Sang Mafia Jatuh Cinta

Sang Mafia Jatuh Cinta
54. Pembubaran White Lion dan CEO Baru


__ADS_3

Ada saat dimana datang dan pergi itu akan menjadi sesuatu yang biasa. Bergantinya pemimpin dan perubahan-perubahan yang terjadi akan meyakinkan kita bahwa hidup tidak hanya tentang apa yang kita inginkan, tetapi juga tentang apa yang akan kita lakukan dan memberikan dampak yang baik. Jangan pernah berhenti memberi dampak yang baik dalam hidupmu.


Eda Sally


*****


Setelah dari kantor, Shandra menemui Sakti dan mengurus rencana pernikahan Sakti yang akan dilakukan pada hari berikutnya.


Orang tua Sakti tidak mengatakan apapun untuk membantah. Mereka hanya menyetujui apa yang dikatakan Shandra. Orang tua mana yang tidak senang jika anaknya akan menikah, apalagi dipinang baik-baik.


Walaupun mendadak, kedua orang tua Sakti tidak menolak apa yang ditawarkan Shandra yang menjadi juru bicara saat ini.


Setelah semua beres, Shandra dan John pulang ke rumah. Sepanjang jalan, Shandra membiarkan John memeluk dan terus menghujaninya dengan ciuman.


Malamnya, karena sudah lelah, Shandra langsung tidur. Ia sama sekali tidak mempedulikan John yang menatapnya dengan tatapan penuh keinginan.


Shandra memang tidak pernah main-main dengan apa yang ia katakan. Saat John hendak memeluknya, Shandra langsung menepis tangannya dengan kasar.


"Kamu lupa kalau tadi aku mengatakan bahwa malam ini kamu harus puasa?" Ujar Shandra tanpa dosa, kemudian berbalik membelakangi John kemudian tidur.


"Aku pikir kamu hanya main-main." Jawab John dengan suara yang lemah karena hilang semangat.


"Aku tidak pernah main-main dengan setiap perkataanku." Ujar Shandra.


"Hmmmm, kamu tahu kan sayang, puasa itu sangat tidak enak kalau dilakukan dengan malam. Terpaksa malam ini tidak dapat jatah makan malam." Ujar John dengan suara lemah.


John yang sudah tahu bahwa istrinya tidak ingin diganggu, segera beranjak dan memilih untuk tidur di sofa.


Lebih baik aku tidur di sofa saja, karena jika aku berada di dekatnya, aku tidak akan bisa menahan diri dan kemudian akan melakukan hal yang konyol. Ah! Benar-benar tersiksa jika seperti ini. Sangat tidak enak! John.


*****


Keesokan paginya, Shandra dan John menghadiri pernikahan Sakti dan Lisa. Pernikahan itu berjalan dengan lancar. Karena tidak memiliki keluarga, Shandra dan John yang berperan sebagai wali dari Sakti.


Sakti sangat terhari dengan semua yang dilakukan Shandra kepadanya. Ia tidak henti-henti mengucapkan terima kasih, kepada wanita yang sangat ia hormati itu.

__ADS_1


Selesai resepsi, Shandra langsung mengajak Sakti ke markas mereka untik bertemu dengan seluruh anak buahnya.


"Nanti malam baru bermesraan dengan istrimu, karena aku sedang membutuhkanmu saat ini." Ujar Shandra.


"Tidak apa-apa nona muda. Saya juga masih gugup jika harus bermesraan." Jawab Sakti jujur.


"Mau ku ajari?" Tawar John sambil tersenyum nakal.


Shandra menatap tajam ke arah John tanpa mengatakan apapun. Tatapan itu mampu membuat John langsung diam.


"Jangan lupa bagikan tekniknya tuan!" Bisik Sakti di telinga John saat Shandra sudah membalikkan wajahnya.


John mengedipkan matanya kepada Sakti sambil mengangkat tangannya membentuk huruf 'O'. Sakti yang mendapat angin segar dari John, hatinya mulai berbunga-bunga membayangkan jelajah medan yang akan ia lakukan bersama Lisa. Tanpa sadar ia tersenyum sendiri.


