Sang Ratu Malam.

Sang Ratu Malam.
Perkenalan Tokoh.


__ADS_3


Nama ku Anastasia. Biasa di panggil Ana. Tinggi ku 170 cm, dengan berat badan 47 kg. Usiaku saat ini menginjak 21 tahun. Rambutku panjang bewarna ke emasaan. Karna warna rambutku ini kadang aku merasa minder. Sehingga terkadang ku ganti dengan warna hitam. Sama seperti warna rambut wanita pribumi lainnya. Jika sering ku potong, maka warna rambut asli akan kembali seperti semula. Bila hal itu terjadi maka akan ku bleaching lagi jadi hitam.


Semenjak aku dapat menungganggi kuda besi. Hasil belajar secara otodidak tanpa ada yang mengajari hanya bermodal keberanian dan yang paling utama Nekad.๐Ÿ˜


Aku paling suka mengikuti balap liar. Hasil taruhan yang memukau, dan funtastis menjadi motivasiku untuk trus mengikuti ajang tersebut. Dengan hasil menang balap, aku bisa membelikan sebuah rumah mungil di daerah pinggiran ibukota. Untuk kak Cinta, orang yang telah berjasa dalam hidupku.



Rumah rumah di pinggiran kota lebih murah harganya di bandingkan dengan harga harga rumah yang ada di dalam kota. Aku berjanji kepada kak Cinta, kalau aku menang lagi, dan dapat rezeki yang lebih besar lagi, maka akan ku belikan rumah lagi buat kak Cinta yang lebih besar lagi, serta lokasinya ada di dalam kota. Tapi kak Cinta menolak nya. Ia bilang lebih enak tinggal di pinggiran kota, karena cuacanya sejuk dan suasananya tenang karena lokasinya yang hampir mendekati daerah pedesaan. Masih banyak terdapat pepohonan yang rindang. Tidak seperti di dalam kota, suasana bising akan derunya suara dari knalpot kendaraan yang berlalu lalang. Polusi di mana mana. Udara dan cuaca panas selalu menghiasi ibukota.


Aku dibesarkan oleh saudara angkatku yang bernama Cinta. Ia yang telah menemukan ku di sebuah kubangan lumpur, di tengah malam yang sunyi, di tengah guyuran hujan deras. Tubuh mungilku ia dekap dalam.peluk hangat nya. Hingga saat ini. Kak Cinta biasa aku memanggilnya. Dialah yang telah melindungi ku dari hujan dan badai, merawat ku, membesarkan ku dengan penuh cinta sesuai namanya dan kasih sayang yang tulus.


Beda usiaku dengan kak cinta 9 tahun. Pada saat aku ditemukan olehnya ia baru menginjak masa remaja nya. Kak cinta sama sepertiku, tak mempunyai keluarga, kami hidup di jalanan. Ia bercerita padaku bahwa ia pernah ditinggal di panti asuhan. Tapi karena kehidupan panti yang keras, dan memiliki ibu panti yang kejam, akhirnya ia melarikan diri dari panti yang ia tinggali.


Memang tidak semua kehidupan panti itu menyenangkan. Ada saja terkadang oknum oknum yang tak bertanggung jawab yang berbuat jahat. Tapi tidak semuanya. Hanya saja mungkin nasib dan peruntungan kak Cinta yang jelek, sehingga ia mendapatkan ibu panti yang kejam. Karena merasa tersiksa akhirnya kak cinta kabur dari panti tersebut. Dan pada malam itu juga kak Cinta menemukanku.


Kak Cinta memberiku nama Anastasia karena di leherku ada sebuah kalung yang membentuk kata Anastasia. Karena kalung tersebut akhirnya kak Cinta memberiku nama Anastasia.


Kak Cinta memberiku kehidupan. Ia bekerja serabutan untuk menghidupiku. Terkadang ia menjadi tukang cuci piring di rumah rumah makan, sembari menggendong tubuh mungilku. Terkadang ia juga mengamen di pinggir jalan. Menjual asongan, dan lain lainnya. Apapun ia kerjakan yang penting halal. Jika malam kami tidur di rumah rumah ibadah yang sudah sepi. Atau di emper emper pertokoan. Jika siang kami mulai beranjak pergi dan memulai rutinitas kegiatan kami kembali.


Tahun tahun berganti kala kak Cinta dengan penuh kesabaran dan cinta kasih membesarkan ku.


...******...


