
Saat ini Chris dan sang kakek telah berhadap-hadapan. Setelah dirasa Ana telah terlelap dengan tenang dan damai Karena efek dari obat yang diberikan oleh dokter. Chris segera menemui sang kakek untuk sekedar berbasa-basi sebagai perkenalan awal dari perjumpaan mereka.
"Jadi engkau adalah suaminya Ana?" tanya kakek pada raga tegap yang duduk di hadapannya kini.
"Iya Tuan, saya suaminya Ana!" jawab Chris.
"Jangan panggil Tuan, cukup panggil kakek sama seperti Ana dan Tasya!" Perintah sang kakek kepada Chris.
"Baik kek," jawab Chris cepat tanpa takut dan canggung.
"Siapa namamu? Dari mana asalmu? Apa pekerjaanmu? Ana bilang kamu saat ini sedang ada perjalanan bisnis! Kenapa tiba-tiba ada di sinii,? Apa tidak mengganggu kesepakatan bisnismu nanti? Dan juga kenapa kamu bisa tahu kalau Ana berada di sini?" tanya tuan Roberto beruntun pada raga tegap dihadapannya. Ia sangat tidak sabar ingin segera mengetahui setiap detail informasi dari raga tersrbut.
"Namaku Chris kek!" ucap Chris sembari menjeda ucapannya.
"Trus!" ucap kakek dengan tidak sabar.
"Aku berasal dari Negara Matahari Tenggelam ...,"
""Lalu," ucap tuan Roberto cepat.
"Pekerjaan ku saat ini menjalankan bisnis kecil kecilan, tidak besar seperti perusahaan kakek," ucap Chris.
"Ya tidak apa-apa yang penting halal. Yang besar ada karena berawal dari yang kecil. Jangan berkecil hati, suatu saat nanti usahamu dan bisnismu juga nantinya akan besar, bahkan mungkin lebih besar dari usaha yang kakek lakukan, " Nasehat tuan Roberto pada Chris.
"Iya kek, terima-kasih untuk motivasinya."
"Ya, terus ceritakan lagi tentang dirimu, dan mengapa dirimu bisa tahu jika Ana berada disini? " tanya tuan Roberto dengan tidak sabar.
"Aku tidak ingin sesuatu hal yang buruk terjadi pada Ana, Dia hidupku, separuh jiwaku, belahan jiwaku, aku akan selalu melindungi dan menjaganya dimanapun ia berada dengan cara..., "
__ADS_1
"Dengan cara apa?" Potong tuan Roberto cepat.
"D3ngan cara memasang alat pengintai Di raganya Ana dan alat komunikasinya ...."
"Seperti Chip begitu? " Potong tuan Roberto cepat.
"Ya, mungkin seperti itulah kek. Dengan begitu aku bisa memantau keadaan dan posisi letak keberadaan Ana dimanapun ia berada," jelas Chris. "Maafkan aku kek, aku telah berbohong, jika aku mengatakan yang sebenarnya, bahwa aku bisa tahu keadaaa dan kondisi Ana dimanapun dia berada, tanpa alat pelacak, karna aku Raja Jin. Kau akan terkejut, dan Kau pasti akan merebut Ana dariku memisahkan Anatomy dariku. Bahkan mungkin akan menghalangi hubungan kami," Chris membatin dalam kalbunya.
"Oh, jadi begitu ceritanya! "
"Iya kek, begitulah ceritanya hingga aku tahu kondisi dan keberadaan Ana saat ini!" jelas Chris kembali.
"Berapa lama kalian sudah menikah?" tanya tuan Roberto kembali.
"Baru satu tahun kek," jawab Chris cepat. "Tapi di dunia manusia, jika di dunia Jin, baru juga beberapa hari," Monolog Chris dalam hati, tanpa bisa didengar oleh tuan Roberto.
"Oh, baru satu tahun ya!"
"Baiklah Chris, maafkan kakek jika telah mengganggu waktu istirahatmu. Kamu pasti Capek dari perjalanan bisnismu, dan harus berada disini memantau keadaan Ana yang disebabkan Karena kakek Ana menjadi pingsan mendadak, "
"Tidak apa-apa kek. bagiku keselamatan Ana lebih penting dari apapun didunia ini, apalagi hanya perjalanan bisnis kecil yang tidak seberapa nilainya dibandingkan dengan keselamatan Ana dan calon buah hati kami.
Jadi Kek, jangan salahkan dirimu kek. Atas semua yang terjadi. Mungkin inilah takdir dari Allah untuk mempertemukan kita."
"Ya kau benar. Maafkan kakek jika telah mengganggu wakru istirahat dan kebersamaan kalian. Oiya, bagaimana keadaan Ana sekarang?"
"Alhamdulillah keadaan Ana saat ini baik-baik saja. Ana sedang tidur saat ini!"
"Terima-kasih ya Tuhan, cucuku saat ini baik-baik saja.!"
__ADS_1
"Iya kek, Ana baik-baik saja. Dan sekarang Chris mohon undur diri dulu buat menemani Ana, takutnya dia terbangun dan mencari keberadaanku! "
"Ya pergilah. Tolong jaga Dia, dan lindungilah cucu kakek!"
"So pasti kek, Ana adalah prioritas dalam hidupku, jadi aku akan selalu menjaga, melindunginya, dan selalu ada disampingnya!'
"Terima-kasih nak Chris, atas perlakuanmu pada cucu kakek!"
"Iya kek. Sekarang Chris pamit dulu kek, mau melihat keadaan Ana di kamar," Pamit Chris pada tuan Roberto.
"Ya silahkan. Jika membutuhkan sesuatu katakan saja kepada kepala maid disini. Dan jika ada hal yang urgent tolong beritahu kakek juga!"
"Iya kek, Chris pergi dulu!"
"Ya pergilah, tapi lain Kali kita ngobrol lagi. Kakek masih ingun tahu banyak informasi tentang Ana cucu kakek!" Pinta tuan Roberto pada Chris
"Iya kek dengan senang hati, sekarang Chris pergi dulu!"
"Ya, pergilah." ucap tuan Roberto mengiringi langkah tegap Chris yang akhitnya menghilang dibalik pintu.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaa, berupa like, komen, rating bintang limanya. Bunga dan kopinya juga boleh jika berkenan.
Terima-kasih.
Lupyu all❤
Bersambung.
__ADS_1