
Saat pesawat yang ditumpangi oleh Diego dan Anastasya mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Tiba tiba, Anastasya mengalami mulas yang tak tertahan. sebenarnya saat pesawat telah mengudara di angkasa, Anastasya sudah merasakan kontraksi, namun ia tak mau memberitahukan pada sang suami, karena takut akan membuat sang suami cemas dan panik. Dan rasa sakit itu berusaha ia tahan dengan sekuat tenaga.
Namun saat pesawat telah mulai landing rasa sakit dan mulas tersebut sudah tak dapat ia tahan lagi. Diego yang menyadari hal tersebut seketika menjadi panik. Saat ia melihat raga sang istri yang gemetar menahan sakit, bulir-bulir keringat membasahi raga sang istri.
"Kamu kenapa Honey?" tanyanya pada sang istri.
Tak ada jawaban yang pasti, hanya sebuah rintihan yang terdengar di telinga Diego.
Wajah sang istri terlihat pucat dan pias. Jari-jemarinya mencengkram kuat lengan Diego, seolah ingin memperjelas rasa yang saat itu sedang mendera raganya.
"Sakit ..... Honey....." Suara Anastasya terdengar lirih.
"Maaf tuan, sepertinya istri tuan akan segera melahirkan!" ucap seorang pramugari yang tiba-tiba telah hadir di antara mereka.
"Benarkah begitu? Kalau begitu tolong bantu saya mengevakuasi istri saya ke rumah sakit!"
"Siap tuan," ucap sang pramugari lalu berlalu pergi, beberapa detik kemudian sang pramugari telah kembali lagi ke hadapan Diego dan Anastasya.
"Tuan saya sudah menghubungi pihak bandara, dan telah memberitahukan kondisi nyonya sekarang. Mereka telah menyiapkan Mobil Ambulance untuk segera mengevakuasi nyonya ke rumah sakit. Dan sekarang Mobil ambulance telah stand by di sana. Mari tuan kita segera ke sana!" ajak sang pramugari.
"Ya terima-kasih," jawab Diego yang berusaha membantu Anastasya berdiri. Sang Pramugari pun ikut membantu Anastasya berdiri dari duduk.
"Ayo, honey kita ke rumah sakit sekarang," ucap Diego pada sang istri, hanya cengkraman jari-jemari Anastasya dan hembusan napas yang kian memburu, yang menjadi jawaban Atas ucapan yang dilontarkan oleh Diego.
Wajah Anastasya semakin terlihat pucat Karena menahan sakit.
__ADS_1
Anastasya segera di evakuasi ke rumah sakit, setelah pesawat benar-benar mendarat sempurna diatas landasan pacu bandara.
Mobil Ambulance yang membawa raga Anastasya segera meluncur menuju rumah sakit terdekat. Di sepanjang Jalan menuju rumah sakit, Diego selalu menyemangati sang istri, dan terus mengelus perut besar sang istri, menyalurkan rasa nyaman pads raga tersebut.
"Sayang jangan nakal ya, tolong bantu mamanya ya, biar kamu dapat segera lahir dengan selamat," ucap Diego pada calon bayinya, yang sebentar lagi akan melihat dunia.
Anastasya sedikit terhibur dan sedikit berkurang rasa sakitnya, kala mendengar celotehan sang suami yang berusaha menenangkan bayi mereka yang saat itu masih berada dalam raganya.
"Honey, aku akan berusaha dengan sebaik-baik nya untuk melahirkan buah hati kita, terimakasih telah menjadi suami dan calon ayah yang terbaik di dunia ini," Batin Anastasya berucap disela-sela rasa sakit yang terus menerus mendera raganya. Seutas senyuman menghias sudut bibirnya, saat melihat wajah tegang Diego, suami yang sangat ia cintai sepenuh hati, jiwa, dan raganya.
Sesampainya di rumah sakit, pihak rumah sakit segera menbawa raga Anastasya ke ruang bersalin.
Tak sedetikpun Diego meninggalkan raga sang istri, Diego selalu berada di samping raga sang istri, untuk mensupport kejiwaan dan semangat Anastasya.
Terlihat bulir bulir keringat semakin deras membanjiri raga Anastasya. Rintihannya semakin terdengar lirih ditelinga Diego.
Terlihat sang jabang bayi belum mau keluar juga, sedangkan tenaga Anastasya sudah hampir terkuras habis karena ia ingin melahirkan secara normal.
Diego kembali mengelus-elus perut besar sang istri dan membisikkan kata-kata pamungkas kepada sang jabang Bayi
"Sayang, jangan nakal, ayo segeralah keluar, kasihan mommy kalian, kalian anak Daddy yang terbaik, Daddy sayang kalian." ucapnya pada sang jabang bayi.
Ajaibnya, setelah ucapan Diego, bayi merekapun segera lahir ke dunia. Seolah sang Batu mendengar perintah Dan ucapan daddy mereka.
"Iya bu, bagus bu, terus bu... terus bu," ucap para bidan dan perawat menyemangati Anastasya.
__ADS_1
"Ya bu sedikit lagi.... "
"Oek... Oek.... Oek ...."
Dan akhirnya suara sang jabang bayi membahana diruang tersebut.
Setelah bayi lahir, bayi tersebut segera Di sambut para perawat untuk segera dibersihkan.
"Tunggu dulu bu," ucap sang Dokter. "Sepertinya bayi kalian masih ada satu lagi," ucap sang dokter kembali.
Selang beberapa detik kemudian lahirlah bayi yang kedua.
"Alhamdulillah, bayi kalian telah lahir dengan selamat tuan," ucap sang dokter kepada Diego dan Anastasya.
"Selamat tuan dan nyinya, kalian mendapat dua bayi perempuan yang cantik," ucap sang dokter kembali Deng an tersenyum lebar.
"Terima kasih dokter," ucap Diego dan Anastasya bersamaan.
...*****🌼🌼🌼*****...
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya Berupa like, koment, bunga dan kopi ya.
Terima -Kasih
Bersambung.
__ADS_1