Sang Mafia Jatuh Cinta

Sang Mafia Jatuh Cinta
16. Kesungguhan Hati John Bruno


__ADS_3

Ada orang yang akan langsung jatuh cinta ketika baru pertama kali bertemu dengan seseorang. Sementara ada orang yang baru akan jatuh cinta ketika sudah bertemu berulang kali dan sering bersama. Cinta memang tidak bisa diprediksi, tapi ia bisa menyerang siapa saja.


Eda Sally


*****


Acara makan malam yang digelar kekuarga Bruno sudah lewat beberapa hari yang lalu. Namun kenangan itu bagi John Bruno, seperti baru terjadi beberapa menit yang lalu. Ia selalu membayangkan wajah Shandra dan sering tersenyum sendiri.


Hmmmm,,benar-benar wanita yang sempurna. Cara dia duduk, makan, menatap, dan caranya berbicara sangat elegan dan berkelas. Bahkan suaranya seolah terlalu mahal untuk dia keluarkan. Senyumnya benar-benar membuat jantungku hampir meledak. Aku ingin menatapnya setiap saat. Ah, dia seperti barang berharga yang sulit dijangkau. Semoga takdir segera mempersatukan kami


"Permisi tuan! Tuan besar ingin berbicara dengan anda di ruang kerja anda." Kata seorang pelayan pada John.


John kaget dengan pelayan yang datang tiba-tiba dan hampir memarahinya. Padahal ia sendiri yang sejak tadi melamun. Pelayan itu malah sudah berdiri dihadapannya sekitar sepuluh menit yang lalu tanpa dia sadari. Akhirnya pelayan tersebut memberanikan diri berbicara karena ia melihat John yang menutup mata sambil mengacak rambutnya.


"Ok! Katakan pada dady, aku akan segera datang!" Kata John kemudian masuk ke kamar untuk mandi dan mengganti pakaiannya.


John sudah pulang kantor sejam yang lalu. Namun ia duduk di ruang baca tanpa melakukan apapun. Padahal ia belum mengganti pakaiannya. Saking terlalu memikirkan Shandra, ia sampai seperti orang linglung saja.


Dua puluh menit kemudian, John yang sudah selesai mandi dan berganti pakaian sudah terlihat segar. Ketampanannya tidak bisa dilukiskan. Ia segera menemui dady-nya di ruang kerjanya.


Setelah masuk ia menyapa dady-nya kemudian duduk di samping dady.


"Ada apa dady memanggilku?" Tanya John ketika ia sudah duduk dan dady tidak mengatakan apapun.


"Dady hanya ingin berbincang denganmu. Dady kangen mami." Kata tuan Alaric dengan nada sendu.


Tuan Alaric sangat mencintai istrinya sehingga tidak pernah berpikir untuk menikah. Padahal waktu nyonya Bannet Alaric meninggal, John baru berusia sebelas tahun. Sementara John sekarang sudah berusia dua puluh lima tahun. Tentu bukan waktu yang singkat untuk bisa menahan diri. Tapi ia lebih memilih tidak menikah karena cintanya kepada sang istri

__ADS_1


"Hmmm! John juga kangen mami. John ingin mendapatkan istri yang baik dan cantik seperti mami." Kata John sungguh-sungguh.


"Itu yang dady harapkan nak! Dady juga ingin kau segera menikah, agar ada wanita yang bersama kita di rumah ini. Walaupun bibimu setiap minggu kesini, namun bagi dady itu akan lebih sempurna lagi jika kamu segera memiliki istri."


"Kalau dady tidak keberatan, John juga sudah ingin menikah." Kata John sungguh-sungguh.


"Apakah kamu sudah mempunyai kekasih?" Tanya tuan Alaric dengan antusias karena selama ini ia tidak pernah mendengar atau melihat putranya jalan dengam seorang wanita.


"Belum dady. Makanya dady bantu carikan. Siapa tahu ada sahabat dady yang memiliki anak gadis yang cantik." Kata John memancing dady-nya karena ia ingin meminta dady berbicara pada tuan Andre untuk melamar Shandra


"Hmmm. Pasti dady carikan. Dady juga sudah ingin menggendong cucu." Tuan Andre berkata sambil tersenyum karena membayangkan menimang cucu.


