
Tetaplah pada pendirian dan prinsipmu meski keadaan terkadang memaksamu untuk berubah. Kadang mungkin ada hal yang tidak akan berjalan sesuai dengan keinginanmu, tapi percayalah itu hanya akan mengubah arahmu, bukan tujuanmu.
Eda Sally
*****
Shandra yang baru dua minggu memegang jabatan CEO, namanya mulai mencuat ke beberapa perusahaan yang rata-rata para pemimpinnya juga masih muda. Tentu saja ini menjadi tantangan bagi Shandra karena ada banyak yang datang ke kantornya dengan alasan menawarkan kontrak untuk produk yang akan mereka luncurkan. Percayalah, itu alasan yang sengaja dibuat-buat karena tujuan utamanya adalah ingin bertemu dan menatap sang CEO termuda yang berparas cantik.
Diantara semua yang mencari muka dengan berbagai cara, ada satu orang yang menggunakan cara lain untuk mendekati Shandra. Baginya itu adalah cara yang paling ampuh dan dia akan memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya.
John Bruno adalah putra tunggal dari tuan Alaric Bruno, yang sudah lama bekerjasama dengan tuan Andre, dan merupakan sahabat dekat tuan Andre.
Begitu John mendengar bahwa tuan Andre sudah mundur dari jabatannya dan digantikan oleh cucunya, John sebenarnya penasaran. Namun, ia tidak terlalu tertarik karena baginya tidak ada wanita yang akan meluluhkan hatinya. Tapi siapa sangka ia justru kaget begitu melihat foto Shandra. Ia tidak menyangka bahwa wanita yang awalnya tidak dia perhitungkan sama sekali ternyata memiliki pesona yang luar biasa. John segera membuat rencana agar bisa bertemu dan dekat dengan Shandra.
Pagi ini, ketika merasa bahwa ada kesempatan, John mengungkapkan niatnya kepada sang dady.
"Dad, sudah lama kita tidak mengunjungi tuan Andre. Bagaimana kalau kita mengatur waktu makan malam dengan tuan Andre". Kata John dengan penuh harap agar sang dady mengabulkan permintaannya.
"Hmmmm, rupanya kau masih ingat dengan sahabat dady yang baik itu". sambil manggut-manggut dan tersenyum.
Aku tahu motifmu anakku. Aku lebih tua darimu, dan aku pernah ada di posisimu. Jangan bilang kau tertarik pada cucu tuan Andre. tuan Alaric
"Siapa yang tidak ingat dengan orang terkaya yang sudah banyak menolong perusahaan kita, Dad!.. Katanya dengan nada mantap agar sang dady tidak curiga dengan niatnya.
Semoga dady menginjinkan..Aku benar-benar hampir mati penasaran dengan wanita itu. kira-kira seperti apa dia. Kalau di foto saja sudah cantik, entah aslinya seperti apa. Tatapan matanya benar-benar menarik perhatianku.
__ADS_1
"Hmmmm,! Syukurlah kau selalu ingat. Jangan pernah melupakan tuan Andre. Karena kita banyak berhutang budi padanya". Menekankan kata-katanya ke arah urusan bisnis agar putranya tidak curiga bahwa dia sudah mengetahui niatnya.
"Iya dad,! Jadi apakah aku bisa mengundang tuan Andre dan keluarganya untuk makan malam di restorant kita,? Bertanya dengan penuh harap semoga sang dady mengijinkan.
"Kau atur saja waktunya anakku. Dady hanya akan mengikuti waktumu. Usahakan cari waktu di akhir pekan, karena tuan Andre tidak akan mau membuang waktunya jika itu adalah hari kerja, walaupun acaranya malam hari. Ia tidak akan datang ke acara yang menurutnya hanya membuang-buang waktu saja. Jadi sebaiknya kau atur waktu di akhir pekan, sesuaikan dengan jadwal kerjamu juga. Dan setelah beres, kau tinggal bilang. Nanti dady yang akan menghubungi tuan Andre".
