
Jangan pernah serakah, karena keserakahan membuat mata hatimu buta dan tidak akan sanggup membedakan mana yang baik dan mana yang tidak. Jika hatimu sudah dipenuhi dengan keinginan dan ambisi akan hal yang tidak benar, engkau akan menghalalkan berbagai cara agar niatmu tercapai.
Mungkin menurutmu apa yang engkau lakukan benar karena engkau melakukan apa yang diinginkan hatimu. Namun satu hal yang harus engkau ingat, bahwa tidak ada yang akan terbebas dari yang namanya hukum alam. Setiap orang pasti akan mendapatkan ganjaran dari apa yang dilakukannya, entah itu baik maupun jahat.
Eda Sally
*****
Nick Smith terlihat mondar mandir di ruang kerjanya dengan gelisah, karena sudah hampir empat jam ia menelpon Luke dan tidak ada jawaban. Jangankan menjawab, diangkat saja tidak. Bahkan sekarang nomornya sudah tidak aktif. Ia kesal dan membuang handphonenya ke sembarang tempat.
"Awas saja kalau kau ingin mempermainkanku Luke. Aku akan membunuhmu. Aku sudah membayar mahal, dan jika kau gagal, kau akan tahu akibatnya." Nick menggerutu dan memaki Luke habis-habisan.
Tiba-tiba pintu ruangannya diketuk. Nick berpikir bahwa mungkin Luke sudah berhasil membawa apa yang dia inginkan. Dengan senyum yang mengembangkan ia berjalan ke arah pintu dan membayangkan bahwa sebentar lagi ia akan menikmati tubuh gadis cantik yang kecantikannya tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata dan membuatnya tidak pernah bisa tidur karena selalu terbayang wajahnya.
Setelah membuka pintu, ia terlihat kesal karena yang datang bukan Luke.
"Aku sudah bilang jangan menggangguku jika bukan Luke yang datang." Katanya kemudian hendak menutup pintu.
"Maaf tuan. Ada dua orang anak buah tuan Luke di depan. Mereka ingin bertemu dengan dengan tuan."
Seketika wajah Nick langsung cerah.
Pasti mainanku sudah datang. Ah! Aku tak sabar lagi.
Nick segera berjalan ke depan, dan melihat dua orang sedang berdiri dan menyandarkan badan di mobil sambil tersenyum kepadanya.
"Mana mainanku." Tanya Nick tanpa basa basi.
"Tuan Luke sedang menyekapnya di rumahnya karena tadi anak buah nona Shandra mengejarnya. Karena takut ketahuan, ia memutar arah dan membawanya ke rumahnya sehingga meminta kami untuk menjemput tuan dan membawa sendiri mainan tuan. Tuan Luke juga memohon maaf karena handphonenya jatuh saat terjadi kejar-kejaran dengan anak buah nona Shandra sehingga ia tidak bisa memberikan kabar kepada anda." Jawab salah satu dari kedua orang itu.
"Wuahahahhaha..! Malam ini aku akan berpesta sampai pagi. Aku akan membuatmu bahagia nona."
Branden dan Fritz yang mendengar kata-kata itu tangannya sangat gatal dan ingin segera menghajar orang itu. Namun mereka tidak mau menggagalkan rencana nona muda. Branden walaupun menjadi bodyguard Shandra, ia tidak akan mengikuti Shandra ke dalam ruangan setiap kali Shandra bertemu klien sehingga Nick Smith tidak mengenalnya. Ia akan mengawasi dari jauh karena ia sangat yakin dengan kemampuan Shandra, ditambah Branden sudah terlatih menembak dan melemparkan benda tajam dari jarak yang jauh.
"Kita segera berangkat saja tuan, agar tuan segera membawa mainan tuan."
"Ya ya ya. Aku sudah tidak sabar lagi ingin membawanya pulang." Jawab Nick penuh semangat sehingga tidak menyadari bahwa nyawanya terancam.
__ADS_1
Branden dengan sigap membukakan pintu untuk Nick, kemudian berputar dan masuk dari pintu sebelah. Ia menyerahkan kunci mobil pada Fritz.
Fritz segera melajukan mobil dengan kencang. Nick yang percaya begitu saja bahwa ia akan dibawa ke rumah Luke, mengambil handphonenya dan menatap foto Shandra yang ia ambil diam-diam kemudian mengusap wajah Shandra yang berada di layar hp.
Branden yang melihat kelakuannya, ingin mematahkan lehernya, namun ia ingat akan pesan Shandra agar membawa Nick hidup-hidup.
