Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 38 : Nana dan Ais di culik


__ADS_3

"What serius lo?" Ucap perempuan berambut bob pirang itu.


"Yes, aku sangat serius." Ujar Perempuan berambut panjang itu sambil mengukir senyuman licik di bibirnya tatapannya kini fokus kepada dua objek yang tengah berada di tengah lapangan itu.


"Itu ngga akan keterlaluan?" Ucap Perempuan berambut bob itu lagi.


"Of course not , aku hanya ingin mengambil yang seharusnya milikku."


"Tapi??.."


"You don't need to say much!! ikuti aja perintah gue dan tetap memasang wajah polos lo oke." Ucap Perempuan itu yang di angguki oleh Temannya lalu berjanjak pergi.


"Bodo ah dia ini yang ngelakuin itu, lagian gue cuman di perintahkan aja."


Di Tempat yang sama Nana dan Ais kini berada di Gedung besar Universitas London, mereka berada di sini karena terpilih untuk mengikuti kegiatan 3K (Kebersihan, Keterampilan, Kesopanan).


"Duhh panas banget sih, nyesel gue ga nolak aja." Ais mengusap keringat yang menetes dari dahinya.


Nana mengangguk dan duduk di pinggir lapangan" Bener banget, Capenya."


Ais melirik Nana dari samping, Nampak wajah pucat nya mulai terlihat "Na! lo baik baik aja kan?" Tanya Ais, Nana menoleh lalu mengangguk.


"Gue baik baik aja, why?" Tanya Nana, Ais memegang dahi Nana


"Badan lo dingin banget, tapi kok keringatan?" Ujar Ais Nana Menggeleng.


"Ihh lo apa apaan sih, gue ngga apa apa kok." Ujar Nana menepis tangan Ais.


Jika jujur Nana memang sangat lemas, namun dia tak ingin menghawatirkan Sahabat nya itu.


"Kita pulang nunggu Bang Al aja yah." Ujar Nana, Ais mengangguk antusias.


"Can , tapiii... emangnya kak Al pulang jam berapa? ini aja udah pukul 4 sore." Ucap Ais melirik jam tangannya.


"Kalian duluan aja!." Ucap seseorang yang baru datang dengan dua minuman di tangannya.


"Emangnya Abang pulang jam berapa?" Tanya Nana. Al duduk di samping adiknya lalu mengusap keringat yang menetes dari dahinya.


Al menyodorkan dua Aqua kepada Nana dan Ais, Nana tersenyum begitu juga dengan Ais yang merasa sangat senang karena Al tidak membeda bedakannya.


"Abang ngga tau, Tapi kalian pulang duluan aja pasti cape kan?" Nana Menggeleng begitu juga dengan Ais.


"Ngga kok Kak, Kita tunggu kaka aja yah biar barengan pulang nya." Ucap Ais, Al meliriknya lalu mendegus.


"Kalian pulang aja, ini udah sore banget nanti pada di cariin lagi." Jelas Al melirik kedua perempuan di sampingnya itu.


"Tap--."


"Sutttt,,, Sudah sekarang bawa tas kalian lalu pulang yah." Ucap Al memotong ucapan Nana.


Ais dan Nana mengangguk lalu berdiri begitu juga dengan Al, Mereka sampai di parkiran dengan di temani Al kini dia bersama Reno dan Demian.


"Pak, Tolong Antarkan Ais dulu ke rumah tante Aleen sudah gitu baru pulang." Ucap Al yang di iyakan dengan bungkukan kecil oleh Pak Toni.


"Nana pulang yah Bang, Kak Reno, Kak Demian Assalamualaikum." Ujar Nana lalu masuk ke dalam mobil.


"Ais juga pamit Kak Al, Kak Reno, Kak Demian Byee Assalamualaikum." Ais menyusul Nana masuk ke dalam mobil.


"Waalaikumsalam." Ucap mereka serentak.


Setelah mobil yang di tumpangi Nana dan Ais lepas dan menjauh dari Kampusnya. Al dan kedua temannya baru masuk ke dalam kampus melanjutkan kegiatan yang belum selesai.


