
Teruslah berjalan maju dan menatap ke depan karena kita sedang berjalan menuju masa depan, bukan masa lalu. Perjalanan menuju masa depan tentu tidak mudah, tetapi cara kita menjalaninya yang akan mempermudah jalan kita.
Eda Sally
*****
Shandra sudah tiga hari berada di rumah grandpa-nya, dan bagi granpda sudah waktunya untuk menerima jabatan dan menjalankan tugas sebagai pemimpin baru. Shandra terlihat sangat siap untuk tugas yang diberikan oleh grandpa. Walaupun Shandra adalah cucu satu-satunya, namun ia tidak manja sama sekali. Semua berkat didikan papanya yang menjadikan Shandra gadis yang tegar dan kuat.
"Pagi grandpa, grandma!" Shandra yang sudah rapi turun dari kamar dan menemui grandpa yang sudah siap.
"Pagi sayangnya grandma. Cantik sekali cucuku." Grandma selalu antusias jika beruruaan dengan cucunya.
"Pagi sayang! Sudah siap?" Grandpa tidak membalas ucapan selamat pagi dari Shandra. Malah balik bertanya.
Selalu begitu. Memangnya tampangku kelihatan belum siap ya. Padahal aku menghabiskan waktu 30 menit hanya agar terlihat sempurna. Shandra
"Sudah grandpa." Jengkel tapi jawab juga
"Jika sudah ayo segera berangkat." Tanpa menoleh dan berkata sambil terus berjalan. Begitulah kelakuan grandpa. Mungkin baginya waktu adalah emas sehingga berbicara sambil jalan pun tidak masalah baginya.
"Setidaknya lihat aku kalau bicara. Aku mengekor seperti anak kecil yang akan dibelikan permen. Penampilanku pun tidak dipuji sama sekali. Kenapa punya grandpa harus sedingin ini,,? Kalau aku di jauh mengaku kangen. Begitu aku dekat, berbicara pun tanpa melihatku sama sekali. Shandra
Mereka memasuki mobil mewah yang sudah dibukakan pintunya oleh bodyguard yang akan mengawal mereka dan merangkap sebagai sopir. Grandpa dan Shandra segera masuk ke dalam mobil dan segera munuju perusahaan tempat grandpa-nya bekerja. Sepanjang jalan tidak ada yang berbicara. Shandra yang duduk dengan grandpa di belakang pun hanya tersenyum ketika grandpa membelai rambutnya.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai perusahaan yang di tuju. Ini pertama kali Shandra datang ke perusahaan milik grandpa. Karena dulu waktu datang terakhir dalam masa libur, ia tidak diijinkan keluar rumah. Alasannya takut terjadi sesuatu dengan cucu satu-satunya. Padahal selalu dikawal bodyguard.
Melihat gedung-gedung mewah yang berjejer rapi serta fasilitas yang ada, Shandra tidak heran karena grandpa-nya dikenal sebagai pria kaya selama beberapa dekade terakhir ini. Bahkan namanya mencuat sampai ke luar negeri gara-gara memiliki berbagai anak cabang perusahaan di beberapa negara termasuk di Indonesia yang di kelola papanya.
Saat mereka turun beberapa anak buah menunduk dan memberi hormat kepada tuan Andre. Shandra cuek seolah tidak melihat perlakuan anak buah grandpa-nya. Mereka segera masuk ke dalam karena sebentar lagi acara serah terima CEO baru akan dimulai.
__ADS_1
Semua yang di dalam ruangan tempat acara berlangsung tidak menyadari bahwa Shandra sudah menyelesaikan kuliahnya. Saking imutnya mereka menyangka bahwa Shandra hanya gadis yang mungkin kebetulan ikut orang tuanya ke kantor.
Shandra pun tidak duduk dengan grandpa. Ia meminta untuk berbaur dengan karyawan lain agar melihat reaksi mereka dan ingin tahu apakah mereka setia dengan grandpa-nya atau tidak. Grandpa tidak melarang karena sudah tahu dengan kualitas yang shandra miliki.
"Hari ini, aku merasa sangat berbahagia karena sampai sekarang kalian semua masih setia dengan terus mendukung Viktoria Grup sehingga boleh mengalami perkembangan yang luar biasa dan memiliki anak cabang dimana-mana. Hasil yang telah kita peroleh semua berkat kerjasama yang baik dari kita semua."
