Sang Ratu Malam.

Sang Ratu Malam.
Di Mana Aku ?


__ADS_3

Jadi kapan sayangku akan kembali ke dunia manusia?" tanya Chris lebih lanjut


"Sekarang ... " ucap Ana tegas.


"Sekarang .... !" Beo Chris.


"Iya sekarang," jawab Ana mantap.


"Tapi sayangku lagi puasa sekarang? Gimana kalau setelah habis berbuka?" Tawar Chris.


"Aku mau sekarang!" tegas Ana.


"Kalau terjadi apa apa dengan mu di dunia manusia sana, bagaimana?" tanya Chris penuh nada khawatir.


"Tenang, aku takkan apa apa. Aku bisa menjaga diriku sendiri," jelas Ana.


"Ok, aku yakin padamu. Bahwasanya sayangku bisa menjaga dirimu di dunia manusia. Sana!" ucap Chris tapi nada suaranya masih terkesan khawatir.


"Percayalah ....!"


"Ok, aku percaya. Tapi tetaplah hati hati ya...!"


"Baiklah ... Terima kasih suamiku ...."


Ana pergi ke dunia manusia dengan diantar oleh Chris. Di antara perbatasan dunianya manusia dan jin, Chris melepaskan Ana dengan berat hati.


"Pergilah ...." ucap Chris melepas kepergian Ana.


"Terima kasih," ucap Ana sembari memeluk raga tegap itu.


"Jaga dirimu ...!" Peringat nya.


"Iya ...." ucap Ana sembari melerai pelukkannya. Ana segera meninggalkan dunia jin, dan mulai memasuki dunianya manusia.


"Tenanglah Sayangku, aku akan selalu berada di sampingmu. Kau sadari atau tidak. Aku takkan membiarkanmu celaka ...!" Batin Chris sembari trus menatap kepergian raga Ana yang terus menjauh dan tak terlihat lagi oleh netranya.


*Duhai engkau sang belahan Jiwa


Namamu terukir dalam pusara


Di setiap langkah ku selalu berdoa


Semoga kita bersama


Duhai engkau tambatan hatiku*


Labuhkanlah cintamu di hidupku


Ku ingin kau tahu betapa merindu


hiduplah engkau denganku

__ADS_1


Dengarkanlah di sepanjang malam aku berdoa


Bersujud dan lalu aku meminta


Semoga kita bersama


Dengarkanlah di sepanjang malam aku berdoa


Cintaku untukmu selalu terjaga


Dan aku pasti setia.


Chris bersenandung melepas kepergian Ana ke dunia manusia.


Saat Ana tiba di dunia manusia, rembulan malam telah menyambutnya. Pijar lembutnya mencoba menerobos keangkuhan hitam pekatnya malam. Namun tetap tak bisa menghancurkan keangkuhan sang malam. Hanya sang Surya yang mampu menghapus keangkuhan dan hitam pekatnya sang malam.


Perbedaan waktu antara dunia Jin dan manusia. Jika di dunia manusia malam hari, maka di dunia jin siang hari.


Sebalik jika di dunia manusia siang hari. Maka di dunia jin malam hari.


"Ternyata sekarang sudah malam," ucap Ana sembari trus melangkahkan kakinya.


Tiba tiba ada yang memukul tengkuk Ana. Menotok jalan nadinya. Alhasil Ana pingsan di tempat.



Bayu dan Mutiara tak mau melepaskan pelukkan mereka pada raga Tasya. Mereka berdua trus berada di sisi Tasya, sejak kedatangan Tasya. Hingga malam menjelang.


"Kalian tidak capek ya. Bergelayut manja ama kak Ana. Ayo sana segera istirahat. Hari sudah menjelang malam. Besok kan kalian harus sekolah, ada jadwal ulangan akhir semester genapkan, besok?" Peringat Cinta kepada kedua adik nya.


"Iya kak, besok hari kedua ulangan akhir semester genap," jawab mereka serempak.


"Sudah belajar belum buat ulangan besok?" tanya Tasya.


"Sudah kak ...." jawab mereka koor bersama.


"Beneran sudah belajarnya? Kaliankan dari tadi ada di sini bareng kakak terus? Jadi kapan belajarnya?"


"He ... He .... He ....." Kedua bocil tersebut tertawa malu malu, memperlihatkan sederetan gigi susunya yang putih bersih karena rajin dirawat. "Nanti kak Ana pergi lagi, jika kami tak di samping kak Ana. Kami tidak mau kalau kak Ana pergi lagi," Lanjut mereka dengan netra yang sudah mulai berkaca kaca.


