Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 42 : Surat Al-Alaq dan kembali nya kamu


__ADS_3

"KALIAN GA BOLEH MEMISAHKAN KU DENGAN SYASYA DIA PEREMPUAN YANG SELAMA INI AKU CARI!!! JANGAN ADA YANG MENGAMBIL DIA!!!." Teriak Bang Al, Aku benar benar sedih melihat ini semua.


"Sya, Please open your eyes.." lirihnya mengecup kembali kening Ais.


_______________


Memang benar cinta tidak akan membuat dunia berputar tetapi cinta yang berputar di dunia bisa membuat perjalanan di dunia sangat berharga.


-Aldio Putra Syam Pratama-


Suasana masih benar benar mencekam, mereka tidak menyangka bahwa Ais bakalan pergi lebih dulu meninggalkan dunia ini.


Aleen masih saja meronta dan mencium kening putri sulungnya dengan mata sembab dan tenaga yang benar benar lemah. Dia memeluk tubuh Ais, dia tidak menyangka. Beberapa kali Aleen menguncangkan tubuh anaknya.


"AIS, MAMI MOHON BERTAHAN KAMU NGGA BOLEH MENINGGALKAN KITA, LIHAT SEKARANG? BABY AB SUDAH BISA MENYEBUTMU NUNA, BUKANKAH ITU YANG KAMU MAU." Tagis pilu Aleen yang memeluk tubuh Ais.


Memang benar Ais ingun di sebut Nuna oleh Baby Ab, bahasa korea yang berarti kaka perempuan.


Sihab memeluk erat tubuh istrinya, dia sangat mengerti apa yang di rasakan oleh semua orang saat ini. dia juga sama merasakan sakit, sedih kehilangan tapi dia tidak ingin menunjukkan kelemahan nya dia harus menjadi sosok penyemangat bagi mereka.


Aldio berjalan lemas ke arah Ais dia memegang tangan Ais dan mencium nya menatap wajah pucat Ais dengan mata yang berlinang air mata.


"Ku mohon kembali, kamu tidak ingat perjanjian kita waktu itu, kamu ingin kan aku menjadi imam mu nanti. maka aku akan kabulkan itu tapi ku mohon bangun Sya, bangun kamu harus bangun." Lirih Al mengelus lembut kening Ais.


"Liat mereka? teman, sahabat, Tante Gina dan Om Aidan serta kedua orang tua mu, mereka amat terpuruk. sungguh tega kah kau membiarkan mereka seperti ini? ku mohon bangun SyaSya.."


"Owh aku tau kamu mau aku bacakan surat Al - Alaq pertama yang aku ajarkan aku kepadamu?.. oke sekarang aku akan bacakan itu, tapi ada syaratnya kamu harus berjanji sesudah itu kamu harus bangun yahh ..."


Al terus mengajak Ais berbicara, semua orang sedih melihat adegan itu. mereka sangat sangat tidak menyangka Al yang berwatak dingin kini menjadi sosok penyayang bagi gadis itu.


"Bang hiks.. Ais sudah ngga ada... hikss Abang jangan kaya gini." Ucap Nana yang berada di dekapan Rama.


Fay yang lemas lebih memilih duduk di temani oleh Reno sedangkan Zel dia gadis itu masih menangis di pelukan Demian. mereka semua sedih atas kepergian sahabat nya itu.


Al meraih tangan Ais dan...


اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ


Iqra` bismi rabbikallażī khalaq


Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,


خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ - ٢


Khalaqal-insāna min 'alaq


Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.


Iqra` wa rabbukal-akram


Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,


الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ - ٤


Allażī 'allama bil-qalam


Yang mengajar (manusia) dengan pena.


عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ - ٥


'Allamal-insāna mā lam ya'lam


 


............


 

__ADS_1


Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.


Al masih menggenggam tangan Ais dan mencium nya semua orang merasa haru melihat ini. Begitu juga dengan Dokter Ervan dan para perawat yang ikut menitikkan Air mata, Tanpa mereka sadar sosok yang terbaring lemah itu mengeluarkan Air mata di ujur matanya yang tertutup.


"Kamu ngga boleh kesitu, kamu harus pulang bersama ku."


"Tapi kaka Adio aku mau kecanah, aku cudah bosan belada di dunia dan aku cape halus mengejar mu telus."


"Ngga boleh!! kamu harus pulang, kamu harus pulang Syasya di dunia banyak yang sayang pada mu sekarang mereka sangat terpuruk oleh itu."


"Ngga aku ngga mau pulang!!."


"Ngga boleh Sya,, ku mohon.. Demi Aku, Sahabat Sahabat mu."


"Okey, api aku ada satu pelmintaan, boleh?"


Pria kecil itu mengangguk "Boleh, asalkan kamu ngga boleh jalan terus kecahaya itu.."


"Yeay, aku ngga akan kecanah dan permintaanku tolong bacakan surat yang pertama kali kaka ajalkan ke aku."


"Baik dengar baik baik yah, udah ini kamu pulang oke aku akan sangat bahagia."


"Iya caca bawel deh."


"Heheh."


اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ


Iqra` bismi rabbikallażī khalaq


Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,


خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ - ٢


Khalaqal-insāna min 'alaq


Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.


Iqra` wa rabbukal-akram


Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,


الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ - ٤


Allażī 'allama bil-qalam


Yang mengajar (manusia) dengan pena.


عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ - ٥


'Allamal-insāna mā lam ya'lam


Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.


.............


"Kaka kenapa sih ajalin aku surat itu."


