
Tidak ada yang orang bisa memprediksi dan menyelami jalan pikiran manusia. Karena seseorang bisa saja berubah saat ia menghadapi situasi tertentu.
Perubahan mungkin terjadi karena seseorang ingin berdamai dengan keadaan, atau karena rasa ego yang memaksa untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai orang lain.
Perlahan tapi pasti, jangan lengah dengan apa yang ada di depanmu. Teruslah maju karena hanya dengan berjalan maju, engkau akan mengetahui bahwa hidup adalah berjalan walaupun tertatih. Karena itu, jangan pernah berhenti meski langkahmu tak secepat angin yang berembus.
Eda Sally
*****
Shandra tidak mengurangi atau menambahi ceritanya tentang kejadian yang terjadi di jalan ketika pulang dari kantor. Ia menceritakan semuanya, termasuk bantuan John Bruno yang tiba-tiba.
Grandpa tersenyum dan menganggukkan kepala mendengar cerita sang cucu tunggal. Namun, apa yang ada di hatinya tidak sejalan dengam senyumnya.
"Apakah kau mulai tertarik dengan pria itu?"
"Menurut grandpa?"
Shandra tidak menjawab dan malah balik bertanya.
"Kau jawab dulu pertanyaan grandpa, dan grandpa akan menjawab pertanyaanmu."
"Aku belum tertarik, tapi sedang berusaha menerima kehadirannya."
"Hmmm! Rupanya cucu grandpa sudah mulai jatuh cinta."
"Aku tidak mengatakan bahwa aku jatuh cinta. Aku hanya berusaha menerima kehadirannya."
"sama saja, sayang? Itu tandanya kau mulai jatuh cinta."
"Jika aku menolak bahwa aku tidak jatuh cinta, apa grandpa akan terus memaksaku?"
"Tentu saja tidak. Tapi jika kau mengakuinya, mungkin grandpa akan coba untuk memberikan kesempatan. Jika kau tidak mengakuinya, maka kau juga harus melewati ujian dari grandpa."
"Kenapa aku juga harus di uji?"
"Karena di dalam dirimu mengalir darah seorang mafia, yang selalu haus akan kekuasaan dan darah. Jika hatimu terlalu hanyut dengan cinta, maka kualitasmu sebagai seorang mafia akan mulai memudar."
"Kenapa seperti itu, grandpa?"
"Karena kau adalah wanita. Hatimu akan cepat luluh jika sudah jatuh cinta. Beda dengan laki-laki, yang akan menempatkan karir diatas segalanya."
__ADS_1
"Apakah grandpa berpikir bahwa aku juga tidak bisa bertindak seperti laki-laki?"
"Grandpa sangat percaya dengan kemampuanmu. Karena itu grandpa akan memberikan tantangan yang harus kau lewati."
"Tantangan apa yang harus aku lewati grandpa?"
"Tantangannya sederhana saja. Kau wanita yang kuat dan cerdas. Kau pasti bisa melakukan hal itu."
"Apa itu!"
"Kau harus berduel dengan John Bruno di depan grandpa. Grandpa ingin melihat bukti dari kata-katamu jika kau tidak jatuh cinta dan terbawa perasaan."
Shandra langsung terdiam mendengar tantangan yang diajukan grandpa. Bagaimana mungkin ia harus berduel dengan orang yang tidak memiliki kesalahan apapun.
Selama ini ia hanya membalaskan perbuatan orang-orang yang menurutnya melakukan hal-hal yang tidak ia sukai dan memukul atau membunuh mereka dengan kejam. Ia sendiri belum pernah membunuh orang yang tidak bersalah.
Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus memukul John Bruno sampai tidak berdaya? Ah! Aku tidak mungkin melakukan hal itu. Pasti aku akan di cap tidak tahu berterima kasih.
"Apa hanya itu satu-satunya cara, grandpa?" Shandra berani bertanya lagi setelah beberapa lama terdiam.
"Iya! Jika dia tidak bisa mengimbangimu dalam bertarung, bagaimana dia bisa melindungimu?"
"Aku bisa melindungi diriku sendiri."
"Kenapa harus dibuat rumit."
