
Terkadang arus kehidupan menuntutmu untuk mengikuti alurnya. Tidak masalah ketika engkau terseret arus kehidupan. Kau hanya perlu memastikan dimana kau akan terdampar. Buatlah rencana untuk berjalan ketika engkau telah terdampar.
Eda Sally
*****
Karena weekend, Shandra memilih untuk menghabiskan waktu di kamar dengan memeriksa file dan email yang masuk. Setelah dirasa semuanya sudah beres, Shandra tidur untuk mengembalikan tenaganya yang terbuang selama seminggu bekerja.
Mungkin karena kelelahan, Shandra tidak sadar bahwa ia telah tertidur selama empat jam. Ketika bangun dan melihat jam, ia kaget karena sudah melewatkan jam makan siangnya.
Ah,, grandpa dan grandma pasti kecewa karena ini hari libur dan aku tidak makan siang bersama mereka. Kenapa Baretta tidak membangunkanku ketika jam makan siang.
Shandra menggerutu memarahi dirinya sendiri dan juga Baretta karena tidak membangunkannya. Ia tidak sadar bahwa yang dimarahi sejak tadi duduk dengan setia di sofa kamarnya dan menunggunya yang sedang tidur sampai terkantuk-kantuk juga. Baretta adalah pelayan yang dikhususkan untuk melayani segala keperluan Shandra. Makanya ketika Shandra kerja ataupun hanya duduk-duduk di kamar, Baretta akan setia menemani. Shandra terkadang menyuruhnya untuk tidak menjaganya jika sedang tidur siang, tapi Baretta akan tetap duduk, kecuali di usir dengan paksa oleh Shandra.
"Syukurlah nona muda sudah bangun. Tuan besar dan nona besar kuatir sekali. Dikira nona muda sakit makanya tidurnya lama sekali." Baretta berkata pada dirinya sendiri dengan suara yang dipelankan tapi cukup di dengar oleh Shandra.
"Jadi dari tadi kau menungguku di kamar? Kenapa tidak membangunkanku? Grandpa dan dan grandma pasti kecewa karena aku tidak makan siang bersama mereka.
"Tuan besar dan nyonya tidak marah nona muda. Mereka hanya kuatir. Takut nona muda sakit." Baretta menjelaskan dengan penuh kesabaran.
"Katakan pada grandpa dan grandma, aku baik-baik saja dan jangan kuatir. Kau keluar dulu. Aku mau mandi." Perintah Shandra pada Baretta.
"Oya habis mandi, kalau nona muda mau makan apakah aku perlu membawakan makanan nona muda ke kamar? Tanya Baretta.
"Tidak perlu Baretta. Aku akan turun untuk makan sekalian mau mengobrol sebentar dengan grandpa dan grandma. Selesai berkata Shandra langsung masuk ke kamar mandi sementara Baretta keluar dari kamar karena sudah di usir secara halus.
Setelah selesai mandi, Shandra segera turun ke ruang makan yang ada di lantai satu, dan untuk menebus kesalahannya, Shandra langsung memeluk dan mencium grandpa kemudian beralih ke grandma.
"Maafkan Shandra karena tidak makan siang bersama." Shandra langsung to the point meminta maaf.
"Grandma mengerti. Kamu pasti kelelahan, dan grandma kuatir kamu sakit. Katanya sambil membelai rambut cucunya.
"Kamu segera makan, karena dua jam lagi kita sudah harus bersiap-siap untuk menghadiri undangan makan malam dari keluarga Bruno." Grandpa berkata untuk mengingatkan Shandra.
Tanpa memberikan jawaban apapun, Shandra langsung beranjak menuju meja makan. Ia terlihat sangat menikmati makannya, bahkan porsinya lebih banyak dari biasanya.
Makan siang yang terlewatkan membuatku benar-benar lapar. Aku sampai makan sebanyak ini.
Selesai makan Shandra kembali bergabung dengan grandpa dan grandma.
"Gaunmu sudah grandma siapkan. Baretta sudah menaruhnya di kamarmu dengan sepatu yang harus kamu pakai. Grandma juga sudah memerintahkan pelayan yang bertugas merias untuk meriasmu nanti." Kata grandma sambil tersenyum.
__ADS_1
Tuh kan? Kenapa harus pakai dandan segala? Itu hal yang paling aku benci.
Shandra menggerutu panjang lebar dalam hati.
"Terima kasih sudah membereskan perusuh yang membuat kekacauan di markas kita. Selama ini orang-orang Black Bull tidak pernah mengganggu kita karena mereka tahu siapa grandpa. Kata grandpa membahas kekacauan di markas yang terjadi beberapa hari yang lalu.
