anak ini anak dari orang tua sahabatnya." Jawab ku yang lagi lagi mereka mengangguk.


"Adiknya cantik pasti kaka nya ganteng banget." Ucap zel yang pasti membayangkan wajah kakanya Reva itu.


Hadehh ini orang, gue aja ga tau kakanya cewe apa cowo..


"Bener banget bener." Lagi lagi Fay dan Ais berbarengan.


Aku melirik ke arah mereka "Kalian kembar?" Tanya ku. mereka menggeleng kompak.


"Terus kenapa dari tadi kompak mulu?"


"Dia yang ngikutin gue." Fay menunjuk Ais. Ais membulatkan matanya lalu melirik Fay.


"Dia lah."


"Iya lo lah."


"Dia lah."


"Iya lo la--."


"BISA DIAM GA SIH!!!." Tukas Bang Al sambil sedikit teriak membuat kita semua tak berkutik sedikitpun.


Ais sedikit bergeser lalu mendekat kan bibirnya ketelinga ku "Kak Al kalau lagi marah tambah ganteng yah." Bisiknya, aku membulatkan mata bagaimana bisa anak ini berkata seperti itu di kala Bang Al kesal.


"Saya bisa dengar kamu bicara apa!." Ujar Bang Al yang matanya tetap fokus ke depan.


Aku menutup mata ku lalu melirik Ais yang menunduk, aku yakin dia takut


"Maaf kak!" Lirih nya yang tak di gubris olehnya, ahhh kasiannnn Sabar Is sabar oke.


Setelah ucapan Bang Al yang Awal, Zel dan Fay lebih memilih memainkan handphone nya di belakang.


Hening...


Krukkk Krukkk


Tiba tiba terdengar suara perut seseorang, seketika aku, Fay dan Zelica saling menatap dan kini tatapan kita tertuju pada gadis berhijab yang memegang perutnya sambil menderetkan gigi rapinya.


Punya temen udah Bodoh,*****, Oon, Oneng, dan polosnya minta di tabok ini anak jeritku dalam hati.


"Lapar Heheh." Ucapnya aku memutar bola mataku jengah lalu mengangkat bahu dan menyenderkan kepalaku dan menutup mata.


Zel dan Fay saling menatap aku yakin mereka sedang menahan tawa dan..


**Satu


Dua


Tiga


"HAHAHA!!!" Tawa mereka pecah, aku pun yang tadinya acuh kini tertawa puas melihat muka konyol dan polosnya Ais.


Sedangkan Bang Al yang di depan hanya melirik kami lewat kaca spion lalu kembali fokus.

__ADS_1


Aku lebih memilih tuh menatap jalan lewat jendela, rasanya aku merasakan bahwa Reval hadir di acara tadi, aku merasakan dia dekat dengan ku tadi tapi kenapa? kenapa rasa itu tidak sesuai apa yang aku pikirkan, jika benar dia ada di sini izinkan aku untuk betemu dengannya tuhan. Aku sangat merindukan nya.


Aku tahu jika disetiap tatapan, kita akan terhalang oleh jarak dan juga waktu. Namun, aku akan tetap yakin jika nanti kita akan bertemu kembali.


Aku rindu kamu Reval ingin bertemu.


Aldio.


Hari yang melelahkan, membosankan, tidak menyenangkan sama sekali itu lah yang aku rasakan, bagaimana tidak? aku seperti seharian bekerja seperti supir yang tidak di bayar apa pun.


Krukkk Krukkk


Bunyi apa itu? hufff, dasar cewe labil ga bisa apa jaga image nya. aku sendiri aneh kenapa adiku Nana mau berteman dengannya yang jelas jelas orang ini berbeda anehh sungguh aneh. dan yang aku bingung kenapa Tante Aleen san om Sihab membuat Orang ini dengan otak yang tidak sama seperti mukanya.


sekarang aku dapat melihat wajahnya yang polos, aku yakin dia sangat malu apa lagi di tertawakan oleh teman-temannya, seketika mukanya berubah kesal dan menggerutu.


