
Cinta bisa membuat orang yang kuat menjadi lemah, dan orang yang lemah menjadi kuat. Tidak peduli kepada siapa cinta itu bertakhta. Karena cinta akan melakukan apa yang seharusnya dilakukan ketika ia sudah menemukan tempat yang pantas untuk berdiam.
Cinta juga akan menyebabkan seseorang melakukan apa saja demi mempertahankan sebuah rasa. Hal yang perlu kau lakukan adalah kelola hatimu dengan benar agar cinta tidak membutakanmu, tapi menuntunmu kepada sebuah cahaya kehidupan untuk berjalan bersama pasanganmu dalam terangnya cinta yang sesungguhnya.
Eda Sally
*****
John Bruno yang menerima kartu ucapan terima kasih dari Shandra sangat senang sampai mendekap kartu itu di dadanya dan terus memandanginya.
Robert, yang melihat kelakuan tuannya hanya menggelengkan kepala. Ia tidak mengerti dengan perasaan orang yang jatuh cinta di usia seperti tuannya. Karena ia sendiri mulai jatuh cinta ketika berusia sembilan belas tahun. Dan sejak saat itu, ia mulai berkenalan dan bahkan mengencani banyak wanita.
Hmm,,benar-benar aneh. Baru dapat kartu saja sudah senang apalagi dapat orangnya. Kelakuan tuanku aneh, sepertu remaja tanggung yang baru merasakan jatuh cinta. Apakah semua orang yang baru pertama kali jatuh cinta di usia dua puluh tahun keatas tingkahnya seperti itu?
John tidak fokus dengan pekerjaannya gara-gara kartu ucapan terima kasih yang bertuliskan nama Shandra. Karena itu ,ia tidak bisa menahan hatinya dan berniat untuk mengunjungi Shandra ke kantornya. Tapi niatnya tidak akan terang-terangan. Ia hanya ingin melihat sang pujaan hati walaupun dari jauh.
"Robert, kamu selesaikan pekerjaan yang belum aku selesaikan. Aku ada urusan sebentar di luar. Mungkin nanti aku akan langsung pulang ke rumah setelah itu. Jadi jika sudah selesai kamu boleh pulang dan jangan menungguku."
"Baik tuan. Terima kasih atas infonya."
"Iya. Aku mau berangkat sekarang."
"Iya tuan. Hati-hati di jalan tuan."
"Hmm. Jawab John singkat dan langsung jalan meninggalkan Robert yang sibuk dengan sejumlah file yang ada di hadapannya.
Sepanjang jalan John sampai tak habis pikir, kenapa ia malah seperti pencuri yang hanya mampu mengintai dari jauh tanpa berani dekat. Tak lama kemudian John sudah berada di depan kantor pusat Viktoria Grup.
*****
Shandra yang berada di dalam kantor tidak menyadari kehadiran John yang setia memarkir mobilnya di pinggir jalan dan matanya awas menatap semua orang yang lalu lalang dengan harapan satu diantaranya adalah Shandra.
Hari ini Shandra berniat pulang lebih awal karena ia dihubungi oleh Fritz untuk hati-hati karena dari pantauan mereka, sudah beberapa hari terakhir ini ada dua mobil yang selalu membuntuti Shandra setiap kali pulang.
"Clara, aku akan pulang lebih dahulu ya? Karena ada beberapa urusan diluar yang harus aku selesaikan."
__ADS_1
"Baik nona muda. Aku akan mmyelesaikan tugasku. Setelah itu baru pulang."
"Ok. Terima kasih Clara."
Shandra menggunakan lift khusus menuju parkiran. Terlihat Branden yang selalu siaga di mobil. Begitu melihat Shandra, Branden segera membukakan pintu untuk Shandra.
"Silahkan masuk nona muda. Ini masih belum jam pulang. Apa nona muda ingin aku mengantar ke suatu tempat?" Kata Branden begitu membukakan pintu untuk Shandra.
"Kamu bawa mobil menuju ke arah rumah, tapi kira-kira 1KM kamu putar balik ke markas."
"Baik nona muda." Jawab Branden paham dengan apa yang dikatakan Shandra. Ia bukan tidak menyadari orang yang sering mengekor mereka. Namun ia tidak akan bertindak lebih dulu jika musuh yang mengintai mereka hanya sebatas membuntuti.
Branden kemudian menjalankan mobil. John yang melihat mereka segera mengikuti mereka dari belakang.
