
"Komandan anda di panggil oleh atasan sekarang." Edo memberitahukan informasi yang ia dapat dari atasannya kepada Ryan.
"Terima kasih Do, atas informasinya," ucap Ryan.
"Sama sama komandan," balas Edo
Tok... Tok.... Tok.... Ryan nengetuk pintu ruangan sang atasan saat ia telah berada di depan pintu ruangan tersebut.
"Ya, silahkan masuk." Terdengar suara sang atasan memerintahkan Ryan untuk memasuki ruangannya.
"Bapak memanggil saya?" tanya Ryan saat telah berada di dalam ruangan sang atasan.
"Ini surat tugasmu. Kamu dan pasukanmu ditugaskan mengawal bapak Presiden ke Mandalika," ucap sang atasan sembari memberikan berkas surat tugas kepada Ryan.
"Siap laksanakan," ucap Ryan sembari menerima berkas surat tugas dari tangan sang atasan.
"Pastikan keselamatan dan kenyamanan bapak Presiden terjamin, mulai dari berangkat, saat tiba di sana, sampai tiba kembali di ibukota!" Sang Atasan memberi perintah ke Ryan.
"Siap laksanakan."
...///*****///...
.
Mandalika adalah nama sebuah daerah wisata yang berada di kota Lombok Nusa Tenggara Barat. Di Mandalika terdapat sirkut Mandalika yang juga dikenal dengan sebutan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika Sirkuit yang megah ini telah menjadi tuan rumah untuk banyak event berkelas dunia seperti Asia Talent Cup dan Superbike World Championship.Selain itu Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika ini juga menjadi salah satu tuan rumah untuk perhelatan MotoGP 2022. Saat ini Mandalika menjadi pusatnya para pembalap dunia MotoGp berkumpul. Karena mereka akan berlaga di jalur lintasan Sirkui Internasional Pertamina Mandalika.
Sebelum hari H nya, para pembalap dapat melihat, mencoba, dan memantau sirkuit Mandalika. Selain itu mereka juga terlebih dahulu dapat menikmati indah nya panorama Mandalika yang elok dan eksotis. Menikmati indah nya pantai selatan sembari berjemur atau berselancar. Mereka tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
Pembangunan Sirkut Internasional Pertamina Mandalika dibangun dengan menggunakan bahan bahan lokal.
Direktur Strategi dan Komunikasi Mandalika Gran Prix Association (MGPA), Happy Harinto, menyatakan bahwa pembangunan fasilitas Pit Building di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika terbuat dari material yang diproduksi secara lokal, yaitu metode konstruksi modular dari PT Wijaya Karya Building (PT WIKA). Semakin bangga dengan kualitas produk lokal kita.
__ADS_1
Sirkut Mandalika masih tetap bisa dikunjungi oleh masyarakat ataupun touris lokal dan internasional, setelah musim balapan berakhir. Mereka bisa, lari, jogging, ataupun hanya sekedar melihat lihat sirkut.
Sirkut Internasional Pertamina Mandalika dibangun dengan lapisan Aspal terbaik di dunia.
Demi memenuhi persyaratan untuk kompetisi kelas dunia seperti MotoGP, PT Indonesia Tourism Development Corporation (PT ITDC) sebagai bagian dari pembangunan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika menggunakan Stone Mastic Asphalt (SMA) untuk memoles lapisan ketiga dari pembangunan jalurnya.
Stone Mastic Asphalt (SMA) adalah campuran canggih yang biasa digunakan untuk melapisi permukaan aspal. Campuran ini diklaim dapat memperkuat struktur lapisan permukaan jalanan dengan prinsip kontak stone-by-stone.
Menurut Direktur Konstruksi MGPA Dwianto Eko Winaryo, SMA memiliki penetration grade (PG) yang tinggi, yaitu PG 82. Campuran ini baru dirilis pada tahun 2014-2015. Maka dari itu tidak semua sirkuit di dunia menggunakan campuran ini untuk melapisi aspal mereka. Beberapa sirkuit di dunia yang menggunakan aspal ini termasuk Sirkuit Silverstone di UK, Sirkuit Dubai di UAE, dan Sirkuit Phillip Island di Australia.
