Sang Mafia Jatuh Cinta

Sang Mafia Jatuh Cinta
17. Dikejar Pria Misterius


__ADS_3

Ada orang yang menyukai orang lain dan menggunakan cara yang sportif untuk mendapatkannya. Sementara ada orang yang ingin mendapatkan cinta seseorang dengan cara yang tidak lazim. Mungkin dua cara yang berbeda itu ada yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat pada umumnya, tetapi pelaku cinta terkadang tidak mengerti bahwa cara ia mengungkapkan perasaannya tidak sesuai dengan apa yang disukai orang lain.


Eda Sally


*****


Seperti biasa saat pulang kerja, Shandra akan memerintahkan Branden, bodyguard sekaligus drivernya untuk melajukan mobilnya dengan santai. Baginya jalan santai di sore hari dan menikmati indahnya kota di sore hari itu menyenangkan.


Branden yang selalu taat dengan sang nona muda selalu mengikuti kemauannya. Mereka terlihat berjalan santai, dan Branden fokus mengemudi. Namun sebagai seorang bodyguard yang terlatih, mata Branden selalu jeli dengan keadaan sekitar. Ekor matanya yang selalu melirik spion melihat bahwa ada mobil yang mengikuti mereka sejak tadi. Ia sudah coba untuk berjalan perlahan, namun mobil di belakang mereka sepertinya mengikuti irama laju mobil mereka.


Hal ini menyebabkan Branden terpaksa harus memakai trik. Kadang ia ngebut dan kadang perlahan. Branden sengaja berbelok ke lain arah dan tidak kembali ke rumah.


Shandra yang duduk di belakang kaget dengan apa yang dilakukan Branden, dan nalurinya sebagai orang yang sudah menjadi ketua mafia sejak usia belia langsung paham dengan apa yang terjadi. Shandra lantas membuka kotak senjata yang ada dibelakang kursi. Ia nampak bersiap-siap tanpa diketahui oleh Branden.


"Umpan dia dengan terus mengitari jalan-jalan yang agak sepi. Aku ingin memberikan pelajaran kepada orang yang sudah berani mengusik ketenanganku di sore hari." Kata Shandra dengan nada kesal.


Branden kaget karena sang nona muda rupanya peka dengan apa yang terjadi. Tanpa diperintah dua kali, Branden segera mengemudikan mobilnya melewati jalan-jalan yang sepi.


Orang yang mengikuti mereka rupanya berpikir bahwa ini kesempatan untuk melancarkan aksinya. Dengan berani ia sudah mulai menabrakkan mobilnya ke mobil yang dikendarai Branden dan Shandra. Hal itu tentu saja membuat Shandra dan Branden hampir terbuang ke depan. Untung saja mereka selalu menggunakan sabuk pengaman.


"Pelankan mobil Branden! Biarkan ia sejajar dengan kita. Aku ingin melihat siapa yang sudah berani mengusik perjalananku." Perintah Shandra pada Branden dengan emosi yang sudah memuncak.


Branden berjalan sangat perlahan dan mobil di belakang mereka langsung menyalib dan segera menghentikan mobilnya di badan jalan yang membuat mobil Shandra otomatis tidak bisa lewat.


"Bersiap-siap Branden. Aku ingin kita bawa dia hidup-hidup agar aku bisa memberikan pelajaran padanya di rumah." Shandra berkata sambil tetap memegang pistolnya.


"Baik nona muda." Jawab Branden singkat.


Ketika orang itu keluar dari dalam mobil, Shandra memicingkan matanya dan coba mengingat tapi ia sama sekali tidak mengenali pria tersebut. Pria itu berjalan ke arah mereka dan mengetuk pintu kaca. Shandra pura-pura melipat tangannya dan menyembunyikan pistol yang dia pegang.


"Ada yang bisa aku bantu tuan?" Tanya Branden pada orang tersebut, sementara tangan kanannya sudah menggenggam pisau yang sudah ia siapkan dari tadi.

__ADS_1


"Aku menginginkan bosmu. Serahkan bosmu kepadaku dan kau boleh pergi." Kata orang itu sambil menodongkan pistol tepat di dahi Branden dan melihat ke arah Shandra. Shandra yang dilihat pura-pura memejamkan matanya.


"Baik tuan. Silahkan masuk ke mobil dan tuan bisa membawanya". Jawab Branden enteng tanpa dosa.