Ntah apa yang membuat ku menarik sedikit ujung bibir ku mengukir senyuman tipis melihat wajahnya.


Author.


Sekian lama di perjalanan akhirnya mereka sampai tapi bukan di rumah melainkan di sebuah Restoran besar di Manchester city ini, semua cewe nampak bingung lalu melirik Nana yang mengangkat kedua bahunya.


"Turun!." Titah Al sambil melepas savety belt nya.


"Kemana Bang?" Tanya Nana bingung sambil meraih tasnya.


"Ke Gunung." Jawab nya datar.


"Ke Gunung? tapi kok Ais ga liat ada pohon pohon dan kita... ga ngelwatin hutan Kak." Ucap Ais polos membuat Al mendengus kesal.


"Tadi yang bunyi suara perut lo kan? lo laper kan? Kalau lapar harus apa?" Tanya Al bertubi tubi membuat Ais bingung.


Nana, Zel dan Fay justru asik memperhatikan keduanya sambil menahan tawa.


"Makan lah masa ia mandi." Polosnya Ais gini, bikin orang darah tinggi.


"Ya udah turun, gue ga mau membiarkan anak orang mati kelaparan." Ucap Aldio membuat mata Ais berbinar,


Nana yang melihat itu tersenyum, ia baru kali ini melihat Al peduli terhadap cewe meski pun dengan ucapan kaya tadi namun itu sudah menunjukkan bahwa Al peduli terhadap Ais.


"Nana Sayang Bang Al." Batin Nana sambil menatap Al hangat.


"Cie... Kak Al peduli ke Aiss Cie.." Ujar Ais sambil tersenyum merekah namun sayang Al hanya menggelengkan kepalanya jengah lalu turun dari mobil.


Mereka semua turun dari mobil dan masuk kedalam Restoran,Nana yang di genggam hangat oleh Al membuat ketiga temannya meleleh baper atas perlakuan adik kaka ini.


"Kak aku mau dong di genggam kaya Nana." Sahut Ais sambil menyamakan jajarannya.


Al masih fokus berjalan dan enggan menjawab ucapan Ais, Nana yang melihat itu hanya menahan tawanya. Zel dan Fay menarik tas yang ada di punggung Ais membuat si pemilik mundur.


"Jangan Mimpi yah sayang." Fay mengelus kepala Ais yang terbungkus hijabnya.


"Kampret Lo tapi Aamiin Aamiin deh."


Di tempat lain semua orang tampak sedang menikmati acara kemenangannya. Mereka merayakan kemenangan ini dengan makan makan besar di sebuah Restoran Mewah di Manchester yang pasti berbeda dengan tempat makan yang di datangi Nana dan juga yang lain.


Yak, hari ini Ab dengan senang merayakan kemenangan sang putra dengan mengajak teman temannya makan di sebuah Restoran, Nata dan kedua orang tuanya pun ikut begitu juga dengan Iqbal dan Andri mereka wajib dalam hal ini.


Reval yang tak percaya dengan apa yang kini ia capai, membuat nya banyak bersyukur kepada Tuhan. Reval yang tengah duduk dengan Reva di pangkuan nya membuat Nata tak beralih menatap adik dan Kaka itu.


Ab dan Anita tengah mengobrol bersma kedua orang tua Nata Akbar dan Elina. Andri dan Iqbal tak henti hentinya menyubit dan berceloteh kepada Reva yang menurut nya lucu.


Revaldi.


Hari ini aku begitu senang bisa memenangkan dan mengharumkan nama bangsa Indonesia juga membanggakan kedua orang tua ku Ayah dan Bunda. Dan yang membuat ku tambah senang yaitu Ayah mengajak kita semua makan bersama di salah satu restoran besar di sini.


"Eh tau ga guys!." Sahut Seorang perempuan yang duduk di sebelah ku.


Aku menoleh begitu juga dengan Iqbal dan Andri.


