
Kualitas diri seseorang terlihat ketika ia mampu menyelesaikan suatu hal yang menurut orang lain itu sesuatu yang tidak mungkin.
Orang akan mengagumi ketika kita mampu melakukan sesuatu. Kata-kata yang tegas diperlukan ketika kita menekankan sesuatu saat berbicara, tapi hal itu tentu harus di dukung dengan tindakan yang sepadan.
Eda Sally
*****
Shandra hanya membutuhkan waktu tiga tahun untuk menyelesaikan kuliahnya. Shandra yang baru saja menyelesaikan kuliahnya beberapa hari yang lalu, sudah diberi tugas oleh papanya untuk langsung memegang perusahaan papanya yang ada di Jerman.
Grandpa-nya tuan Andre sebenarnya tidak setuju agar Shandra kuliah, karena baginya hanya membuang-buang waktu dan Ia juga tidak meragukan kemampuan Shandra untuk memimpin perusahaan karena kemampuan Shandra sudah terlihat waktu ia masih kecil. Itulah alasan tuan Andre keberatan agar Shandra kuliah karena ia ingin membimbimgnya secara langsung.
"Nak! Papa berharap kamu menerima tawaran Grandpa untuk langsung memegang perusahaan yang grandpa pegang di Jerman. Menurut grandpa kamu lebih cocok. Dan bagi papa ini sudah waktunya kamu terjun ke dunia bisnis." Kata papa
"Tapi kalau Lala pergi apa papa bisa mengontrol anak buahku?" Tanya Shandra pada papanya.
"Kamu serahkan semuanya ke Sakti, biar dia yang urus. Dia sudah mengikuti kamu terlalu lama dan papa yakin dia bisa menggantikan posisi kamu. Papa hanya akan mengontrol jika diperlukan karena sebenarnya papa juga ingin fokus mengurus perusahaan kita." Kata papa.
"Baik! Jika itu keinginan dan keputusan papa, Lala akan lakukan apa yang papa kehendaki." Jawab Shandra mantap.
"Ok! Minggu depan kamu sudah bisa berangkat. Lebih cepat lebih baik karena grandpa akan sangat tertolong dengan kehadiran kamu di sana." Kata Papa.
"Iya pa! Lala akan membereskan beberapa hal dengan anak buah Lala sebelum berangkat."
"Oya! Bu Laela sangat kagum dengan kamu waktu kamu menemaninya di perusahaan untuk bertemu klien dan metting. Ia benar-benar tak menyangka kamu bisa mengerjakan semuanya dengan bagus. Bahkan keputusan kamu dalam memecat bendahara itu menurutnya keputusan yang sangat bijak dan tepat." Kata tuan Wilson memuji putrinya.
"Biasa aja pa. Shandra hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan." Kata Shandra.
"Iya! Papa tahu sayang, tapi papa harus bangga karena memiliki putri yang cerdas dan luar biasa." Kata papa
"Pa! Shandra ingin jalan-jalan kemudian bertemu Sakti dan yang lainnya untuk membereskan semuanya sebelum berangkat." Kata Shandra sambil berdiri.
"Ok sayang. Hati-hati di jalan." Kata papa
__ADS_1
Shandra segera menyambar jaketnya dan kunci mobilnya kemudian segera berangkat. Ia berniat ke markas di kota X, namun ia memilih mengitari kota dan melihat-lihat pemandangan.
Semoga papa baik-baik saja saat aku pergi. Aku tak ingin terjadi sesuatu pada papa. Aku akan mengurus perusahaan di sana secepatnya, dan jika aku sudah temukan orang yang bisa dipercaya untuk mengurusnya, aku akan segera pulang. Aku tak mau orang-orang yang selama ini mengincar papa melakukan sesuatu yang buruk pada papa. Aku akan menyuruh anak buahku memperketat pengawasan mereka terhadap papa.
Setelah kurang lebih satu jam berkeliling, Shandra segera melajukan mobilnya menuju kota X. Sepanjang jalan ia ikut bernyanyi ketika mendengar lagu yang di putar oleh penyiar radio.
Tak lama kemudian Shandra sampai di markas yang di tuju dan segera masuk ke dalam. Sakti dan yang lainnya bergegas menyambutnya karena kedatangannya yang tiba-tiba dan mereka berpikir bahwa jangan sampai ada sesuatu yang genting.