Orang itu berpikir bahwa Branden bukanlah bodyguard dan hanya driver biasa sehingga takut dengan ancamannya dan mau menyerahkan Shandra dengan sukarela. Ia kemudian berputar ke arah berlawanan dan membuka pintu belakang untuk membawa Shandra.


Ketika berhasil membuka pintu dan orang itu baru memunculkan kepalanya, tangan Branden bergerak dengan cepat dan melemparkan pisau yang dia pegang ke arah orang itu dan karena Branden sudah terlatih, pisau itu langsung menancap persis di dahi orang tersebut. Shandra menggunakan kesempatan itu dan menembakkan pelurunya yang langsung bersarang di tangan orang itu yang mencoba untuk mencabut pisau dari dahinya. Darah mengucur dari dahi dan tangan orang tersebut. Sementara pistol yang ia pegang sudah jatuh karena terkejut saat Branden melemparkan pisau tepat di dahinya.


"Cepat bereskan manusia sampah ini di belakang dan bawa ke rumah. Aku ingin memberikan pelajaran baginya." Kata Shandra penuh amarah.


Branden memasukkan orang tersebut ke dalam mobil, kemudian segera melajukan mobilnya dengan kencang menuju rumah.


Setelah sampai, Shandra tidak berjalan ke arah grandpa dan grandma seperti biasa. Ia langsung memberikan tasnya kepada Baretta yang sudah menunggunya di pintu mobil ketika turun.


"Cepat bawa sampah itu ke ruang bawa tanah. Aku ingin bermain-main dengannya." Perintah Shandra.


"Baik nona muda." Jawab Branden singkat.


"Apa yang kau bawa Branden." Tanya grandpa. Sebagai orang yang sudah lama bergelut di dunia hitam ia langsung peka dengan apa yang ada di depan matanya.


"Barang mainan nona muda, tuan besar. Kami temukan di jalan." Jawab Branden


Orang itu merintih kesakitan ketika Branden mengeluarkannya dan membawanya ke rumah belakang yang langsung bersambung dengan ruang bawah tanah.


"Maafkan Lala grandpa. Lala terpaksa membawanya ke sini."


"Tidak apa-apa, nak!"


"Lala harus segera membereskan manusia tidak berguna itu." Katanya singkat sambil berjalan mengikuti Branden yang menyeret orang itu dengan dibantu beberapa anak buahnya.


Setelah sampai, Shandra memerintahkan agar segera membuka ikatannya.

__ADS_1


"Satu pertanyaan, satu detik untuk menjawab. Jika kau tidak menjawab pertanyaanku lebih dari satu detik, aku akan membuatmu kehilangan anggota tubuhmu satu persatu."


"Siapa yang menyuruhmu!"


Orang itu memalingkan wajahnya dan menghindari tatapan Shandra.


"Baik,! Jika kau tidak menjawab, kita akan segera bermain." Sambil berkata Shandra mengambil pisau yang tertancap diatas meja dan dengan satu kali hentakan, telinga orang itu langsung terputus. Orang itu berteriak kesakitan dan sangat shock ketika melihat telinganya sudah ada di lantai dengan dipenuhi darah.


"Fine! Aku disuruh tuan Nick Smith untuk menculikmu karena ia ingin menjadikanmu istri kedua. Ia tergila-gila padamu ketika bertemu denganmu di kantor dalam urusan bisnis beberapa hari lalu." Jawab orang itu dengan napas terengah-engah menahan rasa sakit dan kegugupan.


Shandra geram mendengar jawaban orang tersebut.


"Kau pikir akan semudah itu membawaku? Kau tidak sadar sedang berhadapan dengan siapa? Berikan alamat rumah dan nomor ponsel tuanmu. Aku akan mengampunimu jika aku sudah mendapatkan tuanmu."


"Branden, suruh dokter Stevi untuk mengobati lukanya. Dan malam ini juga kamu ke markas dan beritahu Fritz untuk membawa Nick Smith hidup-hidup kepadaku." Perintah Shandra kemudian keluar meninggalkan mereka.


"Siapa namamu?" Tanya Branden pada orang itu.


"Luke tuan!" Orang itu menjawab dengan gemetar.


"Bekerjalah dengan cara yang benar jika masih ingin menghirup udara." Kata Branden setelah menggeledah saku orang itu dan mengambil semua barangnya kemudian meninggalkan orang itu dengan anak buahnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading ya? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, ratting bintang lima, dan komentar positifnya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2