
Cinta adalah rasa dimana ketika kamu terpikat dengan seseorang karena pandangan buta. Ketika jatuh cinta, kamu akan menganggap orang yang telah membuatmu jatuh cinta itu lebih dari siapapun. Mungkin kamu tidak menyadari bahwa kamu telah mendewakannya. Namun, seiring berjalannya waktu, kamu akan menyadari bahwa ia adalah segalanya.
Eda Sally
*****
Napas John memburu tak karuan saat Shandra mendorong kepalanya. Ia masih ingin melanjut ciuman panas yang baru saja terjadi karena hasratnya menuntut untuk terus dilanjutkan.
Sementara Shandra yang menahan rasa gugupnya sengaja menetralkan raut wajahnya agar tidak terlihat bahwa ia sedang gugup.
John yang memang masih berada dalam bungkusan bedcover yang sama dengan Shandra, menyadari bahwa sejak mencium Shandra di depan tetua Dalmiro, tangannya secara tak sengaja menyentuh sesuatu yang menonjol pada Shandra.
Ia sengaja menahan tangannya lebih lama di sana untuk sekedar menikmati rasa itu. Shandra yang terlambat menyadari hal itu, segera membuang tangan John dengan kasar dari dalam penutup yang membungkusi tubuh mereka.
"Arghhhh."
Teriak John dengan sangat kencang karena tangan yang dibuang Shandra adalah tangan yang ada luka yang dibuat oleh John untuk menyelamatkan mereka dari murka keluarga Dalmiro.
"Maafkan aku. Aku benar-benar gugup." Ujar Shandra dengan jujur ketika ia melihat lengan John kembali mengeluarkan darah.
"Cepat keluar dari bedcover. Aku akan mengganti balutan kain kasa itu dengan perban yang lebih baik." Ucap Shandra dengan nada panik.
John perlahan keluar dari bedcover dengan hati-hati karena menahan sakit di lengannya.
Hmmmm! Beginikah rasanya mencium seorang wanita? Aku ingin melanjutkannya. Semoga dia cepat luluh. Aku benar-benar sudah tidak bisa menahan diri lagi. John
Setelah itu, Shandra masuk ke dalam bedcover dan memakai bajunya. Selesai memakai bajunya, dengan gesit ia melompat turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah John.
"Jangan berteriak. Aku akan membersihkan lukamu dan memberikan antiseptik serta mengobatinya." Kata Shandra yang langsung menggulung lengan baju yang dipakai John.
"Sebaiknya bajunya dilepas saja karena sudah kotor dan ada darahnya." Tawar John.
Shandra diam mendengar perkataan John. Pasalnya ia tidak ingin melihat tubuh polos John. Namun, apa yang dikatakan John ada benarnya.
"Apa ada yang salah?" Tanya John ketika ia melihat Shandra bengong dengan perkataannya.
"Ahmm, tidak ada yang salah. Hanya saja...." Shandra tidak melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
"Apa kamu tidak mau melihat tubuh seksi suamimu?" Goda John dan dengan cepat mengecup bibir Shandra.
Shandra terpaku untuk beberapa saat dengan perlakuan John.
"Jangan membuatku marah, John." Ujar Shandra setelah menguasai hatinya.
"Aku tidak bisa melepas bajuku sendiri karena luka ini ada di lengan dan itu sakit. Aku mau memotong di pergelangan tetapi itu akan cepat diketahui." Ucap John menjelaskan ketika ia melihat Shandra seperti masih cemberut.
Shandra perlahan mengangkat baju John. Tangannya gemetar ketika baju itu sedikit demi sedikit terbuka dan tubuh indah suaminya terpampang di depannya.
John yang merasakan wajah Shandra sedekat itu tidak bisa menahan diri lagi. Maka tanpa ampun dan takut lagi, ia langsung meraih bibir mungil itu dengan bibirnya.
Shandra yang kaget dengan serangan tiba-tiba dari John, merasakan jantungnya seperti hendak meledak. Ia sendiri tidak tahu bagaiaman harus membalas ciuman John.
Ia memejamkan matanya menikmati rasa itu dan lupa dengan apa yang harus dilakukan. Ia bahkan sempat merintih dengan pelan ketika John memperdalam ciumannya. Ketika tangan John mulai bergerak, Shandra segera sadar dan memukul tangan John.