"Karena aturannya memang sudah seperti itu. Jadi tidak ada yang rumit. Pikiranmu yang membuatnya kadi rumit. Kau harus bisa menaklukkan putra dari Alaric Bruno. Tunjukkan kemampuanmu sebagai cucu seorang Andre Dalmiro yang tidak terkalahkan dalam segala hal."
"Jangan pertaruhkan aku demi ambisi dan nama besar grandpa. Aku tidak setuju."
"Itu aturan keluarga kita turun temurun. Semua yang akan masuk dalam keluarga kita harus melewati setiap tahapan yang sudah ditentukan."
"Kenapa papamu tidak memakai nama Dalmiro di belakang? Karena ia membangkang dan akhirnya pernikahannya tidak berumur panjang."
"Kau wanita. Dan grandpa tidak ingin pernikahanmu hanya seumur jagung. Grandpa tidak mau kau gagal dalam pernikahan. Jadi lakukan apa yang grandpa katakan."
"Aku yakin John Bruno tidak akan keberatan untuk berduel denganmu karena ia sangat menginginkanmu. Dan yang namanya laki-laki, akan melakukan apa saja demi wanita yang di cintainya."
"Tugasmu adalah menantangnya untuk menjadi pria yang bisa diandalkan ketika akan masuk dalam keluarga besar Dalmiro."
"Baiklah. Jika memang itu yang grandpa inginkan, aku akan melakukannya."
__ADS_1
"Grandpa harap kau mengerti dan jangan marah pada grandpamu."
"Aku tidak marah. Aku hanya tidak suka dengan aturan keluarga grandpa yang menurutku ribet dan tidak masuk akal."
"Justru itu yang membuat keluarga kita disegani dari generasi ke generasi."
"Dan aku pastikan bahwa di generasiku, aku akan mengubah semua aturan dan warisan yang menurutku tidak cocok dengan perkembangan. Zaman sudah berubah grandpa."
"Tidak apa-apa kalau kau mau mengubahnya. Tapi kau harus catat bahwa orang yang ditakuti adalah orang-orang yang kuat dan tegas dalam memegang prinsip hidupnya. Jadi, jika kau ingin ditakuti, kau harus memiliki prinsip yang kuat."
"Baiklah! Kalau begitu, menurut grandpa kapan waktu yang tepat untuk berduel dengan John Bruno?"
"Lebih cepat lebih baik. Weekend besok bisa kau manfaatkan untuk itu. Grandpa yang akan menyampaikan hal ini kepada Alaric Bruno. Aku rasa Alaric Bruno tidak akan keberatan, karena ia cukup lama mengikuti grandpa dan sudah tahu apa yang akan terjadi jika mencintai salah satu keluarga Dalmiro."
"Aku serahkan semua pada grandpa. Lakukan apa yang menurut grandpa baik."
Ikuti maunya saja daripada urusannya tambah panjang. Berdebat dengan grandpa memang tidak ada untungnya. Kepalaku pusing dengan hal-hal tidak penting demi sebuah ambisi.
"Jika tidak ada yang akan grandpa bicarakan lagi, aku mau ke kamar. Masih ada yang harus aku kerjakan."
"Jika grandma pulang, tolong sampaikan permohonan maafku. Aku tidak bisa gabung untuk makan malam bersama. Aku akan makan di kamar saja."
"Iya sayang. Akan grandpa sampaikan. Jaga kesehatanmu. Jangan terlalu memaksa. Jika tidak terlalu sulit, biarkan Clara yang menyelesaikannya."
"Terima kasih grandpa. Tapi aku masih bisa menghandle semuanya."
"Baik!. Grandpa percaya padamu."
Shandra hanya mengangguk kemudian meninggalkan grandpa dan menuju ke kamarnya. Sementara grandpa tersenyum penuh kemenangan.
Ia tidak ingin cucu satu-satunya didapatkan dengan gampang oleh seorang pria. Ia benar-benar menginginkan pria yang akan mendampingi cucunya adalah pria sejati yang bisa diandalkan dalam segala hal.
Grandpa punya alasan sendiri. Karena Shandra adalah perempuan, yang suatu saat akan memiliki anak. Jika pria yang menikahinya lemah, bagaimana ia akan melindungi Shandra di saat Shandra hamil dan tidak bisa melakukan apapun?
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya๐๐๐๐๐