
Saya terima nikah dan kawinnya Anastasia binti Abdullah. Dengan maskawin sekilo berlian, di bayar tunai.
Sah.
Sah
Sah
Ucap para saksi dan semua yang hadir di sana.
Saat ini Ana telah bergelar seorang istri dan seorang Ratu dari Raja Jin yang bernama Christoper Columbus.
"Mimpi ataukah nyata saat ini. Jika mimpi tolong segeralah bangun dari tidurku ini." Ana bergumam dalam hati. Namun tak urung setetes kristal bening lolos juga, meluncur dengan elegannya dari netra indahnya. Ana tak tahu arti airmata tersebut, sedih atau senangkah dirinya saat ini. Menerina kenyataan itu.
"Ayo Ratuku tersenyumlah. Jelek wajahmu jika di tekuk begitu," ucap Chris yang tiba tiba telah berada di sampingnya saat ini.
"Biarin jelek. Toh sudah berlabel istri dan jadi milik orang juga. Eh salah bukan orang tapi Raja Jin. Jadi ga masalah kan," jawab Ana dengan nada datar.
"Ha .... Ha .... Ha ..... Kamu lucu sayangku. Okelah kalau begitu. Jika maumu seperti itu ga masalah buatku. Yang pasti saat ini dirimu sudah benar benar sah jadi milikku. Bolehkah aku memelukmu sekarang?" Pertanyaan yang tak membutuhkan jawaban pikir Ana saat mendengar kalimat yang diucapkan oleh Chris. Ana hanya menjawab dengan menscrol netranya.
"Percuma juga dilarang, toh akan ia lakukan juga. Belum sah saja sudah main peluk dan sosor sembarangan udah kek angsa suka nyosor. Apalagi kalo udah sah bakal tambah tuh, idiihhh ....." Ana bergidik membayangkan tingkah laku yang akan dilakukan oleh Chris nantinya.
"Ada apa lagi sayangku. Kenapa wajahmu berubah kek gitu?" tanya Chris seolah tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Ana saat itu.
"Ga usah sok sok ga tahu ya. Padahal kamu udah tahu," jawab Ana dan kembali dibalas senyuman dan pelukkan hangat dari seorang Chris.
"Wah, kamu udah berani mikir yang macem macem ya?"
"Ga macam macam, hanya satu macam saja," Balas Ana. "Dirimu itu Raja Jin, kenapa acaranya sederhana kek gini?" tanya Ana lebih lanjut.
"Kamu mau yang bagaimana, mo pesta tujuh hari tujuh malam ala ala di negeri seribu malam? atau yang bagaimanapun boleh? Ok, aku turuti jika itu maumu. Ku pikir dirimu tak mempermaslahkan hal itu. Namun jika kau ingin lebih, tenang suamimu ini Raja Jin, dalam sekejap mata akan ku rubah," ucap Chris Narsis.
"Diiiihhh ..... Segitu pedenya. Aku kok hanya tanya kenapa sederhana acaranya. Ga juga mo minta yang neko neko. Yang ngebet mo nikah kan situ, bukan saya. Heran saja kenapa 1acaranya sederhana kek gini? tanya Ana balik.
"Ku pikir kau tak menyukai keramaian dan pesta yang gemerlap. Jadi ku siapkan acara yang sederhana sana. Seperti di dunia manusiakan saat ini lagi ada wabah, hingga harus stay at home ( tinggal di rumah ) gegara virus markonah 😂!"
__ADS_1
"Emang di sini juga nyebar tuh wabah?"
"Ga lah sayangku. Di sini kita semua sehat Jasmani maupun Rohaninya. Mau coba?"
"Apanya juga yang mo dicoba?"
"Apa saja yang ingin dicoba?"
"Gila di tengah khalayak ramai kek gini, mo ngapain," ujar Ana.
