Sang Mafia Jatuh Cinta

Sang Mafia Jatuh Cinta
10. Sambutan Hangat


__ADS_3

Shandra segera menuju ke tempat kedatangan penumpang setelah mengantri cukup lama untuk mengambil kopernya yang masuk bagasi. Matanya celingukan mencari dimana posisi grandpa dan grandma-nya berada. Ia sampai heran, kenapa grandpa dan grandma repot-repot menjemputnya. Padahal mereka bisa saja menyuruh pelayan mereka untuk menjemput.


Dari jauh ia melihat sepasang orang tua berusia sekitar enam puluh tahun sedang bergandengan tangan sambil berjalan ke arah tempat kedatangan penumpang di ikuti oleh dua orang bodyguard di belakang mereka.


Shandra segera melambaikan tangan ke arah mereka walau jelas mereka tidak akan melihat. Ia tidak pusing dengan orang-orang yang ada di situ. Ia langsung menyeret kopernya dan mempercepat langkahnya ke arah grandpa dan grandma-nya.


"Grandpa!v Kata shandra manja sambil memeluk grandpa setelah sampai.


"Ah! Cucuku sudah menjadi seorang gadis rupanya." Kata Grandpa sambil mencium kening Shandra.


"Kenapa grandma dilupakan seperti ini?" Kata grandma pura-pura tersinggung.


Jika ia tidak segera berkata, suaminya akan mendominasi Shandra, karena suaminya paling sayang dengan cucu satu-satunya dari putra tunggalnya.


"Grandma, maafkan Shandra." Kata Shandra memeluk grandma.


"Tidak apa-apa sayang!" Grandma merindukanmu. Kata Grandma.


"Lala juga rindu grandma." Kata Shandra.


"Ayo kita segera pulang. Cucu kesayangan grandpa pasti kelelahan. Kata grandpa.


"Oya! Bagaimana perjalananmu?" Tanya grandma sambil berjalan ke arah mobil.


"Aman grandma." Jawab Shandra singkat karena ia tiba-tiba teringat kejadian di pesawat.


"Oya! Papamu apa kabar?" Tanya grandpa.


"Papa baik-baik aja grandpa. Papa titip salam buat grandpa sama grandma." Jawab Shandra.


"Hmmm,! Grandma rindu sama papamu. Dia anakku satu-satunya, tapi dia memilih jauh dari keluarga demi bisnisnya." Kata grandma yang matanya mulai berkaca-kaca.


"Kalau ada waktu, papa pasti kesini." Kata Shandra


"Oya, Shandra kabari papa dulu kalau Shandra sudah sampai. Biar papa nggak kuatir." Kata Shandra sambil mengambil handphone-nya


"Hallo gadis kecil-nya papa. Kamu sudah sampai, sayang?" Jawab papa dari seberang telpon.


"Sudah pa! Ini Lala lagi sama grandpa dan grandma di mobil sementara di jalan ke rumah. Papa baik-baik saja kan?" Kata Shandra sambil balik bertanya.

__ADS_1


"Nak, papa boleh bicara sama grandpa?" Kata papa Shandra.


"Boleh pa." Kata Shandra sambil membesarkan speaker handphone-nya.


"Dad! Anak-ku jangan lama-lama di situ ya. Aku nggak bisa hidup tanpa Lala." Kata papa Shandra.


"Nggak bisa begitu Wilson! Cucuku baru saja sampai kamu sudah bilang jangan lama-lama." Jawab grandpa.


"Iya! Aku tahu dad! Tapi aku juga sepi kalau tidak ada Shandra di sini." Jawab papa Shandra.


"Justru itu kamu harusnya jangan di Indonesia terus. Perusahaan disana biar di urus orang lain. Kamu sama Shandra pindah ke Jerman saja biar kita semua berkumpul." Jawab grandma.


"Nanti aku pikir-pikir dulu mom." Jawab papa Shandra.


"Pikirnya jangan lama-lama. Dady sama Momy sudah tua." Kata grandma.


"Iya mom! Sudah dulu ya? Nanti aku telpon lagi." Kata Papa Shandra kemudian mematikan telpon.