Psikologi anak anak memang cepat sekali berubah. Baru saja mereka tertawa, namun di detik berikutnya mereka sudah menangis Dan detik berikutnya pun mereka akan tertawa kembali.


"Tenanglah .... Kakak tidak akan ke mana mana," jawab Tasya ikut terharu akan tingkah kedua bocil tersebut. "Sekarang istirahatlah! Kakak janji, kakak tidak akan pergi lagi. Dan kalaupun kakak akan pergi. Kalian pasti akan kakak ajak!" ucap Tasya selanjutnya.


"Janji ...." ucap mereka sembari memberikan jari kelingkingnya.


"Ia kakak janji!" Tasya menautkan jari kelingkingnya kepada kedua bocil tersebut.


"Nah kalian sudah dengarkan ucapan kak Ana?" tanya Cinta kepada dua bocil itu. Dan mendapat anggukan kepala mereka sebagai jawabannya.


"Sekarang tidurlah, tapi sebelum tidur belajar dulu!:" Perintah Cinta.

__ADS_1


"Kami sudah belajar kak, sebelum kak Ana pulang tadi. Kami sudah selesai belajarnya," jawab mereka memberikan penjelasan rinci kepada Cinta


"Kalau belajarnya sudah, sekarang waktunya tidur. Biar besok tidak bangun kesiangan!" Perintah Cinta.


Kedua bocil tersebut memandang Tasya lekat lekat. Kedua pasang netra polos tanpa noda tersebut masih meminta kepastian kepada Tasya. Tasya mengganggukkan kepalanya. "Tidurlah," ucap Tasya lebih lanjut. Untuk meyakinkan mereka.


"Baiklah kak, kami tidur," ucap mereka pada akhirnya.


Sebelum beranjak dari tempat itu. Bayu dan Mutiara memeluk raga Tasya dengan erat.


"Tidurlah," bisik Tasya di telinga mereka, sembari membalas pelukan mereka. Ada perasaan hangat dan nyaman yang dirasakan Tasya kala memeluk kedua raga mungil tersebut


"Entah kamu itu siapa An, tapi ku ucapkan terima kasih, karena telah memberikan hangatnya persaudaraan ini. Selama ini aku tak tahu rasanya. Tapi sekarang, aku baru tahu rasanya itu seperti ini jika kita memiliki saudara. Sekali lagi ku ucapkan. Terima kasih An." Monolognya dalam hati


"Baiklah kak, kami tidur sekarang! Selamat malam kak Ana," ucap mereka serempak.


"Malam," jawab Tasya mengiringi langkah mereka memasuki kamarnya.


Kedua bocah cilik itu mengayunkan langkahnya dibimbing oleh Cinta. Semua perlakuan Cinta kepada kedua bocil itu, tak luput dari netra bening Tasya.


"Mereka terlihat saling menyayangi, beruntung aku bertemu mereka. Maafkan aku kek. Mungkin aku akan sedikit lama berada di sini. Kasihan mereka, jika ku tinggalkan sekarang!" Monolog Tasya dalam hati.



Di sebuah ruangan kamar yang luas. Ana terbangun dari tidur panjangnya. Netranya memindai keadaan yang ada di depan matanya saat ini.


"Di mana aku sekarang?" tanyanya pada sang angin yang berhembus lembut menerpa permukaan kulitnya.


"Nona muda sekarang ada di kamar nona sendiri!" Sebuah suara menjawab pertanyaan yang dilontarkan Ana.


"Siapa kamu?" tanya Ana pada raga yang berdiri tak jauh dari dirinya sekarang.


"Silahkan nona muda bersiap siap sekarang. Tuan besar telah menunggu anda sekarang di meja makan." Raga tersebut berkata tanpa menjawab pertanyaan Ana.


"Satu hal lagi. Tuan besar sudah membebaskan nona muda dari hukumannya. Sekarang nona muda bebas mau pergi ke mana pun yang nona muda suka. Tuan besar takkan melarang lagi, tapi masih tetap dengan catatan semua yang nona lakukan sesuai kaidah dan tak melanggar hukum yang berlaku di negara ini!" ucapnya lebih lanjut.


Ana hanya termenung mendengar setiap perkataan yang terlontar dari raga tersebut.



Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya... Komen, like, rating bintang limanya ya.


Satu komen dan like dari kalian, sangat berarti bagi saya. Lupyu all😍



Bersambung.


.


.

__ADS_1


__ADS_2