Sang Mafia Jatuh Cinta

Sang Mafia Jatuh Cinta
29. Siasat Licik Frans dan Bernike (Part 2)


__ADS_3

Nyonya Helena berjalan semakin dekat ke arah Shandra yang melipat tangan di dada seolah tidak ada apapun di sana. Shandra bahkan tidak tersenyum sama sekali ketika wanita itu dengan bangganya memamerkan senyum palsunya.


"Tak ku sangka wanita secantik dan semuda dirimu hebat dalam hal beladiri." Kata nyonya Helena.


"Ah! Nyonya terlalu berlebihan. Saya hanya bisa mempertahankan diri, tetapi tidak bisa melakukan lebih. Ilmu beladiri saya juga masih jauh dari kata hebat." Kata Shandra merendah.


"Oh!" Hanya itu yang keluar dari bibir nyonya Helena yang terkesan terlalu menganggap remeh karena selanjutnya ia sudah berjalan menuju meja makan dan duduk tanpa mengajak Shandra sama sekali.


"Maafkan istri saya. Mari silahkan duduk nona." Kata Raffe Waller, ayah Frans dan Bernike.


Shandra hanya menarik ujung bibirnya sedikit dan menanggukkan kepalanya. Ia kemudian berjalan mengikuti Raffe, ayah Bernike dan duduk di tempat yang disediakan.


"Silahkan dinikmati nona. Maaf! Hanya ini yang bisa kami sajikan." Kata Raffe merendah. Ia malu dengan sikap istrinya.


"Ayo, dimakan! Kamu boleh mencoba semuanya." Kata nyonya Helena.


Dia pikir aku tidak pernah melihat makanan murahan ini? Aku tadinya lapar, tetapi caranya berbicara membuat rasa laparku hilang. Benar-benar manusia sombong yang harus diberi pelajaran.


"Ahmmm, maafkan saya nyonya. Saya tidak bisa makan makanan yang nyonya sediakan karena takut alergi saya kambuh. Jadi, saya akan menelpon pelayan saya untuk mengantarkan makan siang buat saya." Kata Shandra langsung mengambil handphonenya.


Tut..tut..tut..


"Branden? Tolong antarkan makan siang saya bersama Fritz ke alamat yang baru saja saya kirimkan. Diantar secepatnya karena saya sedang lapar dan saya tidak enak hati melihat nyonya rumah ini harus menunggu saya karena sebuah makan siang." Kata Shandra tanpa menunggu jawaban dari Branden dan segera mematikan teleponnya.


Wajah Helena terlihat merah pertanda sedang menahan amarah. Ia merasa sangat diremehkan oleh gadis belia yang ada di depannya. Tadinya ia ingin pamer bahwa ia kaya. Tetapi rupanya gadis itu tidak merasa kagum sama sekali. Malah mengatakan alergi dengan makanannya.


Apa matanya buta dan tidak melihat makanan seenak ini yang aku sediakan? Masa makanan seenak ini membuatnya alergi.


Lamunan Helena terhenti ketika dua orang pria dengan postur tubuh tinggi dan berotot masuk dengan masing-masing mendorong kereta yang penuh dengan makanan.


Helena melotot tak percaya dengan aneka menu yang dibawa oleh Branden dan Fritz. Bernike dan Frans juga menatap tak percaya dengan pemandangan yang ada di depan mereka. Sementara Raffe Waller hanya tertunduk malu karena kesombongan istrinya.

__ADS_1


Dia benar-benar ingin mempermalukanku? Jika kau bisa keluar dari pintu rumahku dengan selamat, maka jangan panggil namaku Helena.


"Maafkan saya jika tidak sopan. Tetapi saya akan lebih sehat dan nyaman jika makan makanan yang dimasak sendiri oleh pelayan saya. Kita sudah bisa makan sekarang!" Kata Shandra langsung mengambil piring kosong yang juga sudah dibawakan oleh Branden dan Fritz.


Shandra langsung menyantap makanannya tanpa menegur dan mempedulikan mereka semua yang menatapnya. Mereka hanya melongo melihatnya yang makan seperti orang kelaparan. Akhirnya yang lainnya pun ikut mengambil makanan di meja dan makan tanpa bersuara.


