
Shandra tidak lagi memikirkan soal Renan yang beberapa hari lalu datang mengacau di rumahnya. Ia kembali fokus pada aktifitasnya seperti tidak pernah terjadi apapun.
Pagi ini, setelah selesai berolahraga, Shandra memilih untuk mengobrol sebentar dengan papanya, tuan Wilson di taman belakang.
"pagi pa!" Sapa Shandra pada papanya.
"Pagi sayang." Balas papanya.
"Pa, katanya ada yang mau dibicarakan dengan Lala." Kata Shandra. Ia langsung pada intinya karena walaupun dengan papanya sendiri, terkadang ia tidak suka basa basi.
"Iya sayang! Papa minta kamu segera menghabisi pak Chris. Perjanjian kerja samanya juga sudah di tanda tangani." kata papa
"Hmmmm!" Shandra hanya menjawab dengan bergumam.
"Tapi kamu perlu hati-hati, karena pak Chris itu cerdik dan banyak akalnya. Satu-satunya kelemahannya adalah wanita." Kata papa Shandra.
"Jadi apa yang papa ingin aku lakukan?" Tanya Shandra.
"Temukan caranya sendiri bagaimana kamu harus menghabisi manusia serakah itu." Kata Papa Shandra
"Jangan bilang papa menyuruhku menyamar jadi wanita penghibur. Hiii! Jadi ngeri aku pa?"
"Nah! Itu dia. Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan tanpa papa bilang." Kata tuan Wilson sambil tersenyum penuh kemenangan ke arah anak kesayangannnya.
"Aku kan bisa langsung membunuhnya kapan saja tanpa harus menyamar jadi wanita penghibur pa? Masa harus sampai segitunya pa?" Protes Shandra.
"Itu urusanmu! Yang papa tahu, besok papa sudah terima bukti jasad dari pak Chris." Kata papa Shandra sambil beranjak meninggalkan anaknya yang hanya terpaku mendengar perkataannya.
Apa yang harus aku lakukan ya. Hari ini kan sabtu. pak Chris pasti datang ke clubnya. Kata Sakti dia sering datang ke clubnya setiap hari jumat dan sabtu. Hmmmmm.... mau tidak mau aku harus melakukan ini demi papa. Kata Shandra dalam hati.
Shandra kemudian mengangkat handphonenya dan menghubungi Sakti.
"Hallo? Kamu cepat carikan wig wanita yang berambut panjang beserta dengan gaun dan beberapa aksesoris wanita yang sering digunakan wanita penghibur." Kata Shandra.
"Baik boss." Jawab Sakti paham.
Shandra kemudian bergegas masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya untuk mandi.
Tak lama kemudian Sakti datang dan langsung menuju kamar Shandra.
Sakti segera memencet bel di depan kamar Shandra. Setelah memencet bel, Sakti segera memandang ke kamera yang di pasang Shandra diatas pintu kamarnya. dan tersenyum.
Shandra yang mendengar bel pintu kamarnya berbunyi, segera menatap layar monitor yang ada di meja kerjanya. Sebuah senyum terukir di bibirnya ketika tahu siapa yang datang.
Kamu memang bisa diandalkan Sakti. Kata Shandra dalam hati kemudian bergegas membuka pintu kamar.
"Ini bos, pesanannya!" Kata Sakti begitu pintu kamar terbuka dan muncul wajah sang bos.
"Kamu segera balik ke markas, dan siapkan alat kerjaku. Malam ini aku akan berburu." Kata Shandra.
"Baik bos." Kata Sakti sambil membungkukkan badan, kemudian berbalik meninggalkan bosnya. Ia sudah paham dengan maksud bosnya.
__ADS_1
Wah kalau di suruh mempersiapkan alat berarti buruan si bos kali ini pasti lumayan. Sakti tersenyum sendiri memikirkan perkataannya tentang buruan bosnya nanti malam.
Setelah beristirahat sebentar, Shandra terbangun dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 17.00. Shandra segera mandi dan bersiap-siap, karena malam ini ia akan ke salah satu club yang ada di kota X yang dekat dengan rumah papanya di sana sekaligus markas yang sering dia pakai untuk mengeksekusi musuh-musuhnya.
Begitu selesai bersiap-siap, Shandra yang sudah mengenakan mini dress langsung keluar dari rumahnya, kemudian mengemudikan mobilnya menuju kota X.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam 30 menit, Shandra sudah sampai di depan club milik pak Chris dan segera memarkirkan mobilnya. Ia masih merapikan penampilan dan make-up nya.
Kenapa wajahku jadi menyeramkan begini kalau make-up. Belum lagi rambut panjang ini..benar-benar bikin ribet. Kata Shandra dalam hati
Ia kemudian melepas sepatu flatnya dan mengenakan high heels yang dibeli Sakti tadi siang. Setelah merasa percaya diri bahwa penampilannya sudah sempurna, ia segera masuk ke dalam club tersebut.
Penjaga di pintu masuk terlihat kaget dan terpesona dengan seorang gadis cantik yang malam ini baru ia lihat berkunjung ke club mereka.
Shandra yang melihat orang tersebut terus memandangnya, pura-pura akan terjatuh. Penjaga tersebut segera memegang tangan Shandra.
"Bisa antar aku ke ruang VIP?" Kata Shandra dengan suara manja yang dibuat-buat.
