
Tak berapa lama Ana dan Ivan telah sampai di tempat acara yang digelar.
"Van, kagak salah. Acara ultahnya di tempat kek gini?" Tanya Ana dengan raut wajah heran.
"Iya, An acaranya di adakan di Club. Kitakan udah biasa An. Ke tempat kek beginian."
"Lu yang udah biasa. Kalo gua ma kagak biasa." Bantah Ana.
"Yakinlah sama gua, kagak terjadi apa apa sama kita nantinya."
"Awas lu ya.. Kalau terjadi apa apa lu yang akan gua hajar." Ucap Ana berang.
"Ayolah.. Semua sudah di dalam An. Kita kan sesama jenis masak lu takut." Ucap Ivan sembari cengegesan.
"Sialan lu... Temen kagak ada akhlak lu."
"Kayak lu punya aja."
"Punya la, kagak kayak lu..."
"Ayo la An. Kapan lagi kita mo masuk ke dalam. Liat tu kita jadi tontonan disini." Ucap Ivan sembari netranya menunjukkan kearah orang orang yang memperhatikan mereka saat itu.
Netra Ana mengabsen setiap sudut, yang ditunjukkan oleh netra Ivan. Benar kata Ivan, mereka saat ini menjadi pusat perhatian.
"Okelah, ayo kita masuk sekarang." Ucap Ana kemudian.
...//*********//...
Di markas polisi, Ryan sedang memberikan instruksi kepada para bawahannya.
"Untuk Operasi kita malam ini. Kita akan menyusuri dan merazia tempat tempat hiburan malam."
"Siap komandan. Siap laksanakan...!!" Ucap para bawahannya serentak.
"Baik. Laksanakan..!!!"
"Laksanakan..."
...///********///...
Ana dan Ivan melangkahkan kaki nya memasuki club. Saat telah berada di dalam, hiruk pikuk suasana menyambut kehadiran mereka. Hentakan - hentakan suara musik terdengar memekakkan gendang telinga. Hilir mudik para pramusaji membawakan pesanan pengunjung.
Acara ulang tahun Alex di adakan di private room.
Senyum terukir dari sang punya hajat. Saat melihat kehadiran Ana dan Ivan di sana.
"Mari bro... Kemarilah... Mari bergabung bersama kami." Ucap Alex mempersilahkan Ana dan Ivan bergabung dalam acaranya. "Terima kasih atas kedatangan kalian. Mari bersulang.." Ucap Alex kemudian saat melihat Ana dan Ivan telah berada dalam posisi duduk di shofa yang tak jauh dari nya.
" Cheer..." Ucap mereka serentak seraya menggangkat gelas mereka masing masing. Ana dan Ivan juga menggangkat gelas yang ada dihadapan mereka. Gelas tersebut telah berisi minuman.
"Van, minuman apa ini?" Tanya Ana seraya berbisik.
"Kagak tahu. Jangan diminum kalo ragu - ragu." Ucap Ivan menyarankan.
"Baiklah." Ucap Ana seraya mengganggukan kepalanya.
"Ayolah kawan - kawan untuk menghormati yang punya hajat. Mari kita habiskan minuman yang ada di depan kita. Mari Bersulang..." Ucap salah satu tamu undangan yang juga merupakan sahabat Alex.
__ADS_1
"Cheers..." Ucap mereka kembali. Lalu meminum dan menghabiskan minuman yang ada di tangan mereka masing masing.
Mata Ana mengabsen setiap orang yang ada di dalam ruangan tersebut. Tiba tiba ruangan menjadi gelap gulita. Pintu ruangan terbuka masuklah beberapa orang ke dalam ruangan denganmembawa sebuah kue tart sembari menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun
Kami ucapkan.
Selamat ulang tahun
kitakan doakan.
Selamat sejahtera sehat sentosa
Selamat panjang umur, dan Bahagia.
Happy birthday to you
Happy birthday to you
Happy birthday, happy birthday, happy birthday to you.
Tiup lilin nya tiup lilinnya
Tiup lilinnya sekarang juga
Sekarang juga... Sekarang Juga...
Alex meniup lilin yang ada di atas kue tart tersebut saat disodorkan didepan wajahnya.
Potong kuenya.. Potong kuenya...
Sekarang juga.. Sekarang juga...
Setelah lagu berakhir Alex kemudian memotong kue tersebut.
"Potongan kue pertama, kamu mau kasih ke siapa lex? Pasti ke Jenny kan!!" Ucap sahabat Alex yang berdiri di sampingnya.
Wajah Jenny sudah merah merona mendengar ucapan temannya Alex. Semburat binar kebahagiaan terpancar dari netra nya. Ia yakin sekali jika akan memperoleh potongan kue pertama dari Alex.
