Salve Caritate

Salve Caritate
Bab 13 : Manis


__ADS_3

Haiiii!


Happy Reading!🤗


Jangan lupa vote, like, rate dan coment yah,, dan yah makasih buat yang sudah memberikan itu pada karya ku ini...


Semenjak kejadian dua hari yang lalu di cafe. Kini Fay dan Zelica ikut bergabung dengan Nana. Mereka mulai persahabatan dengan awal yang baik, menghilangkan semua masa lalu. Melupakan kejadian di masa lalu. Yang ada saat ini hanya tujuan mereka kedepannya dan saling melengkapi itu aja. Prinsip mereka simpel. Ngomong ngomong soal Nana. Ia juga seneng bisa dekat dengan keduanya Fay dan Zelica tidak seburuk apa yang ia bayangkan.


Nana dengan susah membujuk Rama untuk mau menerima Fay dan Zelica. Akhirnya Rama luluh dengan kata kata yang di keluar kan oleh Nana.. Goda bisa goda dah..


Reina.


Hari ini adalah hari jumat, hari di mana aku libur sekolah. Kalian pasti bingung kan kenapa aku libur di hari jumat tidak dengan hari sabtu dan minggu?. Di sekolah ku memang libur mulai dari hari jumat dan akan masuk kembali di hari senin.. Karena memang pihak sekolah meliburkan kami, dengan alasan di ketiga hari ini adalah hari untuk menjalankan ibadahnya masing-masing seperti di hari jumat sekarang, aku dan semua keluarga ku pergi ke acara kajian islam di sini. Dan besok serta lusa adalah hari umat manusia yang beragama Katolik, Kristen, Budha dan lain lain menjalankan ibadah nya masing-masing.


Aku, Mom, Dad dan Abang Al telah usai mengikuti kasian islam di sini. Kami baru sampai di rumah dah duduk di sofa untuk menghilangkan rasa lelah kami.


"Hufff melelahkan." Dengus ku yang duduk di sebelah Abang Al.


Bi Yuki datang dengan nampan di tangannya yang sudah tersedia bermacam minuman segar untuk kami. Ia meletakkan kan Minuman itu di atas meja.


"Terimakasih bi." Ucapku yang di angguki oleh Bi Yuki.


"Terimakasih kasih Bi." Ucap Mom dan Dad.


Aku mengambil minuman ku dan meneguknya tak tersisa. Lalu meletakkan kembali gelas yang sudah kosong di atas meja.


"Kamu haus apa kesurupan?." Tanya Abang Al di sebelah ku. Aku tersenyum manis kearahnya.


"Makasih loh pujiannya." Aku tersenyum manis ke arahnya namun ada sesuatu di dalamnya dan mendorong kepalanya kebelakang, ia hanya berdecak kesal.


"Sayang, apa kau sangat lelah?" Tanya Dad pada Mom yang menyenderkan kepalanya di bahu Dad.


"Hmmm."


Dad mengusap lembut kepala Mom yang di halangi oleh hijabnya "kita istirahat ke atas aja yu." Ajaknya.


Mom mengangguk dan berdiri sambil memeluk Dad dari samping , Ingin aku teriak di sini ada anak anaknya woi, serasa dunia milik berdua aja.


"Sayang, Mom dan Dad ke atas dulu yah." Pamit nya aku hanya mengangguk dan menidurkan kepala ku di paha Abang Al yang tengah menonton televisi itu.


"Assalamu'alaikum Nana!!." Seruan seseorang dari arah pintu utama, Dad dan Mom yang hendak melangkah menaiki anak tangga berhenti seketika. Aku tau siapa yang datang, manusia paling ribet di dunia paling lemot se Asia, paling idiot se kota. Aku masih fokus tiduran di di paha Abang Al sambil memainkan ponsel ku.

__ADS_1


"Waalaikumsalam." Ucap Mom dan Dad menyambut nya. Aku masih tak bergeming begitu juga dengan Abang masih fokus pada Televisi nya.


"Hai Tan, Om! Nana mana Tan?." Tanya Ais pada Mom dan Dad. Seketika Mom menujuk ku yang tengah tiduran itu dengan dagunya dan kembali memeluk Dad.


"Ais, Nak Om dan Tante ke atas dulu yah sayang." Pamit Dad, yang di angguki oleh Ais, Lalu ia berjalan menuju ke arah ku.


"NANA!." teriaknya ck, berisik bener nih anak cuman berjarak tiga langkah aja harus teriak. Dia kira ini hutan.


"Ini rumah bukan hutan, ga usah teriak teriak." Ucap seseorang yang sedari tadi menonton televisi. Aku menyungging bibir ku, kena kan kena. Bocah ah.


"Maaf kak... Abisnya Nana budeg di panggil panggil kagak nyaut." Ais duduk di ujung kaki ku dan menatap Abang lalu menatap ku.


"Naaa!."


"Hmmm." Aku masih tak merubah posisi ku.


"Ayo dong! Katanya kita mau foto endorse baju yang kemaren.. Aku sudah siap tapi kamu? Ahh lama." Aku terperanjat dari tidur ku.. . Ah iya aku sampai lupa bahwa aku sekarang menjadi selebgram yang tenar saat ini, awalnya aku hanya biasa saja menggunakan sosial media ku namun suatu ketika aku membeli beberapa barang dan si penjual menyuruh ku untuk memperomosikan barangnya di sosial media. Tapi lama kelamaan banyak orang yang menawarkan endorse ke aku. Awalnya aku nolak tapi.. Gara gara si kutu kupret ini aku menerima nya.