Dalam perjalanan, Shandra yang duduk di tengah-tengah di apit oleh grandpa dan grandma merasakan kehangatan yang luar biasa dari sambutan dan perlakuan keduanya. Bagaimana tidak, grandpa dan grandma menggenggam kedua tangannya seolah ia adalah sesuatu yang akan terlepas. Ia hanya tersenyum melihat ulah keduanya.


Sementara kedua bodyguard yang duduk di depan tidak bersuara sedikit pun. Mereka cukup tahu diri untuk tidak ikut bicara dengan memberikan kesempatan kepada ketiga-nya untuk saling melepas rindu. Mereka juga paham bahwa selama ini kedua kakek-nenek itu hanya hidup sendiri di mansion mewah mereka dengan ditemani puluhan pelayan yang bertugas melayani mereka.


Mereka bergegas turun ketika mobil berhenti di pintu utama, dan semua pelayan grandpa-nya berbaris untuk mengambut kedatangannya. Ini semua juga atas perintah grandpa. Semua tertunduk ketika Shandra, grandpa dan grandma-nya lewat.


"Grandpa! Kenapa berlebihan seperti ini.?" Protes Shandra.


"Grandpa tidak berlebihan. Bukankah kamu sudah terbiasa disambut anak buahmu seperti itu?" Kata grandpa.


"Iya grandpa! Tapi itu kan beda." Bantah Shandra.


"Tidak ada protes. Grandpa hanya mau menyambut cucu grandpa yang akan menjadi penguasa di rumah ini dan atas semua bisnis grandpa. Jadi semua pelayan dan karyawan grandpa perlu tahu." Kata grandpa tidak mau kalah.


Shandra lebih memilih diam daripada harus menjawab dan kemudian terjadi perdebatan. Ia sadar dan tahu, semua yang dilakukan grandpa adalah untuk menunjukkan rasa sayang grandpa padanya.


"Biarkan Lala mandi dulu sayang. Setelah itu kita langsung makan." Jawab grandma menengahi karena ia sangat mengenal grandpa dan cucunya yang sama-sama keras kepala. Dan sifat grandpa menurun pada Shandra.


Grandma kemudian menyuruh pelayannya untuk mengantar Shandra ke kamarnya. Setelah sampai, Shandra segera mandi. Ia langsung merasa segar ketika air mengenai tubuhnya.


"Ah! Akhirnya bisa sesegar ini setelah menahan keringat selama belasan jam." Kata Shandra pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Setelah selesai mandi, berganti pakaian dan merapikan rambutnya, Shandra melihat pelayan yang tadi mengantarnya menunduk memberi hormat kemudian berkata;


"Mari nona muda. Aku akan antar nona muda ke ruang makan."


Shandra tidak menjawab dan hanya mengekor dari belakang ketika pelayan itu berjalan. Ia sudah terbiasa diperlakukan seperti itu jika di rumah kakek. Setelah sampai, pelayan yang tadi segera menarik kursi dan mempersilahkan agar Shandra duduk.


Grandma yang melihat Shandra sudah bergabung di meja makan kemudian berkata:


"Cucu grandma semakin cantik." Kata grandma memuji.


Shandra hanya tersenyum sambil menatap grandma-nya. Mereka bertiga makan dengan tanpa bersuara, dan terlihat grandpa sama grandma mengambil makanan dan bergantian menaruh di piring Shandra. Shandra tidak bisa menolak saat diperlakukan seperti itu karena ia tahu mereka menyayanginya.


Setelah selesai makan, grandpa berkata:


"Kamu istirahat dulu. Karena ini sudah pukul 14.00. Grandpa ingin berbicara banyak dengan kamu, tapi grandpa tahu kamu kelelahan jadi kita akan berbicara setelah kamu istirahat." Kata Grandpa.


"Baik grandpa, grandma! Shandra ke kamar dulu." Kata Shandra.


Walaupun kedua orang tua itu sangat merindukan cucunya, namun mereka sadar bahwa cucunya kelelahan.


Pelayan yang bertugas melayani Shandra segera mempersilahkan Shandra untuk mengikutinya ke kamar Shandra. Setelah di kamar, pelayan tersebut tidak segera meninggalkan kamar. Ia menunggu sampai Shandra sudah tidur, baru kemudian ia keluar dari kamar Shandra.


.


.


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2