"Aku juga perlu mengumumkan kepada kalian semua, bahwa pagi ini, dengan resmi, aku akan mengundurkan diri, dan memberikan jabatanku kepada orang lain. Itulah alasan kenapa sejak masuk aku tidak duduk di kursi yang seharusnya menjadi tempatku. Karena mulai saat ini, kursi itu akan bertuan kepada orang lain."
Tuan Andre berhenti sejenak. Sementara forum itu terlihat bisik-bisik saling bertanya dan menerka tentang siapa yang akan menjadi CEO berikutnya untuk Viktoria Grup yang besar ini.
"Mungkin kalian semua akan bertanya, siapa yang layak duduk di kursi CEO untuk terus menegakkan nama Viktoria Grup yang telah mendunia. Jabatan yang bergengsi ini, dengan sadar aku berikan kepada cucuku satu-satunya SHANDRA WILSON. Shandra diharapkan untuk mengambil tempat di kursi kebesaran yang telah disediakan."
Shandra terlihat bangun dari arah belakang dan menuju ke depan. Semua karyawan yang hadir nampak kaget dan tak menyangka bahwa gadis yang tadi mereka anggap gadis ingusan adalah cucu dari pemilik Viktoria Grup. Mereka segera berdiri tanpa di komando.
Shandra yang sudah sampai di depan tidak langsung duduk. Ketika semuanya sudah berdiri, ia segera menunduk diikuti oleh semua yang ada di ruangan itu tanda penghormatan kepada CEO baru. Setelah itu Shandra segera duduk di kursi kebesaran milik CEO.
"Terima kasih kepada grandpa yang telah mempercayakan jabatan ini kepadaku. Aku harap kita semua dapat bekerja sama. Jika ada yang mencoba untuk menjatuhkan nama baik Viktoria Grup serta membuat tindakan yang mencoreng nama besar Viktoria Grup, maka ia akan berurusan denganku." Berkata dengan wajah yang terlihat dingin dan sorot matanya yang tajam menatap semua yang hadir.
"Kau sudah berani mengusirku." Berkata dengan nada bercanda dan tersenyum tulus kemudian melanjutkan.
"Tentu. Grandpa ingin merasakan bagaimana tidak dibebani tanggung jawab dan memiliki banyak waktu di rumah. Grandpa akan pulang sekarang."
Shandra hanya tersenyum ke arah grandpa dan menjawab 'Ok'
Setelah berkata, ia segera berdiri dan berkata kepada sekretarisnya.
"Antar aku ke ruanganku."
Ketika mereka menuju ruangannya, mereka berpapasan dengan seorang pria yang mungkin karena terlalu terpesona dengan Shandra, ia pura-pura menabrak Shandra. Shandra yang sudah terlatih dengan beladiri sejak kecil dengan reflek melompat dan kemudian langsung menghajar pria tersebut tanpa ampun.
__ADS_1
"Jangan pernah macam-macam denganku. Dan mulai hari ini kamu aku pecat. Silahkan kemasi barang-barangmu dan pergi dari sini secepatnya. Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi." Tanpa menunggu jawaban, Shandra segera berlalu dari depan orang tersebut.
Wah, kakek dan cucu sama-sama manusia es. Cucunya lebih sadis lagi. Aku harus terus berlatih agar kemampuan beladiriku juga jangan kalah dengannya. Karena aku yang akan senantiasa berdiri di sampingnya, maka aku perlu belajar untuk menyamainya, bahkan bisa melindunginya. Clara, sang sekretaris.
Clara segera membukakan pintu bagi Shandra. Begitu masuk Shandra tidak segera duduk. Ia masih mengamati semua perabot yang ada di ruang CEO dan memikirkan sesuatu.
"Ada beberapa perabot yang harus kamu ganti sesuai keinginanku. Aku akan memberikan daftarnya padamu. Ingat untuk tidak melakukan kesalahan." Berkata dengan tidak melihat tapi terus mengamati.
Nah ! Apa aku bilang. Sama kan dengan kakeknya,? Kenapa harus ada keturunan orang aneh di muka bumi ini,? Tolong sisakan satu generasi yang tidak sedingin ini untuk keluargaku. Jangan biarkan aku harus berhadapan dengan orang-orang aneh ketika ada di rumah. Biarlah keanehan ini hanya aku temui di kantor. Clara.
"Bacakan jadwalku hari ini dan besok." Berkata menyadarkan Clara dalam lamunannya.
Clara tersentak dan segera membacakan jadwal Shandra. Shandra tidak menjawab apapun. Ia hanya mengangguk dengan mata yang terus menatap layar komputer di depannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Happy reading ya, semoga Terhiburππ. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.ππππ