Alex tersenyum saat mendengar ucapan sang sahabat. Ia lalu melangkahkan kakinya sembari membawa potongan kue ulang tahun. Langkahnya terhenti di hadapan Ana yang saat itu duduk di pojokkan.
"Untukmu..." Ucap Alex seraya memberikan potongan kue tersebut.
Ivan menyenggol bahu Ana, saat dilihatnya Ana hanya termenung. Dan kue di tangan Alex masih mematung di udara, belum mendapat sambutan dari Ana.
"Untukku.." Ucap Ana terbata. Ia tak yakin Alex memberikan kue tersebut untuknya. Sedangkan ia hanya seorang tamu, tak ada yang special di antara mereka.
"Iya... Untuk mu.. Ambil lah.." Ucap Alex dengan lembut.
"Serius untukku. Bukankah ada pacarmu. Kenapa kau berikan untukku?" Jawab dan tanya Ana berikan.
"Aku menggagumimu.." Ucap Alex tulus. "Sayangnya balap kita kemarin tidak berjalan dengan mulus. Karena ada patroli polisi. Suatu saat aku mengundangmu untuk balap bersamaku lagi. Dan kue ini sebagai tanda undangannya." Ucap Alex kembali.
"Terima kasih. Aku terima undangannya." Ucap Ana kemudian. Lalu ia menerima kue yang diberikan Alex padanya.
"Lex, kenapa kue tersebut kau berikan pada ****** itu." Ucap Jenny berang saat melihat perlakuan Alex terhadap Ana.
__ADS_1
"Jaga ucapanmu Jen. Jangan membuat kekacauan di pestaku. Jika itu terjadi silahkan angkat kaki dari sini..." Ucap Alex tegas.
"Tapi aku kan... "
"Tidak ada tapi tapian. Tutup mulut kotormu itu. Dan nikmati saja pesta ini. Kalau tidak silahkan pergi." Usir Alex untuk yang kedua kali.
Jenny terdiam dengan wajah merah padam. Ia menahan geramnya. Jenny lalu melangkah ke luar ruangan.
"Awas saja kau ******. Akan ku balas kau. Biar tahu rasa." Ucap Jenny di dalam hati.
Tak berapa lama setelah kepergian Jenny. Pramusaji kembali masuk ke dalam ruangan membawa beberapa hidangan dan minuman.
"Nona, sepertinya gelas nona sudah kosong. Silahkan ambil yang ini." Ucap sang pramusaji kepada Ana saat melihat gelas ditangan Ana telah kosong. Ana meletakkan gelas di atas meja. Lalu menerima minuman yang diberikan.
"Terima kasih." Ucap Ana.
"Sama sama nona. Permisi." Ucapnya dengan tersenyum. Ia lalu melangkahkan kakinya keluar ruangan.
Ana memutar mutar gelas yang ada di tangannya.
"An, kenapa hanya di putar putar tu gelas. Kagak diminum. Sini gua yang minum." Ucap Ivan.
"Tu di depan lu banyak. Kenapa mo yang di tangan gua." Protes Ana. Lalu meminum minumannya hingga tandas.
Seseorang tersenyum smirk kala Ana menghabiskan minumannya. "Mampus lu." Batinnya.
"Van, gua ke toilet bentar ya. Panas banget disini. Gerah.. Gua mo cuci muka bentar." Ucap Ana kepada Ivan.
"Mo ditemani." Tawar Ivan.
"Kagak usah. Lu tunggu saja di sini. Gua hanya bentar kok."
"Oke, hati hati ya."
"Iya... Kayak anak kecil saja." Ucap Ana dengan tersenyum sembari melangkah keluar ruangan. Langkahnya menuju toilet perempuan.
Saat telah tiba di dalam toilet. Ana merasakan hawa tubuhnya semakin memanas. "Kenapa tubuhku jadi begini. Duh kepalaku kok jadi pusing begini. Kenapa semuanya tiba tiba berputar." Ana bermonolog sendiri.
Dengan sempoyongan Ana keluar dari toilet. Langkahnya tertatih, ia takut terjatuh. Ana berusaha keras menyeimbangkan langkahnya.
Bruk... Benturan keras Ana dapatkan. Ternyata Ia menabrak dada bidang seseorang yang melangkah berlawanan dengannya.
"Maaf..." Ucap Ana sembari terus menyeimbangkan posisi tubuhnya yang sempoyongan agar tegap berdiri.
...///******///...
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, komen, dan votenya ya. Rating bintang lima nya ya😍😍
Bunga dan kopinya juga boleh biar Ana tidak sempoyongan..😂
Siapa ya yang ditabrak Ana.. ??!!"
Sebelum lanjut. Mampir juga ya di karya temanku. Moga kalian suka.
Bersambung.
__ADS_1
.
.