
Dua hari berada di negara asing membuat beberapa kenangan indah yang sayang untuk di tinggalkan. hari ini adalah hari terakhir mereka di London tentu saja Ab sebagai kepala keluarga ingin membahagiakan istri dan kedua anaknya.
Hari ini mereka akan berjalan jalan mengelilingi Manchester city London untuk menikmati hari terakhir mereka di sini. Nata yang sedih tak bisa ikut karena ia sudah lebih dulu pulang ke tanah air.
"Sayang, kita kemana dulu hari ini?" Tanya Ab kepada sang istri yang duduk di samping nya itu.
"Ikuti mobil anak kita." Jawabnya sambil menunjuk mobil hitam Lamborghini milik Reval dengan dagunya dan sambil melirik sekilas Ab.
"Oke sayang."
Reva yang duduk di bangku belakang lebih memilih memainkan gadgetnya. Mereka sekarang berada di dalam mobil. Mobil Reval dan Ab memang berbeda karena Reval yakin kedua temannya tidak akan bisa diam jika sudah bersatu.
Seperti sekarang ini Reval dan kedua sahabatnya berada di dalam mobil yang tentu tidak sehening mobil yang di tumpangi Ab dan Anita. Andri yang duduk di samping Reval asik bernyanyi menghiraukan semua orang yang ada di situ, Iqbal? dia memilih duduk di belakang yang sekarang tengah asik berbicara dengan kamera nya dan Reval? tentu saja ia fokus kedepan dan memegang setir mobil nya.
Sesekali Reval yang tengah mengemudi mobil itu terkekeh melihat tingkah kedua sahabatnya yang absurd.
"Kau adalah yang terindah..."
"HAII!!! GUYSSS WELCOME TO MY YOUTUBE CHANNEL , SOO KEMBALI LAGI DENGAN GUE PRIA TAMPAN SEJAGAT RAYA, KALI INI GUE LAGI ADA DI MANCHESTER CITY LONDON GUYSS.... HUUUUUUU."
"Yang membuat hatiku tenang..."
"UWUUHHHH, KALIAN TAU GA SIH GUE DI SINI LAGI BARENG KEDUA SAHABAT GUE YANG GANTENG NYA TAK PANTAS DIBANDINGIN DENGAN GUE... HARI INI HATI GUE LAGI TENANG NIHH GA ADA PANAS PANAS NYA NGGA TAU KALAU NANTI WKWKW!."
"Kau Cintai Ak---."
"WAHHHHH GUYSS DI SUASANA SERU BANGETTT SUMPAH ASLI!! GUE GA BOHONG GUYS!."
Bugh..
Sebuah botoh aqua melayang tepat di kepala si pria pemegang kamera itu,
"Lo bisa diem ga sih!! gue lagi nyanyi nihh ganggu aja lo!." Ujar Andri yang merasa nyanyiannya terganggu.
"Eh elo lah yang diem! gue lagi vlog juga main nyanyi nyanyi aja?! berisik tau." Pekik Iqbal tak terima.
"Ehhh bodoh! lo gila yah?! lo kan yang duluan dasar!!." Sahut Andri kesal sambil melirik ke arah Iqbal.
"Iya lo lah!!! lo kan nyanyi nyanyi ga jelas kaya suara lo bagus aja!! suara mirip kucing kejepit juga banggga!!." Pekik Iqbal yang masih tak mau kalah.
Reval tertawa melihat perdebatan kedua sahabatnya itu.
"Masih mending gue suara jelek juga bisa nyanyi, lah lo? udah ga bisa nyanyi di tambah Gila!!."
Iqbal mentoyor kepala Andri ke depan "Lo lah yang gila gue mah kagak!!."
"Iya lo lah!! lo mah kamera juga di ajak ngomong jelas jelas itu benda ngga bisa ngomong!! masihhh aja di ajak ngomong gila kan?" Ujar Andri yanh bodohnya di angguki oleh Iqbal.
"Ehhh kok gue ga nyadar yah? jadi selama iniii Gue?." Ucap Iqbal sembari menunjuk dirinya sendiri
Andri dan Reval saling pandang "GILA!!." Ucap mereka serentak diiringi dengan kekehan keras.
"KAMPRET KALIAN!!."
Mobil yang Lamborghini milik Reval itu berhenti di sebuah mall besar yang di ikuti oleh mobil Ab dan Anita. mereka turun dari mobil membuat seluruh orang yang sedang berlalu lalang memperhatikan nya dengan kagum. mereka masuk kedalam mall membuat semua perhatian tertuju pada Reval, yakk kali ini semua mengangumi Pria Tampan yang berasal dari Indonesia itu.
