Sang Mafia Jatuh Cinta

Sang Mafia Jatuh Cinta
14. Membantu White Lion di Jerman


__ADS_3

Kemanapun engkau pergi, dan dimana pun engkau berada, jangan pernah menceritakan dengan bibirmu tentang kualitasmu. Cukup lakukan yang terbaik dengan seluruh kemampuanmu. Disaat itulah tanpa sadar engkau sedang memunculkan kualitasmu.


Eda Sally


*****


Shandra mungkin terlihat manis di depan orang karena berparas cantik. Tetapi jauh di dasar hatinya, ia merupakan singa yang tak terkalahkan. Ketika banyak pria yang menggilainya di negara yang ia sendiri belum tahu seluk beluknya, Shandra yang terbiasa arogan berusaha menahan diri sekuat tenaga agar jangan sampai menimbulkan hal yang membuat citra dirinya sebagai CEO jatuh. Ia juga tidak ingin nama besar grandpa-nya ikut terseret karena ulahnya. Hal ini yang membuatnya sedikit frustasi.


Pagi ini ketika sampai di kantor pusat Viktoria Grup tempat ia bekerja, Shandra berkutat dengan pekerjaan yang harus ia selesaikan. Clara juga tak kalah sibuk dengan dirinya sendiri karena banyak dokumen dan file yang harus ia selesaikan sebelum pukul 13.00.


Clara tentu tidak bisa main-main karena Shandra selalu memiliki target terhadap setiap pekerjaan dan selalu mengatur waktu serta jam berapa harus selesai. Manajemennya sangat bagus dan Clara hampir kewalahan. Namun berkat kegigihannya, Clara sudah bisa menyesuaikan dengan cara kerja Shandra.


Ketika Clara melihat bahwa Shandra tidak bisa diganggu, ia memilih untuk tidak mengganggu sang nona muda.


Ah, mumpung nona muda sibuk. Sebaiknya aku juga menyelesaikan pekerjaanku agar dapat selesai tepat waktu seperti target nona muda. Aku tidak mau mengecewakannya, karena walaupun berwajah dingin dan cuek, tapi nona muda selalu baik padaku.


Ketika sedang asyik mengerjakan dokumen yang sedang menumpuk, Shandra tiba-tiba mendapat telepon dari grandpa.


"Maaf grandpa mengganggu pekerjaanmu. Ada hal mendesak yang membutuhkan bantuanmu,! Hanya kamu yang bisa melakukan itu. Grandpa berkata seperti air mengalir tanpa memberikan kesempatan pada Shandra untuk berbicara sejak Shandra mengangkat telepon.


"Ada apa grandpa,! Tanya Shandra dengan bingung.


"Sebaiknya kamu pulang sekarang. Nanti kita bicarakan di rumah. Kata grandpa sambil mengakhiri sambungan telepon.


Shandra segera berkemas. Ia menyerahkan semua pekerjaan untuk diselesaikan Clara.


Setelah itu Shandra segera memerintahkan bodyguard sekaligus drivernya untuk melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke rumah.


Ada apa ya. Kenapa perasaanku tidak enak. Biasanya grandpa tidak akan menghubungiku di saat jam kerja.


Shandra berjalan sambil menerka kira-kira apa yang terjadi.


Begitu sampai, Shandra tergesa-gesa menuju grandpa untuk menanyakan tentang apa yang terjadi. Grandpa terlihat cemas sambil mondar mandir.


"Ada apa grandpa,! Tanya Shandra begitu sampai dan mengabaikan sopan santun. Ia takut terjadi sesuatu sama grandma atau papa.


Deg,!


Jantungnya berdegup kencang begitu memikirkan papanya. Karena sejak kemarin ia belum menelpon sama sekali.


"Lala, grandpa minta tolong sama kamu. White Lion di sini sedang terancam karena ternyata ada diantara anak buah grandpa ada yang berkhianat dan memberikan alamat markas kita kepada musuh. Markas baru saja diserang, dan menewaskan dua orang penjaga pintu masuk karena tidak menduga akan mendapat serangan mendadak".

__ADS_1


"Kelompok mana yang melakukan hal itu". Tanya Shandra dengan mata yang sudah dipenuhi amarah.


"Black Bull. Grandpa rasa kamu sudah tidak asing lagi dengan nama tersebut. Grandpa tidak ingin melibatkanmu, tapi grandpa tahu hanya kamu yang bisa mengatasi hal itu.


Rupanya mereka membangkitkan apa yang sudah coba aku kubur beberapa minggu ini. Baik,! Kita akan bermain.


"Aku langsung ke markas. Grandpa di rumah saja. Biar aku yang atasi". Kata Shandra kemudian bangkit dan pergi meninggalkan grandpa-nya.


Sementara grandma memilih diam. Ia sebenarnya tidak setuju cucunya harus menjadi wanita pembunuh yang haus akan darah.


Bodyguardnya yang selalu siaga langsung membukakan pintu untuk Shandra. Shandra tidak masuk tapi memutar dan masuk ke tempat kemudi. Begitu Brendan, si bodyguard akan masuk ke dalam mobil, Shandra segera mencegahnya.