Seketika Chris membawa raga Ana menghilang dari sana. Khalayak yang hadir saat itu tak mampu protes akan kelakukan sang Raja mereka. Mereka hanya menatap takjub ke arah hilangnya pasangan pengantin yang tidak ada akhlak tersebut. Mau marah, mereka takut di somasi oleh sang Raja. Karena kekuasaan dan kekuatan tertinggi ada di tangan sang Raja. Jadi mereka tetap melanjutkan pesta tersebut hingga akhir tanpa kehadiran kedua mempelai, yang telah raib entah ke mana.
"Hei .... Main ngilang saja. Dasar Raja Jin ga ada akhlak," ujar Ana berusaha melepaskan diri dari belenggu sang suami.
Mereka saat ini telah berada di ruangan pribadi sang Raja.
Chris berdiri dengan bersandarkan dinding ruangan pribadinya. Ia menatap tajam ke arah sang istri, kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celana panjangnya.
"Kenapa mo marah?" tanyanya tanpa ekspresi. Dan hal itu membuat hati Ana dag dig dug. Tak biasanya ekspresi sang Raja tak bersahabat. Biasanya senyuman selalu nagkring di bibir seksoynya.
"Memang perlu?" tanyanya sembari melangkah ke arah Ana yang saat itu masih memakai pakaian khas pengantin.
"Tidak juga," ucap Ana melangkah mundur, mencoba menghindari sang suami yang saat ini semakin bergerak melangkah maju ke arahnya.
"Kenapa menghindar? Aku suamimu sekarang. Aku b3bas melakukan apapun kan sekarang? tanya nya pada raga yang terlihat semakin indah di matanya saat itu.
"Aku tak menghindar?"
"Benarkah? Tapi mengapa trus melangkah mundur? Kau takut padaku?"
"Tidak aku tidak takut padamu!" jawab Ana tegas. Tubuhnya sudah kepentok dinding ruangan tersebut. Tak ada celah lain lagi untuk menghindar.
Cup ....
__ADS_1
Sebuah ciuman telah mendarat dengan mulusnya di keningnya. Chris sudah berada sangat dekat dengannya, bahkan nyaris tak ada jarak lagi di antara mereka.
"Aku menginginkanmu saat ini? Maukah dirimu menjadi milikku seutuhnya?" tanyanya pada Ana.
Ana tak mampu menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh Chris. Hatinya ingin menolak, lidahnya ingin mengatakan tidak, tapi raganya berkhianat. Hembusan napas Chirs yang menerpa wajahnya menghilangkan konsentrasinya. Kepalanya secara tak sadar mengangguk. Pertanda menyetujui apapun yang akan dilakukan oleh Chris pada dirinya.
"Kepala si*al*an, kenapa menggangguk sih. Dasar penghianat. Ini juga kenapa raga ini tak menolak." Jerit hati Ana prustasi.
"Ha .... Ha .... Ha .... Kau takut sayangku?"
Ana menggangukkan kembali kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Chris.
"Tenang sayangku, malam ini kita akan mendaki bersama secara hati hati, melintasi dan melewati rute rute yang belum terjamah. Aku janji padamu, maukah kau percaya padaku?" ucap Ana mencoba menenangkan Ana, namun hal itu malah membuat Ana semakin bergidik ngeri.
Lagi lagi Ana hanya mampu mengganggukan kepalanya. Entah kenapa lidahnya terasa terkunci dan keluh untuk berucap. Apa karna pesona seorang Raja Jin, yang telah berhasil.menghipnotis, pikiran, raga, dan jiwanya sekaligus.Tak ada penolakan, seolah jiwa, raga, dan pikirannya menuruti setiap perkataan dan perintah Chris.
Ana pasrah. Apa yang akan terjadi terjadilah, tanpa mampu ia menahannya. Mungkin inilah yang terbaik pikirnya diantara kebimbangan hati, jiwa, dan raganya.
Chris tersenyum kala melihat ekspresi sang istri. "Tenang honey, I'm becarefull!" ucapnya menyakinkan Ana.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, like, komen, vote, favorit, rating bintang limanya.
Bunga dan kopinya juga boleh😍
Terima kasih masih setia di karya recehku ini. Lupyu All❤❤❤
Rekomendasi karya temanku, moga kalian suka ya...
Bersambung.
.
__ADS_1
.
.