"Sudah grandpa. Tidak usah dibahas. Orangnya juga sudah istirahat di museum." Jawab Shandra enteng.
Grandpa hanya tersenyum mendengar jawaban Shandra.
Kakek dan cucu sama saja. Lidahnya benar-benar tajam kalau berbicara. Grandma
Mereka terlihat asyik mengobrol sampai Baretta datang menyela.
"Permisi tuan dan nyonya. Sudah waktunya untuk merias nona muda dan nyonya besar. Kata Baretta.
"Ayo." Kata grandma singkat sambil menarik tangan Shandra untuk ke ruang rias.
Setelah selesai, mereka semua keluar dari rumah utama dan menuju ke mobil yang sudah terparkir mananti mereka. Branden dengan sigap membukakan pintu untuk mereka bertiga.
Kira-kira setelah dua puluh menit perjalanan, mereka tiba di mention keluarga Bruno yang cukup mewah, walau tidak semewah mention milik tuan Andre Dalmiro.
Terlihat keluarga Bruno sudah siap menyambut kedatangan mereka. Tuan Alaric Bruno sampai tidak berkedip menatap Shandra. Sementara John berkeringat karena tidak percaya dengan pesona dan kecantikan gadis yang ada di hadapannya.
"Ah tidak apa-apa. Sudah sepatutnya aku datang. Kau sahabatku. Katanya sambil memeluk tuan Alaric.
Mereka kemudian duduk dan menikmati makan malam sambil mengobrol.
"Ku dengar cucumu sangat hebat dalam mengendalikan Viktoria Grup. Aku benar-benar kagum dengannya dan tidak percaya ketika melihat langsung bahwa ia masih terlalu muda". Kata tuan Alaric sambil menatap lekat ke arah Shandra.
"Ah, tidak begitu tuan Bruno. Cucuku masih banyak belajar. Iya kan sayang? Katanya sambil tersenyum pada Shandra.
Shandra hanya tersenyum sambil mengangguk karena sebetulnya ia sangat malas berbicara, apalagi hanya basa basi yang tidak jelas seperti itu.
Sementara John dari tadi benar-benar mati kutu. Ia tidak menyangka orang yang awalnya tidak dia anggap sangat mempesona dan kini ada di hadapannya.
Kau membuatku salah tingkah nona muda. Aku tak menyangka bisa melihatmu secara langsung seperti ini. John
Hmmm, ayah anak sama-sama genit. Kenapa dari tadi terus menatapku. Apa yang salah dengan diriku. Shandra
Acara makan malam telah selesai dan mereka terlihat mengobrol dengan ringan.
__ADS_1
"Bagaimana pekerjaanmu John? Tanya tuan Andre sambil tersenyum.
"Semuanya lancar tuan. Tidak ada kendala. Terima kasih atas suport dana dari Viktoria Grup sehingga perusahaan keluarga Bruno tetap berdiri sampai hari ini. Jawab John tahu diri dan berterima kasih.
"Ah, itu belum seberapa John. Aku melakukannya karena dadymu adalah sahabatku. Kelola perusahaanmu dengan baik. kata tuan Andre memotivasi dengan senyum khasnya.
"Akan selalu ku ingat pesan tuan untuk bekerja dengan baik. Kata John.
"Apakah kau masih sering ke kantor"? Tanya tuan Andre pada tuan Alaric.
"Sejak jabatan CEO aku berikan pada John, aku lebih memilih istirahat di rumah. Aku ingin anakku mandiri dan bertanggung jawab. Kata tuan Alaric.
"Iya, kau benar. Mereka yang masih muda harus diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mereka. Kata tuan Andre.
Grandma dan Shandra hanya tersenyum mendengar obrolan para pria. Mereka berdua saling menatap dan tersenyum.
"Tuan Bruno. Dengan tidak mengurangi rasa hormat, aku rasa obrolan kita cukup sampai di sini. Jika ada waktu, aku akan mengundangmu dan putramu untuk datang ke kediamanku. kata tuan Andre sambil berdiri.
Akhirnya selesai juga. Rasanya ingin pingsan kalau lama-lama di sini. Shandra
"Baik tuan Andre. Aku dan putraku dengan senang hati akan memenuhi undanganmu. Kata tuan Alaric senang.
Ah, sepertinya ada sinyal bagus untuk semakin dekat dengan dengan nona muda yang cantik ini. John
Setelah selesai berpamitan, mereka segera meninggalkan kediaman keluarga Bruno.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading ya. Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, dan komentar positifnya.😍😍😍😍😍