Di perjalanan Nana merasa pusing dia memilih menyadarkan kepalanya di bahu Ais, begitu pun dengan Ais yang merasa ngantuk hingga menyadarkan kepalanya di kursi mobil, Mata mereka sama sama terpejam.


Brughh..


Kepala Ais dan Nana sama sama maju kedepan, mereka juga sangat kaget ketika Pak Toni mengerem Dadakan itu.


"Astaghfirullah."


"Astaghfirullah, Pak Kenapa?"


"Maaf Non, Seperti mobil ini mogok deh." Ucap Pak Toni,


"Terus giamna dong pak?" Tanya Nana bingung.


"Bentar biar bapak cek dulu yah." Jawab Pak Toni lalu beranjak keluar mobil.


Tapi tiba tiba ..


Brughh


"Awww..."


Seseorang memukul punggung Pak Toni dari belakang, membuat nya kehilangan kesadaran. Karena Mobil Nana kedap suara membuat suara dari luar tak kedengaran, membuat mereka tak tau apa yang terjadi dengan Pak Toni.


"Kok lama banget yah." Ucap Nana yang sudah sangat bosan menunggu Pak Toni.


"Kita keluar yuk." Lanjutnya yang memengang tangan Ais mengajak nya keluar.


Ais Menggeleng "jangan Na, Firasat gue ga enak." Ucap Ais yang sudah merasakan hal yang tak enak.


"Why, Are you oke? Ga apa apa lah, Ayo!!." Ujar Nana, Ais akhirnya mengangguk dan keluarga bersama Nana.

__ADS_1


Ais yang keluar pintu kiri dan Nana pintu kanan Membuat mereka terhalang oleh mobil. Namun saat mereka sampai di depan mobil di kejutkan oleh keadaan Pak Toni yang sudah tak sadarkan diri.


Nana dan Ais membulat kaget lalu mereka saling memandang jauh.


"Na..Mphtttt..."


"Mphhtttt lepas.. ah mpshttt."


Mereka sudah di bekap oleh Dua pria bertubuh kekar dan besar di belakang, Mereka sama sekali sulit untuk bernafas hingga akhirnya jatuh pingsan. Kedua pria itu menarik Tubuh Nana dan Ais masuk ke dalam Mobilnya yang tak jauh terparkir dari mobil Nana.


Salah satu dari mereka meroboh ponselnya lalu menghubungi seseorang "Halo Non, mereka sudah berada di tangan kami."


"Nice, lanjutkan misi kalian selanjutnya."


"Baik Non."


Mobil mereka meninggalkan tempat tadi menuju tujuan mereka.


_o0o_


Pranggg!!.


"Astaghfirullah, Gin hati hati dong." Ujar Aleen melihat Piring yang jatuh dari tangan Gina.


"Kok perasaan aku ngga enak yah Leen." Ucap Gina yang duduk di kursi sambil memegang dadanya.


"Ngga enak gimana?"


"Aku kepikiran Nana, kenapa yah."


"Itu hanya perasaan kamu aja Gin, Dia kan lagi sama Ais di kampus Al."


"Iya sih kamu bener, semoga mereka baik baik aja."


"Aamiin, lagian Ais dan Nana anak kuat kok kamu tenang aja."


Aleen memang sedang berada di kediaman Gina, Mereka menghabiskan sisa waktu nya bersama setelah acara Reunie sekolahnya.


_o0o_


18.58 Mp/London


"Aduuh gue cape banget sumpah gila ini dosen udah ngajak perang aja." Ujar Demian yang duduk di atas meja kelasnya.


"Bener, gila emang kita robot di pekerjaan seperti ini." Ucap Reno yang tengah tiduran di lantai dengan posisi tengkurap.


"Sumpah Ren, lo udah kaya gembel kolong jembatan." Pekik Al yang tengah duduk itu.


drttt drttt


"Handphone siapa tuh." Ujar Al melirik Demian.


Demian mengangkat bahunya Acuh, Al melirik Reno yang tertidur itu "Oii!! handphone lo kali tuh yang bunyi" Teriak Al Membuat Reno tersentak.


"GILA LO!! MASIH UNTUNG JANTUNG GUE MASIH NYANGKUT!!." Teriak Reno kesal.


