Sang Ratu Malam.

Sang Ratu Malam.
Tertangkap Lagi


__ADS_3

"Aku wanita tangguh, aku wanita mandiri, aku wanita kuat, aku takkan mau bergantung pada orang lain, mau dia Jin sekalipun. Aku jiwa yang bebas," ucap Ana mensugesti dirinya sendiri sebelum ia mengambil ancang ancang untuk melompat


Setelah berucap, Ana pun telah mengambil ancang ancang, akan melompat. Walau hati nya tak yskin. Namun ini jalan satu satu nya yang harus ia coba, kalau ingin bebas dari tempat itu. Pertimbangannya sangat tipis lima puluh, banding lima puluh. Antara selamat atau tidak.


"Lebih baik ku coba, dari pada tidak sama sekali." Ana membatin.


Satu ..... Dua .... Tiga .... Setelah hitungan ketiga, Ana langsung melompat. Tubuhnya melayang di udara. Ana mencoba menyeimbangkan tubuhnya. Ia berusaha dengan sekuat tenaga. Saat dirasa raganya menukik ke bawah dengan tajam. Ana memejamkan matanya. Ia pikir mungkin inilah akhir hidupnya. Ia sudah pasrah, daripada harus menikah dan terjebak selamanya di tempat itu.


"Bebas, lepas. Kutinggalkan saja semua beban dihatiku. Melayang dan melayang jauh, melayang dan melayang. Bebas, lepas. Kutinggalkan saja semua beban dihatiku, melayang dan melayang jauh. Melayang dan melayang." Ana bersenandung sembari menikmati keadaannya yang sedang melayang di udara.


Tap ... Sesuatu menangkap raga rampingnya. Membawa raganya terbang melayang kembali ke atas, bukan menukik ke bawah lagi.


Ana perlahan membuka matanya. Saat ia rasa ada sepasang tangar kekar telah memeluk raga ranpingnya. Mengusik kegiatannya saat itu.


"Kau ....?"


"Iya, aku. Kenapa? terkejut ya?" tanyanya.


"Tertangkap lagi, tertangkap lagi diriku ini," ucap Ana. "Kenapa kau bisa ada di sini, tadi katamu kau akan pergi karena ada pertemuan penting?" tanya Ana kembali.


"Ingat, aku adalah Raja Jin, aku memiliki jurus seribu bayangan, ( Seperti Naruto. Tokoh anime kesukaannya dirimu ya kan Thor .... wakakaka😂), bayanganku selain ada bersamamu. Mereka juga yang saat ini menghadiri pertemuan itu."


"Jika saat ini hanya bayanganmu. Trus di mana ragamu sekarang?" tanya Ana kepo.


"Ga usah kepo ya .... Nanti juga, suatu saat kau akan tahu. Jadi sekarang, jangan berpikir aku tak tahu semua tentangmu, dan membiarkan apapun yang akan kau lakukan. Aku bisa tahu. Jadi jangan coba coba melakukan sesuatu yang dapat membahayakan dirimu. Kau mengerti!" ucspnya sembari menyentil jidat Ana.


"Aduh ... Ati ati donk, ini jidat masih banyak manfaatnya. Jangan sembarangan yaa, menyentil jidat orang.

__ADS_1


"Kau mau terus terbang seperti ini, atau ku kembalikan lagi ragamu ke dalam kastil?"


"Bebaskan aku saja. Hanys itu yang ku inginkan saat ini!" Pinta Ana pada Chris.


"Jangan mimpi, takkan pernah ada kata bebas khusus untukmu!" ucapnya tegas.


"Oh .... Kejamnya dirimu padaku." Ana bergumam, yang dibalas senyuman. "Oh iya, dirimu itu selain bisa terbang, menghilang, dan mempunyai jurus seribu bayangan. Trus apalagi yang kau miliki?"


"Dirimu .... Dirimu yang ku miliki saat itu," ucapnya sembari menarap wajah Ana.


"Haish .... Jangan menatapku seperti itu. Aku tahu aku ini cantik, jadi jangan terlalu lama menatapnya. Ntar luntur kecantikkanku yang paripurna ini," jawab Ana narsis.


"Walaupun luntur cantik wajahmu. Namun kecantikan hatimu akan selalu abadi, betulkan apa yang ku bilang," ucapnya sembari trus membawa raga Ana terbang melayang di udara.


"Eh ... Kita mo kemana?" tanya Ana.


"Tadi saat ku tanya, kau mau ke mana, tapi tak ada jawaban darimu. Jadi sekarang, kita berkelliling dulu, melihat lihat pemandangan yang ada di duniaku," ucapnya santai.


"Enak saja mo peluk peluk seharian kek gini, mending aku kembali ke kastilnya lagi," Ana membatin dalam hatinya.


"Ingat ya ... Dan selalu diingat, jangan sampai lupa bahwa diriku bisa mendengar apapun yang kau katakan. baik tercetus di lidah ataupun tersurat di hati. Ingat itu ya!!!"


"Oiya, aku lupa. Kembalikan saja ragaku sekarang. ke kastilmu yang indah itu," ucap Ana pasrah akan keadaannya saat ini.


"Baiklah, tapi jangan coba coba melakukan tindakan seperti ini lagi!" Peringatnya.


"Iya .... Iya .... Iya .... Aku takkan melakukan apapun lagi," ucap Ana.

__ADS_1


Dalam sekejap mata raga Ana telah berdiri kembali di atas lantai balkon menara kastilnya sang Raja Jin.


"Jangan ke mana mana, ataupun melakukan tindakan gila lagi ya." Peringatnya kembali.


"Iya .... Iya .... Iya .... Ga percaya banget sih."


"Ok, aku pergi dulu, Ga ada niat nih untuk melarangku pergi?" tanya chris.


"Idiih ... Maunya, sana pergi. Aku mo istirahat," usir Ana.


"Baiklah cantikku. Aku pergi jangan rindukan aku ya!"


Cup ... Ia mencium kening Ana sebelum dirinya menghilang kembali.


"Selalu saja begini, main sembarangan cium orang. Dasar Raja Jin Mesumes," gerutu Ana.


Kriuk ... Kriukkk ... Suara berasal dari perut Ana, menandakan ia lapar saat ini.


" Aduh, aku ga dikasihnya makan. Laper banget nih perut. Cacing cacing dalam perutku sudah berdemo minta diisi. Tapi tunggu.... Ini kan dunia Jin, apa aku nanti makannya cacing juga ya, Huaaahh...., bisa mati aku kalo makan itu. Omigot bagaimana ini," ucap Ana prustasi.



Jangan lupa tinggalkan jejak ya, berupa like, konen, rating bintang lima, vote, favoritnya ya.


satu like, komen, vote, rating bintang lima, dan favoritnya sangat berarti buat author.


Terima kasih buat readers yang selalu setia menunggu upnya karya recehku ini. lupyu all😍❤❤❤😘.

__ADS_1


Oiya jangan lupa mampir juga ya ke karya temanku. Moga kalian suka.



__ADS_2