
Brum....Brum....Brum....
Terdengar suara bising berasal dari kuda besi yang ditungganginya memecah kesunyian malam.
Sepuluh.... Sembilan.... Delapan.... Tujuh.... Enam.... Lima.... Empat.... Tiga.... Dua....Satu...
Go....
Kuda besi itu melaju dengan cepatnya. Meninggalkan garis start. Melaju dengan speed di atas rata rata. Raga itu meliuk liuk di atas jalan raya yang sunyi, berkolaborasi dengan hitamnya pekat malam.
Salip menyalip, tikung menikung, kejar mengejar. Mereka berlomba untuk menjadi siapa yang pertama mencapai garis finish. Dan menjadi pemenangnya.
Setelah aksi kejar mengejar, salip menyalip, tikung menikung yang mereka lakukan. Tak terasa garis finish sudah ada di depan mata.
Ia semakin menambah laju kecepatan kuda besinya. 120 km / perjam, ia melesat bagai angin, meliuk liuk mengejar para lawannya. Hingga lawan lawan nya tertinggal jauh di belakang sana. Dan akhirnya ia mencapai garis finish terlebih dahulu. Dapat dipastikan dialah pemenangnya. Serta berhak mendapatkan apapun yang menjadi taruhan dalam balap liar tersebut.
Ckriiit.... Suara roda ban yang beradu dan bergesekan dengan dinginnya aspal jalanan terdengar memekakkan telinga. Saat kuda besi tersebut di rem mendadak. Menimbulkan percikan percikan suar akibat pergesakan permukaan roda ban dan permukaan jalan yang licin. Garis finish tertinggal sangat jauh di belakang kala kuda besi itu berhenti, kecepatannya turun drastis dari 120 km / perjam menjadi 0 km / perjam.
"Yeah... Aku menang. Aku menang..." Soraknya kala kuda besinya berhenti dari lajunya. Ia pun telah melewati garis finish yang tertinggal jauh dibelakangnya.
"Selamat ya. Kamu berhasil menang kembali. Kayaknya ga ada yang bisa mengalahkan kecepatan dan keakuratan mu saat ini." Ucap temannya.
"Thanks ya bro." Ucapnya setelah ia melepaskan helmnya. Rambut hitamnya terurai saat telah lepas dari helmnya.
"Kamu emang The Queen on the roads beib."
Sahabatnya yang lain memuji dirinya. Ia tersenyum kala mendengar pujian dari sahabat sahabatnya
"Oke, kalau begitu ayo kita rayakan kemenangan kita malam ini. Bagaimana, Setuju?" Tanyanya kepada para sahabatnya.
"Ok.. Setuju.. Let's go.." Ucap mereka bersama sama.
__ADS_1
"Wait for the minutes. Mo kemana kita?" Tanya nya pada teman temannya.
"Clubbing yok." Ucap teman nya yang lain.
"Clubbing... Kalian saja deh. Males de gue. Gue mo cabut saja." Ucapnya sambil melenggang pergi.
"Tumben beib ga ikut. Katanya tadi mo ngerayain kemenanganmu. Kagak serulah jika lu kagak ikut. Inikan pesta kemenanganmu. Lagian juga sang fajar belum menyingsing. Lanjut yuk." Ucap rekan rekannya kembali.
"Kayaknya gue harua pergi sekarang ya. Nih hasil taruhannya. Silahkan kalian berpesta. Dan nikmatilah sesuka hati kalian." Ucapnya melemparkan setengah uang dari hasil menang balapannya. Yang langsung di tangkap teman temannya. Setengahnya lagi ia simpan di saku jaket hitamnya yang berbahan kulit. Nantinya uang tersebut akan ia berikan kepada para anak jalanan yang ia kumpulkan dan sekarang mereka menjadi anak asuhnya. Ia pakai helmnya. Lalu ia beranjak menaiki kuda besinya kembali. Ia melaju dengan cepat meninggalkan teman temannya yang tak bisa mencegah kepergiannya. Jika ia telah berkata a maka teman temannya tak ada yang bisa mengubahnya menjadi b. Teman teman nya hanya bisa menatap kepergiannya. Hingga raga itu menghilang di telan hitam pekatnya malam.
