
...Hanya sekilas lalu, bahwa mungkin...
...Itulah yang namanya dunia gelap...
...(karena malam)...
...Malam dingin, jalanan kota yang lengang...
...Mengendap dalam sunyi dengan degup yang memburu...
...Deru-deru resah pada lambatnya langkah...
...dan waktu...
...Yah, kepergian yang fana—pengejaran yang sia-sia, tak disadari sebelumnya...
...Rasa yang mendukung, ketidakramahan; harapan kenyamanan;...
...rumah impian; kejengahan...
...Kesempatan yang tak disadari akal sehat...
...Hilang dalam pengembaraan yang hina...
...Aku ingin kebebasan yang sirna!...
...(Oliver Rains)...
...🌼*********🌼...
Ryan melangkah memasuki ruang apartemen. Ia meletakkan barang bawaannya, berupa makanan dan obat - obatan di atas meja. Pandangan matanya mengedar. Mencari sosok yang tadi ia tinggalkan sendiri. Terbaring lemah di atas sofa. Namun ia tak menemukan siluet sosok tersebut.
Sekian lama ia mencari menyusuri setiap sudut ruangan apartemennya. Namun hasil nya tetap nihil. Netranya terkunci pada pintu balkon yang terbuka. Ryan melangkah menuju balkon. Namun tetap sosok tersebut tak ia temukan.
Tak sengaja ia melihat sesuatu yang berkilau di terpa sinar matahari.
"Anastasia....!!!" Ryan mengeja sebuah nama yang terukir indah pada sebuah kalung. "Ternyata namanya Anastasia... Hebat, wanita yang kuat. Ia mampu melarikan diri dari sini dengan raga nya yang terluka. Dan kondisi tubuhnya yang lemah belum makan dari semalam. Sungguh wanita yang tangguh. Padahal ia hanya wanita biasa bukan seorang prajurit. Saat aku mengeluarkan peluru yang bersarang di lengannya pun, ia tak meringis atau mengadu padahal tanpa obat bius dan anastesi." Ucap Ryan berkata kepada angin sembari memuji sosok yang beberapa waktu lalu terborgol bersamanya. Ryan tersenyum tatkala sejenak bayangan sosok tersebut melintas di benaknya.
...🌼**********🌼...
Cinta berusaha membantu memulihkan kesadaran Ana. Berbagai cara ia lakukan, mulai dari menggosok telapak tangan Ana agar menjadi hangat. Menggosok minyak kayu putih ke seluruh raga Ana. Mulai dari tanggan hingga ke kakinya.
Beberapa saat kemudian. Tubuh Ana yang dingin mulai menghangat. Perlahan lahan kelopak netranya mulai membuka.
__ADS_1
"Kakak..." Ucap nya dengan lirih.
"Syukurlah kamu sudah sadar. Apa yang kamu .mau sayang." Ucap Cinta.
"Haus kak..." Ucap Ana. Cinta segera memberi Ana minum yang memang telah ia siapkan sebelum Ana sadar.
"Ini sayang minum lah." Ucap Cinta sembari membantu Ana duduk. Ana mulai meminum air yang diberikan Cinta.
"Apakah kamu lapar?" Tanya Cinta kembali. Ana mengganggukkan kepalanya tanda jawaban atas pertanyaan Cinta.
Cinta mulai menyuapi Ana makan dengan makanan yang telah ia siapkan. Dengan perlahan dan penuh kasih sayang Cinta menyuapi Ana. Setetes kristal bening mengalir dengan indah dari netranya.
"Kakak kenapa nangis?" Tanya Ana dengan suara sedikit serak.
"Gs.. Kakak ga nangis kok. Mata kakak kemasukkan debu. Bentar lagi juga hilang."
"Makan nya udah selesai. Saat nya kamu minum obat. Kakak banyak persediaan obat. Ini paracetamol untuk menggurangi demam. Amoxilin antibiotik, dan Asam Mefenamat buat penghilang nyeri. Makan satu satu, tiga kali sehari. Maaf kakak ga punya vitamin. Nanti kalo ada rezeki kakak akan belikan kamu vitamin, biar kondisi mu lekas pulih." Ucap Cinta.