Ab dan Anita yang melihat itu hanya menggeleng pelan, itu sudah biasa bagi mereka.
'*PARAHH GANTENG BANGET!!.'
'OMAYGADD!! GUE MELELEH NIHH.'
'TAMPAN SEKALI PRIA INDONESIA ITU.'
"HATI GUE CENAT CENUT INI OIII*.'
Kisrah kisruh itu terus terdengar oleh pria yang tengah menjadi pusat perhatian itu namun ia tetap acuh, toh ga ada masalah nya juga kan.
"Ndaa..Ndaa.. Reva mau ke canah!." Ujar Reva menunjuk sebuah taman kanak-kanak yang ada di dalam mall ini.
"Sayang, ntar dulu yah Ayah lapar nihh." Timbal Ab sambil memegang perutnya dan memasang wajah melas nya.
Reva nampak berfikir lalu mengangguk dan tersenyum. Reval tau adiknya ingin bermain namun ia juga tak ingin membuat Ayahnya itu repot. maka dari itu Reval berjalan ke arah Anita dan mengambil alih Reva yang berada di gendongan Anita.
"Bunda dan Ayah makan aja duluan, Biar aku, Iqbal dan Andri yang mengajak Reva bermain." Ucap Reval sambil tersenyum dan mencium pipi chubby Reva.
"Tapi kan kal--."
"Udah lah Tante Bunda dan Om Ayah mendingan kalian makan aja duluan nikmati liburan ini oke. Romantis romantisan kaya anak Muda Bun, Soal Reva kita bakalan urus dia oke." Sahut Andri yang memotong ucapan Anita.
__ADS_1
Iqbal dan Andri memang sudah sangat dekat dengan Ab dan Anita sehingga tak jarang jika mereka berdua menyebut Keduanya sebagai Ayah dan Bunda. Mereka yang di sebut pun tidak keberatan toh mereka juga menyukai sahabat dari anaknya itu.
"Iya Bun, Yah mendingan kalian pergi duluan, nanti kita ketemuan lagi." Timbal Iqbal yang berjalan dan merangkul Andri.
Anita dan Ab tersenyum ke arah mereka. lalu mengangguk dan pergi memilih makan terlebih dahulu untuk mengisi perutnya yang lapar.
Reval dan kedua sahabatnya mengikuti semua keinginan Reva, mereka kini berada di taman bermain kanak-kanak yang ada di sini.
"Kaka Reva ingin ke canah!." Rengek Reva sambil menunjuk permainan berhantu.
"No! ngga Reva, itu ada hantunya." Ujar Reval sambil berjongkok menyamakan tinggi badan nya dengan Reva.
Andri dan Iqbal saling memandang lalu memandang permainan yang Reva tunjuk dengan gugup ia menelan Silva nya dengan kasar.
"Reva ngga takut kaka!!." Ucapnya sambil menunjuk deretan giginya.
Reval memandang Kedua sahabatnya mereka menggeleng pelan "Giamna lagi Val." Andri mengangkat bahunya.
"Ya udah ayo!." Ajak Reval.
Kini mereka tengah mengantri untuk mengambil tiket, Iqbal daj Andri tak henti hentinya berkomat kamit rasa takut menghantui nya.
"Ndri Serius ini?" Tanya Iqbal setengah berbisik dengan tangan gemetar yang sedang di pasangkan gelang permainan yang di kasih tadi saat mereka mengantri.
"Gue ga tau nih!! Gue udah ga tahan banget!." Jawab Iqbal sambil menunjuk ke bawah melihat kakinya yang bergetar.
Iqbal dan Andri memang Badboy di sekolah, namun jika sudah berurusan dengan yang seram dan berbau hantu mereka akan kalah rasa takut menyelimuti mereka.
Reval yang sedari tadi memperhatikan kedua sahabatnya, hanya menggeleng dan terkekeh.
"Santai aja bro!."
"Kaka!! Kaka kok kalian bengong?" Tanya polos Reva yang melihat ketiga pemuda itu bengong membuat mereka saling menatap dan menggeleng cepat.
"Ngga kok hehe! kakanya pada takut." Ucap Reval sambil mengacak rambut Reva gemas.
Mereka sudah masuk dan duduk di kereta yang akan membawanya memasuki gua hantu. Reval yang menaruh tubuh Reva di pangkuan nya, sedang kan Iqbal dan Andri duduk di bangku belakang.
Tak lama kereta berjalan dengan perlahan memasuki gua, teriakan para penumpang Mulai terdengar membuat suasana semakin mencekam. Iqbal dan Andri tak henti-hentinya menuntup mata dan berjerit, Reval yang merasa biasa aja memeluk erat Reva, sedangkan bocah ini? sudah pasti tertawa puas.