"ITU HANDPHONE LO OGEB!!!." Teriak Reno frustasi karena tidurnya yang terganggu.


" Since when , lo jadi Lemot dan ***** gitu." Ucap Demian yang melirik Al.


Al menyengir lalu meroboh handphone nya yang berada di atas meja, nampak di situ tertera nama "Mommy Wonder woman." Perlahan Al menyatukan Alisnya heran.


"Assalamualaikum, iya mom ada apa?" Tanya Al.


"Waalaikumsalam, Astaghfirullah Bang lama banget sih."


"Iya mom, maaf tadi Abang salah fokus. kenapa?"


"Nana sama Ais masih di situ kan?"


Al menjauhkan handphone nya dari telinga nya itu lalu menatap heran dan mendekatkan lagi .


"Ha? di sini? mereka udah pulang dari tiga jam yang lalu mom."


"Ha? tiga jam yang lalu, terus kenapa belum pulang yah."


"Mungkin mereka mampir ke toko buku dulu Mom."


"Bis -- Waalaikumsalam, bentar Bang Mom tutup dulu."


Al menatap ponselnya heran, seketika dia teringat dengan Nana dan Ais yang masih belum pulang, rasa khawatir menyelimuti nya.


Tanpa mereka sadar seorang perempuan menghampiri mereka lalu dia duduk di salah satu bangku dekat Al.


"Hai Al!." Sapanya.


Al melirik sekilas lalu menatap kembali ponsel nya, beberapa pesan dia kirimkan ke adiknya.


Perempuan itu menyentuh tangan Al dengan cepat dia menepisnya "Lo berani sekali lagi nyentuh gue!! gue ga akan tinggal diam!!." Teriak Al Membuat perempuan itu tersentak begitu pun dengan Reno dan Demian yang langsung terbangun kaget.


Faras berdiri dan menatap Al "KENAPA? KENAPA KAMU NGGA MAU DI SENTUH SAMA AKU? AKU TUH CINTA SAMA KAMU AL!!."


Al tak menggubris ucapan Faras dia masih sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


"Al aku tuh kurang apa?? aku tuh udah Perfect buat kamu!! tapi? but why are you like this ?"


Al membanting handphone nya ke atas meja sehingga menyebabkan suara nyaring dia berdiri dan menatap Faras dengan tatapan tajam.


"ITU TER SE RAH LO!!."


"Okey terserah gue... tapi tunggu ada saatnya lo menyesal karena perbuatan lo ke gue!!."


Faras beranjak pergi meninggalkan Al yang sangat kesal, dia kembali duduk dan menatap kedua sahabatnya yang memberi isyarat untuk tenang.


Drrttt derttt.


Handphone Al kembali berbunyi, dia segera meroboh nya dan mengangkat panggilan dari Mommy nya.


"Abang hiks..."


Al kembali heran kenapa sekarang Mommy nya menangis.


"Mom, mommy kenapa? ada apa?"


"Nana sama Ais Hikss... hikss."


"Mom, mommy yang tenang tarik nafas lalu katakan dengan tenang apa yang sebenarnya terjadi."


"Tadi hiks,, tadi Pak Toni pulang dengan keadaan yang tao baik, dia di pukul seseorang dari belakang saat hendak membenarkan mobil Nana yang mogok, lalu dia jatuh pingsan dan hikss,, dia tersadar saat sudah berada di rumah sakit, hiksss... lalu Nana dan Ais Hikss Bang hiksss mereka sudah ngga ada di situ hikss dan kemungkinan mereka di culik Bang hiks..."


Al berdiri dengan tangan yang bergetar


"APA MOM!! DI CULIK? NGGA MUNGKIN MOM MEREKA TADI BILANG SAMA AL KALAU MEREKA BAKALAN PULANG KE RUMAH."


"Bang tolong hikss bawa Nana dan Ais pulang ca ri me re ka."


"Mom, Mommy, Mom Hallo."


"Bang, lebih baik Abang Cepat cari Nana, Daddy juga sudah menyuruh seluruh Anak buag Daddy untuk mencari Nana dan Ais, dan tolong minta tolong ke teman teman Abang yah."


