Sang Mafia Jatuh Cinta

Sang Mafia Jatuh Cinta
19. Lamaran John Bruno


__ADS_3

Cinta memang membuat orang yang merasakannya selalu mabuk kepayang. Bahkan karena cinta, ada orang yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan cintanya.


Cinta pada dasarnya adalah murni, tergantung cara pandang setiap orang tentang cinta, dan siapa yang mengalami serta menjalani cinta itu sendiri. Jika kamu menjalani cinta dengan niat yang murni, pasti akan berujung bahagia. Maka jangan pernah mempermainkan cinta karena ia bisa berbalik mempermainkanmu.


Eda Sally


*****


Tuan Alaric Bruno telah dikonfirmasi oleh tuan Andre tentang rencana makan malam yang akan digelar di kediaman tuan Andre Dalmiro.


Alaric Bruno dan putranya John Bruno yang diundang merasa sangat terhormat dan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Bagi mereka, ini adalah kesempatan langka yang jarang di dapat karena Andre Dalmiro sangat pemilih dalam mengundang orang untuk dinner di rumahnya.


Gara-gara akan makan malam, Alaric Bruno dan putranya John sudah bersiap sejak sore. Sementara John yang berkantor pun hanya ke kantor untuk menghadiri metting dan kemudian langsung balik ke rumah. Ia ingin terlihat fresh di depan Shandra. Karena itu ia tidak mau bekerja sampai sore sehingga akan membuatnya kelelahan.


Setelah bersiap-siap dan merasa bahwa penampilanya sudah sempurna, John segera menghampiri dadynya yang sudah menunggu sejak tadi. Alaric Bruno hanya tersenyum melihat putranya karena sangat tampan dengan pemilihan kostum yang benar-benar modis. Sebagai orang yang pernah menjalani masa muda, ia bisa merasakan perasaan putranya. Tentu saja ia harus tampil menarik di depan wanita yang disukainya.


Mereka segera menuju ke kediaman Andre Dalmiro yang membutuhkan waktu dua puluh menit untuk sampai kesana.


Tak lama kemudian, mereka sampai di mansion mewah milik Andre Dalmiro. John Bruno terkagum-kagum karena mansion milik Andre Dalmiro sangat mewah. Walaupun ia juga tidak asing dengan hal-hal mewah, namun berhadapan dengan seorang Andre Dalmiro yang kaya raya dan terkenal dimana-mana membuat dadanya terasa sesak, mengingat bahwa ia akan melamar seorang putri yang benar-benar jauh dari jangkauannya.


Alaric Bruno merasa bernostalgia ketika mobil memasuki mansion mewah milik mantan tuannya. Di mansion inilah ia menerima berbagai didikan dan tantangan untuk menjadi pria yang bisa diandalkan di masa mendatang.


Ketika mobil telah terparkir dengan benar, mereka segera turun. Terlihat Andre Dalmiro dan sang nyonya sudah menunggu kedatangan mereka, kecuali Shandra yang masih di kamar karena bosan dengan hal-hal seperti itu yang menurutnya membuang-buang waktu saja.


Mata John menyapu semua tempat dan mencari Shandra, namun yang dicari tidak ada.


Setelah mereka masuk ke rumah utama, seorang pelayan segera menghubungi Baretta untuk turun bersama nona muda mereka.


"Kita sudah ditunggu tuan besar, nona muda." Baretta berkata sambil memberi hormat.


"Hmmm! Hobby grandpa memang aneh." Gerutu Shandra.


Baretta hanya tersenyum mendengar apa yang baru saja Shandra katakan.

__ADS_1


Mereka turun dan terlihat Alaric Bruno dan putranya sudah ada. Semua yang sudah duduk disana tersenyum ke arah Shandra. Shandra dengan wajahnya yang selalu membeku tidak tersenyum sama sekali.


"Selamat malam tuan Alaric. Mohon maaf jika sudah lama menunggu." Kata Shandra basa basi.


"Tidak apa- apa nona muda." Jawab Alaric dengan senyum khasnya.


Mereka segera makan dengan mengobrol ringan.


"Tuan, jika tuan tidak keberatan, ada yang ingin aku katakan." Alaric membuka pembicaraan setelah mereka mengobrol seputar pekerjaan.


"Hmmm! Apa yang mau kau katakan Al?" Andre Dalmiro menjawab sambil menatap ke arah Alaric


"Begini tuan! Mungkin ini terdengar lancang. Tapi putraku benar-benar tertarik dengan cucumu. Jika tuan tidak keberatan, aku ingin melamar nona muda untuk putraku."