Sepertinya hari ini kita akan bermain. Aku suka cara kerja nona muda dalam menghadapi manusia-manusia sampah. Branden
John heran karena ada dua mobil lain yang mengikuti mobil Shandra juga.
Hmmm! Rupanya aku ada saingan, karena ada yang berani membuntuti calon istriku. Kita lihat saja apa yang akan terjadi. John
John kemudian mengeluarkan pistol merk Raging Bull 454 dari bawah tempat duduk dan juga pisau yang sering ia gunakan jika bertarung. Itu bukan sembarang pisau, karena sekali lempar bisa langsung menancap dengan kedalaman 10-15cm. John juga sangat ahli dalam melempar pisau dari jarak jauh, selain ahli dalam menembak walaupun jarak jauh.
Siapa mereka yang berani mengganggu calon istriku.
Begitu melewati jalan yang agak sepi, salah satu mobil langsung menyalib dan mendahului mobil Shandra kemudian salah satu yang duduk di samping driver langsung menembak ban mobil Shandra yang otomatis membuat mobil Shandra langsung lumpuh di tempat.
"Tenang Branden. Jangan panik. Kita diam sampai mereka bertindak. Tetap merunduk dan waspada sampai mereka mendekat. Lakukan lebih cepat dari biasanya."
"Baik nona muda."
Shandra melihat bahwa ada delapan orang yang turun dari dua mobil yang sejak tadi mengikuti mereka.
"Hmmm! Cukup banyak untuk sekedar bermain-main."
"Tenang saja nona muda."
__ADS_1
"Ada satu mobil di belakang sekali nona muda. Tapi tidak ada yang turun."
"Berarti dia bukan musuh. Mungkin teman."
Ketika Shandra mengakhiri kalimatnya, salah satu dari delapan orang itu memukul kaca mobil dengan kayu, namun kaca itu sangat kuat sehingga tidak retak sama sekali. Orang tersebut marah dan menghardik dengan keras.
"Jika tidak keluar dalam dua menit, akan aku bakar mobil ini."
Shandra memberi isyarat pada Branden untuk keluar.
"Oh, jadi kau nona muda yang di gilai para pria? Pantas saja tuanku menginginkanmu, tapi sayang ia mati di tanganmu. Ternyata kau tidak hanya cantik tapi pandai membunuh. Aku ingin melihatmu membunuhku hari ini. Jika kau tidak membunuhku, maka aku akan membawamu dengan paksa untuk menikah denganku. Hahahhaahahahahahha."
Telingan Shandra panas mendengar perkataan itu. Dengan tanpa di sadari orang itu, kaki Shandra sudah menyambar pistol yang di pegang orang itu dan terpental. John yang mendapat kesempatan,langsung menembakkan tiga peluru yang bersarang di tiga orang yang berada di belakang orang yang tadi bicara. Sementara pisaunya dengan lemparan jarak jauh menghantam salah satu tepat dilehernya yang langsung tembus di belakang.
Shandra kaget dengan empat orang yang sudah bersimbah darah. Ia tahu itu bukan Branden.
Branden langsung menghadapi dua orang sekaligus dan melumpuhkannya. Sementara Shandra sedang bergulat dengan orang yang tadi berbicara.
John Bruno yang tahu-tahu sudah berada di situ, segera mengeluarkan jurus mematikan yang dipelajari dari dadynya. Hanya dengan dua kali pukulan yang mengenai leher, orang itu langsung tumbang tanpa bernapas sama sekali.
John segera mendekati Branden yang masih menyisakan satu orang dan sementara berduel. Dari jarak tiga meter, John melompat dan dengan satu kali hentakan, kakinya langsung menyambar leher orang tersebut dan terdengar bunyi 'Krak' pertanda leher orang itu patah dan langsung jatuh tak bernyawa.
Pada saat yang bersamaan, Shandra yang memelintir orang berbadan besar yang menjadi lawannya, hanya dengan satu kali hentakan, ia langsung membanting orang tersebut ke tanah. Ketika ia akan melompat, John melompat mendahuluinya dan menendang orang tersebut keatas, kemudian melakukan gerakan memutar dan kakinya menghantam orang tersebut tepat di alat vitalnya. Tanpa suara, orang tersebut jatuh dan memelototkan kedua matanya pertanda sudah tidak bernyawa.
Bersambung.....
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya๐๐๐๐๐