Sang Ratu Malam.

Sang Ratu Malam.
Christoper Columbus


__ADS_3

"Dirimu kan Raja Jin, kenapa mo menikah dengan diriku, yang hanya manusia biasa. Kita beda alam. Kau Jin, aku manusia. Aku makhluk nyata, kau sebaliknya makhluk ghaib, tak kasat mata. Mana mungkin kita bersatu. Apalagi menikah?"


"Tak ada yang tak mungkin di dunia ini, jika Tuhan menghendaki. Aku memang dari bangsa Jin, tapi tak ada larangannya kan jika aku menikah dengan bangsa manusia seperti dirimu."


"Tidak boleh .... Hal itu akan merusak kesenjangan alam ini, menikahlah dengan wanita dari bangsamu. Dan ku mohon kembalikan aku ke duniaku. Aku tak ingin membuat mereka menungguku."


"Sudah ku bilang, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Baik dunia jin, maupun dunia manusia. Aku sudah memutuskan, bukan baru sekarang, tapi sudah semenjak lima belas tahun yang silam. Hanya dirimu yang akan menjadi Ratuku, tidak untuk yang lain. Walaupun banyak yang menginginkan posisi itu. Tapi aku sudah memutuskan hanya dirimu. Dan tidak akan ada untuk yang lainnya lagi. Dan jika menurutmu hal ini akan mengganggu kesenjangan alam. Kau jangan takut, hal itu takkan terjadi. Karena bukan aku yang pertama melakukan hal ini. Bahkan jauh sebelum dirimu lahir dan diriku lahir ke dunia, hal itu juga sudah pernah terjadi. Bahkan bukan hanya satu kali. Banyak sudah bangsa manusia yang telah menikah dengan bangsa Jin. Dan lihatlah, hal itu tak menghalangi ataupun merusak kesenjangan alam. Semuanya tetap berjalan sebagaimana mestinya. Kau sudah paham dan mengertikan sekarang."


"Aku tak mengerti dan tak ingin mengerti. Tolong kembalikan diriku ke dunia asal ku."


"Aku takkan melepaskanmu dan takkan mengembalikan dirimu untuk kembali ke duniamu!" ucapnya tegas, sorot matanya tajam seolah mengunci netra Ana untuk tunduk pada setiap ucapan dan perintahnya. Seolah dia memberi peringatan dan perintah tidak menerima penolakan dari Ana.


"Siapa namamu?" tanya Ana setelah sekian lama terdiam dalam kebisuan. Dan netra keduanya kembali bertemu.


Ia tersenyum mendengar pertanyaan Ana, dan hal itu semakin membuat wajahnya terlihat semakin tampan secara paripurna.


"Mau tahu beneran atau hanya mo tahu saja."


"Beneran lah, masak mo main main."


"Namaku Christoper Columbus," ucapnya dengan pasti.


"Ha.... Ha.... Ha ...." Ana tertawa terbahak bahak, saat mendengar sebuah nama yang keluar dari bibir seksinya.


"Kenapa kau tertawa, apa ada yang lucu?" tanyanya sembari melangkah mendekati Ana.


"Stop....! Jangan mendekat, tetaplah berdiri di sana!" Perintah Ana.


"Kenapa aku tak boleh mendekat?" tanyanya dan langkahnya tetap terayun untuk mendekati Ana. Ana segera bergerak mundur dengan cepat, saat raga itu sedikit lagi akan sampai di dekatnya kembali.


"Kenapa kau menghindariku?" Ia pun menghentikan langkahnya.


"Aku tahu apa yang akan kau lakukan jika kita berdekatan, lebih baik seperti ini."

__ADS_1


"Ha .... Ha .... Ha ...., Ternyata instingmu cukup peka ya!"


"Aku harus waspada terhadapmu, kau itu Raja Jin m*sum," ucap Ana berapi api.


"Dari mana dirimu tahu, jika aku Raja Jin yang m*sum?"


"Dari tadi kerjaanmu hanya peluk dan cium. Apa tidak mesum itu namanya."


