Sang Mafia Jatuh Cinta

Sang Mafia Jatuh Cinta
33. Ultimatum dari Andre Dalmiro


__ADS_3

Tunjukkan ciri khas kepribadianmu dengan cara yang terhormat, agar orang lain jangan memandang rendah dirimu karena kau terlalu naif dan terkesan pamer diri dan kekuasaan. Biarlah orang lain mengakui kehebatanmu karena mereka menyaksikannya dengan matanya sendiri daripada mereka hanya mendengar dengan telinganya tanpa pernah melihat apapun.


Eda Sally


*****


"Nona muda! Apa yang harus kita lakukan? Orang ini pingsan. Luka cap yang nona berikan pasti sangat sakit." Kata Branden dengan khawatir melihat kondisi Raffe Waller yang pingsan dengan kondisi yang memprihatinkan.


"Kenapa kau bertanya kepadaku? Tanpa aku jelaskan pun kau sebenarnya sudah tahu apa yang harus dilakukan." Kata Shandra sambil keluar dari ruang eksekusi.


John tidak beranjak mengikuti Shandra karena ia juga turut prihatin dengan kondisi Raffe Waller.


Dengan tangan gemetar, Branden segera menelpon dokter pribadi yang biasanya mengobati orang-orang yang disiksa keluarga Dalmiro. Ia kemudian memindahkan Raffe Waller ke kamar perawatan yang masih satu bangunan dengan ruang penyiksaan.


"Apakah tuan Raffe akan selamat?" Tanya John dengan nada khawatir.


"Pasti selamat tuan John, karena ia tidak disiksa seperti tuan Frans." Jawab Branden.


"Tetapi luka capnya sangat mengerikan. Aku tidak menyangka bahwa calon istriku sekejam itu." Kata John sambil bergidik.


"Itu hanya luka biasa tuan, dan tuan Raffe pasti sembuh. Tuan harus mengerti karena nona sejak kecil sudah dididik dengan cara yang keras. Lagi pula, masa kecilnya tidak ada sentuhan seorang ibu sama sekali, sehingga tidak ada yang mengajarkan kelembutan kepadanya. Ia dididik dengan keras oleh tuan muda dan tuan besar. Aku harap tuan bisa mengubahnya setelah menikah." Kata Branden dengan sungguh-sungguh.


"Terima kasih Branden. Aku akan melakukan apapun agar calon istriku menjadi wanita yang normal." Kata John dengan penuh semangat.


"Tentu! Tuan pasti bisa melakukan hal itu. Aku percaya pada tuan. Setidaknya nona muda mendapatkan pasangan yang tepat."


"Kau jangan terlalu memuji Branden, karena nona mudamu sulit ditaklukkan." John berkata dengan serius.


"Nah! Dokternya sudah datang. Kami akan merawat tuan Raffe. Saya harap tuan John segera menemui nona muda, karena ia pasti sedang menunggu." Kata Fritz mengingatkan John Bruno.


"Terima kasih Fritz telah mengingatkan saya." Kata John sambil menepuk jidatnya.


John Bruno segera berlari keluar dan menuju ke rumah utama. Kepalanya celingukan mencari keberadaan Shandra. Tiba-tiba matanya menangkap sosok yang dicarinya sedang duduk santai dengan sosok yang sangat ditakuti John Bruno, yaitu Andre Dalmiro.

__ADS_1


John menguatkan hatinya dan segera bergerak memuju tempat dimana tuan rumah sedang duduk santai. Jantungnya selalu berpacu dengan indah setiap kali melihat sosok yang satu itu. Karena sosok itu sangat menakutkan bagi John.


"Selamat siang tuan Dalmiro." Sapa John dengan sopan sambil menunduk memberi hormat.


"Selamat datang tuan Bruno. Duduklah! Ada hal penting yang ingin aku bicarakan." Kata Andre Dalmiro dengan sungguh-sungguh.


Tanpa diperintah dua kali, John segera duduk dengan firasat buruk yang menggelitik hatinya. Ia tidak bisa menduga hal apa lagi yang akan dibicarakan manusia dingin itu.


"Saya tidak merasa lancang dengan apa yang akan saya katakan karena ayahmu pasti sudah menceritakan semua adat dan kebiasaan yang berlaku dalam keluarga Dalmiro."


