
Haiiii!
Happy Reading!š¤
Jangan lupa vote, like, rate dan coment yah,, dan yah makasih buat yang sudah memberikan itu pada karya ku ini..
kali ini jangan lupa datanya nyala yah! soalnya aku tambah piscture!
"Bang Al.. . Cepet nanti Nana telat loh." Teriak Nana yang kesal menunggu abang nya yang sedari tadi belum turun juga.
"Sabar dong sayang. Mungkin sebentar lagi nak!." Gina menenangkan
Nana menghentakkan kedua kakinya ke lantai" Lama Mom." Rengek nya.
"Tuhh Abang tuhh." Ucap Dad yang melihat Aldio menuruni anak tangga dengan pakaian casual nya, kaos putih bermerk di tambah kemeja biru juga celana levis hitam panjang dan sepatu sneakers putih miliknya.
"Ayo!." Ucapnya dengan wajah tanpa dosa.
"Abang lama ih.. . Gimana kalau telattt." Nana mengertakan giginya rapi.
"Kan yang telat kamu bukan Abang." Santai bener bang.. Aduhh bang ini adiknya lohhh.. Ga peka bener. Batin Nana kesal.
"Abangggggggggg kesal ahh.."
Cup.
"Masih pagi jangan teriak teriak berisik!." Aldio mencium pipi Nana membuat ia diam lalu memajukkan bibirnya.
jangan salah loh kalian! meskipun Abang Al terlihat dingin dan Galak dia tak pernah tuh nyakitin perasaan seseorang yang ia sayang. sikap dinginnya hanya untuk orang orang di luar tidak dengan yang di dalam. ia selalu bersikap lembut dan penyayang.
dan apa kalian tau? sikap Abang Al yang dingin ini menurun pada Dad namun sikap acuh pada cewe itu menurun pada masa lalunya. Nanti aku ceritain deh masa lalu Abang Al dengan Kak Ellana Queen.
"Hahah... Kalian ini ada ada aja.. Ya udah sana pergi keburu telat loh." Sahut Mommy .
"Iya udah Mom, Dad kita pergi yah Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam hati hati sayang."
Nana menaiki mobil sport hitam Aldio. ia duduk di bangku depan yang sampingan dengan Aldio. so di perjalanan Nana lah yang banyak bicara sedangkan Aldio hanya mengganguk mengiyakan setiap ocehan Nana. tak terasa sampai di pintu gerbang sekolah Nana, mereka turun bersama.
"Abang! Makasih yah udah nganterin Nana sekolah." ucapnya manis.
Aldio mengangguk lalu menyipitkan matanya " Tumben bilang makasih. biasanya langsung pergi aja kek kereta."
Nana terkekeh pelan "Hehe... Maaf Bang itu Nana lagi hilap."
Aldio memutar matanya jengah lalu memperhatikkan sekitar. Nampak dua cewe cantik dengan rambut yang di kucir dan yang satunya di gerai menghampiri mereka. Namun kini Matanya tertuju pada gadis yang di antara dua cewe itu gadis paling nyebelin menurutnya. dengan hijab putihnya ia berjalan menggandeng kedua temannya.
"NANA!!!." Teriak mereka berhambur memeluk Nana.
"Ck, Oiii lepasin gue ga bisa Nafas nih." Tegur Nana, ketiga cewe itu terkekeh pelan dan melepas pelukkanya lalu menatap Aldio yang tengah berdiri memperhatikkan mereka.
"Kalian mau gue mati di sini ha?." ucap Nana kesal.
Iya itu Ais,Zelica dan Fay..
"Heheh sorry Na.." Ucap Mereka serentak.
Kini tatapan ketiga cewe itu beralih pada Aldio.Nana mengikuti arah mata mereka dan ia tersenyum licik..Nana berlari dan memeluk Al. Zelica dan Fay terlihat bingung..berbeda dengan Ais yang mendengus kesal.
Aldio menyeritkan Dahinya..bingung "Hmm..ngapain peluk peluk?"
Nana mengerai kan pelukkannya lalu menatap Aldio yang lebih tinggi darinya. "Ngga apa apa..udah sana pulang."
"Ga tau tanda terima kasih udah di anterin sekarang ngusir." Cibir Al sambil berbalik menuju mobil nya. Namun langkahnya terhenti oleh teriakan seseorang.
"Kak Al!." Aldio menoleh menatap Gadis berhijab yang berdiri di samping kedua temannya.
__ADS_1
Ais tersenyum lalu berpesan" Hati hati." Aldio hanya meliriknya dan masuk ke dalam mobil.
Ais hanya tersenyum kecut. Sangat susah baginya mendapatkan perhatian dari sosok Aldio yang terlihat dingin. Nana yang melihat itu berjalan ke arah Ais. Ia tahu bahwa temannya ini menganggumi sosok kakanya itu . Nana memegang tangan Ais ia merasa bersalah seharusnya ia tak menjahili temannya dan membuatnya panas.