"Selamat datang bos." Sapa Sakti sambil membungkuk memberi hormat diikuti oleh yang lainnya.
"Hmmmm!" Jawab Shandra berlalu diikuti oleh Sakti dan yang lainnya.
Setelah sampai di ruangan tempat biasanya mereka mengadakan rapat, Shandra mulai membuka percakapan.
"Apakah semuanya ada di markas hari ini?" Tanya Shandra.
"Semuanya ada bos." Jawab Sakti.
"Kalau begitu panggil semuanya berkumpul. Ada hal penting yang akan aku bicarakan." Kata Shandra.
Setelah beberapa menit, nampak semuanya datang dengan tergesa-gesa dan setelah sampai mereka membungkuk dan memberi hormat kepada Shandra kemudian langsung duduk pada posisi mereka masing-masing sesuai tingkatan mereka.
"Baik! Karena semuanya sudah berkumpul, maka aku perlu menyampaikan bahwa, mulai hari ini, aku menyatakan berhenti menjadi ketua White Lion, dan juga secara langsung aku mengangkat saudara Sakti untuk menggantikan posisiku." Kata Shandra.
"Aku juga perlu menyampaikan bahwa pergantian ketua ini terkait dengan urusan pribadi yang tidak bisa diwakilkan, maka aku memilih berhenti menjadi ketua. Namun, aku akan tetap mengontrol dari jauh, dan jika ada hal yang benar-benar urgent, jangan lupa hubungi aku secepatnya." Kata Shandra.
Semua yang di dalam ruangan kaget termasuk Sakti. Namun mereka tidak bicara atau pun bertanya. Karena dalam aturan yang mereka buat, tidak diperbolehkan bicara kecuali ditanya atau diberi kesempatan berbicara.
"Apakah ada yang ingin bertanya?" Kata Shandra.
Semua memberi kode kepada Sakti untuk bertanya
"Sebenarnya ada apa bos. Kenapa bos tiba-tiba berhenti. Terus terang aku merasa tidak pantas memimpin White Lion." Kata Sakti.
__ADS_1
"Minggu depan aku akan berangkat ke Jerman untuk mengurus perusahaan di sana. Karena itu aku harus mengambil keputusan seperti ini. Aku harap tidak ada yang keberatan." Kata Shandra.
Shandra kemudian berdiri dan mengambil mahkota simbol White Lion dan memakaikannya kepada Sakti. Semua yang di dalam ruangan langsung bersujud memberi hormat kepada Sakti sambil mengangkat sumpah untuk setia.
Karena mereka semua masih dalam posisi bersujud, Sakti segera memberi isyarat dengan tangannya sebagai ketua agar mereka kembali ke posisi semula.
"Mulai hari ini, semua yang dikatakan Sakti adalah perintah yang harus dituruti." Kata Shandra menegaskan sambil melihat semua anak buahnya.
"Dan untuk kamu (katanya sambil menunjuk Sakti), ingat cara kerja kita. Jangan pernah memberi ampun kepada siapapun yang bersalah dan mencoba untuk bermain-bermain dengan White Lion." Kata Shandra tegas.
"Baik bos! Akan saya lakukan semuanya seperti yang bos katakan." Jawab Sakti mantap.
"Dan satu lagi! Tolong tambahkan anak buah untuk mengawasi papaku dengan ketat mulai hari ini. Tapi usahakan agar pengawasan kalian tidak diketahui papa, karena kalian juga tahu, kalau papa tidak suka ada pengawal." Kata Shandra.
"Akan aku kirimkan setelah makan siang." Kata Sakti.
Mereka kemudian makan bersama, dan semua anak buah memberikan ucapan selamat kepada Sakti selaku ketua yang baru.
Selesai makan, Shandra memandang mereka satu persatu seolah melihat kesungguhan hati mereka. Ia segera menghampiri Sakti dan berkata:
"Sampai bertemu lagi saudaraku. Mulai sekarang jangan panggil aku bos lagi." Kata Shandra sambil tersenyum. Sakti hanya membungkuk sambil memberi hormat.
Shandra kemudian keluar meninggalkan mereka dan kembali ke rumah.
Bersambung
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading guys ya guys, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya. Salam sehat dari Author.😍😍😍