Berbagai hantu buatan membuat para penumpang ketakutan, seperti sekarang Andri dan Iqbal terus menjerit dan mengucapkan hal hal konyol.
"ASTAGHFIRULLAH MAMA MAMI UMI ABI TOLING!!!!."
"YA ALLAH ITU TUYUL NGAPAIN? EH BOCAH BOTAK LO NGGA MALU APA TELANJANG GITU?."
"EHHHH KUNTILANAK ITU RAMBUT LO APA GULALI AHHH?!!!."
"RAMBUT OGEB!!"
"ASTAGHFIRULLAH DI SIN ADA SUSTER NGAPAIN SIH? DOKTER NYA MANA SUS?!!"
"HUAAA!!! LO KAMPRET DIEM DEH!! ITU SUSTER NGESOT OGEB!!."
"OWHHH GUE LUPA MAMAAAA PAAPAAA IQBAL GA TAHAN!!."
"WUAHHHHH ITU GENDEROWO MIRIP BANEGT SI REVAL!!!."
Teriak kedua temannya membuat Reval semakin tertawa puas, Reva pun sama yang melihat wajah panik para teman teman kakanya itu.
"HOSHH..HOSHH..Gue ga mau lagi balik ke situ!!." Ucap Iqbal dengan nafas yang tak beraturan.
Andri mengangguk setuju " Bener!! untung jantung gue ga ketinggalan di sana!!." Ucapnya sambil memegang kedua lututnya.
"Itu bocah Antimenstrim banget parah!!." Ujar Iqbal yang melirik Reva tengah tertawa itu
"Maafin Reva yah Kaka." Reva mendongak melihat kedua pria tampan itu.
Reval terkekeh melihat wajah Iqbal dan Andri " Payahhh banget lo berdua!." Pekik Reval lalu menggendong Reva dan berjalan meninggalkan mereka berdua.
"OII KAMPRET BANGET SIH LO!!."
"GILA EMANG MEREKA!!."
Di tempat yang sama dua orang gadis cantik tengah berjalan beriringan, kadang kadang mereka terkekeh pelan akan lelucon yang mereka buat. Para pengunjung tak henti hentinya memperhatikan keduanya yang tampak terlihat sangat cantik dan lucu.
Yah, Hari ini Nana dan Ais berencana pergi ke mall besar yang ada di Manchester city London ini, Nana yang awalnya mengajak semua temannya namun semua berhalangan kecuali teman berhijab nya itu. Ais lah yang bersama Nana kali ini, Fay dan Zel ada urusan keluarga sehingga tak bisa ikut kumpulan hari ini, Rama? dia malas katanya.
Mereka berjalan berdua menghiraukan semua tatapan para mengunjung yang di situ. Nana yang termasuk selebgram terkenal membuatnya selalu di pandangi oleh orang orang sekitar.
__ADS_1
"*WAHHH ITU KAN SELEBGRAM YANG LAGI TENAR ITU?"
"BENER BANGET!! CANTIK YAH."
"SANGAT CANTIK MEREKA."
"ITU SAHABAT NYA YANG SUKA DIA POST YAH?"
"BENAR! TERNYATA GA KALAH CANTIKK NYA*!."
Nana tersenyum puas mendengar nya, ia sangat senang ternyata banyak sekali orang yang menyukai nya. menurut orang Nana dan Ais terlihat sempurna hari ini padahal Nana yang hanya menggunakan switer rajut coklat di padukan dengan rok pendek senada miliknya, dan Ais yang menggunakan terusan dan hijab hitamnya berhasil membuat semua para pengunjung takjub akan kencantikan keduanya.
"Na!." Ucap Ais sambil berjalan di samping Nana.
"hmm."
"Makan yu laper nih." Rengek Ais sambil memegang perutnya.
Nana menatap Ais dari samping "Nanti deh, sekarang gue pengen ke sana dulu." Nana menunjuk sebuah taman kanak-kanak.
"Ngapain sihh? kek bocah aja." Ujar Ais sambil memutar bola matanya jengah.
"Biarin lah sekalian Refreshing, bentar lagi kan Ulangan jadi ga apa apa dong main main dulu dan lagian gue kalau sama Bang Al selalu datang ke sini." Jelas Nana sambil berjalan ke arah taman kanak-kanak itu.
Ais yang hanya pasrah mengikuti keinginan sahabat tercinta nya ini " Terserah lo deh!."
