Sang Mafia Jatuh Cinta

Sang Mafia Jatuh Cinta
12. Sepak Terjang Shandra


__ADS_3

Dalam setiap organisasi, ada orang yang perlu dipaksa untuk menjadi lebih baik, sementara ada orang yang tanpa dipaksa pun akan melakukan apa yang seharusnya dilakukan karena kesadaran dari diri sendiri. Untuk tipe yang kedua, akan kita dapatkan dari orang-orang yang menghargai apa yang mereka kerjakan dan selalu berusaha untuk semaksimal mungkin.


Eda Sally


*****


Hari ini merupakan hari kelima Shandra memimpin Viktoria Grup. Banyak perubahan yang telah dilakukan, mulai dari ruangannya yang sudah di renovasi di susul pergantian hampir semua perabot dalam ruangan tersebut sesuai keinginannya. Tempat duduknya pun benar-benar dibuat privat.


Shandra juga memasang alat pelindung pada mejanya yang langsung terhubung dengan kursinya sehingga orang tidak akan sembarang menyentuhnya. Ia memang mempersiapkan hal ini karena ia sadar bahwa orang-orang yang bekerja sama dengan Viktoria Grup tidak semuanya baik. Bagi Shandra, mengantisipasi lebih baik daripada harus berurusan dengan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.


Clara hanya menggelengkan kepala tanda kagum dengan ide yang keluar dari sang CEO.


Apa tidak berlebihan ya , sampai ada pelindung. Bahkan mau berbicara dengannya pun aku merasa tidak sanggup. Bagaimana tidak, sejak hari pertama tidak sekali pun ia tersenyum padaku. Ia hanya berbicara jika perlu dan lebih suka sibuk dengan layar yang ada di depannya. Cucu tuan Andre benar-benar gila kerja. Clara


Perubahan tidak hanya di ruangannya. Shandra malah menyambungkan CCTV pada setiap ruangan, kemudian memanggil setiap manager dari masing-masing divisi dan menyuruh mereka merubah posisi duduk di ruangan masing-masing sesuai keinginannya. Setiap perabot yang menurutnya tidak perlu dikeluarkan.


"Clara! Apa jadwalku hari ini." Bertanya tanpa menoleh dan mata serta tangannya terus fokus dengan laptopnya.


"Jam satu siang nanti ada pertemuan dan makan siang dengan klien di restorant X." Buru-buru membacakan jadwal dan cari aman daripada nanti dibentak.


"Ok. Kau tolong selesaikan ini. Ada yang ingin aku urus pagi ini." Shandra membalikkan laptop pada Clara yang langsung paham dengan apa yang harus dia kerjakan. Tanpa diperintah dua kali, tangan Clara segera mengerjakan apa yang diminta sang bos.


Shandra segera keluar dari ruangannya karena ingin melihat cara kerja karyawannya. Ia tidak masuk ke ruangan mana pun. Ia hanya ingin melihat apa yang dilakukan karyawannya di jam kerja. Sampai di sebuah lorong, Shandra berniat ke toilet wanita untuk mengecek kebersihannya, namun langkahnya terhenti ketika ia mendengar suara-suara yang sedang berbicara.


"Aku penasaran seperti apa wajah CEO baru kita. Katanya cucu tunggal tuan Andre."


"Kita akan lihat apakah dia bisa bekerja atau tidak. Karena katanya masih terlalu muda." Kata yang seorang lagi menimpali.


"Hmmm! Paling juga mengandalkan tuan Andre. Mana mungkin seorang yang masih muda, apalagi perempuan bisa menangani Viktoria Grup yang sudah mendunia." Kata orang pertama yang tadi membuka percakapan

__ADS_1


"Dan aku sangat membenci orang yang hanya bisa berbicara tanpa bisa melakukan apapun." Kata Shandra tiba-tiba yang membuat kedua orang yang sedang berbicara sangat kaget.


"Antar aku sekarang ke ruangan kalian dan segera kemasi barang-barang kalian kemudian tinggalkan tempat ini. Aku tidak mau menggaji orang yang hanya bisa berbicara tanpa bisa bekerja dengan benar. Dan aku juga tidak mau memelihara penggosip murahan di tempat ini."


