Sang Mafia Jatuh Cinta

Sang Mafia Jatuh Cinta
05. Dijebak


__ADS_3

Shandra tiba di rumah ketika jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.


Ia melirik sebentar ke ruang kerja papanya, dan terlihat lampu kamar masih menyala, pertanda papanya belum tidur dan masih kerja.


Shandra memencet bel ruang kerja papanya yang ada di sebelah pintu.


Papanya melihat ke layar monitor dan tersenyum ketika tahu bahwa itu adalah Shandra, namun tidak percaya bahwa Shandra pulang secepat itu.


"Sudah pulang nak? Kenapa cepat sekali? Kamu nggak apa-apa kan?" Tanya papa kuatir.


"Aku nggak apa-apa pa! Kenapa papa heran aku pulang secepat ini? Papa nggak percaya sama Lala?" Kata Shandra ketus.


"Yuk! Ngobrol di ruang kerja papa aja. Jangan berdiri di situ terus." Kata papa Shandra sambil beranjak dari pintu dan duduk di kursi kerjanya.


Shandra segera masuk dan menghempaskan tubuhnya di sofa dengan menarik nafas panjang.


"Maafkan papa sayang. Papa bukannya nggak percaya sama kamu. Papa cuman kuatir." Kata Papa menatap putri semata wayangnya.


"Papa mau tahu, misi yang kamu jalankan bagaimana? Apakah si biadap itu sudah mati?" Tanya papa


"Iya nggak apa-apa pa."


"Orangnya sudah di neraka pa. Nih!" Kata Shandra sambil melemparkan handphonenya ke meja kerja papanya.


Tuan Wilson mengamati foto mayat pak Chris, kemudian terlihat senyum licik terukir di bibirnya.


Begitulah akibatnya jika kau ingin bermain-main denganku. Kau belum tahu siapa aku Chris. Semoga kau senang di neraka.


"Pa! Lala ke kamar ya, mau tidur." Kata Shandra.


"Ok my girl. Good night." Balas papanya.


Shandra segera meninggalkan kamar papanya dan menuju ke kamarnya. Setelah di kamar, ia tidak segera tidur. Ia membuka baju, sepatu, dan semua aksesoris yang tadi dikenakan dan langsung membuangnya ke tempat sampah.


"Tak sudi aku memakai lagi barang-barang yang ada bekas tangan si tua brengsek itu." Kata shandra sambil melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia berendam cukup lama di bathtub kamar mandinya sambil menenangkan pikiran.


"Hmmmm! Bisa-bisanya dia memelukku dengan tangan kotornya."


"Akhhhhhhh" Teriak Shandra melepaskan kekesalannya.


******


Keesokan harinya, karena hari minggu Shandra berniat untuk jalan-jalan. Ia berniat ke mall terbesar yang tidak jauh dari rumahnya untuk membeli beberapa keperluan. Ketika baru keluar dari pintu gerbang rumahnya kira-kira 100 meter, ia di cegat oleh Renan yang berdiri di tengah jalan.

__ADS_1


Saking marahnya karena di cegat, Shandra turun dari mobil dan langsung menghujani Renan dengan pukulan yang membuat Renan tidak berkutik.


Renan memegangi dadanya yang terasa sesak dan memaksa berdiri.


"Maafkan aku Ndra, aku tadi jalan-jalan dan begitu lewat sini, mobilku mogok jadi aku titipkan di bengkel depan sana." Kata Renan menunjuk ke sembarang arah.


"Kenapa juga kamu curhat dan tunjuk bengkel segala. Semua tidak ada hubungannya dengan aku." Jawab Shandra ketus.


"Aku minta tolong! Antar aku. Apa kamu nggak kasian karena sudah memukulku dan aku nggak punya tenaga lagi untuk menyetir?" Kata Renan memelas.


"Ayo cepat naik, dan jangan buang-buang waktuku." Kata Shandra.


Renan segera naik keatas mobil dengan senyum samar, kamudian berkata : ambil arah kanan menuju jalan Thamrin.


Ternyata aktingku bagus. Dan dia percaya saja. Sebentar lagi kamu akan jadi milik ku seutuhnya. Renan


Kenapa perasaanku nggak enak ya..Jangan-jangan dia pura-pura kesakitan agar aku bisa mengantarnya. Cihh dasar buaya. Awas kalau pura-pura. Kata shandra dalam hati. Ia berpikir bahwa Renan hanya akting untuk lebih dekat dengannya.