"Hanya kepadamu, aku melakukan hal itu. Kau tahu aku semakin gemaz lihat kelakuanmu yang seperti ini. Aku rasanya tidak ingin pergi dari sini. Dan sebaliknya aku ingin bertanya padamu, apa yang telah kau lakukan kepadaku. Hingga aku jadi seperti ini, kau tahu aku tak pernah merasakan hal ini pada orang lain, hanya pada dirimu aku bisa jadi seperti yang kau ucapkan tadi?"


"Mana aku tahu, tanyakan saja itu pada dirimu!"


"Oiya An, kenapa tadi kau tertawa saat mendengar siapa namaku?" Chris kembali bertanya tanpa menjawab ucapan Ana tentang dirinya.


"Aku tertawa, karena namamu sama dengan nama orang yang telah menemukan benua Amerika, yaitu Christoper Columbus."


"Oh, mungkin dulu sekali orang tuaku ngefans dengan beliau. Sehingga nama itu mereka berikan kepadaku."


"Mungkin juga ya ..." Beo Ana.


"Diiihhh, siapa juga yang akan rindu kepadamu. Aku malah senang jika kita tak berjumpa kembali!"


"Benarkah itu sayangku. Aku anggap itu sebagai pujian buatku," ucapnya dengan tersenyum saat mendengar ucapan Ana yang tajam setajam silet.


"Dasar aneh," ucap Ana bergumam.


"Ingat sayangku, aku bisa mendengar apapun yang kau ucapkan, baik tersirat maupun tersurat."


"Katanya tadi mo pergi. Kenapa masih di sini?" usir Ana kepada raga tegap itu.


"Ga jadi deh. aku ga jadi pergi, aku mau tetap di sini!"


"Lha kok malah begitu, katamu tadi ada urusan penting. Ayolah pergilah dari sini." Usir Ana kembali.

__ADS_1


"Aku tak mau pergi, karena kau mengusirku!"


"Ok, kalau begitu tak usah pergi, teraplah di sini menemani .... Ku ...." Belum selesai Ana berucap, raga tegap Cristoper telah menghilang dari hadapannya.


"Hu ... Ada ada saja, tingkah Jin m*sum itu. Diusir pergi ga mau pergi. Eh, saat dibilang jangan pergi. Dia langsung menghilang. Dasar Raja Jin M*sum dan aneh."


Ana melihat pakaiannya yang ia pakai saat balapan tergeletak di atas ranjang. Pakaiannya sudah rapi, wangi, dan bersih.


"Aku harus berganti pakaian, ga mungkinkan aku pake pakaian seperti ini," ucapnya sembari melihat pada pakaian yang ia pakai. Pakaian yang Ana kenakan sekarang ini berbentuk gaun yang indah berbahan dasar sutera halus dan lembut. Sosoknya sudah terlihat seperti seorang puteri dari negeri dongeng.


Ana bergegas mengganti pakaiannya, ia takut nanti si Raja Jin dan abdinya akan datang kembali menemuinya.


"Dia sudah pergi. Aku harus berusaha kabur dari sini. Mumpung dia ga ada. Tapi bagaimana caranya?" Ana mencoba berpikir mencari cara untuk kabur dari sana setelah ia selesai menggenakan pakaian kebesarannya.


"Atau aku lompat lagi saja ya? Karena ga ada cara lain, selain melompat. Baiklah aku akan melompat lagi. Masa bodoh nanti akhirnya hidup atau mati yang akan ku terima dari perbuatan ku ini, yang pasti aku harus lompat sekarang. Harus lompat. Harus ...." Tekad Ana sudah bulat. Sepertinya dia akan melompat kembali dari menara kastil tersebut, sebagai salah satu cara yang saat itu terlintas dibenaknya.



Kira kira Ana selamat ga ya... Apa yang akan terjadi selanjutnya.. ?!!


Sembari menunggu kelanjutannya jangan lupa mampir ke karya temanku ya, moga kalian suka.



Jangan lupa tinggalkan jejak ya... berupa like, komen, vote, dan rating bintang limanya ya...


Terima kasih kepada semua readers yang masih setia pada karya recehku ini.


lupyu all😍😍😍❀❀❀


Bersambung.


.

__ADS_1


.


__ADS_2