......******......
Malam adalah dunianya. Ia akan aktif beraktifitas saat malam menjelang. Ia sangat suka mengikuti ajang balap liar. Sebab dengan mengikuti hal tersebut, ia dapat menghilangkan sejenak beban pikiran dan derita hidup yang dialaminya. Ia mempertaruhkan hidup dan matinya di atas jalanan. Selain hasil dari taruhan yang mengiurkan.
Berbeda dengan orang orang kebanyakan yang memanfaatkan malam untuk mereka beristirahat. Pada siang hari mereka beristirahat. Berbeda dengannya malam ia jadikan siang. Siang ia jadikan malam. Di malam hari ia beraktifitas. Sedangkan pada siang hari ia beristirahat. Itupun jika ia sempat beristirahat. Terkadang hanya sebentar ia terlelap. Selebihnya ia terjaga. Ia melakukan apapun yang bisa ia kerjakan untuk menyambung hidupnya. Di siang hari ia mengerjakan pekerjaan freelance. Jadi tukang parkir, jadi kurir, kernet angkot ia jabanin asal menghasilkan uang yang halal. Bahkan jadi montir dadakan pun pernah ia lakoni. Hingga malam menjelang. Maka ia akan melanjutkan aksinya menjajal kemampuannya on the roads.
Ia hidup sebatang kara, tak ada kehangatan keluarga yang menemaninya. Ia besar dan hidup dijalanan. Jalanan adalah rumahnya. Langit adalah atapnya. Tanah adalah lantainya. Ia tak tahu siapa orang tuanya. Siapa ayah dan ibunya. Ia tak tahu di mana rimbanya mereka. Apakah mereka masih hidup ataukah mereka telah mati.
Kadang ia termenung sendiri memikirkan nasibnya. Tapi bila kita melihat ke atas maka akan lebih banyak kekurangan dari diri kita. Kita akan merasa lebih rendah. Karena di langit masih ada langit.
Tapi sebaliknya jika kita melihat kebawah maka akan lebih banyak yang lebih menderita dari lehidupan yang kita jalanin. Di bawah tanah masih ada lapisan tanah lainnya.
Kita kadang berpikir hidup kitalah yang paling susah, paling nenderita dari orang orang. Tapi nyatanya jika kita menengok ke bawah. Terkadang ternyata kehidupan kita lebih baik dari mereka.
Setelah merenung dalam lamunan yang panjang. Akhurnya ia berpikir sesungguhnya Tuhan tidak lah terlalu jahat kepadanya. Hanya kadang hambanya yang merasa Tuhan selalu jahat padanya. Padahal tidak. Ada hikmah di setiap kejadiannya.
Allah takkan membebani hamba-Nya melebihi batas kemampuannya.
Ada seorang malaikat yang diutus Tuhan untuk menjaga nya dan melindunginya. Yang telah menemukannya dalam kubungan lumpur saat ia masih bayi. Sang malaikat lah yang telah membesarkannya, mengasuhnya, menjaganya, melindunginya. Sang malaikat biasa ia panggil dengan sebutan kak Cinta.
Sebelum menemui malaikat pelindungnya. Ia berhenti terlebih dahulu di taman kota. Melihat beberapa orang yang masih bercengkrama dengan sang malam. Sembari mendengarkan beberapa bait lagu yang terdengar dari earphone nya.sz
__ADS_1
Malam malamku.
Bagai malam seribu bintang
Yang terbentang di Angkasa
Bila kau disini
Tuk sekedar menemani
Tuk melintasi langit
Yang selalu terisi
Di satu sisi hati.
...*****...
Terimakasih telah sudi mampir di karya keduaku. Moga kalian suka ya. Happy reading.😍
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote, Favorit, rating bintang limanya ya guys.😁
Bunga dan kopinya juga boleh. 😁😎🙃
Bersambung.
.
.
.
__ADS_1