Para pembalab menjajal kemampuan mereka di atas lintasan sirkuit Mandalika. Uji coba pun dilakukan sebelum pertandingan dimulai.
Kendaraan yang digunakan oleh para pembalap. Pada balap MotoGP di Mandalika.
Netra nya terus memperhatikan setiap gerakan para pembalap yang sedang melintas di atas lintasan sirkuit.
"Akhirnya gua bisa melihat aksi mereka secara nyata,," batinnya bermonolog.
"Kau suka?" tanya seseorang saat telah duduk di sampingnya.
"Terima kasih, sudah mengajakku kemari," ucapnya tulus.
""Aku senang jika kau menyukainya An." Alex berucap sembari netra elangnya terus memperhatikan gerak gerik gadis di sampingnya.
"Kenapa kau mengajakku kemari," tanya Ana, netranya tak pernah lepas dari menatap aksi uji coba para pembalap yang ada di atas lintasan sirkuit.
"Karena kau menang balap dariku. Dan ini adalah salah satu hadiah dariku, selain dari kuda besi yang kau tunggangi kemarin." Alex menjawab pertanyaan Ana dengan lugas.
__ADS_1
"Benarkah seperti itu, atau ada alasan lainnya lagi?"
"Selain itu, aku juga ingin kamu melihatku melintas di arena lintasan sirkuit bersama para pembalap dunia lainnya. Dan bisa mendoakan aku menang."
"Aku bukan siapa siapamu lex. Tak ada hubungan spesial di antara kita. Kenapa kau begitu perduli dan perhatian padaku. Padahal kita baru beberapa kali bertemu, itupun hanya sepintas lalu."
"Yang pasti aku merasa nyaman saat bersamamu. Kau itu sosok wanita yang tangguh, mandiri, tidak sombong, rendah hati, dan yang paling penting tidak rewel dan cerewet seperti wanita pada umumnya. Aku suka kepribadianmu tersebut. Teman," ucap Alex mengacungkan jari kelingkingnya.
"Ok, kita teman," jawab Ana sembari menautkan jari mereka."
"Doakan aku menang saat aku turun nanti." Alex berkata penuh haraf.
"Sebagai seorang teman, gua akan selalu mendoakan yang terbaik buat lu.. Menang kalah itu tergantung dengan diri lu sendiri, bagaimana usaha dan kegigihan lu buat mewujudkan semua itu,"ucap Ana. "Tapi tunggu dulu, kalo difikir fikir, bagaimana mo menang, melawan gua saja lu kalah. atau jangan jangan lu hanya pura pura kalah. Berarti lu curang kalo sampe lu ngalah hanya demi gua. Ga sportif lu." Ana mendorong tubuh tegap Alex dengan kedua tangannya.
"Bahasamu kok berubah, ga formal lagi," ucap Alex tersadar dengan ucapan Ana tanpa berniat menjawab pertanyaan yang dilontarkan Ana.
"Kita kan teman. Bahasa teman kan beda. Gua lebih nyaman ngomong kek gini, dari pada fornal," ucap Ana dengan tersenyum.
"Terima kasih An, sudah mo jadi temanku."
"Ga ke balik ucapan lu. Harusnya gua yang bilang begitu ke elu. Karena gua ini apalah bila dibanding dirimu."
"Lu itu ya teman gua, ga ada perbedaan sesama teman," tegas Alex dengan tersenyum.
"Iya teman," ucap Ana dengan balas tersenyum kembali.
Sementara itu pada barisan pasukan pengawal keamanan Presiden yang berdiri tak jauh dari tribun penonton, seseorang tak sengaja netranya menangkap siluet Ana dan Alex yang sedang sama sama tersenyum.
"Gadis itu, ngapain di sini. Sedang bersama siapa dia sekarang?" Monolog nya dalam hati.
...///*******///...
Terima kasih buat para readers yang telah berkenan mampir di karya author receh seperti saya.
Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan berupa like, kome, vote, dan rating bintang limanya.
satu like, vote, komen, rating bintang lima, serta bunga dan kopi dari kalian para readers sangat berarti buat author. Lupyu all ❤❤❤.
__ADS_1
Bersambung