Shandra makan sambil menatap tajam ke arah Bernike yang menatapnya. Bernike sadar bahwa tatapan Shandra kali ini tidak bersahabat. Karena itu ia memilih untuk menundukkan kepala.


Rupanya kau memakai wajah cantikmu itu sebagai topeng untuk menutupi kejahatanmu dan keluargamu. Topeng yang luar biasa. Dan hari ini, aku akan membuatmu membuang topeng itu dari wajahmu. Shandra.


Selesai makan, Branden segera meraih piring bekas makan Shandra dan menaruhnya kembali di tempatnya. Sementara Fritz sudah siap dengan air di tangannya dan langsung disodorkan pada Shandra yang langsung diambil dan diminumnya.


"Terim kasih!" Kata Shandra sambil tersenyum kepada Branden dan Fritz.


Semua yang melihat Shandra sudah menyelesaikan makannya, mau tidak mau mereka juga segera melepaskan peralatan makan yang masih ada di tangan.


Frans melihat kepada Shandra dengan tatapan nakalnya. Helena yang melihat tatapan putranya seperti itu tersenyum ke arah putranya. Frans semakin berani dan berjalan ke arah Shandra setelah mendapat kode dari ibunya.


Frans baru saja akan menarik kursi yang ada di dekatnya untuk duduk ketika kaki Branden sudah bersarang di wajahnya. Frans yang tak terima karena diperlakukan seperti itu, akan membalas perlakuan Branden, namun Fritz sudah mendahuluinya dengan mencengkram kerah bajunya.


"Kalian semua hanya akan diam melihat tuan kalian diperlakukan seperti itu? Bunuh mereka semua!" Bentak Helena pada semua pengawalnya yang kira-kira ada lima puluh orang.


Mereka semua langsung maju dan membentuk formasi untuk menyerang Branden dan Fritz. Sebelum terjadi perkelahian, terdengar suara yang berkata dengan lantang.


"Stop! Jika ada yang berani menyentuh calon istriku, maka aku tidak hanya akan mematahkan tangannya, tetapi akan membuatnya kehilangan nyawanya."


Mereka semua menoleh dan kaget ketika John sudah ada di situ dan langsung berjalan ke arah Shandra.


"Kamu tidak apa-apa kan sayang?" Katanya sambil memeriksa seluruh badan Shandra.


"Jangan sombong dulu. Jika kau mampu mengalahkan seluruh anak buahku, maka dia baru akan menjadi calon istrimu. Tetapi jika anak buahku mengalahkanmu, maka mulai detik ini, wanitamu akan tinggal di sini dan menjadi budak putraku."

__ADS_1


Hati John sangat panas ketik mendengar kalimat terakhir. Ia langsung meraih pisau yang terselip di pinggangnya dan melemparkannya pada Helena tepat di lehernya yang langsung tembus ke belakang.


"Momy...........!"


Bernike berteriak dengan sangat kencang ketika momynya memelototkan mata dan ambruk seketika. Ia menatap dengan tajam ke arah John.


"Bunuh mereka semua termasuk perempuan itu." Teriak Bernike dengan suara tinggi.


Kelima puluh anak buah Raffe Waller dan Frans langsung menyerang dengan membabi buta kepada keempat orang itu. John, Branden, dan Fritz yang sudah merasa geram, menghajar tanpa mengenal ampun.


Shandra langsung berjalan ke arah Bernike dan mencekiknya. Seorang anak buah yang melihat Bernike dicekik langsung datang dan menyerang Shandra.


Shandra yang melihat orang itu menyerangnya, tetap mencekik Bernike, sedangkan tangan yang satunya dipakai untuk menangkis. Kakinya yang sudah gatal langsung diarahkan dengan keras ke leher orang itu yang langsung tumbang tanpa suara.


"Rupanya kau membohongiku ketika di pesawat dengan mengatakan bahwa orang itu mengincarmu karena kalah dalam persaingan bisnis dengan kakakmu. Aku menyesal telah menyakiti orang itu. Harusnya aku membiarkanmu terbunuh di pesawat waktu itu."


"Le..pas..kan.." Kata Bernike dengan suara yang terbata.


"Ternyata orang itu mengincarmu karena kau dan keluargamu adalah penjahat kelas kakap. Dan hari ini, kalian akan mati di tanganku karena aku tidak pernah mengampuni orang jahat."


Bersambung.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.


😍😍😍😍😍


__ADS_2