"Karena surat Al - Alaq ini adalah surat yang pertama kali di turunkan."


"Owhh gitu oke."


Mereka masih belum sadar tangan Ais yang berada di genggam Al bergerak. Al masih setia memejamkan matanya mencium tangan Ais.


"Ka..."


Suara itu berhasil membuat semua orang menoleh ke arahnya itu, mereka saling berpandangan menemukan di mana suara itu berasal.

__ADS_1


"Siapa itu tadi?" Tanya Zel menatap Demian.


"Mungkin perasaan kalian aja." Ucap Demian.


Kelopak mata yang sudah lama tertutup itu kini perlahan membuka dengan sedikit celah dia dapat melihat samar samar wajah semua orang, kini tatapannya tertuju pada sosok pria dingin yang selalu dia incar.


"Kak Al..." lirihnya lagi Al tersadar akan itu dengan cepat dia membuka matanya melihat gadis berjilbab itu tersenyum tipis ke arahnya.


"Sya hikss..ka, kamu kembali.. hiksss.." Tangis Al pecah dia langsung mendekap tubuh Ais dengan erat.


"Kamu ngga boleh pergi lagi, ngga boleh!." Al mengeraikan pelukkannya, dia tersenyum kesemua orang yang berada di sana


Semua orang membeku ketika menyadari bahwa Ais kembali, Aleen menangis dan berlari memeluk putri sulungnya.


"Hiks.. mami sangat bahagia nak hiks...kamu ngga boleh tidur terlalu lama lagi hiks..." Aleen mengecup lembut kening sang Putri.


"Sungguh keajaiban yang luar biasa." Dokter Ervan tak menyangka bahwa Ais akan kembali, tapi dia sangat bahagia melihat itu semua.


"AIS!!!!!." Teriak ketiga cewe itu, mereka berhamburan memeluk tubuh Ais.


"Lo jahat!! lo jahat tau ga?? lo udah bikin air mata gue yang mahal ini turun." Celetuk Zel membuat semua orang terkekeh.


"DAN LO BENER BENER GILA!! LO GA CAPE APA? TIDUR LAMA BENER!! LO BERUSAHA MENGHINDAR DARI GUE HA??!!!" Ucap Nana kembali memeluk tubuh Ais.


"LO TAU? HATI GUEE TUH SAKIT BANGET LIAT LO KAYA GINI!!! TAPI GUE JUGA BERUNTUNG SIH KARENA ADA SESEORANG YANG SELALU MEMELUK GUE HEHE!!!." Ujar Fay.


Mereka berpelukan kembali, setelah itu Dokter Ervan kembali memeriksa keadaan Ais. setelah selesai Ais di nyatakan bebas dari koma hanya fisiknya yang lemah harus banyak lagi istirahat.


"Mami, Papi..." lirih gadis itu menatap kedua orangtuanya.


"Iya sayang? kamu kenapa? ada yang sakit?" Tanya Sihab, Ais Menggeleng pelan lalu tersenyum.


"Maafin Ais membuat kalian khawatir."


"Ngga sayang, udah jangan terlalu banyak bicara istirahatlah dulu." Ucap Aleen sambil mengelus lembut kepala Ais.


Sihab dan Aleen tidak ingin meninggalkan putrinya mereka sama sekali belum keluar dari ruangan itu setelah Ais tersadar. Baby Ab terpaksa harus mereka titipkan kepada Omah Alya (Nenek Ais).


Tiba tiba seseorang membuka knop pintu dan masuk dengan nampan yang berisi bubur serta obat untuk Ais.


Pria tampan, yang di juluki manusia es itu kini tersenyum lebar. Ais memandang nya kagum tapi dia juga masih marah dan kesal dengan Al.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam Al, kamu ngga pulang sayang?" Ucap Aleen tersenyum hangat.


"Ngga Kok Tan, Al masih pengen di sini dann Om dan Tante pasti lelah.. kalian pulang lah dulu biar Al yang menemani Syasya di sini." Ucap Al.


Ais tertegun mendengar Al menyebutnya Syasya, apa kah dia sudah tau semuanya? pikir Ais.


"Tap--."


"Sttt, udah deh Tan Ais aman kok sama Al jadi lebih baik Tante sama Om jemput Baby Ab aja kasian dia udah lama juga kan."


Aleen dan Sihhab saling menatap dan tersenyum "Baiklah kami pulang, Om titip Ais yah suruh dia makan dan minum obat. Sayang Papi sama Mami pulang dulu yah kamu baik baik loh jangan nakal." Ujar Sihhab


keduanya saling berpamitan, Ais masih menatap lurus kedepan jika jujur kini hatinya telah berbungga bungga tapi dengan sebisa mungkin dia menetralkan wajahnya.


Al yang melihat itu terkekeh kecil melihat wajah Ais yang menggemaskan, Ais memincingkan mata lalu mendengus kesal "Kenapa ketawa ga ada yanv lucu!!!." Ketus Ais membuang muka.


"HAHAH! kamu kalau mau senyum yah senyum aja ga usah di tahan tahan gitu hahah udah kaya nahan buang angin aja.." Tawa Al pecah begitu saja, Ais semakin kesal dia melempar bantal ke arahnya dengan cepat Al menangkapnya.


"Berisik lo, jiji gue ngomong pake Aku Kamu."


"Bukannya suka yahh?"


Ais kembali menetralkan wajahnya "Terserah, dan bukannya kak Al benci sama Ais kan?? Ngapain di sini pake nangis nangis aja kemarin." Ketus Ais.

__ADS_1


__ADS_2