
Ada banyak cara yang digunakan orang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang orang karena menginginkan sesuatu, mereka cenderung menggunakan cara yang tak lazim hanya agar keinginannya tercapai.
Mereka mungkin tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan salah. Karena bagi mereka, tidak ada kata salah atau benar dalam hidup mereka. Yang ada ialah kepuasan tersendiri karena keinginan mereka tercapai, sekalipun harus menyakiti orang lain.
Eda Sally
*****
Shandra termenung sambil memandang cincin di jarinya, pemberian John Bruno semalam. Dengan reflek ia menarik ujung bibirnya dan menyunggingkan senyum. Baretta yang duduk di sofa sambil menanti perintah sang nona muda bertanya-tanya dalam hati kenapa sang nona tersenyum sendiri.
Ah! Mungkin ia merasa senang karena sesuatu. Tapi, bukannya ia tersenyum setelah mengamati cincin di jarinya? Atau jangan-jangan itu cincin pemberian tuan John?
"Kenapa kau hobi sekali memandangku?"
"Ahm, maafkan saya nona. Saya sedang menanti perintah dari nona."
"Tolong siapkan air. Aku ingin mandi."
"Baik nona muda."
Setelah Baretta selesai mempersiapkan air, Shandra segera mandi. Ia ingin memanfaatkan hari liburnya untuk berbincang-bincang dengan grandpa dan grandma.
Selesai mandi dan berganti pakaian, Shandra segera turun dan mengobrol dengan grandpa dan grandma.
"Apakah John Bruno memperlakukanmu dengan baik?" Tanya grandpa tanpa ada basa basi sama sekali ketika Shandra sudah duduk bersama mereka.
"Ia memperlakukanku dengan sangat baik, grandpa."
"Sebaiknya jangan terlalu mengeraskan hatimu agar kalian cepat menikah. Grandma ingin menggendong bayi."
"Tapi Lala merasa belum siap untuk menikah. Biarkan kami menjalaninya secara perlahan grandma. Karena tidak baik kalau terlalu buru-buru."
"Rupanya cucuku semakin dewasa dan bijak. Tapi sebaiknya kau pertimbangkan apa yang dikatakan grandma, karena grandpa juga ingin melihatmu didampingi dan dilindungi oleh seorang pria. Grandpa sudah tua dan tidak akan bisa menjagamu dengan baik di luar sana."
"Kan ada bodyguard yang selalu menjaga Lala. Lala merasa belum membutuhkan seorang pria khusus, dalam hal ini suami."
__ADS_1
"Benar cucuku. Tapi perbedaan bodyguard dan seorang suami itu sangat jauh. Bodyguard bekerja karena dibayar, dan suatu saat mereka akan berhenti. Sementara seorang suami akan melakukan apa saja demi wanitanya tanpa imbalan apapun. Bahkan ia akan siaga 24 jam hanya demi melindungi wanitanya dan membuatnya selalu bahagia."
Shandra terdiam mendengar apa yang dikatakan grandpa. Ia membenarkan apa yang dikatakan oleh grandpa. Namun sebagai orang yang belum pernah mengenal cinta ,ia merasa benar-benar akan gugup kalau tiba-tiba harus menikah.
"Bagaimana, nak? Apa kau setuju dengan apa yang ditawarkan grandpa?" Giliran grandma yang bertanya.
"Lala akan memikirkannya dulu grandma. Karena menikah bukan hal yang gampang. Lala tidak mau terlalu buru-buru mengambil keputusan, dan kemudian nanti menyesal karena sudah salah mengambil langkah."
"Apa yang harus kau pikirkan lagi? Kami semua akan selalu berada di belakangmu. Jadi jangan pernah ragu atau takut dengan apapun." Jawab grandpa.
"Grandma lihat bahwa setiap bertemu dengan John Bruno, kamu terlalu kaku dan formal seperti berhadapan dengan rekan bisnis. Maka itu lebih baik segera menikah agar kalian bisa semakin dekat."
"Aku ingin mendengar dari papa dulu. Jika papa mengizinkan Lala untuk menikah, Lala akan melakukan apa yang grandpa dan grandma katakan. Tapi jika tidak, Lala tidak akan memaksakan kehendak karena Lala tidak mau menyakiti papa."
