Sang Mafia Jatuh Cinta

Sang Mafia Jatuh Cinta
20. Perhatian Kecil John Bruno


__ADS_3

Ada orang yang mengatakan bahwa cinta datang karena sering bertemu dan sering bersama. Entah yang dikatakan orang-orang itu benar atau tidak, yang jelas cinta itu mengenal dan tahu di hati mana ia harus berdiam dan menetap.


Eda Sally


*****


John Bruno, walaupun sudah mendapatkan sinyal dari Shandra, ia tidak mau gegabah dalam mendekati Shandra, karena ia melihat bahwa Shandra bukan tipe wanita yang mudah di dekati.


"Aku tidak bisa sembarang bertemu dengannya. Aku harus tahu diri dengan mengatur waktu dan tempat yang tepat jika ingin mendapatkan hatinya."


Hmmmm! Ternyata wanita itu benar-benar rumit, dan aku baru tahu.


Siang ini, John ingin mengantarkan makan siang secara langsung ke kantor Shandra. Namun ia kembali mempertimbangkan hal itu karena takut Shandra tidak merasa nyaman dengan kehadirannya. Akhirnya ia memilih mengirimkannya dengan jasa kurir dan menyelipkan secarik kertas di balik bunga yang dibuat sepaket dengan makanan yang ia kirimkan untuk Shandra.


Setelah berhasil mengirimkan paket tersebut, John terlihat tersenyum sambil mondar mandir. Di satu sisi ia senang karena akhirnya bisa secara terang-terangan memberikan sesuatu pada Shandra. Dan di lain sisi, ia tidak bisa tenang karena takut Shandra akan menolak kirimannya.


Bagaimana kalau dia menolak kirimanku? Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus datang sendiri? Tapi jika aku datang, aku takut dia tidak merasa nyaman dengan kehadiranku.


Robert, sang sekretaris setia yang selalu berdiri di belakang sang tuannya terlihat bingung dengan kelakuan tuannya. Namun ia memilih tetap bekerja untuk mencari posisi aman. Apapun yang dilakukan tuannya ia tidak mau ikut campur jika tidak diminta.


"Robert! Apakah kamu pernah jatuh cinta?


"Malah sering tuan." Jawab Robert bingung dengan pertanyaan sang tuan. Berbeda dengan dirinya yang sering gonta ganti cewek.


"Bagaimana perasaanmu ketika jatuh cinta?"


"Tentu saja senang tuan. Bahkan tak makan pun aku sudah kenyang hanya dengan memandangi wanita yang aku sukai."


John melongo mendengar jawaban Robert. Baginya tidak masuk akal jika hanya dengan memandangi wanita bisa membuatnya kenyang.


Bagaimana bisa kenyang hanya dengan memandangi seorang wanita? Kenapa aku tidak merasakan hal itu! Padahal aku benar-benar jatuh cinta dengan Shandra. Apa wanita itu memang membuat seorang pria kenyang? Ah tidak masuk akal. John


Kenapa tiba-tiba tuan bertanya seperti itu ya? Atau jangan-jangan tuan lagi menyukai seorang wanita. Wah! Akhirnya si perjaka tulen jatuh cinta. Padahal aku sudah terlanjur berpikir yang bukan-bukan kalau si tuan tidak normal. Tapi ternyata aku salah. Hmmm.... Sebentar lagi aku akan memiliki nyonya. Kira-kira seperti apa ya ekspresi tuan saat tertawa dengan wanita. Selama ini aku tidak pernah melihatnya tertawa dengan seorang wanita. Apakah sebentar lagi dunia akan terbalik?. Robert


"Kira-kira hal apa yang disukai seorang wanita dari seorang pria." John bertanya dengan sungguh-sungguh kepada Robert

__ADS_1


"Tergantung tipe wanita tuan."


"Maksudmu?"


"Maksudku begini tuan. Kalau wanita itu feminim ia pasti suka jika cowok mengiriminya bunga, mengajak jalan-jalan, nonton, makan, dan beberapa kebiasaan lainnya. Tapi jika wanita itu tomboy, Ia akan lebih suka hal-hal yang menantang seperti yang disukai laki-laki. Dan bagi seorang wanita yang tomboy, hal yang paling ia butuhkan dari pria adalah gentle, setia, dan tidak plin plan.


