Sang Mafia Jatuh Cinta

Sang Mafia Jatuh Cinta
31. Hukuman Bagi Frans


__ADS_3

Jika hukum lemah, maka akan semakin banyak orang yang melakukan kejahatan tanpa mempedulikan rasa kemanusiaan. Karena itu, ada orang tertentu yang tidak segan menghukum tanpa belas kasihan. Itulah sebabnya, ada orang yang tidak akan melepaskan musuhnya ketika musuhnya sudah berada di tangannya.


Eda Sally


*****


Branden yang sudah selesai membereskan Raffe Waller dan putranya Frans di bagian belakang segera masuk ke mobil dan mengikuti sang bos yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Sementara itu, John Bruno dengan khawatirnya mengikuti Shandra dengan mobil. Ia selalu berusaha agar tidak jauh dari mobil Shandra karena Shandra melajukan mobilnya dengan sangat kencang.


"Kamu tidak apa-apa sayang?" Tanya John Bruno dengan khawatir ketika mereka telah sampai.


"Apa kau melihatku terluka?" Shandra balik bertanya.


"Bukan begitu sayang. Aku hanya tidak mau terjadi sesuatu padamu." Jawab John lembut.


"Dan kenyataannya aku tidak apa-apa kan?"


John Bruno menarik napas dan memilih untuk tidak bertanya lagi. Ia tidak mau mendapat jawaban yang lebih aneh lagi.


Hmmmm! Bagaimana bisa ada wanita sedingin ini? Di kasih perhatian juga salah. Lalu, apa yang harus aku lakukan? Masa aku tidak boleh memberi perhatian padanya? Hmmm! Wanita aneh!


Setelah beberapa menit kemudian, terlihat mobil yang dikemudikan Branden memasuki halaman yang sangat luas itu.


Branden dan Fritz segera menurunkan tubuh ayah dan anak itu kemudian langsung membawa mereka ke ruang bawah tanah di rumah belakang, tempat penyiksaan untuk musuh-musuh keluarga Dalmiro.


"Kamu ingin melihat pertunjukkan? Ikut aku!" Kata Shandra kemudian langsung pergi.


John tidak mengatakan apapun. Ia hanya mengekor Shandra dari belakang. Ia sendiri juga penasaran dengan apa yang akan dilakukan Shandra.


Setelah sampai, Shandra langsung duduk di kursi yang disediakan oleh Branden sambil melihat jam tangannya. Ia hanya diam melihat Frans untuk beberapa menit. Kedua tangan Frans diikat tapi dari depan dan tidak diikat dari belakang.


Branden memang cerdas. Rupanya ia ingin memudahkan pekerjaanku sehingga tangan Frans dan ayahnya diikat dari depan.


"Satu pertanyaan waktu jawabnya tiga detik. Jika dalam tiga detik tidak ada jawaban, maka konsekuensinya adalah satu hukuman. Jadi jika sepuluh pertanyaan tidak dijawab, maka sepuluh kali hukuman." Kata Shandra sambil menaruh jarinya di dahi seperti sedang berpikir.


"Branden, tolong ambilkan alat kerjaku."

__ADS_1


Tanpa diperintah dua kali, Branden langsung bergerak dan mengambilkan kotak yang dimaksud oleh Shandra dengan sebutan alat kerja.


"Nah! Di dalam kotak ini banyak sekali hadiah. Hadiah akan aku berikan berdasarkan jawaban dari setiap pertanyaan yang aku ajukan. Menjawab atau tidak menjawab, aku akan tetap memberikan hadiah. Semua tergantung moodku" Kata Shandra dengan senyum licik.


John Bruno yang sejak tadi memandang Shandra, bergidik melihat senyum licik itu. Kini ia mengerti kenapa Andre Dalmiro mengujinya dengan adu fisik. Ternyata ini kenyataan yang sebenarnya dari kepribadian seorang Shandra Wilson.


"Pertanyaan pertama. Apa salahku padamu?" Tanya Shandra sambil mengetukkan jari di kotak yang di pegangnya.


Frans bingung harus menjawab apa. Ia hanya memandang Shandra dengan tatapan bingung karena pertanyaannya itu sangat sulit untuk dijawab.


Jika aku menjawab tidak, ia akan bertanya lagi kenapa aku malah menjebaknya. Jika aku menjawab ia, aku juga salah karena memang ia tidak bersalah sama sekali. Frans.


"Ok! Karena kamu tidak menjawab dan waktunya sudah lebih dari tiga detik, maka aku akan memberikan hadiah yang lebih besar." Kata Shandra sambil mengeluarkan sebuah pisau yang berkilau dari kotak.