Nana dan Ais sampai di sana lalu mengantri untuk membeli kartu serta saldo untuk mereka bermain. Seketika mata Ais membulat tak percaya, ini adalah hal baru baginya setelah lama ia tak pernah berkunjung ke tempat bermain kanak-kanak ini.
"Wahhhhh banyak yang berubah yahh." Mata Ais berbinar melihat sekelilingnya.
"Hmm, makanya jangan main nolak dulu, ayo ah!." Nana menarik tangan Ais menuju salah satu permainan yang sangat ia sukai.
Sekarang mereka berdua sudah berdiri di salah satu permainan yaitu Roller coaster, permainan kereta yang akan membawa kita dalam keseruan. Ais bingung kenapa Nana membawanya ke sini ia melirik Nana dengan bingung.
"Ngapain kita ke sini Na?" Tanya Ais sambil melirik Nana.
Nana menoleh dan tersenyum "Tidur!, iya naik lah masa iya kita mau tidur Aissss!!" Ucap Nana geram.
Seketika Ais membulatkan matanya lalu menggeleng "Ngga Na! lo gila?! ini bahaya buat lo!." Ujar Ais sambil memegang satu tangan Nana.
Nana tersenyum ia tahu Sahabatnya ini mengkhawatirkan nya namun ia sunggu ingin bermain Roller coaster ini.
"Ga apa apa kok! lo tenang aja!." Ucap Ais meyakinkan lalu menarik tangan Ais menuju penjaga permainan ini.
"Na lo serius? kita belum makan loh!." Ucap Ais gusar.
Kini permainan di mulai Nana menikmati permainan ini dengan melebarkan kedua tangannya berjerit senang berbeda dengan Ais yang tak henti-hentinya ber Istighfar begitu pun dengan penumpang yang lain merasakan takut dan nikmat juga sih.
"ASTAGHFIRULLAH MAMA, PAPA DO'AIN AISS MAMA..."
"HAHAA!!"
"ADIK KECIL KAKCAN JANGAN GEDE DULU YAKK!!! TUNGGU KAKA OHHH!."
Tiga putaran sudah mereka bermain kini wajah ceria Nana berubah menjadi wajah pucatnya, tak lagi semangat dan berteriak ia hanya diam dengan kedua tangan di taruh di dadanya. Ais yang melihat itu merasa khawatir ingin segera permainan ini berakhir.
Hingga Roller coaster ini berhenti satu persatu penumpang turun, namun Nana dan Ais masih duduk di tempat, Ais yang beristighfar dan Nana yang lemas. Ais melirik Nana yang sudah berubah menjadi pucat, Ia kasian dan khawatir pada Sahabatnya ini
"Na! Ayo Turun gue bantu yah." Ais memapah Nana menuju kursi terdekat yang ada di situ.
"Gue bilang apa Na? lo ngeyel sih ah? tapi sekarang lo ngga apa apa kan? pusing? mual ? kita pulang aja yuk." Cerocos Ais sambil menyodorkan botol Aqua dan memberika obat milik Nana.
Nana menerima Aqua dari Ais lalu tersenyum "Udah belum ngomelnya? cerewet banget sih!." Ketusnya dengan nada lemah.
'Ini anak lagi kek gini aja bisa galak! untung temen kalau bukan gue tonjok sekarang tuh muka!'. Batin Ais kesal.
"Jangan ngomongin gue yang ngga ngga deh." Sahut Nana sebelum meminum obatnya. Ais tersenyum kikuk ke arahnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Cukup lama mereka beristirahat melihat wajah Nana yang sudah tak pucat lagi membuat Ais bernafas lega, untung obatnya selalu Nana bawa jadi ketika kambuh di waktu yang tidak tepat seperti sekarang ini ada obatnya dan tak perlu terlalu khawatir.
"Ayo makan Na! gue udah laper banget nih." Ajak Ais sambil beranjak berdiri.
Nana ikut berdiri Lalu menggenggam tangan Ais "Makasih yah, lo selalu ada di saat gue kaya gini." Ujar Nana tulus
Ais memeluk nya Erat lalu menatap Nana "Udah kewajiban gue Na, seharusnya gue yang berterima kasih karena selama ini lo udah sabar ngandepin sikap gue Na!."
Nana tersenyum ia sangat bahagia memiliki sahabat yang sayang padanya, meskipun di antara mereka selalu aja ada yang membuat Nana kesal, tapi itu adalah cara mereka untuk menghibur Nana. ia tahu semuanya.
"Oke ya udah kita makan yuk, jangan sedih sedihan dong!." Ajak Ais lagi lagi Nana tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
"Ay-- REVA!!!."
"KAKA CANTIK!!."