"Beberapa waktu lalu, kau telah berani mengajak anak gadis kami keluar dengan malam, maka tanpa meminta persetujuanmu saya sudah mengambil keputusan agar segera menikahkan kalian guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan."


"Saya tidak ingin cucu saya satu-satunya menjadi bahan gosip karena pergi makan malam dengan seorang pria. Saya tidak tahu apa yang kau lakukan di luar sana dengan cucu saya."


"Walaupun saya sangat mempercayai cucu saya, tapi demi menjaga nama baik keluarga Dalmiro, maka dua minggu lagi pernikahan kalian akan dilangsungkan. Bagaimana denganmu tuan Bruno?" Andre Dalmiro bertanya setelah menjelaskan panjang lebar.


Menikah? Tentu saja saya senang. Siapa yang tidak senang jika yang dinikahi adalah gadis cantik yang dikejar banyak pria. John


Ingin ia berteriak karena kegirangan mendengar ultimatum dari orang yang sangat ditakuti, tetapi karena ia sedang berada di depannya, maka ia menahan diri untuk tidak menunjukkan rasa senangnya saat ini.


"Jangan katakan apapun kepada ayahmu tentang apa yang baru saja saya katakan, karena saya sendiri yang akan menelpon ayahmu dan mengatakan semuanya."


"Minggu depan kau harus berhadapan lagi dengan ayah dari cucu saya sebelum kalian sah sebagai suami istri. Jadi siapkan fisikmu dengan baik karena pukulan putra saya selalu mematikan lawannya."


"Baik tuan. Akan saya ingat apa yang tuan katakan. Saya akan berlatih lebih keras lagi." Jawab John dengan mantap.


"Jangan senang dulu. Putra saya itu tidak ada tandingannya sama sekali. Tandingannya hanyalah ayahmu. Jika kau belajar dengan baik bersama ayahmu, maka kau akan lulus. Jika tidak, maka dengan tidak menyesal saya akan menunda pernikahan kalian sampai kau bisa menandingi putra saya."


John Bruno menarik napas dengan kasar mendengar apa yang baru saja dikatakan Andre Dalmiro. Ia tidak menyangka bahwa masih ada satu tantangan yang harus dilewatinya.


Hmmmmmm ternyata saya tidak hanya akan menaklukan hati dari anak gadis mereka,tetapi harus menaklukan mereka secara fisik juga. Apa saya jatuh cinta dengan orang yang salah?


"Apa yang sedang kau pikirkan tuan Bruno? Apakah kau keberatan dengan syarat yang harus dipenuhi untuk menikahi cucu saya?" Tanya Andre Dalmiro setelah melihat John terdiam cukup lama.

__ADS_1


"Tidak ada yang saya pikirkan tuan. Saya sama sekali tidak keberatan. Saya bersyukur karena diberi kesempatan untuk masuk dalam keluarga Dalmiro yang terhormat ini." Jawab John dengan mantap.


"Baguslah jika kau sadar. Kau boleh mengobrol dengan cucu saya karena saya mau istirahat." Katanya kemudian bangun dan berjalan ke dalam rumah diikuti oleh pelayannya.


"Apakah kau sudah puas menikmati luka tuan Raffe? Aku melihat kau tertarik dengannya sehingga tidak segera mengikutiku begitu aku keluar." Kata Shandra dengan ketus kepada John tanpa menyinggung sama sekali tentang pernikahan mereka.


"Maafkan aku sayang. Aku hanya kasihan melihat luka capnya yang sangat mengerikan. Apa kamu tidak kasihan dengan tuan Raffe?"


"Jika kamu ingin mengasihani orang itu, lakukanlah seorang diri dan jangan pernah mengajakku karena aku tidak pernah berbelas kasihan dengan musuhku."


"Aku minta maaf sayang. Aku hanya tidak ingin kamu menjadi pembunuh. Aku ingin kamu menjadi wanita yang normal."


"Aku sudah menjadi pembunuh sebelum kau mengenalku. Jadi jangan menyuruhku menghentikan apa yang sudah menjadi hobiku."


"Aku tidak menyuruhmu menghentikan itu. Aku hanya ingin kamu menjalani hidup ini dengan normal."


"Apa kamu berpikir bahwa aku sedang tidak normal?"Tanya Shandra dengan ketus.


Bersambung


.


.


.


.


.


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.


😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2