Tak lama kemudian mobil sudah memasuki mansion mewah milik keluarga Shandra.
"Tak ku sangka, Luke memiliki mansion semewah ini." Kata Nick sambil melirik Branden karena instingnya mengatakan bahwa itu bukan rumah Luke. Ia sudah lama sekali mengenal Luke dan tahu persis bahwa Luke tidak sekaya ini. Dan ia segera meraih pistolnya.
Ketika tangannya sudah menggenggam pistol, Branden bergerak cepat dan memukul Nick dengan sangat keras kemudian segera meringkus Nick sehingga pistolnya terjatuh.
"Jangan pernah berpikir dengan otak kotormu untuk menggagahi nona muda. Kau sangat tidak pantas untuknya." Kata Branden penuh amarah dan tangannya tetap menahan kedua tangan Nick di belakang.
Mereka segera turun, dan Fritz dengan sigap mengikat kedua tangan Nick kemudian menyeretnya ke ruang bawah tanah tempat dimana Luke berada.
Branden segera menelpon Shandra dan mengatakan bahwa mereka sudah membawa Nick.
Shandra nampak tersenyum ketika mendengar hasil kerja Branden dan Fritz.
Shandra terburu-buru ke rumah belakang dan kemudian turun melalui tangga menuju ke ruang bawah tanah.
Setelah sampai, ia melihat Nick sudah diikat dan digabungkan dengan kursi yang di duduki.
"Kau ingin menjadikanku istri kedua? Apakah kau sudah melihat wajahmu dengan benar di depan kaca? Berkacalah berkali-kali dan sebanyak itulah cermin akan berbicara bahwa kau sangat tidak pantas untukku pria mesum!" Kata Shandra sambil berteriak karena emosi.
"Lepaskan ikatan lain, dan biarkan tangannya saja yang terikat. Aku akan melakukan apa yang dia inginkan." Kata Shandra dengan sorot mata yang tidak dapat dibaca oleh siapapun.
Branden segera melakukan perintah Shandra dan membuka ikatan lainnya sehingga hanya tangan Nick yang terikat.
"Lepaskan celananya." Perintah Shandra.
Branden bingung dengan perintah Shandra, namun ia menurut dan melakukan apa yang diperintahkan nona mudanya.
Shandra melihat keatas meja dan menemukan sebuah pisau yang paling tajam. Ia berlutut dan menyayat kedua paha Nick berulang-ulang. Hal itu membuat Nick gemetar karena tidak bisa menahan sakit. Ia berteriak dan meraung tidak karuan karena sakit yang sangat menyiksa.
"Bukankah ini yang kau inginkan untuk bermain-main denganku? Nikmatilah karena kita sedang bermain."
__ADS_1
"Ambilkan pistolku. Aku sudah muak melihat manusia kotor ini. Emosiku semakin meledak menerima penghinaan darinya yang mau menjadikan aku istri kedua."
Branden bergerak cepat dan mengambilkan pistol Shandra. Setelah mengambil pistol tersebut dari tangan Branden, Shandra menatap Branden dan Fritz bergantian.
"Tutup mata kalian dan berbalik."
Walaupun tidak mengerti dengan apa yang akan dilakukan oleh nona muda mereka, namun mereka taat dan melakukan perintahnya.
Baru saja mereka berbalik, terdengar bunyi 'dor' lima kali, kemudian hening.
"Kalian boleh melihat sekarang."
Branden dan Fritz berbalik, dan mereka sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Ternyata Shandra menembak tepat di alat vital Nick, yang otomatis membuat Nick meninggal di tempat. Sementara itu ****** ***** Nick hancur bersama alat vitalnya yang sudah tak berbentuk lagi.
Nona muda benar-benar sadis. Cara kerjanya persis seperti tuan besar. Fritz.
"Nona muda." Branden tak dapat melanjutkan kata-katanya.
"Itu balasan padanya karena ingin menikahiku sementara dia sudah beristri. Aku benci pria yang tidak menghormati wanita."
"Segera keluarkan Luke dari ruang tahanan. Rawat lukanya, dan tunjukkan padanya apa yang ku lakukan pada Nick. Ingatkan dia untuk tidak melakukan hal yang sama seperti Nick, atau aku akan melakukan yang lebih sadis dari ini."
Setelah berkata, Shandra langsung pergi meninggalkan mereka yang masih bengong dengan keadaan Nick
.
.
.
.
.
.
Happy reading ya? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, ratte bintang lima, dan komentar positifnya๐๐๐๐๐
__ADS_1