"Grandpa mengerti. Nanti grandpa akan meminta papa ke sini agar kita bisa membicarakan hal ini."
Shandra hanya memganggukkan kepala mendengar apa yang dikatakan grandpa. Percuma jika ia ingin berdebat dengan dua orang di depannya. Karena yang pasti, pada akhirnya keputusan mereka yang akan terlaksana.
Sudah nasibnya terlahir dan menjadi cucu seorang Andre Dalmiro yang terhormat dan melegenda, yang segala keputusannya tidak boleh diganggu oleh siapapun.
"Boleh Lala bertanya?"
"Kenapa grandpa dan grandma tiba-tiba meminta Lala untuk segera menikah?"
"Karena di dalam adat kita secara turun temurun, laki-laki dan perempuan tidak boleh berjalan bersama-sama sebelum menikah. Dan semalam John Bruno mengajakmu dinner diluar. Itu sebetulnya tidak diperbolehkan. Tapi karena kau sudah menyanggupi, maka grandpa dan grandma tidak bisa melarangmu karena takut mengecewekanmu." Jawab grandpa.
"Dan jika nanti kamu sudah setuju untuk menikah, kalian tidak boleh bertemu lagi sampai hari H. Karena bersentuhan tangan saja tidak diperbolehkan di dalam adat kita. Apa semalam dia menyentuh tanganmu?" Tanya grandma menyelidiki.
"A...tidak! Tidak sama sekali."
"Lalu, bagaimana dengan cincin yang di jarimu itu?"
"A... Kalau ini memang diberikan oleh John Bruno, tetapi aku mengambilnya dan memasangnya sendiri di jariku."
"Baguslah kalau kamu tahu diri seperti itu." Kata grandpa.
__ADS_1
Huh! Apa grandpa pikir selama ini aku tidak tahu diri? Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran grandpa.
"Aku selalu tahu diri grandpa. Jika tidak, tentu saja aku tidak akan disegani semua orang." Shandra menjawab dengan sedikit kasar karena merasa diremehkan oleh grandpa-nya.
"Jangan marah dulu cucuku. Grandpa hanya mengingatkan saja. Grandpa tidak ingin cucu satu-satunya grandpa tidak berwibawa di depan orang. Karena itu grandpa mengatakan semua ini, agar kamu semakin bijak dalam bertindak dan membuktikan bahwa tidak ada yang bisa bermain-main dengan cucu Andre Dalmiro."
Huh! Selalu membanggakan namanya sendiri. Aku bisa lebih hebat dari grandpa tanpa perlu membanggakan diri. Aku ingin berkembang sesuai cara dan keinginanku. Aku tidak ingin terikat dengan segala aturan yang menurutku tidak masuk akal. Lihat saja nanti.
"Lala tidak marah. Hanya saja, Lala merasa kurang suka dengan semua peraturan keluarga yang menurut Lala tidak masuk akal."
"Kamu boleh melakukan apa saja yang menurutmu baik nak. Tapi ada syaratnya."
"Apa syaratnya grandma?"
"Kamu harus menikah dulu. Setelah kamu menikah, grandpa akan menobatkan kamu sebagai penerus dari Viktoria Grup dan White Lion, dan tentu saja sebagai ratu dari keturunan keluarga Dalmiro yang melegenda. Kamu bisa melakukan aturan baru setelah menerima gelar ratu dari keturunan keluarga Dalmiro. Tapi yang namanya aturan keluarga, biasanya sulit diubah."
"Baik grandpa. Lakukanlah apa yang baik menurut grandpa dan grandma. Lala tidak mau terlalu pusing memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan aturan keluarga atau apapun itu."
"Grandpa mengerti. Tapi suatu saat jika kamu sudah ada di posisi grandpa, grandpa yakin kamu akan mengikuti aturan yang sudah ada turun temurun."
"Kita lihat saja grandpa. Semoga apa yang grandpa katakan terjadi. Karena Lala sudah memikirkan semuanya dengan matang."
Grandpa tersenyum menanggapi apa yang baru saja dikatakan Shandra. Ia tahu, cucunya ini keras kepala seperti dirinya.
Bersambung.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
😍😍😍😍😍