Fay dan Zelica hanya memandang mereka bingung.
"Sabar oke...Abang Al memang begitu. Jangan di masukkin ke hati." Ucap Nana menenangkan Ais tersenyum kembali.
"Sebenarnya siapa dia? dan apa hubungannya dengan kalian." Tanya Fay bingung.
"Iya tuh bener Gue ga ngerti nih." Timbal Zelica.
"Oke sekarang kita ke taman sekolah, gue jelasin ke kalian berdua dan ke lo Ais. gue bakalan kasih tau apa yang membuat bang Al bersikap dingin."
Mereka semua berjalan menuju Taman sekolah..
di taman ini lah mereka sering menghabiskan waktunya bersama, dan di tempat ini juga Nana selalu mencurahkan kerinduannya.
"Jadi gimana Na gimana?" Zelica merasa Antusias untuk mendengarkan cerita Nana.
"Sabar dong Zel." Tegur Fay yang duduk di sampingnya, Zel hanya tersenyum manis.
"Jadi..kalian berdua orang indonesia kan?" Tanya Nana yang di anggukki oleh Fay dan Zel. Nana bertanya seperti itu karena ia takut jika mereka berdua tak mengerti jika di jelaskan dengan bahasa indonesia.
Awalnya Fay Andriana Qineran adalah orang Prancis namun pada saat ia menginjak sekolah Dasar ia pindah ke indonesia. sehari hari nya ia mendengar orang - orang berbicara dengan Bahasa Indonesia. Maka dari situlah Fay bisa berbahasa indonesia.
Tapi pada saat SMA ini ia pindah ke sini. London.
Dad Zelica Crieena Sas berasal dari Bali sedangkan Momnya ia berasal dar Indonesia. jadi Tentu saja Zelica pasih dalam bahasa indonesia dam Bali.. Zelica ini Non islam. berbeda dengan Fay yang islam, tapi dia bergaul dengan siapa pun itu. ia pindah ke sini sa seperti Nana yang ikut karena Dad nya harus pindah untuk berbisnis.
Nana menarik Nafas panjang lalu mulai bercerita "Jadi yang tadi itu Abang Gue, Anak ke satu Dad dan Mom Gue. Namanya Aldio Putra Syam Pratama. Abang gue tuh memang dingin tapi kalau dia udah sayang sama orang dia ga akan sampai orang itu terluka. Buktinya ke gue, Mom dan Dad dia ga pernah menunjukkan sifat dinginnya dia selali bersikap lembut dan penyayang."
"Husttt, gue belum beres main potong aja."
"Hehehe.. iya silahkan nona Nana."
"Eh tapi bentar! Kenapa sifat abang lo itu bisa dingin juga ke setiap wanita?" tanya Fay.
"Gue kan belum beres sayang."
"Owhh iya iya lupa gue Na sorry.. terlalu nyimak nih."
"Oke jadi Abang gue itu dulu punya pacar namanya Ellana Queen. Mereka pacaran cukup lama hampir 3 tahun, Awalnya gue suka sama Kak Ella ini, tapi rasa suka gue ini di kecewain dengan kenyataan dia selingkuh di belakang Abang gue. Gue sendiri yang liat. tapi Abang gue ga percaya."
"Terus Terus..." Sahut Zel sambil tepuk tanggan.
Fay mentoyor kepala Zel kebelakang " Lahh..Lo kita kita lagi Nonton Konser apa? pake tepuk tangan segala." Ucap Fay yang dapat Cengiran dari Zel.
Nana dan Ais memutar mata mereka malas.
" Nah... lama kelamaan Abang gue liat sendiri dengan mata kepalanya.. Dia kecewa banget sama Kak Ella bahkan dia sampai Nangis parah.. Gue ga pernah liat Bang Al serapuh ini. dan akhirnya dia putus sama Kak Ella , namun saat itu Kak Ella tidak nerima. dia terus ngajak Abang Al untuk balikan. tapi dia menolak nah dari situ Abang Al berubah. bahkan Mom dan Dad juga tau."
"terus sekarang si cewe itu kemana?" Tanya Ais melirik Nana.
"Gue ga tau..Bang Al juga dia pergi ntah kemana.. kayanya berusaha move on sih..tapi salah dia sendiri lah." Nana menggambil Tumblr dan meneguk air minumanya.
"Haus Na?" Tanya Zel. Nana menutup kembali Tumblrnya dan menatap tajam Zelica.
"Ngga kok gue LA PA R!." Nana menekan Kata Lapar.
"Hahaha..."
"Kita ke kelas yu, Keburu bel." Ajak Fay.
__ADS_1
"Gooo!!." Ucap mereka serentak.
Aldio.