Aku menatap kelamnya langit malam. Sebelum beranjak pulang

__ADS_1



Kulajukan kuda besiku di jalan raya membelah hitam pekatnya malam meninggalkan taman kota yang tak pernah sepi dari makhluk hidup dan makhluk gaib๐Ÿ˜.


Kuda besiku melaju kencang dengan kecepatan di atas rata rata, karena aku ingin segera pulang. Kuda besiku kesayanga ku setelah kak Cinta, pastinya, juga adalah hasil dari menang taruhan.


Aku harus segera sampai di rumah, jika tidak kak Cinta akan mengomeli dan menceramahi ku berjam jam lamanya.. Bisa panas nantinya telingaku. Ah, kak Cinta dengan mengingat namamu saja ingin rasanya ku segera pulang, dan memeluk raga mungil mu itu.


"Kak Cinta, I'm coming." Ucapku dalam hati sembari terus melajukan kuda besiku. Meliuk liuk di jalanan yang sepi.


...*******...


"Dari mana kamu?" Sebuah suara mengagetkan Anastasia, kala ia menjingkat jingkatkan langkah nya sepelan mungkin memasuki kediaman mungil mereka.


"He.. .He... He.... Kakak, belum tidur kak?" Tanya nya sok polos.


"He... He... Biasa kak abis ikut balap ama teman teman." Jawab Ana dengan nyengir menunjukkan deretan giginya yang putih.


"Udah kakak bilangin, kamu itu ga usah lagi ikut balap liar. Kelayapan malem malem. Ntar kalo ada patroli polisi bagaimana? Kakak ga mau sesuatu hal buruk terjadi padamu. Hanya dirimu yang kakak punya." Ucap kak Cinta dengan terbata. Setetes kristal bening meluncur dengan indahnya dari netra beningnya.


"Maafkan aku kak. Kakak jangan sedih. Ana Janji, Ana akan beusaha berhenti ikut balap liar lagi." Ucap Ana sembari merengkuh raga mungil sang kakak ke dalam hangat peluknya. "Tapi ga janji ya kak, kalo hadiahnya mengiurkan." Ana bermonolog dalam hatinya sembari tersenyum devil.


"Kamu kenapa tersenyum seperti itu." Tak sengaja Netra Cinta menangkap senyum devil sang adik. "Kakak tahu, kamu pasti merencanakan sesuatu. Iya kan? Kamu terlalu banyak janji sama kakak. Kemarin kemarin kamu bilang juga seperti itu, mo berenti ikut balap liar. Tapi apa nyatanya, lagi lagi dan lagi kamu ulangi kembali. Janjimu hanya di mulut mu saja dan hanya untuk saat ini saja. Besok sudah lupa lagi." Ucap Cinta, sembari menjewer telinga sang adik yang tak pernah mau mendengar nasehatnya untuk berhenti ikut balapan liar.


"Aduh kak, sakit telinga dedek." Ucap Ana sembari meringis menahan sakitnya jeweran sang kakak.


"Itu hikuman buat telinga yang ga pernah mau mendengar nasehat dari kakak." Ucap Cinta kembali ingin menjewer telinga sang adik dengan gemas.

__ADS_1


"Eits... Ampun kak... Jangan lagi kakak. Nanti telingaku copot lagi. Mau punya adek cantik tapi ga ada telinganya." Ucap Ana sembari meletakkan kedua tangannya pada kedua telinga nya. Agar Cinta tak bisa menjewer telinganya lagi.


"Kalo begitu, kamu harus berjanji dengan sebenar benarnya janji, dan jangan diulangi lagi. Mengerti!" Ucap Cinta dengan berapi api.


"Asiaap kak. Ana janji, ana gak akan ikut balap liar lagi. Tapi akan ikut balap beneran." Ucap Ana, membuat mata sang kakak mendelik.


"Apa kamu bilang, mo balap beneran?" Tanya Cinta dengan terkejut.


"Hooh, mo ikut balap yang resmi, kayak di Sentul, atau di Dakkar." Jawab Ana asal.


"Tidak boleh. Pokoknya ga ada balap balapan lagi. Ok... Titik.... No debat." Ucap Cinta lalu berlalu dari hadapan sang adik


...*******...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.


Like, komen, n votenya. Rating bintang lima nya juga ya.


Sekalian Bunga dan kopinya juga boleh. Wkwkwk.๐Ÿ˜


Terima Kasih. Lupyu All readers๐Ÿ’“


Bersambung.


.


.

__ADS_1


__ADS_2