Sang Ratu Malam.

Sang Ratu Malam.
Permintaan


__ADS_3

Setelah beberapa jam berada di ruang NICU. Kedua bayi mungil putrinya Diego dan Anastaya segera dipindahkan ke ruang perawatan Anastasya, guna memperoleh Asi pertama mereka dari sang bunda.


Diego menatap wajah kedua putrinya dengan penuh bahagia dan suka cita.


"Ternyata kalian kembar sayangnya Daddy," ucap Diego pada kedua putrinya yang sedang tertidur pulas di samping raga sang istri yang juga sedang terlelap.


Diego menatap wajah kedua putrinya, setelah puas menatap wajah kedua putrinya. Netranya beralih menatap wajah sang istri.


"Terima kasih sayangku, dirimu telah memberiku kebahagian yang tak ternilai. Engkau telah memberiku dua orang putri yang sangat cantik seperti dirimu, nikmat yang mana lagi, yang akan aku dustai. Sungguh kalian adalah harta ku yang paling berharga di dunia ini, tetaplah selalu bahagia dan selalu berada disisiku menghabiskan sisa hidup kita berdua, hingga ajal menjemput jiwa kita yang Lelah," ucap Diego sembari mencium kening sang istri.


"Aku takkan pernah berhenti mencintaimu hingga aku mati," Diego bersenandung kecil sembari jari kemarinya menyusuri setiap lekuk raut wajah sang istri.


Sedikitpun raga Anastasya tak terusik oleh ulah sang suami, saking lelah raganya setelah melalui proses persalinan yang cukup lama dan alot.


Keesokan harinya, Diego telah siap dengan pakaian kebesarannya. Rencananya hari ini ia akan bertemu dengan kliennya, setelah sebelumnya ia mengkonfirmasi kepada sang klien bahwa pertemuan mereka ditunda untuk sementara waktu, Karena keadaan Anastasya yang sedang dalam proses lahiran mendadak dari jadwal yang telah diprediksi oleh dokter ahli kandungan saat pemeriksaan Anastasya sebelum mereka berangkat ke negara Zamrud Khatulistiwa.


Kliennya memaklumi hal tersebut. Dan menyetujui tentang pengunduran jadwal pertemuan mereka yang sudah dijadwalkan dari jauh-jauh hari.


"Honey, engkau mau ke mana?" tanya Anastaya kala melihat raga sang suami telah rapi dibalut oleh pakaian kebesarannya saat akan bertemu klien.


"Aku akan bertemu dengan klienku hari ini, honey!"


"Lama tidak?"


"Aku akan berusaha pulang secepatnya, setelah pekerjaanku selesai. Memangnya kenapa, ada yang kau inginkan?" tanya Diego sembari terus berkemas.


"Aku akan menitipkan dirimu dan kedua putri kita kepada perawat jaga di sini. tenanglah aku tidak akan lama, aku akan beusaha pulang secepatnya, dari waktu yang telah ditentukan," ucap Diego lebih lanjut.


"Boleh aku minta sesuatu?" tanya Anastasya secara hati hati dengan suara lembut dan halus.


"Iya, katakan saja. Apa yang kau inginkan honey. Nanti akan aku penuhi!"


"Bisakah nanti setelah pulang dari meeting mu bersama klien. Kau mampir sebentar ke toko perhiasan?"


"Apa ada yang kau inginkan? Coba sebutkan apa yang kau inginkan. Apa kau ingin dibelikan perhiasaan lagi? Ok, nanti akan aku belikan yang terindah dan terbagus untuk permaisuriku yang cantik!" ucap Diego sembari tersenyum melihat raut wajah sang istri yang tiba-tiba merona kala mendengar ucapannya.

__ADS_1


"Aku hanya menginginkan sepasang kalung!"


"Sepasang Kalung?" Jidat Diego sedikit berkerut mendengar permintaan sang istri.