Bayangkan. Calon istri saja belum punya tapi sudah membayangkan akan menimang cucu.


"Tapi aku hanya jatuh cinta pada Shandra, cucu tuan Andre. Dia benar-benar wanita yang spesial. Dan selama ini, John tidak pernah tertarik pada gadis manapun. Namun, ketika melihat Shandra, aku merasa menemukan wanita yang cocok dengan tipeku." Kata John sungguh-sungguh untuk meyakinkan ayahnya.


"Kenapa harus menang bertarung baru bisa mendapatkan cucunya, dad? Tanya John Bruno heran dan kaget dengan apa yang baru saja dijelaskan dady-nya.


"Apakah kamu lupa bahwa tuan Andre adalah pendiri mafia terbesar yang tidak tersentuh itu? Aku yakin anaknya tuan Wilson juga terus melanjutkan apa yang telah dibangun oleh tuan Andre. Dan aku lihat bahwa Shandra juga memimpin kelompok mafia. Entah di sini atau di Indonesia sebelum ia kesini." Tuan Alaric menjelaskan semuanya pada anaknya.


"Darimana dady tahu bahwa Shandra pernah menjadi ketua mafia?" Tanya John penuh keheranan.


John kaget karena sepertinya dady menyembunyikan banyak hal darinya. Ia tidak tahu bahwa dady-nya adalah mantan mafia dan tangan kanan langsung dari tuan Andre waktu masih muda. Namun Alaric Bruno tidak menceritakannya pada John. tuan Alaric memilih berhenti ketika istrinya meninggal. Ia tidak mau John terpuruk, dan tuan Andre memahami itu dan merelakan tuan Alaric untuk berhenti


"Dady lihat dari cara dia berjalan, menatap, dan cara dia berbicara. Sorot matanya menunjukkan sorot mata seorang pembunuh. Jadi jika kau ingin menikah dengannya, kau harus mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk bisa beladiri satu tingkat diatasnya. Karena wanita seperti itu akan sulit ditaklukkan dengan kata-kata, kecuali dengan prestasi dan kemampuan beladiri yang tinggi."


"Aku penasaran. Ingin melihatnya bertarung." Senyum di wajah John mengembang ketika mengatakan itu.

__ADS_1


"Jangan bermain api dengannya John. Ia bukan sembarang wanita. Itu yang harus kau ingat. Karena yang namanya dunia mafia, tindakan lebih diutamakan daripada pertimbangan. Mereka akan langsung membunuh orang tanpa menanyakan alasan terlebih dahulu."


"Aku akan berhati-hati dad! Tapi tolong dekati tuan Andre dan bujuklah beliau agar mengijinkan aku melamar Shandra. Aku benar-benar menyukainya walaupun ia seorang mafia dan pembunuh. Dia membuatku benar-benar merasakan bagaimana jatuh cinta."


"Dady tahu, nak! Makanya dady berani menceritakan semuanya padamu agar kamu tidak kaget suatu saat nanti jika kamu sudah bersamanya. Dady tidak ingin kamu mencintai orang hanya dari penampilannya tanpa menerima masa lalu dan latar belakangnya."


"Apapun yang terjadi aku sudah tidak peduli dad. Aku akan terus berlatih seperti yang dady bilang. Aku tidak ingin menjadi laki-laki lemah di depan orang yang aku cintai. Apalagi orang itu adalah ketua mafia yang kakeknya sangat terkenal di Eropa."


"Syukurlah kamu punya tekad seperti itu. Dady mendukungmu."


"Terima kasih dad. Aku tidak akan mengecewakanmu. Aku akan melakukan apapun yang dady inginkan, asal dady melamar Shandra untukku."


Tuan Alaric hanya tersenyum menanggapi perkataan putranya. Ia juga merasa lega karena telah menyampaikan semua kebenaran tentang wanita yang disukai putranya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading ya? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, ratting bintang lima, dan komentar positifnya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2