Tuan Alaric juga sudah mendengar cerita tentang kecantikan dan kehebatan Shandra. Namun, seperti tuan Andre, ia juga termasuk tipe orang yang teliti. Ia hanya akan percaya ketika sudah melihat dengan matanya sendiri. Bukan berarti ia tidak penasaran.
"Baik dady,! Terima kasih atas bantuannya". John tersenyum puas pada dady begitu mendapat sinyal positif. Tentu ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
Kalau tuan Andre berani mempercayakan Viktoria Grup yang sudah mendunia itu ke tangannya, itu berarti bahwa ia bukan orang sembarangan. Ia pasti memiliki kemampuan yang luar biasa. Aku sangat mengenal sahabatku itu sejak muda, dan aku tahu orang seperti apa dia. Orang-orang yang bekerja di Viktoria Grup adalah orang-orang yang sudah teruji kemampuannya diluar sana. tuan Alaric
Ah dady memang paling mengerti dengan perasaan anak muda. Aku ingin lihat dari dekat, seperti apa wanita itu sehingga semua orang kagum padanya. Rasanya aku tak sabar menunggu waktu makan malam agar segera bertemu dan bisa menatapnya berlama-lama. John.
*******
Semenjak kedatangan Shandra, kedua orang tua itu seperti mendapat mainan baru. Mereka tidak akan melewati waktu untuk menyambut kepulangan sang cucu. Mereka akan mengajak Shandra duduk sejenak sebelum Shandra masuk ke kamarnya. Karena Shandra akan sibuk dengan dirinya sendiri dan urusan pekerjaan yang belum selesai jika sudah masuk ke kamarnya, dan akan jarang keluar untuk menemui mereka kecuali waktu makan malam
Beda dengan Shandra, ia sebenarnya bosan melihat pemandangan yang setiap sore ia saksikan. Ia yang sudah terbiasa mandiri, merasa tidak nyaman jika diperlakukan seperti itu. Namun, ia tidak mau mengecewakan grandpa dan grandma yang sudah sangat menyayanginya.
"Bagaimana dengan pekerjaanmu hari ini. Apa ada kendala,? Apa ada yang menggodamu,? Apa ada karyawan yang membangkang,? Pertanyaam beruntun yang hampir setiap hari di dengar Shandra dari mulut grandpa sampai-sampai Shandra sudah menghafal pertanyaan-pertanyaan itu berdasarkan urutannya.
"Tidak ada kendala. Semuanya aman grandpa. Tidak usah kuatir. Lala bisa atasi. Berkata dengan menunjukkan senyumnya agar meyakinkan grandpa bahwa ia memang baik-baik saja.
"Sayang,! jika kamu lelah besok istirahat saja. Biarkan Clara yang mengurus semuanya. Grandma berkata dengan nada kuatir karena ia tahu Shandra terkadang tidak tidur sampai larut malam.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja gradma,! Tidak usah kuatir. Tanganya sibuk memeluk wanita disampingnya yang masih terlihat cantik dan segar.
"Oya,! Tadi grandpa di telepon sama teman lama grandpa. Kita di undang untuk makan malam di akhir pekan tiga minggu depan. Grandpa mengatakannya sekarang, agar kamu juga bisa mengatur jadwalmu dan mengosongkan jadwal di akhir pekan tiga minggu depan.
Shandra terlihat menarik napas sebelum menjawab. Ia memang tidak suka dengan acara- acara seperti itu karena akan menuntutnya untuk mau tidak mau harus memaksakan diri untuk tersenyum dan pura-pura ramah.
Kenapa aku juga diajak. Malas berurusan dengan orang-orang yang mencari muka. Aku benci orang-orang seperti itu.
"Baik grandpa,! Kalau begitu Shandra pamit ke kamar dulu untuk berganti pakaian dan mandi. Shandra gerah. Katanya dengan senyum yang dikondisikan semanis mungkin agar tidak menyinggung grandpa dan grandma karena sebenarnya ia ingin menghindar membahas tentang hal-hal yang menurutnya tidak penting.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading guys. Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, dan komentar positifnya๐๐๐๐.