Shandra mendekatkan wajahnya kepada Frans dan melihatnya sekilas kemudian tangan mungilnya perlahan menyayat ibu jari Frans sampai tak dikenali.


Frans dan ayahnya sama-sama berteriak menyaksikan apa yang dilakukan oleh Shandra. Terlihat darah segar menetes dari ibu jari kanan Frans yang membuat jari lain sudah bergetar hebat.


Sementara John Bruno memalingkan wajahnya karena selama ini ia lebih suka langsung memukul orang dengan cara mematikan daripada bermain-main seperti itu.


"Pertanyaan kedua. Apakah aku pernah memohon padamu dan keluargamu untuk mendapat ucapan terima kasih?" Tanya Shandra.


"Lebih dari tiga detik, dan aku akan tetap memberikan hadiah." Kata Shandra sambil mengeluarkan sebuah gunting sedang.


Shandra memainkan gunting itu untuk mengetahui ketajamannya. Setelah itu, dengan perlahan Shandra memegang ibu jari Frans yang masih mengeluarkan darah, dan dengan satu kali gerakan dan tanpa disadari oleh Frans dan semua orang yang ada di situ, jari Frans telah terlepas dengan sendirinya.


Frans yang melihat ibu jarinya sudah pindah tempat, membelalakkan matanya dan meraung-raung. Ayahnya juga meneriaki Shandra dengan berbagai sumpah serapah.


Shandra tidak bisa menahan amarahnya karena Frans yang meraung-raung, langsung menampar Frans dengan sangat keras.


"Jangan berteriak seperti itu lagi di hadapanku. Aku benci pria manja yang hanya bisa bersembunyi dibalik nama besar keluarganya. Jika aku dengar suaramu lagi, maka aku akan mencekikmu sampai mati." Ancam Shandra pada Frans.


Frans langsung diam mendengar ancaman Shandra. Dari tatapan mata Shandra, ia tahu bahwa ancaman itu tidak main-main. Karena itu ia menahan dirinya untuk tidak menangis, tetapi rasa sakit juga sedang menyerangnya.


"Pertanyaan terakhir. Usahakan untuk dijawab secepatnya. Ingat! Waktumu hanya tiga detik. Tiga detik!" Shandra sengaja menegaskan sambil mengangkat tiga jari.


"Apa niatmu dan adikmu mengundang aku untuk makan siang di rumahmu?" Shandra langsung melipat tanganya setelah bertanya.

__ADS_1


"Sejujurnya aku tertarik padamu karena kamu sangat can..."


Plak..!!!


Bunyi tamparan yang sangat keras membuat Frans tidak dapat menyelesaikan kalimatnya. Mereka semua yang berdiri di situ kaget karena John Bruno bergerak dengan sangat cepat dan tanpa mereka sadari ia sudah selesai menampar Frans.


Frans meringis mendapat tamparan yang cukup keras, membuatnya sampai menutup matanya sangat lama agar tidak menangis karena rasa sakit yang menyerangnya. Namun, air matanya merembes begitu saja karena perih.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Shandra ketus.


"Aku tidak suka dia mengatakan bahwa dia tertarik padamu. Aku cemburu." Jawab John tegas tak mau kalah.


Shandra langsung diam mendengar apa yang dikatakan John.


Cemburu? Orang itu hanya mengatakan seperti itu kenapa dia sangat marah? Aku sudah tidak asing dengan kalimat seperti itu. Apa yang salah dari kalimat itu? Aku juga sama sekali tidak tertarik dengan Frans. Shandra.


"Lanjutkan apa yang tadi belum kamu selesaikan." Kata Shandra pada Frans.


"Aku juga menggunakan Bernike yang pada dasarnya sudah menyukaimu sejak pertama kali bertemu agar bisa membawamu ke rumah. Selain itu, aku berpikir bahwa kamu matre saat melihatmu malam itu bersama tuan John. Jadi, aku ingin memamerkan kekayaanku padamu agar kamu bisa tertarik padaku juga." Jawab Frans dengan jujur.


"Kau terlalu percaya diri tuan Frans Waller. Apakah kau tahu aku paling benci pria yang suka berlagak di depanku?" Kata Shandra sambil berdiri.


Ia terlihat melemaskan jarinya, dan wajahnya kelihatan sangat seram. Ia dengan geram memandang tajam ke arah Frans.


Bersambung


.


.


.


.


.


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.

__ADS_1


😍😍😍😍😍


__ADS_2