"Mommy mana Dad, Mommy Mana??"


Al sungguh khawatir, untuk pertama kalinya Reno dan Demian melihat Al menangis dan tampak frustasi.


"Mom pingsan Bang, dan Tante Aleen juga, Dad tutup yah Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Reno dan Demian menghampiri Al lalu memengang bahunya Al melirik kedua temannya.


"Nana dan Ais di culik." Lirih Al hampir tak terdengar.


"Kita cari sekarang, gue yakin mereka ngga akan jauh dari kota ini." Ucap Reno.


"Okey, Sekarang kita minta tolong sama teman teman untuk ikut bantu juga." Usul Demian.


Al benar banar di buat frustasi, dia dan kedua temannya berpencar untuk mencari keberadaan Ais dan Nana. Handphone mereka tidak aktif itu membuat Dua keluarga di buat khawatir dan takut.


Fay dan Zel yang mendengar berita ini juga terkejut mereka langsung memutuskan untuk menuju ke Rumah Nana mereka yakin bahwa Gina dan Aleen sangat terpuruk dengan kejadian ini.


_o0o_


Di sebuah Gedung gelap, sangat gelap dua gadis berseragam SMA itu duduk dengan posisi saling membelakangi kedua tangan mereka di ikat, Air mata mereka tak henti-hentinya mengalir mewakili hatinya yang betapa takut dan sakitnya keadaan seperti ini.


Ais sangat khawatir dengan kondisi Nana, sedari tadi dia terus berusaha menyadarkan Nana tapi hasilnya nihil dia sama sekali tak bangun.


"Na!! Hiks gue mohon lo bangun." Ujar Ais sambil menangis, dia sangat takut dengan ruangan yang kosong dan sangat gelap..


"OII!!! KELUARIN KITA HIKS!!!." Teriak Ais.


Perlahan mata Nana membuka dia memperhatikan sekelilingnya, Air matanya tiba tiba mengalir membasahi pipinya. Tubuhnya sudah sangat Lemas untuk di gerakan, Dia mendegar suara isakan seseorang Nana menoleh melirik Ais tangan tengan menangis, dia menyadarkan kepalanya si kepala Ais.


"Ais." Lirih Nana kecil namun masih terdengar oleh Ais.


"Na!! lo baik baik aja kan?" Tanya Ais khawatir, namun dia juga senang ketika mendengar suara Nana.


"Gw baik baik aja kok, Kita di mana?" Tanya Nana memperhatikan sekelilingnya.


Ais tersenyum getir, dia kembali terisak " Gue ga tau Na Hikss,, gue sangat takut hiksss."


Nana memejamkan matanya kuat, dia sangat takut dan dia harap seseorang bisa menemukan keberadaan nya sekarang.


Seseorang datang dari Ambang pintu, terlihat samar samar oleh Ais dan Nana dua sosok pria bertubuh besar menghampiri nya, mereka mencekram kuat tangan satu saka lain yang di ikat kebelakang itu.


"Hai Cantik!! kalian sudah bangun." Ujar Salah Satu Pria bertato bunga itu. Toto.


"LEPAS KITA!! KALIAN GA BERHAK UNTUK MELAKUKAN INI KE KITA HIKSSS... EMANG KITA SALAH APA HIKSSS." Teriak Ais dengan air mata yang terus mengalir.


"Lepasin? Hahaha dasar cewe bodoh!! kalian pikir kita ngelakuin ini kemauan kita gitu? ini tuh Bisnis Sayang." Ucap Pria satunya lagi yang menggunakan topi. Gagan.


"what business ? bisnis kok maksiat." Pekik Nana sambil tersenyum.


"Wahhh Anak ustadz nih kayaknya, pintar ceramah." Ucap Toto menatap Nana dengan cepat Nana memejamkan kedua matanya.


"LEPASIN KITA HIKS!!! DASAR UDAH BOTAK TUA GA ADA OTAK!!!." Teriak Ais kembali.


"KALIAN AKAN MENYESAL MELAKUKAN INI SEMUA!!!." Teriaknya lagi.

__ADS_1


__ADS_2