"Ketika gibah di mulai." Ujar Andri sambil menaruh handphone nya dan fokus pada Nata.


"Haha bener lo!." Timbal Iqbal sambil mengacungkan jempol.


"Tadi gue sama Reva ketemu selebgram yang terkenal itu loh!." Sahut Nata membuat ku menyatukan alisku.


"Ahh ga mungkin." Sahut Iqbal sambil menyeruput minuman nya.


Aku mengangguk " Masa iya dia ke sana? ga mungkin lah." Ucap ku yang di angguki si Andri.


"Beneran suer. Kalau ga percaya tanya Reva" Ucapnya yang mengangkat tangan membentuk jari berhuruf V.


Seketika aku, Andri dan Iqbal melirik Reva yang sengaja aku dudukan dia di meja restoran ini.


"De! Reva benar tadi Reva bertemu dengan kaka perempuan di sana?" Tanya ku, Reva menatap ku sambil berfikir.


Reva mengangguk "Kaka Cantik." Ucapnya.


Kaka cantik? siapa dia? apa kah selebgram yang bernama Renna itu? pikir ku.


"Kaka Cantik?" Ucap ulang Andri dan Iqbal berbarengan.


"Iya Kaka Cantik, Baik yang beliin Reva minuman dan Cucu." Celotehnya


Nata tersenyum " Nah kan apa gue bilang, jadi gini ceritanya, kan tadi Reva merengek haus awalnya tante Anita mau mengambil kan dia minum, namun Reva ingin pergi sendiri membuat tante Anita takut. terus aku kasih saran untuk biarkan Reva pergi namun aku mengikutinya dari belakang. tapi..." Nata menggantung Ucapnya


"Tapi apa?" Tanya ku yang penasaran.


"Terus... Maaf... tiba tiba seorang anak kecil menabrak tubuh ku membuat ku kehilangan jejak Reva, aku panik banget di situ serius.."

__ADS_1


"Terus gimana?" Tanyaku geram


"Kok Reva bisa ketemu?" Tanya Iqbal yang sama sama bingung seperti ku.


"Lo nemuin dia di mana?" Tanya Andri.


Nata mendengus kesal "Dengerin dulu, gue belum beres." Ucapnya kami mengangguk.


"Terus.. cukup lama aku mencari akhirnya aku mendapati dia yang tengah duduk dengan seorang cewe sambil meminum susu pemberiannya. Awal nya aku Ngga mengira kalau dia itu adalah Renna si selebgram itu, beberapa saat aku mengenalnya, tapi kita sempet berjabat tangan dan berkenalan, namun di saat ia ingin menyebutkan namanya Pengumuman lebih dulu memotong ucapan kami hingga dengan paksa kita harus berpisah." Jelasnya.


"Wahhhh kok lo ga kasih tau kita sih?" Rengek Andri


"Ahhh ga deh percaya gue!!" Rengek Iqbal


"Pengen banget ketemu dia emmm." Sahut Andri lagi.


"Lebay lo!!." Pekik Ku ke arah mereka. sebenarnya aku pun sama penasaran dengannya namun ah ga penting juga sih, lagian dia kan cuman selebgram bukan presiden.


"Tapi kalau kata gue sih nama Renna itu kayanya samaran deh." Sahut Nata membuat pandangan kami tertuju padanya.


"Kok gitu?" Tanya ku ke arahnya.


"Soalnya dia tadi sempet bilang Rei, Rei apa gitu gue lupa ah."


"Ga usah ngomong!!." Pekik Andri kesal lalu memainkan kembali handphone nya.


........


"Reva liat Kaka punya apa nihhh.. TARA!!." Ucap Iqbal memberikan bunga merah berserta potnya kepada Reva


"Wahhhhhh Cantikkk yah Ca eh Kak." Ujar Reva senang.


Aku mentoyor kepalanya "Lo ngasih bunga ke ade gue haram banget!! pake sama pot potnya lagi." Ucapku.