"Aku rasa kita kembalikan kepada mereka. Biarkan mereka memilih pasangannya sendiri.


"Bagaimana denganmu John? Tanya Andre Dalmiro.


"Seperti yang dady katakan, aku benar-benar tertarik dan sudah jatuh cinta dengan dengan cucu tuan sejak pertama kali bertemu. Aku ingin memintanya baik-baik kepada tuan. Aku tidak mau bertemu dengan nona muda di luar sana untuk menyatakan cinta. Dan karena itu aku memilih langsung mengatakannya di sini. Jika salah, aku mohon maaf." Jawab John dengan lancar dan penuh percaya diri.


Alaric Bruno menganggukkan kepala kepada putranya untuk mengikuti tuan Andre Dalmiro. Alaric Bruno tidak terlalu ragu dengan kemampuan putranya karena ia pernah menjadi tangan kanan Andre Dalmiro, jadi ia juga diharuskan untuk belajar banyak jenis seni beladiri.


John bangun dengan rasa percaya diri. Semua sudah tahu apa yang akan terjadi dan memilih untuk jadi penonton dari balik kaca bening yang tembus pandang ke arah ruang tersebut.


Andre Dalmiro menyerang John dengan membabi buta. Terlihat John dengan gesit menangkis setiap serangan Andre Dalmiro. Ia kesulitan untuk menyerang balik dan hanya bisa menangkis karena Andre Dalmiro walaupun sudah tua, tapi setiap gerakannya sulit dibaca lawan. Shandra hanya menarik napas melihat perkelahian tersebut.


Aku seperti barang yang diperebutkan. Aturan dunia mafia memang menjengkelkan. Shandra


"Menurutmu bagaimana, nak?" Grandma berbicara ketika melihat Shandra termenung dan menarik napas.


"Aku akan memutuskan sendiri." Jawab Shandra


Shandra kemudian melangkah ke arah kedua orang yang sedang bertempur. John terlihat sudah mulai terluka, namun harga dirinya sebagai seorang laki-laki memaksanya untuk terus meladeni Andre Dalmiro.

__ADS_1


"Stoopppp!" Teriak Shandra ketika sudah berada di ruangan tempat kedua orang itu bertempur.


Andre Dalmiro dan John langsung berhenti dengan napas terengah-engah saat mendengar teriakan Shandra.


"Jangan memaksa aku mengatakan ya atau tidak. Biarkan aku menentukan pilihanku sendiri. Berhentilah untuk saling menyakiti. Suasana makan malam rusak gara-gara kalian. Aku bosan dengan hal kekanakkan seperti ini."


"Dan kamu! (Sambil menunjuk ke arah John). Berusahalah untuk mendapatkan aku dengan cara yang terhormat sebagaimana yang harus dilakukan oleh seorang pria kepada wanita. Aku menantangmu untuk menaklukkan hatiku dengan cara yang gentle. Berjuanglah dengan caramu sendiri tanpa melibatkan dadymu. Aku pun tidak akan melibatkan grandpa, grandma, maupun dadyku. Jadi, berusahalah. Aku ingin melihat sejauh mana kamu berjuang mendapatkan hatiku."


Setelah berkata Shandra kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan makannya seolah tidak terjadi apapun. Yang lain pun akhirnya mengikuti apa yang dilakukan Shandra. John yang mengalami beberapa luka ringan nampak tersenyum puas karena walaupun agak kewalahan menghadapi Andre Dalmiro, namun ia tidak dibuat KO. Ayahnya bertepuk tangan dengan penuh bangga sambil menepuk pundak putranya.


Sementara Andre Dalmiro tersenyum penuh makna.


Aku ingin melihatmu menaklukkan hati wanita es ini. Andre Dalmiro.


John tidak berhenti menatap Shandra. Baginya, ini merupakan langkah awal yang bagus untuk mendapatkan Shandra. Karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk berduel dengan Andre Dalmiro yang terkenal dengan kehebatannya dalam berkelahi. Ia menguasai hampir semua jenis beladiri.


Aku akan melatihmu lebih keras lagi putraku. Alaric Bruno.


Setelah selesai makan malam, keluarga Bruno berpamitan untuk pulang. Andre Dalmiro dan Alaric Bruno tertawa santai, seolah tidak pernah terjadi apapun diantara mereka.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading ya? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2