Hari ini memang cukup panas. Pagi pagi aku sudah pusing mendengar Ocehan Nana di tambah dengan tatapan aneh dari teman temannya Adikku itu. Rese.
Aku sampai di Kampus ku kali ini. Di lihat nampak ramai sekali. memang hari ini kampus ku mengadakan Bazar Kampus. aku juga mengikuti salah satu Bazar di sini bersama kedua teman ku.
"Al ayo lo kemana aja sih? lama bener! kita belum siap siap nih." Oceh Reno.
Reno Bastiel dia sahabatku. kita bersahabat sudah lebih dari 5 tahun lamanya. tapi tetap saja lebih lama adik ku dengan sahabat kecilnya. Reno termasuk cowok yang,, yahhh orang paling ribet lah di antara kita. dia selalu mencari jalan sulit padahal masih ada jalan mudah, Bodoh emang. dia orang Indonesia juga yang mendapatkan pendidikkan di sini. tentu saja dia pasih dalam bahasa indonesia.
"that's right! You don't know if we've been waiting for you from half an hour ago ( benar tuh! kamu ga tau apa kita udah nunggu lo dari setengah jam yang lalu ) ..bayangin brooo!!." Timbal Damian. sambil mendengus kesal.
dan Demian Christian orang ini berasal dari Tiongkok, jauh ga sih? yahhh dia non islam berbeda dengan Aku dan Reno. Tapi dia selalu menanyakan tentang islam dan dengan senang hati aku menjawab. dia bisa sedikit bahasa indonesia karena kami lah yang mengajarinya. dia juga cukup tampan sih. kulitnya memang lebih putih dari kami. Demian ini cowo yang paling genit di antara kita. dia lah yang badboy suka bermain dengan wanita. tapi dia selalu menjaga batasan kok tenang aja.
"Ups.. Sorry My Frindes..tadi gue nganterin dulu little sister." jawab Aldio datar seperti biasa.
Reno dan Demian mendengus kesal lalu mengangguk. mereka masuk ke area kampus yang dimana nampak semua mahasiswa melakukan lersiapan untuk Bazar ini.
kali ini Aldio dan kedua temannya menjual Cup Noodles, Jepang makanan ini adalah salah satu merek miĀ instan terkenal asal Jepang yang logonya legendaris banget. Apalagi namanya langsung mengarah ke miĀ instan gelasan, tak perlu nama macam-macam. Cup Noodles didistribusikan ke beberapa negara lain seperti Singapura dan Hong Kong, sehingga banyak rasa fusion yang menggoda selera seperti rasa 'black pepper crab'.Ā
mereka sudah bersiap dengan semuanya...tinggal menunggu para mahasiswa yang akan membeli barang dagangan mereka.
"Haiii!! Aldio, Reno, Demian .. Gue mau dong satu." ucap wanita berambut pirang datang menghampiri meja mereka.
"Haii! boleh dong Cantik!." jawab Demian menggoda membuat si wanita itu tersenyum malu.
"Ganit lo!." Cibir Reno.
Demian mendekat kan bibirnya ke arah telinga Reno " Bukan genit tapi ini trick bodoh!." Bisiknya yang langsung di angguki oleh Reno.
Aldio yang melihat itu hanya menggeleng kepalanya pelan.
*Gue satu dong..tapi sama Al yahh ga mau sama mereka.*
*I used to be my Al! from the dice ( Gue dulu Al! Gue dari tadi).*
*No!!! I was waiting in line first ( aku lebih dulu mengantri ) .*
*Demian! Please aku dulu!.*
* No..No Reno!! gue dulu please I'm hungry.*
'No..No.. emang gue Nano Nano disebut Nono.' Celetuk Reno yang mendengar itu
satu jam mereka berdiri dan di sibukkan oleh kegiatan kini Cup Noodles yang mereka bawa habis . tentu saja banyak yang merebutkan Apa lagi kaum Hawa yang terkesima dengan ketampanan ketiga cowo itu..banyak pedangan lain yang merasa iri. karena mereka yakin bazar kali ini akan di menangkan oleh tim tiga cowo itu.
"Gila parah gie capek banget." Keluh Reno mengusap dahaganya.
"Hmm bener!." Aldio yang
"Yah udah kita balik ke aula. bentar lagi di umumin siapa yang menang." ajak Demian yang di angguki oleh keduanya.
Mereka kembali ke aula. yang nampak kini sudah rapi dan bersih. tidak tadi yang berantakan akan persiapan. mereka duduk di antara kursi kursi.
"gue deg degan parah." Reno memegang dadanya dan memasang wajah melas.
"gue aja sampai mules ini perut kagak ngomong." celetuk Demian.
"PERHATIAN!........"
__ADS_1
Panitia mengumumkan siapa yang menang Bazar pada tahun ini, dan tentu pemenang pertamanya Stand mereka lah. pemecah rekor terbanyak dalam berdagang.