Aku ingin muntah karena harus pura-pura manja dengan manusia sampah seperti ini.
Setelah sampai di ruangan VIP, tampak seorang pria berumur sekitar 40 tahun datang mendekat ke arah Shandra.
"Mau om temani sayang?" Tanya orang tersebut yang tangannya sudah mulai berani memeluk Shandra.
Shandra merasa sesak nafas dan ingin menghajar orang tersebut, tapi karena tujuan utamanya adalah pak Chris, ia sengaja membuat dalih.
"A...aa...aku su,,su,,sudah di booking sama tuan Chris untuk malam ini. Bisa singkirkan tanganmu?" Kata Shandra sambil melihat tajam ke orang tersebut. Orang itu merasa terancam dengan tatapan Shandra yang menurutnya bukan tatapan seorang wanita penghibur.
"Apakah kamu gadisku yang sudah aku booking? Bukankah kamu bilang akan datang jam 11. Kenapa baru jam 8 sudah datang. Apakah kamu sudah tidak tahan ingin bercinta denganku?" Tanya pak Chris sambil merangkul pinggang Shandra.
"I,,i,,ia tuan. Seperti yang tuan katakan."
"Tapi aku butuh suasana yang tenang kalau bercinta. Bagaimana kalau kita ke tempat ku saja. Aku tidak mau terganggu. Aku jamin tuan akan puas malam ini." Bisik Shandra di telinga pak Chris sambil lidahnya sengaja dioleskan sedikit pada telinga pak Chris.
Pak Chris tidak sanggup menelan slivanya saat lidah Shandra sedikit mengenai telinganya.
"Baik sayang. Apapun akan aku lakukan untuk wanita secantik kamu."
"Ayo kita pergi." Kata pak Chris sambil kepalanya memberi kode kepada 2 pengawalnya yang selalu setia mengawalnya.
Begitu akan masuk di mobil, Shandra yang melihat bahwa pak Chris akan membawa pengawal segera berbisik ;
"sayang! Apa kamu mau agar saat aku berteriak di kamar tidur mereka mendengar suara manjaku?" Kata Shandra dengan nafas berat yang dibuat-buat.
"Ba,,baik sayang. Mereka akan tinggal di sini."
Pak Chris langsung berbalik dan berkata pada 2 pengawalnya.
"Kalian masuk dan bersenang-senanglah. Aku ingin privat malam ini."
"Baik tuan." Jawab kedua pengawal pak Chris kompak.
__ADS_1
Pak Chris segera membukakan pintu mobil untuk Shandra dan mempersilahkan Shandra masuk. Ia kemudian berputar dan menuju ke bagian kanan mobil untuk mengemudikan mobilnya.
Begitu pak Chris sudah duduk di blakang stir, Shandra sengaja membelai tangan pak Chris dan berkata; "Bisakah lebih cepat sayang?"
Pak Chris susah payah menelan slivanya karena kelakuan Shandra.
"Tentu! Aku akan lebih cepat sayang. Tunjukkan arah rumahmu."
Karena jarak club tidak terlalu jauh, mereka hanya perlu menempuh perjalanan dalam waktu kurang lebih 10 menit.
Begitu sampai depan sebuah rumah yang sangat luas, pak Chris segera memarkirkan mobilnya.
Shandra masih saja berakting. "Ayo cepat turun sayang. Aku sudah nggak bisa menahannya lagi.
Jika kamu seperti ini terus, aku jamin kita tidak akan keluar dari kamar sampai besok siang. Kata pak Chris dalam hati. Chris
Sabar Shandra! Sedikit lagi kamu tidak perlu pura-pura lagi.
Shandra segera membukakan pintu sambil terus menggandeng pak Chris dengan tangan kirinya.
"Silahkan masuk sayang. Kita langsung menuju ke kamarku."
Mereka menuju ke ruangan eksekusi, tanpa di sadari oleh pak Chris. Pintu ruangan tersebut dihias dengan hiasan yang lucu, sehingga orang akan terjebak dalam pemikiran bahwa itu adalah kamar seorang gadis. Semua anak buah Shandra sudah tunggu di dalam ruangan tersebut.
"Ayo sayang."Kata Shandra sambil menggandeng tangan pak Chris dan masuk bersamaan.
Begitu masuk, pak Chris kaget karena tidak ada tempat tidur seperti yang ia bayangkan. Begitu ia menoleh ke kiri, ia kaget melihat sekumpulan pria dengan pakaian hitam-hitam yang berdiri dengan sikap siaga.
"Selamat datang boss." Sapa Sakti.
"Siapa Kau Se,,,,"
Pak Chris tidak dapat menyelesaikan perkataannya ketika sebuah tebasan mengenai lehernya dan seketika tubuhnya langsung ambruk.
Cepat bereskan manusia sampah ini. Aku muak dari tadi harus pura-pura manja. Kata Shandra kesal sambil menendang badan pak Chris yang sudah jadi mayat, kemudian segera melepas wigx dan dibuang begitu saja.
Aku masih ingin bermain-main dengan alat kerjaku, tapi ia sudah lancang memelukku dan aku tidak suka.
Terima kasih Sakti karena sudah membawa mobilku ke sini begitu aku masuk club. Aku akan segera pulang. Shandra berkata sambil keluar dari kamar dan langsung pulang ke rumahnya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah baca ya? Semoga terhibur. Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positif. Salam sehat dari Author๐๐๐ค๐ค