Kalau menurutku, Shandra tipe yang kedua. Dia tipe yang sangat tomboy. Jadi salah kalau tadi aku mengirimkan bunga padanya. Ah sudahlah. Aku sedang pusing. Nanti aku memikirkan cara lagi untuk menarik perhatiannya.


"Hmmm! Terima kasih atas info pentingnya Robert." John kembali melihat pekerjaannya, namun pikirannya tidak ada pada apa yang sedang ia lihat.


*****


Sementara di kantornya, Shandra kaget dengan paket yang tiba-tiba datang. Ia menyuruh Clara, sekretarisnya untuk mengeceknya terlebih dahulu. Clara segera melakukan perintah sang nona muda. Setelah melihat nama pengirim yang tertera pada bunga tersebut, ia merenung dan tidak segera memberitahukan nama pengirim kepada Shandra.


John Bruno? Bukankah ini pria dingin dan tampan yang dikejar banyak wanita? Kalau sampai ia mengirimkan bunga kepada nona muda, apa ini tanda ia jatuh cinta dengan nona muda? Wah! Benar-benar pasangan yang luar biasa karena sama-sama manusia gunung es yang tidak akan pernah mencair.


"Sudah kamu temukan nama pengirimnya?Apa ada masalah dengan kiriman itu?"


Clara tersentak karena ketahuan melamun.


"A... Sudah nona muda. Nama pengirimnya tuan John Bruno.


Jantung Shandra langsung berpacu mendengar nama yang disebutkan Clara. Namun ia pura-pura terlihat biasa.


"Apa saja yang dikirimkan."


"Seikat bunga dan paket makan siang yang komplit nona muda." Jawab Shandra sambil menahan ilernya karena kalau dilihat dari tulisan yang terdapat di paket tersebut, itu berasal dari resto terkenal di seluruh kota itu dengan menu yang spesial dan benar-benar membuat siapapun yang memakannya pasti ketagihan.


"Bunga itu untukmu saja."


"Untukku nona muda?" Tanya Clara tidak percaya


"Iya! Untukmu. Apa kau pikir aku bercanda?


Clara terlalu senang dan segera mengambil paket bunga tersebut. Saat ia mengangkatnya, secarik kertas jatuh. Ia segera mengambilnya dan memberikannya pada Shandra. Ia tidak mau membaca apa yang tertulis di situ.

__ADS_1


"Apa ini!"


"Kertas itu terselip di bunga ini nona muda"


Shandra segera meraih kertas itu dari tangan Clara dan membacanya


Aku harap kamu menyukai apa yang aku kirimkan. Maafkan aku yang tidak memahami seleramu. Aku tidak tahu apakah kamu menyukai bunga itu atau tidak. Jika kamu tak menyukainya, kamu boleh membuangnya. Sedangkan untuk paket makan siangnya, aku berharap kamu mencicipinya walau hanya sedikit. Mungkin makanan itu tidak seenak yang sering disiapkan oleh pelayanmu. Tapi aku harap, kamu mau mencobanya. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk mengenalmu lebih dekat. Terima kasih atas waktunya untuk membaca tulisan ini, dan selamat menikmati makan siangmu. John Bruno.


Untuk sesaat, Shandra bingung dengan apa yang harus dilakukan. Namun di detik selanjutnya ia sadar dan memanggil Clara.


"Clara, tolong bawakan paket makan siang itu di mejamu dan kita akan makan bersama. Masih banyak yang harus kita kerjakan. Jadi lebih bagus kita makan di sini agar tidak membuang-buang waktu."


Clara yang sudah menahan ilernya dari tadi, segera mengambil makanan yang dikirimkan dan membuka semuanya di mejanya.


"Silahkan dinikmati nona muda. Sudah saya siapkan."


"Terima kasih Clara. Ayo makan bersama. Ini terlalu banyak dan aku tidak akan bisa menghabiskannya seorang diri."


"Baik nona muda. Terima kasih."


Mereka kemudian menikmati makan siangnya tanpa ada yang bicara.


"Jangan lupa kirimkan kartu ucapan terima kasih atas namaku kepada tuan John Bruno atas kiriman makan siangnya hari ini."Kata Shandra setelah selesai makan. Ia kemudian kembali menekuni pekerjaanya.


Sementara pikiran Clara mulai berkecambuk karena sang nona muda tiba-tiba berbaik hati.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading ya? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.😍😍😍😍😍


__ADS_2