"Nah! Sampai depan sana belok kiri, terus masuk gerbang yang ada di dekat belokan." Kata Renan.


Shandra hanya diam tanpa suara dan terus mengemudi.


Begitu sampai..


"Ayo turun! Mau sampai kapan kamu ada di mobilku?" Kata Shandra.


"Ihhh! Bikin ribet saja!" Shandra berkata sambil tangan kirinya menyikut Renan dengan keras dan membuat Renan hampir muntah.


Shandra tidak peduli dan segera melajukan mobilnya memasuki gerbang rumah Renan.


Begitu sampai, Shandra turun dan membantu Renan berjalan karena wajah Renan terlihat pucat akibat di sikut tadi.


"Dasar laki-laki tidak berguna." Gerutu Shandra sambil memapah Renan masuk.


Beberapa pekerja Renan tampak berlari ke arah Renan untuk memapah Renan, tapi Renan mengangkat tangannya tanda menolak bantuan mereka.


Renan selama ini tinggal sendiri di rumah itu karena orang tuanya mengurus perusahaannya di luar negeri.


"Tunjukkan kamarmu segera. Jangan membuang-buang waktuku." Kata Shandra ketus.


Renan hanya mampu menunjuk dengan tangan tanpa suara.


Begitu sampai di kamar, Shandra segera melepaskan Renan dan hendak berbalik untuk keluar, tapi tangannya langsung di tahan Renan.

__ADS_1


"Mau apa kamu pegang-pegang. Lepaskan tanganku." Kata Shandra sambil menarik tangannya tapi di pegang erat oleh Renan.


Renan memanfaatkan kesempatan itu untuk menarik tubuh Shandra ke arahnya. Shandra yang tidak menyangka akan di tarik, terhuyung ke arah Renan sehingga wajah mereka hampir bersentuhan.


Renan langsung menempelkan bibirnya ke bibir Shandra.


Shandra spontan mendorong tubuh Renan menjauh dan tidak lupa memberikan satu pukulan di pipi Renan.


"Itu akibatnya jika kamu ingin main-main denganku." Kata Shandra.


"Huh! Bikin kesal aja." Kata Shandra hendak keluar dari kamar.


"Kamu tidak akan bisa keluar karena pintu itu memakai remot dan sudah aku kunci. Hari ini kita akan bersenang-senang di sini." Kata Renan sambil perlahan mendekat ke arah Shandra.


"Aku pura-pura manis di depan kamu karena ingin mendapatkanmu dengan baik-baik, tapi sekarang aku akan pakai cara kasar, agar kamu tahu siapa aku sebenarnya."


Renan semakin maju dan terjadilah duel di dalam kamar, Shandra yang terdesak tangannya segera di kunci oleh Renan. Ia tidak kehilangan akal. Ia segera mengangkat kaki kanannya dan menendang dari arah kepala ke belakang dengan keras sehingga Renan yang mengunci tangannya melonggar.


Shandra memanfaatkan kesempatan itu dan langsung membalik keadaan dengan balik mengunci kedua tangan Renan.


"Tunjukkan di mana remotnya. Kalau tidak akan kupatahkan tanganmu." Kata Shandra sambil semakin kuat menekan tangannya sehingga Renan kesakitan.


"Remotnya di bawah bantal." Kata Renan.


Shandra mendorong tubuh Renan dan berjalan ke tempat yang ditunjuk untuk mengambil remot.


Shandra mendorong kakinya keatas tempat tidur untuk mengambil remot, sementara tangannya tetap mengunci Renan.


Setelah berhasil, Shandra menjatuhkan remot dengan kakinya dan menekan tombol menggunakan kakinya.


Setelah pintu terbuka, Shandra langsung mendorong Renan berjalan ke arah pintu dan setelah sampai langsung berlari keluar sambil tak lupa memberikan satu tendangan maut ke dada Renan yang membuat Renan terduduk di tempatnya.


Huhhhh! Kalau dari kemarin-kemarin aku tahu bahwa akan jadi seperti ini lebih baik langsung di culik saja dari pada pura-pura seperti ini. Padahal niatku adalah menjebaknya untuk bisa memilikinya.


Sementara itu, Shandra yang terlihat sangat marah karena diperlakukan seperti itu, memacu mobilnya dengan sangat kencang menuju rumahnya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa tinggalkan like, vote, rate bintang lima, dan komentar positif😇😇


__ADS_2