Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 47 : Rama Pergi


__ADS_3

Dalam hidup ini, merelakan adalah sesuatu yang amat sulit untuk kita lakukan. Rela sangat erat kaitannya dengan sesuatu yang berharga yang akan hilang di kehidupan kita, sekarang ataupun nanti. Misalnya karena seseorang seperti, teman, sahabat, keluarga, hingga pacar dan pasangan. Orang-orang yang sangat berharga ini mau tidak mau harus kita relakan untuk pergi meninggalkan kita.


Ada "kata kata merelakan” yang mengatakan “Jika ada pertemuan pasti ada perpisahaan”. Makna dari “kata kata merelakan” itu adalah tak selamanya seseorang itu berada disisi kita, cepat atau lambat seseorang yang sangat kita cintai dan sayangi pasti akan meninggalkan kita.


Sama seperti keadaan sosok gadis cantik itu sejak kejadian tadi malam dia masih setia diam di dalam kamarnya, berkali kali Gina, Aidan dan Al mengetuk bahkan membujuknya untuk keluar. Nana sudah terlanjur sakit, kecewa dan sedih, sakit karena dia harus kehilangan untuk kedua kalinya, kecewa karena Rama tidak memberi tahunya lebih awal dan sedih ketika dia harus menerima kenyataan yang benar benar membawa nya kepada masa lalu.


Semua orang di landa kekhawatiran, kecemasan akan sikap Nana. seharusnya di hari libur ini mereka menghabiskan waktunya untuk bersenang senang namun tidak bagi mereka yang sedih akan kepergian Rama nanti dan Kekhawatiran terhadap Nana.


"Nana masih belum mau keluar kamar, Sayang." Ucap Al kepada tunangan nya yang baru datang itu.


"Ya Allah, apa yang harus kita lakukan." Ais yang cemas mengigit ujung kuku tangannya.


"Al, gue jemput dulu Fay dia udah nunggu gue." Ucap Reno yang di angguki Al.


"Gue juga, Zel udah nelepon gue nih dia juga sama cemasnya." Ucap Demian sambil mengambil kunci motor nya.


"TANTE!!." Teriak Ais dia berlari dan memeluk tubuh Gina yang bergetar.


"Ais hiks,, Nana ngga mau keluar kamar hikss bagaimana hikss Tante ga tahan melihat nya seperti ini hikss.." Tangis Gina pecah ketika Ais memeluk nya.


Begitu pun dengan Ais, dia tak kuasa melihat sahabatnya Seperti ini.


"Tante udah yah jangan nangis terus nanti tante sakit, Ais akan coba ke atas buat membujuk Nana mungkin saja dia mau keluar dan berbicara." Ucap Ais menghapus air mata Gina dengan ibu jarinya.


Gina mengangguk, Ais menatap Al dan dia mengerti akan hal itu.


"Aku temenin yah." Ujar Al yang mendapat gelengan dari Ais.


"Ngga usah, Bee di sini aja jangain Tante Gina."


"Al kamu ikut saja sama Ais, Mommy ada Daddy di sini kalian ngga usah khawatir." Ucap Aidan.


Ais dan Al sudah sampai tepat di kamar Nana, Ais memegang tangan Al seraya menyakinkan.


"Bee tunggu di sini aja yah." Ucap Ais yang di angguki oleh Al.


Tok tok tok!!.

__ADS_1


"Naa,,, ini gue Ais buka dong pintunya gue kangen nihh." Ucap Ais mencoba bersikap seperti biasa.


"NA,, AYO DONG GUE MAU CURHAT NIH!! MASA IYA KAK AL BERUBAH JADI MANUSIA ES LAGI KESEL KAN GUE!! BUKA DONG NA!!." Teriak Ais ngasal, Al terkekeh mendengarnya.


Kondisi kamar yang benar benar gelap tak ada cahaya, seorang gadis menekuk lututnya dan melipat kedua tangannya di atas lutut menjadi bantalan untuk menenggelamkan wajahnya.


Dia membuka matanya ketika mendengar suara milik seseorang yang sangat dia kenal, jujur dia butuh seseorang saat ini dan hanya Ais lah yang sekarang dia ingin temukan. tangannya mencari remot yang otomatis terhubung dengan pintu kamarnya.


Dia menekan power on seketika kunci pintu terbuka. Ais yang dari luar mendengar suara itu langsung tersenyum kepada Al, dia membuka pintu dan memperhatikan sekelilingnya tangannya meraba raba dinding Nana untuk menyalakan lampu.


Seketika lampu menyala, dia terkejut dengan keadaan Nana yang benar benar berantakan, kamar yang biasanya tertata rapi kini benar-benar berantakan baju baju berserakan, buku buku yang seharusnya terpajang rapi kini berada di mana mana. Matanya tertuju pada sosok gadis yang duduk di tepi ranjang dengan keadaan yang benar benar berantakan.


"Nana,,," Panggil Ais, Nana menonggak air matanya kembali turun.


Ais berlari dan memeluknya "Lo ngga boleh gini Na hiks!! ga boleh!!." Ais menangis melihat keadaan Nana.


"Ais hiks.. gue-- gue ga kuat kalau harus kehilangan Rama gue hiks gue serasa kembali kemasa lalu gue hiks dulu hiks."


"Nana please, lo ngga boleh kaya gini! kasia Keluarga lo mereka semua khawatir terhadap lo hikss, lo mau bikin gue jantungan apa hikss."