"Terima kasih kak, atas perhatian dan kasih sayang yang kakak berikan selama ini kepada Ana. Entah bagaimana caranya agar Ana bisa membalasnya. Kalaupun nyawa akan Ana pertaruhkan buat membalas jasa kakak selama ini kepada Ana." Jawab Ana dengan berkaca kaca netranya.
"Shuut..." Cinta meletakkan jari telunjuknya di fepan bibir ceri sang adik. "Sesama saudara ga boleh ngomong begitu. Kakak ikhlas dan tulus. Kakak ga minta bayaran atau apapun sebagai balasan terhadap apa yang telah kakak lakukan terhadapmu. Melihat dirimu bahagia kakak pun ikut bahagia. Tidak seperti sekarang melihat kondisimu yang seperti ini kakak juga ikut merasakan sakit. Berjanji lah untuk selalu sehat dan bahagia." Ucap Cinta seraya mengelus wajah Ana dengan sayang.
"Iya kak, Ana akan berusaha untuk selalu menjaga diri Ana agar selalu sehat. Ana ga ingin lihat kakak sedih." Ucap Ana.
Terluka parah seperti ini?" Tanya Cinta setelah sejenak hening melanda mereka.
"Ana jatuh dari motor kak."
"Kakak sudah bilang sama kamu kan. Kalau kamu itu tidak usah ikut ikutan balap liar lagi. Carilah pekerjaan yang lain. Yang tidak mempertaruhkan nyawamu!!!"
"Iya kak, Ana janji."
"Jangan hanya janji An. Kemaren kemaren juga kamu selalu janji sama kakak. Tapi tidak pernah kau tepati." Ucap Cinta dengan wajah ditekuk.
"Trus dimana motor mu. Dan kenapa kamu pulang di saat matahari sudah meninggi. Biasanya kamu pulangnya sebelum ayam jantan berkokok." Ucap dan tanya Cinta lontarkan kemudian.
"Motor Ana masuk bengkel kak. Karna ringsek. Ana tadi kecelakaan di jalan, jadi masuk Instalansi Gawat Darurat (IGD), di rawat dulu di sana. Makanya pulangnya agak siangan."
"Untung kamu tidak kenapa kenapa. Ini kenapa tanganmu di perban?"
"Tadi ada batu yang menusuk dan masuk ke dalam tangan Ana. Tapi sudah di keluarkan oleh pihak rumah sakit. Makanya sekarang tangan Ana di perban."
"Ya sudah kalau begitu kamu istirahatlah. Supaya tenagamu cepat pulih kembali seperti sedia kala.
__ADS_1
"Baik kak"
...🌼********🌼...
Ivan datang menghadap kepada Riki dan Ken. Yang saat itu sedang bersama.
"Kagak naksi bang?" Tanya Ivan kepada Ken.
"Kagak. Oh ya info apa yang kau bawa sekarang?" Tanya Ken.
"Bang, menurut informasi dari anak buah abang. Ana sekarang sudah pulang ke rumahnya."
"Syukurlah kalau begitu." Ucap Riki.
"Bagaimana keadaan Ana sekarang?" Tanya Ken dengan raut wajah khawatir.
"Ana tidak kenapa kenapa bang."
"Syukurlah kalau begitu." Ucap Riki dan Ken serempak.
"Ayo, kita tenggok Ana sekarang." Ajak Riki.
"Mari bang.." Ucap Ivan sembari mengikuti langkah lebar Ken dan Riki.
...🌼********🌼...
Jangan lupa tingggalkan Jejaknya yaa..
Like,komen, dan Votenya. Bintang Lima juga boleh. He..he..he..
Satu like, komen, Vote, dan rating dari kalian sangat berarti buat othor.
Terima kasih telah sudi mampir di karya receh Othor... lupyu all.💓
Sembari menunggu Keadaan Ana pulih kembali mampir ya ke karya temanku. Semoga kalian suka.
Bersambung.
.
.
__ADS_1