
Seperti biasa, setelah bangun tidur, Shandra akan segera mengenakan pakaian olahraga dan segera berolahraga. Ia yang sudah terbiasa berolahraga sejak kecil merasa aneh kalau sehari saja harus melewatkan rutinitas yang satu ini.
Jangan heran, kenapa Shandra suka berolahraga. papanya seorang pelatih Taekwondo. Dan Shandra sudah belajar Taekwondo bersama papanya sejak usia tiga tahun. Sehingga bagi Shandra, Olahraga sudah seperti separuh nafasnya.
Mungkin karena sering berolahraga, postur tubuh Shandra sangat tinggi dan sangat proporsional. Bahkan terkesan berisi, dan perutnya berotot seperti laki-laki. Buah Dadanya sangat menonjol dan bokongnya jangan bilang lagi. Benar-bebar seksi dan menggoda.
Rambutnya yang dipotong pendek sangat serasi dengan bentuk wajahnya sehingga menambah kecantikan dan wibawa wajahnya. Semua laki-laki di kampus selalu menggunakan berbagai cara untuk dekat dengannya. Tapi Shandra bahkan tidak pernah melirik mereka, apalagi menanggapi celotehan mereka, yang menurutnya sangat cempreng seperti burung beo yang sedang bicara, dan itu membuat telinganya sakit.
Teman-temannya di kampus tidak ada yang tahu rutinitas Shandra, karena ia jarang berbicara dengan orang lain. Bukan karena tidak mau berteman, tapi Shandra tipe orang yang hanya akan berbicara jika itu penting.
Shandra bahkan jarang tertawa dengan teman-teman ceweknya, yang cowok apalagi. Itulah yang menyebabkan Shandra selalu dikagumi dan dikejar para pria karena selain tidak pernah basi-basi, wajahnya juga terlihat sangat datar dan dingin.
Siapapun yang melihatnya akan langsung tertarik. Karena walaupun dingin, tapi ia memiliki daya tarik yang tidak dimiliki wanita lain. Bentuk wajahnya dengan mata yang lentik membuat lawan bicaranya, apalagi yang cowok akan langsung mati kutu dengan hanya sekali pandang. Jangan heran, papanya yang keturunan Thailand-Jerman, sementara maminya keturunan Manado-Belgia, yang menurun pada Shandra sehingga ia terlihat sangat sempurna.
__ADS_1
Setelah berolahraga kurang lebih 30 menit, diruangan yang dikhususkan papanya untuk tempat mereka berolahraga, Shandra segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah basah oleh keringat.
Sambil mandi ia bersenandung. Jangan heran, maminya seorang penyanyi, dan bakat itu menurun pada Shandra yang merupakan anak tunggal.
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih 10 menit di kamar mandi, Shandra segera mengganti pakaiannya keluar menuju meja makan.
"Pagi pa!" Sapa Shandra sambil mencium pipi papanya.
"Sudah pa! kata papa itu wajib."
Walaupun diluar ia dingin dengan semua orang, tapi sama papanya Shandra terlihat sangat hangat kalau berbicara. Ia memang sangat menyayangi papanya.
Maklum, dari usia 1 tahun, Shandra sudah ditinggal pergi oleh mami dan sejak itu ia dibesarkan oleh papanya seorang diri dengan menyewa jasa babysitter. Itu yang menyebabkan Shandra selalu dingin dengan semua orang.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, Shandra segera menyambar kunci mobilnya dan segera pamit pada papanya.
"Pa,Shandra berangkat dulu ya? Shandra punya kelas kuliah pagi ini. Papa nggak ke kantor?"
"Papa nanti siang baru ke kantor honey buat hadiri pertemuan dengan klien papa. Semua urusan sudah di handle sekretaris papa."
"Oke pa! Shandra berangkat dulu ya?"
Shandra mencium papanya dan segera berangkat menuju kampus.
Shandra segera melajukan mobilnya dengan sangat kencang menuju kampus. Ia sangat lihai mengemudikan mobil, dan cara Shandra mengemudikan mobil seperti laki-laki.
Jangan lupa like, vote, rate bintang lima dan komentar positifnya ya kakak-kakak😇😇😍😍
__ADS_1