"Haram gimana? itu real Reval liat dong! Cantik kan bunga mawar merah berserta potnya." Sahut Iqbal sambil memainkan dagu kecil milik Reva.


"Iya itu Real! REAL NGAMBIL BUNGA DARI ATAS MEJA!." Ralat Andri. memang Iqbal mengambil pot dari meja sebelah. Aku bingung punya temen ***** banget kek dia.


"Lo kalau ngompong jangan asal dong! Suka benar aja lo mah." Celetuk Iqbal.


"Kalian bisa diam ga sih? liat Reva dari tadi bingung." Sahut Nata yang berada di sebelah ku melirik Reva yang tengah bengong.


"Hahah Ade lo BENGLIR Rev." Ujar Andri di sela sela ketawanya.


"BENGLIR?" Tanya ku serentak dengan Nata dan Iqbal.


"BENGONG SAMBIL NGILER! HAHAHAH." Ucapnya. bahagia banget ini anak ngehujat adik gue.


"Sialan loh! itu bahasa dapet dari mana?" Tanya ku melempar tisu ke arahnya.


"Dari si Mamat anak culun yang ngga pernah balem itu lohhh." Jawabnya Membuat ku terkekeh.


"Parahhh asli lo." Pekik Iqbal sambil terkekeh.


Nata tertawa dan berucap "Gila lo!" Hardik Nata.


Reva mendongak menatap Andri "Om..CAY CAY itu apa?" Ucapnya.


membuat aku tertegun 'Om?'


Aku,Nata dan Iqbal melirik Andri yang membulat kan matanya "HAHAHA!!! TUA LO! SAMPAI DI BILANG OM SEGALA!!." Pekik Iqbal sambil tertawa membuat ku dan Nata ikutan tertawa.


"Omm sini Omm... Omm Sini Omm." Ledek ku yang berhasil membuat nya kesal.


"DIAM KALIAN!." ketusnya.


Kami semua tertawa melihat wajah kesalnya itu.Ia menatap Reva " Reva sayang, bebeb, cantik, lucu, imut, adiknya Si PA gila, jangan panggil kaka Om yah.. panggil aja KAKA GAN TENG!! Oke." Ucapnya yang bodoh nya Reva malah mengangguk.


Reva mengangguk dan melirik ke arah Andri " Iya Kaka GEN TENG."


Lagi lagi ucapnya membuat Andri menatap kesal Reva dan membawa tawa Aku, Nata dan Iqbal.


"Sabarrr ya Allah sabarrr!! anak kecil anak kecill!." Dengusnya sambil mengelus dada.


"Udah deh Kaka Genteng mendingan diam aja yah." Pekik ku sambil mengelus kepalanya.


"Kaka Genteng lucu deh kalau kaya gitu." Ucap Nata sambil meniru suara Reva.


"Kaka Genteng jangan nge ******* Genteng tentangga yah DO SA!." Timbal Iqbal mengikuti suara Reva sama seperti Nata.


"DIAM KALIAN!."


"GILA!!."


"PARAH!!."


"KAMPRET EMANG KALIAN!!." Tukas Andri sambil menekuk mukannya.


Tiba tiba Bunda dan Ayah menghampiri kita semua "Ayo pulang udah malam, kalian butuh istirahat." Ucap Ayah sambil menggendong Reva.


Aku mengangguk "Iya Yah, ayo.. Ayo Guys."


Kami semua pergi meninggalkan restoran ini, meninggalkan kenangan indah di sini.


Soal London, aku merindukan Nana, dan aku berpikir bisa kah aku bertemu nya hanya dengan sesaat? bisa kah aku melihat senyuman manisnya walau sebentar? Nana aku rindu kamu, Negeri ini begitu luas sehingga aku sangat sulit untuk menemukan mu, dan aku tau bahwa


*Merindukanmu tanpa pernah bertemu denganmu sama halnya dengan menciptakan lagu yang tak pernah ternyanyikan.


Aku rindu Na ingin bertemu*.

__ADS_1


__ADS_2