Tapi ga apa apa deh terkenal juga. Hehhe. Tapi bukan hanya aku, dia juga termasuk


Selebgram yang terkenal dengan suara bagusnya.. Kata orang sih bagus kata aku? Jangan tanya suaranya mirip tikus kejepit serius. Ntah dari mana para fans nya itu datang. Tapi ga apa apa deh lumayan dari sini kita mendapatkan penghasilan. Hehe.


"Ayo!." Ajak ku yang sudah berdiri. Dia masih duduk dan menatap ku bengong.


"Ke Korea!." Ketus ku.. Seketika matanya berbinar. Aku menatap nya bingung. Apa lagi nih? Jangan ngira ini beneran? Wahhh ga beres nih.


Aku menarik tangannya menuju kamar ku. Kalian tau di sepanjang perjalanan menuju kamar dia terus menerus mengoceh "Na.. Beneran mau ke Korea? Kok lo ga bilang? Kalau bilang gue kak siap siap dulu? Emang lo udah beli tiketnya? Sama siapa aja kita per--."


"Ais Please Stop it! Berisik telinga ku sudah mau meledak rasanya.. Kita mau Endorse mau En dor se Ais ku sayang you know?" Aku berucap menekan kata Endorse. Dia mengangguk ngangguk kan Kepala. Ingin rasanya aku mengirim dia ke sungai Amazon. Di makan hiu sukurin siapa tau Hiu nya ikutan idiot nanti.


"De.. Rambut nya belum rapi, tuh kupluk nya benerin dong. Samain kaya baju jangan samapai beda terus kamu diam di situ di ujung dekat jendela duduk aja dan topang dagu kamu dengan satu tangan Tahan bentar yah bentar.. Ckrek.. Sip." Ucap Bang Al saat tengah mengatur posisi ku.



Iya Bang Al lah yang menjadi fotografer kita saat ini. Aku membujuk nya dengan berbagai cara loh. Sampai aku pernah nangis nangis untuk memotret ku saat itu. Dan akhirnya Bang Al mengalah dan bersedia menjadi fotografer ku dan Ais sekarang.


"Sana giliran lo." Ucap ku pada Ais.


"Gue gugup Na." Ucapnya.


"Ckkk, cepet keburu ngambek tuh orang. Lo tau kan." Dia mengangguk dan maju Bang Al mengambil posisi nya.

__ADS_1


"Lebih baik kita pindah ke tangga dekat balkon." Aku dan Ais mengangguk kita mengikuti apa yang Bang Al katakan.


"Stop! Lo duduk di situ, kalau bisa tangan lo pegang ujung topi yang lo pake tapi yang atas bukan yang depan." Asi bingung maksudnya gimana sih..


Aku hanya menahan tawa ku..kok bisa yah aku memiliki teman ***** seperti dia?


"Bukan gitu... Tapi gini.." Bang Al maju dan memegang tangan Ais lalu mengubah posisinya dengan benar. Yak, Aku yakin dia tengah baper Hari ini..


"Ma- makasihh kak." Ucapnya.. Dengan sekuat tenaga ku. Aku menahan senyuman ku ini.. Bagaimana bisa? Lihat mukanya saja aku sudah tak tahan.. Wajah gugup nya itu tidak dapat di bohongi.


"Tahan bentar...Ok sipp Ckrek. " Ucap Aldio sambil memotret Ais. Setelah selesai Ais dan Nana duduk di meja menunggu Aldio yang tengah memilih foto mana kah yang paling bagus untuk mereka post di instagram.



'Manis.' gunggam Aldio tanpa sadar saat melihat foto candid Ais yang ia tak sengaja memotret nya. Nana yang samar samar mendengar abangnya mengunggam menyeritkan dahinya lalu bertanya.


"Apa bang?"


"Ngga! Nih udah.. Kamu yang ini aja fotonya dan Lo yang ini." Sahutnya yang lalu pergi meninggalkan keduanya..


"Ckk,, dasar manusia es." Ucap Nana. Lalu melirik Ais yang masih diam dan tersenyum sendiri.


"Kenapa lo?."


"Gugup Na serius. Malahan dua rius deh."


Nana mengangguk lalu tersenyum " Baru segitu aja gugup nya minta ampun apa lagi di peluk lo.. Pingsan!."


"Gila lo." Umpat nya.


"Tapi Na.. Tadi Abang lo pegang tangan gue hemm..." Ucap nya sambil tersenyum sendiri.


"Dia baru pegang tangan lo bukan badan lo."


"Heheh iya juga sih, tapi gue ga akan cuci tangan deh.. Sayang kalau di cuci nanti ilang dong."


"Terserah deh ah."


"Hmm.. Lo mah ga seneng liat sahabat bahagia tuh."


"Emang...Ya ah diem! Gue mau post foto kita dulu.." Nana mempublikasikan foto endorse nya yang tadi di instagram begitu juga dengan foto Ais yang ia post di akun nya dengan caption 'Sahabat gila ku'.

__ADS_1


Belum 1 jam foto yang mereka post sudah hampir lima ribu yang me like fotonya.


__ADS_2