"Kamu pakai mobil lain, karena aku ada tugas khusus yang harus aku selesaikan. Kamu duluan saja ke markas dan suruh mereka tunggu. Aku akan segera kesana".


Brendan tidak mengatakan apapun, dan langsung pergi mengambil mobil lain.


Shandra yang sudah mendapatkan informasi bahwa yang menyerang adalah tangan kanan ketua Black Bull dan atas inisiatifnya sendiri, ia memiliki rencana lain.


Kita akan lihat apakah kamu akan menunjukkan jagomu di depanku.


Begitu sampai di sebuah minibar kecil, Shandra segera memarkirkan mobilnya kemudian memasang wignya dan turun dari mobil. Ia sudah tau tentang tempat nongkrongnya Gary, tangan kanan Black Bull.


Hmmm,,bisa aku lumpuhkan.


Tak lama kemudian Gary berjalan ke arahnya. Shandra pura-pura tersenyum yang membuat Gary seolah mendapat sinyal. Begitu Gary duduk disamping Shandra, Shandra pura-pura akan memeluk Gary. Tangannya yang sudah terlatih segera memberikan totokan pada syaraf mati di bagian leher yang otomatis membuat Gary pingsan seketika.


"Nah, jadilah anak yang manis". Bisiknya di telinga Gary yang sudah pingsan kemudian berjalan ke arah kasir untuk membayar. Ketika sudah menyerahkan uang, dengan satu kali gerakan, keempat orang yang duduk bersama kasir sudah dibuatnya tak berdaya dalam keadaan pingsan.


Shandra langsung memapah Gary ke mobil, dan melarikan mobil dengan kencang menuju markas. Branden yang sudah berada di markas dan Fritz sebagai pemimpin White Lion dan anak buah yang melihat kedatangan Shandra segera berlari dan memberi hormat begitu Shandra turun dari mobil.


"Segera keluarkan barang berkaki dua di mobil dan ikat dengan kencang. Bawa ke ruangan eksekusi kalian".


Fritz memberi perintah kepada anak buahnya untuk melakukan seperti yang dikatakan Shandra.


Setelah masuk, Shandra melihat semua peralatan di ruangan itu mirip dengan punyanya di Indonesia. Ia tidak heran karena ia mendapatkan hal seperti itu dari papanya, yang tentu saja menurun dari grandpa.


"Siram badannya dengan air agar segera sadar". Perintah Shandra pada Fritz. Anak buah Fritz segera melakukan hal tersebut, dan terlihat Gary batuk-batuk kemudian perlahan-perlahan membuka mata.


"Siapa kalian. Berani-beraninya mengikatku. Cepat buka ikatanku. Aku akan membunuh kalian. Teriak Gary.


Shandra mengambil lakban dan menempelkannya ke mulut Gary.

__ADS_1


"Ingat,! Aku akan bertanya, dan aku tidak suka mengulang pertanyaanku. Katakan,! Siapa yang menyuruhmu menyerang markas White Lion". Selesai bertanya Shandra membuka lakban berharap Gary akan menjawab, namun ia malah meludahi Shandra tepat di wajahnya.


Branden bertindak cepat dan membersihkan wajah Shandra.


"Frits,! Kalian punya alat kerja,?


Fritz yang paham langsung mengangguk dan memberi kode pada anak buahnya untuk mengambilkan apa yang diminta Shandra.


Shandra mengambil sebuah alat jepit yang paling tajam, dan tanpa ampun menjepit dua jari Gary sekaligus dan jarinya langsung putus. Gery tidak bisa berteriak karena mulutnya di lakban. Namun terlihat ia meronta-ronta melihat jari kelingking dan jari manisnya sudah berlumuran darah di lantai.


"Cepat jawab sebelum pertanyaan kedua". Kata Shandra sambil membuka lakban di mulut Gary.


"Aku melakukannya atas inisiatifku sendiri karena aku berpikir bahwa kalau aku mengalahkan White Lion maka jabatan ketua Black Bull akan jatuh ke tanganku sehingga aku membayar salah satu anak buah White Lion yang merupakan teman lamaku untuk memberitahukan lokasi markas White Lion padaku. Jawabnya dengan suara yang bergetar karena di serang rasa takut dan panik.


"Itu akibatnya kalau kau serakah. Apakah kau tidak tahu bahwa White Lion selalu menyayangi anak buahnya,? Setelah berkata ia mendekatkan penjepit dan tiga jari lain pun menyusul ke lantai.


Tanpa menunggu waktu, Gary langsung pingsan seketika. Semua anak buah yang melihat cara kerja Shandra hanya berdiri mematung dengan lutut yang sudah bergoyang tanpa irama.


"Kalian semua ingat.! Jika ada yang berkhianat seperti teman kalian untuk menjual informasi atau apapun kepada orang lain tentang White Lion, maka aku akan memperlakukannya lebih sadis dari yang kalian saksikan".


"Dan Fritz, tugasmu adalah habisi orang ini. Jangan ampuni nyawanya. Karena ia pantas mendapatkannya.


Setelah selesai, Shandra segera keluar meninggalkan mereka dan menuju ke mobil. Branden berlari mengikuti Shandra dan segera menaiki mobilnya untuk pulang.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading ya. Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, dan komentar positifnya.😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2