Kedua gadis itu nampak kaget karena tertangkap basah.


Ya ampun! Cucu tuan Andre benar-benar cantik. Tapi kenapa wajahnya sangat dingin,! Atau memang keluarga tuan Andre semuanya berwajah dingin seperti itu. batin salah seorang dari mereka.


Kedua gadis tersebut berjalan dengan menundukkan kepala dan gemetar karena Shandra mengikuti mereka. Setelah sampai, semua yang di ruangan terkejut karena kelakuan manager mereka yang membungkuk kemudian berkata :


"Selamat datang nona muda. Mohon maaf jika kami melakukan kesalahan." Sang manager berkata demikian agar anak buahnya segera mengetahui bahwa itu adalah CEO mereka. Spontan semua langsung berdiri dan menunduk memberi hormat.


"Tidak ada kesalahan. Hanya dua orang ini yang melakukan kesalahan. Karena itu jangan ijinkan mereka datang lagi kesini."


"Satu lagi! Jangan pernah main-main dalam bekerja. Karena aku akan lebih tegas lagi." Setelah berkata demikian, ia segera pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Semua yang di dalam ruangan mengelap keringat yang keluar tanpa diminta dan dengan lemas duduk di kursi masing-masing dengan doa ucapan syukur karena dilepaskan dari cengkraman harimau yang baru saja mengendus. Kira-kira begitulah isi hati mereka.


Ah, pura-pura kerja terus. Daripada harus melihat sorot mata pembawa hawa ketakutan itu. Fokus Clara. Fokus,! Jangan biarkan mata itu terarah padamu.


"Clara,! Apa yang kamu tahu tentang orang-orang yang bekerja di sini. Apakah diperbolehkan untuk mengobrol di saat jam kerja,?" Shandra bertanya tanpa melihat dan berjalan ke tempat duduknya.


"Setahu aku tidak ada nona muda. Tuan besar sudah melarang hal seperti itu. Malah tuan besar akan langsung memecat siapa yang kedapatan mengobrol di saat jam kerja." Clara berusaha menjelaskan dengan tenang sekaligus menempatkan diri di kawasan bebas murka sang bos.


"Hmm! Nanti kamu tolong panggil manager setiap divisi untuk pengawasan karyawan di kantor pusat Vitoria Grup ini diperketat. Aku tidak ingin ada yang bermain-main dalam bekerja."


"Baik nona muda. Ini tugas yang nona muda berikan sudah aku selesaikan." Mengalihkan pembicaraan agar tidak terkena dampak.


"Ok,! Kamu bersiap-siap. Hubungi klien yang akan bertemu agar tidak terlambat. Aku benci orang yang tidak tepat waktu. Kita akan makan dulu sebelum membahas proposal yang mereka masukkan."

__ADS_1


"Baik nona muda." Clara menjawab seperlunya karena ia tidak ingin terjadi konflik lokal dengan nona muda yang gunung es-nya tidak pernah mencair.


Setelah dirasa bahwa semua sudah selesai, Clara segera mendekati Shandra dan menyampaikan bahwa mereka akan segera berangkat ke restorant X.


"Nona muda, audah waktunya kita berangkat." Clara selalu to the point karena nona mudanya tidak auka basa basi.


"Ok. Pastikan semua yang kita butuhkan sudah kau bawa." Mengingatkan Clara karena ia tidak ingin ada kesalahan sedikit pun yang akan mempermalukan nama besar Viktoria Grup. Karena jika tidak, maka tidak hanya dia yang akan malu, tetapi nama grandpa juga ikut tercoreng. Dan itu yang tidak dikehendaki Shandra.


"Semuanya sudah aku siapkan seperti yang nona muda katakan. Mari nona, kita segera berangkat."


Tanpa clara ulangi dua kali, Shandra segera keluar meninggalkan Clara. Clara yang agak tomboy dan terlihat gesit tidak sulit mengikuti langkah sang nona muda menuju lift.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading guys, semoga teehibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.

__ADS_1


😍😍😍😍


__ADS_2