"Tapi lo ngga bakalan ngerti apa yang gue rasain sekarang hiks, kalian ngga akan hikss,, ngga akan pernah ngerti dan hiks,, Gue ga mau kehilangan nya lagi Hikss gue ga mauuu!!!"


"Aiss gue gue ingin ketemu Rama sekarang sebelum dia pergi hikss." Ucap Nana menatap Ais, Ais tersenyum lalu mengangguk.


"Kita pergi bareng bareng yah."


"NANA!!!!" Teriak dua gadis cantik berlari ke arah Ais dan Nana mereka memeluk sahabatnya itu.


"Lo baik baik aja kan Na? Lo ngga boleh kaya gini yah!! gue sedih liatnya." Ujar Fay di sela pelukkannya.


"Iya Na! lo tuh harus kuat, karena Beberapa orang pergi dari kehidupan lo. Tapi bukan berarti kisah lo berakhir. Yang berakhir hanyalah bagian mereka dalam kisah hidup lo."


Nana memeluk kembali Fay dan Zel dia sangat bahagia karena saat keterpurukan Seperti ini ada sahabat sahabat nya yang selalu ada dan begitu menyayanginya.


"Sekarang lo bersihin diri lo, kita tunggu di sini oke cepet deg." Titah Ais yang di angguki oleh Nana.


"Kalian kan nunggu gue, dari pada duduk beresin sekalian kamar gue." Ucap Nana.

__ADS_1


Ketiga cewe itu melongo bagaimana bisa tadi dia begitu sedih, sedangkan sekarang? gilaa emang pikir mereka.


_o0o_


"RAMA!!!" Teriak gadis berambut panjang bergelombang itu.


Pria yang tengah menyeret kopernya itu mendadak berhenti ketika mendengar suara yang dia rindukan dan dia khawatirkan semalaman itu.


"Nana..." Lirihnya ketika melihat Nana berdiri dengan jarak yang tidak terlalu dekat.


Gadis itu berlari kencang ke arah pria yang akan pergi meninggalkan nya.


Hap!!.


Nana memeluk tubuh Rama erat, menunjukkan bahwa dirinya memang tak rela untuk melepaskan kepergian nya. Rama memejamkan matanya membalas pelukan Nana, Hatinya begitu sakit ketika harus berpisah dengan Seseorang yang selama ini dia kagumi dan sayangi itu.


Fay, Zel, Ais, Al, Reno dan Demian tersenyum melihat itu mereka tau bahwa selama ini Rama sangat menyayangi Nana.


Rama melepaskan pelukannya menatap wajah Nana, mungkin dirinya tidak akan melihat langsung wajah cantik milik gadis kecil itu.


"Jaga diri baik baik Ram hiks,, lo ngga boleh lupain gue hikss." Air mata yang sedari tadi dia tahan akhirnya lolos membasahi pipinya itu.


"Kamu juga Na, lo harus kuat jalani hari hari mu dengan senyuman dan keceriaan dan yakin lah bahwa gue akan selalu merasakan senyuman dan tawaan yang terukir dari bibir lo itu Na."


Nana memengang tangan Rama yang berada di pipinya "Aku di sini hanya mampu memberikan doa, support dan cinta tulus untukmu, Aku di sini hanya mampu memberikan kebahagiaanku untuk mu, Aku rela menukar bahagiaku demi bahagiamu asalkan senyumanmu selalu abadi untuk selamanya Na!." Ucapannya Rama benar benar Membuat semua menintikkan Air matanya.


Nana menunduk dia sangat tak kuasa dengan semua ini "Setiap pertemuan yang indah pasti akan berakhir dengan sebuah perpisahan, karena dalam kehidupan ini tiada yang abadi, perpisahan ini akan menyakiti, tapi aku yakin hal itu akan membuat kita bahagia dikemudian hari." Lanjut Rama Seketika Nana memeluk kembali tubuh Rama.


"Terimakasih hikss,, atas kenangan juga moments yang lo kasih ke gue hikss, jaga diri lo baik baik hikss,, selamat tinggal Ram." Nana masih memeluk Rama, dia melepaskan pelukannya sama berbarengan dengan kalimat terakhir yang dia ucapkan tadi.


Kini Nana berbalik memeluk Al, Al tersenyum dan membalas pelukannya "Sabar Sayang, kita harus bisa menerima semuanya yakin bahwa kalian bakalan bertemu kembali dengan keadaan yang lebih indah."


Reno mendekati Rama lalu memeluknya begitu juga dengan Demian "Hari ini, jiwa dan naluri kita kembali terluka atas perpisahan raga. Namun percayalah sahabat.. hati kita akan selalu terikat.  Jalinan ikatan akan semakin erat, semakin jauh ragamu melangkah, semakin hatimu mendekat." Ucap Reno yang lepas merelakan Rama.


"Sahabat selamat melanjutkan langkahmu, selamat berjumpa lagi di tangga kesuksesan, dalam senyum yang lebih indah" Ucap Al sambil tersenyum simpul.


"Gue pamit, terimakasih atas semuanya, Reno gue titip Sahabat gue Fay dia cewe yang sangat dewasa buat Demian Gue titip Zel gadis itu nampak sangat ceroboh jaga dia, dan buat lo Bang gue titip Nana princess gue dan Ais sebagai tunangan lo jangan biarkan mereka sedih dan jangan membuat mereka kecewa. Oh iya Na!! ingat persyaratan gue semalam yah." Pesan Rama.

__ADS_1


"Gue pergi, Byee!! Assalamualaikum...."


__ADS_2