*****


Semua anggota White Lion lari tergesa-gesa begitu melihat siapa yang datang. Mereka berbaris dengan rapi sambil menyambut wanita yang sangat mereka hormati itu.


"Semua masuk ke ruang pertemuan. Ada hal penting yang harus saya bicarakan sekarang." Ujar Shandra langsung berjalan diikuti oleh seluruh anggotanya. Sementara John memilih untuk mengamati ruangan markas itu satu persatu.


"Saya ingin menyampaikan kepada kalian semua bahwa mulai saat ini, saya atas nama keluarga Dalmiro, dengan resmi membubarkan kelompok mafia White Lion."


"Pembubaran ini bukan karena ada masalah yang mendesak, tetapi saya ingin agar kalian tidak lagi hidup dalam dunia yang selalu membutuhkan pertumpahan darah."


"Dengan rendah hati saya juga mengucapkan terima kasih kepada kalian semua yang telah setia mengabdi bersama White Lion hingga saat ini."


"Untuk pekerjaan, kalian jangan mengkhawatirkan apapun karena saya akan memberikan pekerjaan yang lebih layak untuk kalian semua."


"Walaupun nanti kalian sudah tidak aktif lagi sebagai jaringan mafia, kalian harus tetap saling menjaga kekompakan dengan selalu saling membantu dan saling menyayangi."


"Sampai di sini ada yang ingin bertanya." Ujar Shandra sambil menatap mereka satu persatu.


Tidak ada yang berani bertanya walaupun Shandra sudah memberikan kesempatan kepada mereka.


"Baik! Jika tidak ada yang bertanya, saya akan melanjutkan. Saya harap semua ikut saya ke kantor untuk menghadiri penobatan CEO baru." Ujar Shandra mengakhiri pertemuan dan langsung keluar diikuti oleh semuanya dengan mobil.

__ADS_1


Mereka beriringan menuju kantor sehingga terlihat seperti sebuah konvoi.


Setelah sampai, mereka langsung menuju ke ruangan yang telah disediakan. Bu Laela yang telah mempersiapkan segala sesuatu, segera mempersilahkan Shandra dan rombongan untuk memasuki ruangan yang telah dipenuhi dengan para karyawan dengan berbagai jabatan.


"Selamat siang semuanya! Pertama-tama saya mohon maaf karena semua ini terlalu mendadak. Saya ingin agar perusahaan ini tetap maju walau tidak ada saya dan papa."


"Itulah alasan kenapa saya harus cepat mengajukan kandidat yang pantas untuk menggantikan papa."


"Saya tahu bahwa semua yang bekerja di sini sangat mampu. Tetapi saya hanya akan memberikan jabatan ini kepada orang yang tidak hanya mampu secara akademis, tetapi juga bisa melindungi perusahaan ini seutuhnya dari niat orang-orang yang suka usil dan ingin menghancurkan apa yang telah dirintis dengan susah payah oleh papa saya."


"Karena itu, dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya akan memberikan jabatan ini kepada orang yang sudah sangat saya percayai dan sudah saya anggap seperti keluarga saya sendiri."


"Untuk tidak memperpanjang waktu lagi, maka dengan penuh kesadaran, saya memberikan jabatan dan posisi terhormat ini kepada saudara saya 'Sakti Hardian'. Kepada Saudara Sakti dipersilahkan untuk maju ke depan."


Sakti tidak langsung bangun. Ia tidak menyangka sama sekali bahwa Shandra akan menunjuk dirinya. Untuk sesaat, ia masih menatap Shandra dan semua orang di dalam ruangan yang sementara menatapnya.


Setelah melihat tatapan penuh ancaman di mata Shandra, Sakti segera berjalan maju. Begitu Sakti berjalan ke arahnya, Shandra langsung pindah dari kursi tempat CEO dan mempersilahkan Sakti untuk duduk di situ.


Sakti yang merasa gugup tidak langsung duduk, tetapi memberikan isyarat dengan tangannya agar semua hadirin segera duduk. Ia sendiri masih terus berdiri karena ingin memberikan sambutan.


Bersambung


.


.


.


.


.


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.


😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2