"Akhhh! Sakit sayang." Ucap John dengan napas yang memburu.
"Aku benar-benar menginginkanmu sayang. Tolong jangan siksa aku seperti ini." Ujar John dengan wajah memelas dan dada yang naik turun karena menahan gelora yang tidak dapat disalurkan.
"Tapi tidak untuk sekarang. Tolong jangan buru-buru John. Aku belum bisa melakukannya. Biarkan lukamu sembuh dulu, dan biarkan aku terbiasa dengan kehadiranmu."
Aku benar-benar terbuai. Ini pertama kalinya bagiku, dan aku bingung antara harus pasrah atau bertahan. Rasa ini sungguh tidak dapat dilukiskan. Apakah ini penyebab suami istri yang sudah terikat pernikahan tidak ingin berjauhan? Shandra.
"Hmmmm! Aku akan menunggu sampai kamu benar-benar siap. Tetapi tolong jangan menolak jika aku menciummu. Aku hanya ingin menciummu. Tidak lebih." Jawab John.
"Lalu, kenapa tadi tanganmu bergerak dan menyentuh bagian yang lain?" Tanya Shandra dengan marah.
"Itu karena aku khilaf."
"Ok! Jika tidak ingin khilaf, maka tanganmu akan aku ikat di belakang jika kamu ingin menciumku lagi. Apa kamu setuju?" Tawar Shandra.
"Please! Jangan sayang. Aku akan terlihat seperti tawananmu, dan itu tidak bagus. Baiklah! Aku akan mengalungkan tanganku di lehermu sehingga jangan sampai bergerak. Ok?" John balik menawar.
"Terserah kamu saja. Tetapi jika kamu melanggar janjimu, maka aku akan menghajarmu. Kamu tahu kan, aku tidak pernah main-main dengan perkataanku" Ancam Shandra
"Ok! Aku janji, tidak akan menggunakan tangan lagi untuk beraktifitas jika menciummu. Sekarang, tolong lepas bajuku." Pinta John.
__ADS_1
Shandra kembali mengangkat baju yang tadi sempat kandas saat dilepas dan dengan perlahan melepasnya. Ia tidak ingin gagal lagi kali ini. Karena itu ia tidak mau menatap wajah John.
Setelah berhasil melepas baju John, Shandra segera membuka balutan yang sudah dipenuhi darah, membersihkan luka dan mengganti perban.
Shandra menggunakan perban yang tahan air sehingga tidak berbahaya jika John hendak mandi.
"Ok! Aku akan mandi dulu, dan setelah itu kamu." Ujar Shandra sambil menuju kamar mandi.
John menatap kepergian istrinya dengan susah payah menelan slivanya karena tubuh seksi istrinya.
Shandra segera mandi dan tak lupa mengganti pakaian di dalam ruang ganti di kamar mandi. Tiba-tiba, ia teringat ketika tangan John menyentuh bagian sensitifnya dan itu menimbulkan sensasi tersendiri.
Ah! Aku harus bisa menahan diri. Jika tidak, tubuhku akan tercabik-cabik akibat perbuatan John.
Setelah selesai mengganti pakaian, Shandra segera keluar dari ruang ganti dan menuju ke sofa tempat John duduk.
Mulut John terbuka dengan lebar melihat tubuh seksi Shandra dengan baju kaos ketat dan celana yang super ketat.
"Ayo cepat mandi! Sampai kapan kamu akan menatapku seperti itu?" Kata Shandra menyadarkan John dari tatapannya yang penuh keinginan itu.
John segera bangkit dan berjalan ke kamar mandi tanpa mengatakan apapun. Ia sampai menutup matanya lama sekali ketika ia sudah masuk ke dalam bathtub.
Jika kamu seperti ini terus, aku tidak jamin kalau aku akan menepati janjiku padamu. Karena sebentar lagi aku akan mencabik-cabik tubuhmu. Kamu istriku, tetapi, aku tidak bisa menahan diri lagi. Aku bukan tidak mengormatimu, tetapi keinginan untuk memilikimu sepenuhnya membuatku semakin gila jika menatapmu lebih lama. Kenapa tubuhmu harus menggoda seperti itu? Aku benar-benar tergoda karenamu istriku. John.
Bersambung
.
.
.
.
.
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
__ADS_1
😍😍😍😍😍