"Iya sepasang kalung, buat kedua putri kita!"


"Sepasang kalung untuk putri kita!" Beo Diego.


"Iya honey, aku ingin kau buatkan aku sepasang kalung untuk kedua putri kita atas nama ku!"


"As you wish, honey. Sesuai inginmu sayang, akan kubuatkan sepasang kalung untuk putri kita atas namamu! "


"Bukan begitu maksudku, honey! "


"Terus maksudnya gimana?" tanya Diego heran dengan permintaan sang istri.


"Maksudku, tolong kau buatkan sepasang kalung dengan inisial namaku Anastasya, untuk kedua putri kita honey!"


"Oh, bilang kek dari tadi, jan berbelit belit. Maklum otakku lagi ga fokus honey. Maafkan aku ya! "


"Iya nanti aku akan berusaha belikan buat Kedua putri kita. Sekarang jan cemberut lagi ya! Entar ilang Syantiknya!" Goda Diego pada sang istri.


"Ish dah kamu honey, siapa juga yang cemberut. Jangan mengada-ada deh kamu!"


"Ga becanda kok, liat tuh muka kamu kembali cemburutkan!" Goda Diego kembali. Diego paling suka menjahili sang istri, ia senang karena istrinya semakin terlihat imut kala sedang cemberut.


"Ga ada yah. Aku tuh, ga akan pernah bisa cemberut, ataupun marah sama kamu honey!"


"Benarkah?" tanya Diego sembari berjalan mendekat ke hadapan sang istri.


"Iya bener!"


"Seriously?"


"Iya serius lah, karna engkau adalah suami terbaik di dunia ini. Aku bersyukur karena memiliki mu, dan memiliki kedua putri yang cantik darimu!"

__ADS_1


"Terima kasih honey, I love you!" ucap Diego sembari mengecup kening sang istri.


"I love you too, Jangan lupa pesananku tadi ya honey!"


"Iya aku takkan lupa loh, tenang saja. Sekarang aku Akan pergi dulu ya. Aku takkan lama, jaga dirimu dan anak kita, selagi aku tak ada. Jangan khawatir. Aku akan cepat kembali, sesegera mungkin!"


"Iya, hati hati yaa. May God bless you always honey!"


"Yes, I hope you too honey. Semoga Tuhan selalu melindungi dirimu dan kedua bayi Kita juga. OK, sekarang aku pergi dulu ya honey!" ucap Diego sembari mencium sang istri dan kedua putrinya yang sedang terlelap, lalu Ia berlalu pergi meninggalkan ruang perawatan sang istri.


"Ya honey," ucap Anastasya mengiringi kepergian sang suami.



Tuan Roberto terlihat sangat gembira, Kala mendengar kabar dari sang putra.


Tadi malam Diego telah menghubunginya melalui sambungan seluler. Diego mengatakan bahwa Anastasya telah melahirkan putri mereka dengan selamat.


"Selamat tuan, saat ini anda telah menjadi seorang kakek dari seorang cucu yang cantik," ucap kepala Maid kepada tuannya.


"Iya terima kasih atas ucapannya. Aku sudah tak sabar menunggu mereka pulang. Aku ingin segera menggendong cucuku. Pasti ia sangat cantik, karena mewarisi gen dariku," ucap tuan Roberto narsis.


"Iya tuan pastinya!" jawab kepala Maid dengan tersenyum mendengar ucapan tuannya yang narsis.


"Kau siapkan segala sesuatunya. Aku ingin membuat kejutan saat mereka pulang nanti," ucap tuan Roberto sembari tersenyum kembali.


"Bail tuan, akan kami persiapkan segala sesuatunya," ucap kepala Maid, lalu berlalu pergi dari hadapan sang tuan.



Jangan lupa, tinggalkan jejak yaa.


Berupa like, komen, bintang limanya, dan juga gift nya. Terima kasih. lupyu all.


Bersambung.

__ADS_1



__ADS_2